
"Yah, meski keuntungan yang kudapat hari ini cukup banyak. Masalah yang kudapat juga sama banyaknya," keluh sang putri.
"Ratu yang bekerja sama dengan Kekaisaran Anessa secara tidak langsung, Kaisar yang masih saja mencari anak gak jelas yang bahkan belum pernah dilihatnya, projects Declan yang hampir siap, lalu... masih ada urusan Mika dan Ruby."
"Aku benar-benar sibuk, huh..." keluhnya dengan senyum lelah.
"Sudahlah, lagipula berburu poin hanya alasan demi bisa keluar Akademi, sekarang aku sudah punya 928 poin. Jadi masalah poin untuk beberapa bulan sudah teratasi. Sekarang saatnya menyelesaikan urusan sebagai Gluttony."
Gadis itu mengambil sesuatu dari inventory nya. Benda yang dia keluarkan adalah sebuah anting dan topeng hitam.
(hanya ilustrasi, aslinya cuma 1 buah, bukan sepasang)
Bersamaan dengan dipakainya dua benda itu ditambah jubah hitam yang membungkusnya dengan cepat, penampilan gadis itu langsung berubah drastis. Dari yang semulanya seorang putri cantik yang kecil dan terlihat lemah lembut namun datar, langsung menjadi pria muda tampan dan dingin yang memancarkan aura misterius.
⟨⟨ Gluttony ke Raven. Kode A, ganti ⟩⟩
Penampakan pria itu hilang dengan cepat bagai ditelan awan, tak seorangpun dapat mengetahui kemana arah dan tujuannya.
Dan sementara itu di beberapa tempat lainnya.
⟨⟨ Gluttony ke Raven. Kode A, ganti ⟩⟩
Suara yang sama dengan suara pria muda itu terdengar melalui anting yang sama pula. Di satu tempat, jauh di atas menara Akademi Mackenzie, 3 orang yang berkumpul disana mendengar hal yang sama.
"Kode A, berkumpul di markas. Ada sesuatu yang terjadi ya?" tebak pria berambut merah.
"Nih anak, baru juga kita bahas dia. Malah dianya manggil kita. Dia ini kalau di rasani bisa denger kali ya?" ucap gadis (?) berambut navy dan kulit biru kelabu.
"Ja-Jangan bilang begitu, kalau sampai memanggil kita semua... pasti... ada... masalah," kata pria kecil berambut Oren.
"Baik, baik. Mari kita penuhi panggilan ini. Agak repot sih ngurus surat izin keluar mendadak begini. Tapi ini gunanya jadi ketua OSIS! Ayo!"
"Oke."
"Baik!!"
Pria berambut merah itu menyeringai kecil sembari mengambil antingnya. Kedua orang disana juga melakukan hal yang sama.
⟨⟨ Wrath ke Raven. Kode di mengerti, ganti ⟩⟩
⟨⟨ Sloth ke Raven. Kode di mengerti, ganti ⟩⟩
⟨⟨ Greed ke Raven. Kode di mengerti, ganti ⟩⟩
Setelah menjawab panggilan, ketiganya memasukkan kembali anting mereka dan melompat keluar dari jendela meski ruangan yang mereka tempati itu berada di lantai 7. Ketiganya mendarat dengan selamat dan langsung berlari menuju pintu keluar bersama-sama. Barulah nanti setelahnya, mereka akan pergi ke tempat yang disebut markas itu dengan jubah, topeng dan anting yang serupa namun berbeda warna hiasan.
Dan di tempat yang berbeda pada waktu yang sama kala itu, sepasang fenrir kembar juga mendengar hal yang sama dari anting mereka.
"Panggilan tugas nih, kak..." kata sang adik dengan setumpuk berkas ditangannya.
Sang kakak memasang ekspresi sangat tidak ingin didepan bertumpuk-tumpuk berkas yang harus ia kerjakan, "Tolonglah... pekerjaanku masih banyak. Kenapa disaat seperti ini?"
"Padahal aku masih mencari informasi yang Mika inginkan, ini tidak mudah tau!" keluhnya.
Sang adik menggaruk pipinya pelan, "Yahh... dari dulu dia memang kejam. Padahal dianya lagi diambang hidup dan mati, sempat-sempatnya ngasih kerjaan dengan deadline 2 bulan."
"Ya kan!! Lagian kamu juga! Kenapa baru bilang kemarin!? 1 hari saja sangat berharga sekarang, tau!" ucapnya mengambek.
Sang adik tersenyum canggung, dia menaruh tumpukan berkas di tangannya ke meja yang ditempati kakaknya. Setelah itu, dia berjalan ke belakang sang kakak dan memeluknya dari belakang.
"Maaf, maaf. Aku juga baru inget kak! Nanti aku akan bantu apapun, oke? Jangan marah ya?"
Sang kakak menghela napas lelah dengan tumpukan kerjaan dan tingkah adiknya itu. "Masalahnya... ini bukan sesuatu yang bisa selesai hanya dengan dua orang."
"Kalau ketemu Aqua nanti, kita harus meminta tenaga kerja baru.
"Tentu, ayo minta nanti. Untuk sekarang, kita ke markas dulu ya?
"Ha~ahh... baiklah."
⟨⟨ Pride ke Raven. Kode di mengerti, ganti ⟩⟩
⟨⟨ Lust ke Raven. Kode di mengerti, ganti ⟩⟩
Setelah mengambil tombak kembar mereka. Keduanya mengenakan jubah dan topeng yang serupa dengan rekan mereka, kemudian keluar dari tempat rahasia yang disebut Markas Utama Guild Informasi itu. Para bawahan yang mengenali mereka sebagai Guild Master Guild Informasi, seketika menunduk hormat ketika kakak beradik itu berjalan melawati mereka.
Meskipun semua orang disana melihat langsung bahwa guild master mereka keluar dari markas, tak ada yang melihat mereka menuju ke mana. Karena jejak keduanya menghilang tepat setelah melewati pintu keluar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Asrama Perempuan Akademi Mackenzie
Kamar A-312
Gadis berambut merah maron yang langka tengah menuangkan teh untuk gadis lainnya yang saat ini duduk di sofa kamarnya.
"Saya telah diberitahukan Yang Mulia Pangeran untuk menyambut Anda kapanpun Anda datang menemui Nona Mika. Tapi saya minta maaf sebesar-besarnya, Nona Arsilla. Saya sekarang mendapatkan panggilan tugas dari master saya. Jadi saya tidak bisa menemani Anda hari ini," ucapnya penuh rasa bersalah.
Sesuai perkataannya barusan, Clelia mendapatkan panggilan dari masternya untuk menjaga guild informasi selama kepergian mereka. Inilah alasan gadis itu terburu-buru keluar tadi hingga hampir menabrak Ruby yang berdiri di depan pintu.
Clelia dan adiknya adalah anak yang diselamatkan oleh anggota Raven, Pride dan Lust beberapa tahun yang lalu. Sejak saat itu, kedua masternya menjaga dan melatih dirinya. Meski keduanya tidak menganggap diri mereka sebagai guru, namun karena keinginan Clelia yang sangat kuat, keduanya mengizinkan Clelia menjadikan mereka masternya. Dengan syarat bahwa Clelia harus bersumpah setia pada Raven. Tentu saja gadis itu langsung mengiyakan tanpa pikir panjang.
Dirinya hanya mengetahui sedikit informasi tentang Raven sebelumnya. Pada saat itulah dia bertemu dengan pemimpin Raven, Gluttony, ditambah dua anggota lainnya Envy dan Wrath yang datang dengan tujuan menguji kesetiaannya. Dan hasilnya... seperti yang diharapkan dari anak didik Pride dan Lust, gadis itu lolos dengan hasil 100% dapat dipercaya. Sejak itulah, Clelia diajarkan segalanya tentang Raven. Mulai dari awal terbentuknya sampai saat ini, termasuk fakta bahwa orang yang meminta Pride dan Lust menyelamatkannya adalah Gluttony. Walaupun begitu, tetap ada beberapa hal yang disembunyikan dari luar anggota.
Rubylia Arsilla, yang tengah duduk di sofanya dan mendapatkan tatapan penuh rasa bersalah itu jadi ikut merasa bersalah. "Harusnya aku tidak datang tiba-tiba."
"Tidak apa-apa. Pergilah," kata Ruby dengan wajah tanpa ekspresi.
Clelia merasa senang dan bingung bersamaan, "Ta-Tapi Anda... anu..."
Ruby menghela napas kecil, "Justru aku yang harus bertanya. Apa aku boleh tetap disini selama kamu pergi?"
"Tentu saja! Silahkan, nona! Anda selalu diterima disini. Tapi Yang Mulia berpesan untuk tidak membiarkan siapapun selain Anda masuk, jadi tolong jangan memasukkan siapapun," jawab Clelia cepat.
"Aku tau. Tenang saja. Pergilah, kamu ada tugas, kan."
Clelia mengangguk, "Kalau begitu saya pergi dulu, Nona. Silahkan nikmati waktu Anda!"
"Ya."
Begitu selesai mengucapkan salam, Clelia langsung keluar dari kamar dan pergi ke Guild Informasi dengan cara yang sama dengan masternya. Menghilang tiba-tiba tanpa disadari siapapun. Meninggalkan Ruby sendirian di kamar itu.