The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 33 [ Anggota Kembar Raven ]



"Aku membentuk sebuah kelompok kecil yang bertujuan saling membantu anggotanya. Kakak-kakak! Maukah kalian bergabung dengan Raven, kelompokku?" tawar Aqua.


Kakak beradik itu saling memandang dengan bingung. Padahal Aqua bisa meminta hal yang lebih daripada itu, tapi dia justru meminta mereka menjadi rekannya.


"Kami mungkin tidak terlalu membantu, tapi… siapapun anda, dimanapun anda dan apapun yang anda ingin lakukan. Kami akan selalu mengikuti anda!!"


Jawaban kedua orang itu membuat Aqua senang. Dalam hati dia bersorak-sorai karena berhasil mendapatkan kedua anggota yang dia mau.


"Namaku Aquamarine, panggil saja Aqua! Jangan panggil aku tuan dan jangan bicara formal padaku. Aku ingin kalian menjadi rekanku, temanku, sahabatku, bukan menjadi bawahanku. Memang secara formal aku adalah ketua Raven, tapi itu hanyalah formalitas. Aku ingin semua yang ada di Raven itu setara!"


"...... Baik, Aqua." ucap mereka.


Aqua menyengir senang. Kakak beradik itu mungkin menyetujui perkataan Aqua. Tapi sejak Aqua menyelamatkan nyawa mereka, jauh dalam diri mereka, mereka sudah menganggap Aqua tuan mereka dan akan setia hanya padanya.


"Kalau begitu… siapa nama kakak?"


"Nama… say- aku Elvira. Dan ini adikku, Elvina. Kami saudara kembar," kata sang kakak ramah.


"Dan juga! Kami ini bukan serigala biasa loh! Kami itu fenrir!!" seru Elvina dengan bangganya.


Aqua terkikik geli.


"Aku tau… aku tau kalian adalah fenrir."


"? Bagaimana bisa?"


Aqua menyibak poni rambut silvernya. Mata emas bersimbol indah itu kembali terlihat.


"!!"


"Dragon's Eye?!!!" kaget mereka.


"Kalau begitu kamu?!"


"Aku sudah menebak kamu adalah keluarga kerajaan Vittacelar dari warna rambutmu. Tapi Dragon's Eye… apa kamu juga berdarah kekaisaran?" ujar Elvina.


"Benar!"


"Apa tidak apa-apa mengatakan itu pada kami?" tanya Elvira ragu.


"Tidak apa-apa. Aku sudah tau kalau bangsa fenrir itu punya rasa kesetiaan yang sangat tinggi. Jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan pengkhianatan dan pemberontak. Aku percaya pada kakak berdua!" jawab Aqua tanpa ragu.


Elvira dan Elvina tersentuh mendengar perkataan Aqua. Mereka berdua bersumpah dalam hati mereka.


"Kami bersumpah demi Dewi Athena kalau kami akan melindungi anak ini dari apapun sampai darah terakhir kami menguap!!!"


"Kamu tidak perlu khawatir. Kami pasti akan melindungimu sebagai rekanmu. Kamu juga boleh memanggil kami Vira dan Vina saja!" kata Elvira hangat.


"Apa boleh? Dari yang kupelajari, yang boleh memanggil nama panggilan para fenrir hanyalah keluarga, kekasih dan tuan mereka."


"Tentu, lagian kamu juga tuan kami. Meskipun kamu menolak sekalipun, tuan kami hanyalah kamu saja," jawab Elvina tanpa keraguan sedikitpun.


"Kakak-kakak…"


Elvira tiba-tiba teringat sesuatu.


"!"


"Hei, Aqua. Mata itu bisa melihat status kamu kan? Kalau begitu… apa kamu juga tau tentang itu?"


"Maafkan aku, aku juga tau tentang itu."


"Tidak perlu minta maaf. Lagian kami juga tidak bermaksud menyembunyikan itu."


Itu yang sedang mereka bicarakan adalah segel. Sebenarnya kekuatan Elvira dan Elvina jauh lebih tinggi dari sekarang. Namun kekuatan mereka tersegel karena sesuatu hal.


"Setelah urusanku selesai, aku pasti akan mencari tau cara menghilangkan segel itu!"


Aqua sudah bertekad akan mengembalikan kekuatan si kembar sejak dia bermaksud memasukkan mereka ke dalam Raven.


"Aqua… terimakasih!!! Aku sayang kamu!!" ujar Elvina sambil memeluk erat tubuh Aqua.


Wajah Aqua memerah karena kepalanya terbenam dalam dada besar Elvina.


"Le-lepaskan aku!" pintanya.


"Ah, maafkan aku!"


Setelah pelukan itu lepas, Aqua berdehum.


"Uhum… sekarang aku akan pergi ke pelelangan dan kembali ke Kerajaan Vittacelar. Maukah kalian ikut bersamaku?"


Kakak beradik itu memandang satu sama lain dan tersenyum.


Aqua menghela napas lega. Rintangan yang harus dia hadapi untuk pergi ke pelelangan sudah selesai. Selain naik level banyak, dia juga mendapat dua rekan yang bisa dipercaya.


"Kalau begitu…"


Elvira berubah wujud menjadi fenrir besar dengan bulu yang bersinar indah.


"Naiklah! Aku akan membawamu ke sana dengan cepat," tawarnya.


Mata Aqua berbinar-binar, dia sebenarnya adalah penyuka hewan berbulu. Tanpa ragu, Aqua langsung naik ke atasnya. Aqua membelai dan membenamkan wajahnya di bulu-bulu lembut itu dengan wajah sangat bahagia.


Elvira dan Elvina yang melihatnya tersenyum hangat. Elvina menaiki kakaknya di belakang Aqua dan memastikan agar Aqua tidak jatuh. Tanpa menunggu lama, Elvira langsung melaju ke tempat pelelangan.


...***...


AQUA POV


Elvira dan Elvina… ya. Aku memang sudah berencana memasukkan mereka ke dalam Raven. Tapi kukira aku baru akan bertemu mereka 2 tahun lagi. Tidak kusangka akan bertemu mereka disini. Di Di dalam game, bagaimana cara mereka selamat ya?


Dalam Dragon Wings, Elvira dan Elvina adalah tangan kanan dan kiri Pangeran Pertama. Mereka sangat setia padanya dan rela melakukan tugas apapun yang diberikan. Elvira dan Elvina adalah salah satu karakter terkuat di Dragon Wings. Namun kekuatan mereka tersegel saat mereka sedang melawan True Dragon.


Pangeran Pertama entah bagaimana menyelamatkan mereka dan membebaskan mereka dari segel. Dia terlihat seperti orang baik, bukan?


Sayang sekali itu benar-benar salah. Elvira dan Elvina adalah karakter yang menyedihkan. Setelah diselamatkan dan bertemu tuan mereka, tuannya justru seorang bajin*an keji. Orang yang rela membunuh siapapun yang menghalangi jalannya, tapi malah menyerahkan semua pekerjaan kotor pada si kembar.


Si kembar juga kerap kali mengalami pelecehan dan pemerkosaan dari Pangeran Pertama. Memang sih mereka menyerahkan semuanya kecuali hatinya, tapi yang terjadi pada mereka sudah bukan karena sukarela. Dengan semua itu saja sudah parah, namun kenapa ending yang mereka terima justru lebih parah?


Mereka mati karena melindungi Pangeran Pertama dari eksekusi oleh Putra Mahkota dan Heroine. Sudah begitu, rakyat yang menyaksikan menendang-nendang mayatnya seperti halnya pemberontak. Memikirkan tentang itu, aku langsung berpikir.


"Aku pasti akan menyelamatkan kalian lebih dulu dari si baji*gan Pangeran Pertama!!"


"Hmm? Ada apa? Kamu kelihatannya sedang marah," ucap Elvina lembut.


"Tidak apa-apa, kak. Aku cuma mengingat sesuatu yang menyebalkan."


"Sesuatu yang menyebalkan itu sebaiknya jangan di pikirkan. Buang jauh-jauh saja!" timpal Elvira.


"Aku mengerti!"


Aku tersenyum hangat pada mereka. Dua orang ini benar-benar figur seorang kakak yang baik.


Elvira dan Elvina terlihat seperti remaja berumur 18 tahun. Wajah yang sangat mirip, warna mata kuning kemerahan seperti serigala lengkap dengan telinga dan ekor yang lembut. Perbedaan mereka hanyalah warna bulu dan rambut saja. Terlepas dari itu mereka seperti pinang dibelah dua.




"Hahaha… sungguh status yang hebat."


Terlepas dari kekuatan asli mereka yang tersegel. Ini benar-benar luar biasa. Di dunia ini, pemilik sihir khusus bahkan lebih sedikit daripada penyihir 4 elemen. Bukan hanya memiliki sihir khusus, mereka juga punya 2 elemen lainnya. Bakat mereka hanya akan sia-sia di tangan Pangeran Pertama sialan itu.


Orang-orang disekitarku orang hebat dan berbakat semua, sampai aku lupa kalau jumlah penyihir itu tak terlalu banyak, apalagi yang lebih dari 2 elemen.


Tapi mereka ini… mentang-mentang anak kembar, status mereka juga hampir kembar. Hanya sedikit yang membedakan satu sama lain.


Yah, lupakan itu. Aku harus memikirkan cara membebaskan mereka dari segel begitu pulang ke Kerajaan Vittacelar. Aku juga harus mengirim surat ke Master agar dia tidak khawatir. Dan yang terpenting, aku harus segera mendapatkan 2 anggota lainnya dari Raven. Salah satunya sudah ditemukan, tapi yang satu lokasinya agak jauh dari sini.


"Aqua, ini sudah malam. Ayo kita berhenti dan bermalam dulu," seru Elvira ramah.


"Kakak benar… kamu tidak perlu khawatir penjagaan. Tidurlah saja, kami akan menjagamu. Kamu pasti lelah karena sebelumnya, kan?" tawar Elvina hangat.


".... Baik, Kak Vira, Kak Vina!"


Beneran deh, mereka berdua ini tipe ideal laki-laki banget. Baik di dunia ini maupun di dunia sana, tipe yang kayak mereka pasti akan populer. Tapi asal kalian tau wahai para lelaki, mereka berdua adalah bunga yang mustahil kalian raih. Bukan karena mereka itu orangnya dingin atau benci laki-laki. Namun karena hati mereka sudah diberikan pada satu sama lain.


Yap, Elvira dan Elvina ini… Yuri.


.


.


.


.


.


.


[ Sudah gak error, kan? ]