The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S3) Chapter 148 [ Akademi Sihir Mackenzie ]



Preview Seputar Akademi Mackenzie


Sebuah bangunan dengan desain yang mirip istana berwarna putih dengan hiasan biru dan ungu yang menjulang tinggi.


Ada tiga gedung utama yang tersusun rapi. Beberapa gedung kecil disekitarnya pun terbilang mewah. Tak hanya satu menara saja, ada cukup banyak menara yang mengelilingi gedung-gedung itu. Dibelakang tiga gedung utama, ada sebuah lapangan yang sangat besar dan lapangan kecil untuk berbagai cabang olahraga. Sebuah danau juga terbentang luas di belakang lapangan. Tak hanya itu, pepohonan empat musim mengelilingi lingkungan Akademi seolah tak terpengaruh iklim.


Benar-benar bisa dibilang Akademi terbesar di dunia.


Demi kemajuan Akademi, sebuah kota khusus didirikan hanya untuk Akademi saja. Kota Pelajar Shiesta, sebuah kota yang dibangun untuk Akademi Mackenzie. Kota netral yang tidak memihak wilayah manapun dan hanya menerima pelajar dan profesor Akademi sebagai penghuninya.


Tentu demi membantu siswa, beberapa pedagang juga secara khusus boleh memasukinya untuk menjual perlengkapan yang dibutuhkan dalam proses mengajar belajar. Karena akademi ini adalah akademi sihir yang melatih para penyihir muda, tingkat keamanan disana sangat tinggi, bahkan melebihi istana di manapun.


Dan orang yang membangun serta memimpin Akademi Mackenzie beserta Kota Shiesta adalah...


Sang Ratu Sihir, Vashlana Magiya.


Ada 5 Divisi dalam Akademi Mackenzie. Yang paling terkenal dan besar adalah Divisi Attack Magic karena berguna dalam pertarungan langsung. Kedua ada Divisi Healing Magic, Divisi ini tak kalah terkenal dengan Attack Magic karena para healer sangat penting dalam pertempuran. Ketiga ada Divisi Protective Magic, yang satu ini tidak terlalu banyak peminatnya karena peran sebagai pelindung lebih sering diserahkan ke tanker. Keempat ada Divisi Magic Tool, divisi ini tidak berperan langsung dalam pertempuran namun karena di dunia ini banyak menggunakan alat sihir, divisi ini punya peran penting. Terakhir ada Divisi Support Magic, sebenarnya peran mereka cukup penting, namun banyak yang menganggap kalau support itu tidak berguna.


Didalam Akademi ini, tidak penting statusmu apa. Baik itu keluarga kerajaan, bangsawan, maupun rakyat jelata, itu tidak terlalu mempengaruhi kastamu dalam Akademi. Sebagai gantinya, ada sistem kasta tersendiri yang terbentuk di Akademi. Dan itu berurutan sesuai penjelasan sebelumnya.


...***...


Semua orang memandang dirinya. Kecantikan mempesona yang menyelimutinya sejak turun dari kereta kuda tak pernah pudar maupun berlalu. Bisikan dan pujian terus terdengar bahkan meski gadis itu tak lagi terlihat. Penampilannya sangat mencolok, seperti telah yang diketahui, rambut silver sangat langka. Hanya keluarga kerajaan Vittacelar saja yang memilikinya. Sehingga tak seorangpun yang tak tau identitas gadis itu begitu melihatnya.


"Uwaahh... kamu mencolok banget, gak keganggu?" sindir Eli setengah mengejek.


Mata Aqua berkedut, "Mana mungkin."


Ingatan tentang beberapa saat setelah Aqua diminta menjadi Citrine terlintas dikepalanya.


⟨ Bibi, bagaimana aku harus berperilaku saat di akademi? ⟩


⟨ Tidak perlu repot-repot memikirkan perilakumu. Kamu tidak harus memperluas koneksi atau menjaga perilaku. Karena kita Elf juga tidak terlalu memikirkan tentang ras lain. Yang pasti, kamu hanya perlu menunjukkan dominasi dan kekuatanmu. Itu saja sudah cukup ⟩


"..... Setelah dipikir-pikir benar juga. Baik ibu maupun bibi terlalu bebas untuk ukuran seorang putri," batin Aqua.


"Ah, ah... aku juga ingin lihat reaksi Lix. Bocah itu kemana sih?" tanya Eli agak kesal.


"Ta-tadikan Kak Lix bilang, dia akan duluan karena persiapan menyambut pelajar baru..." jawab Pietro.


"Memangnya dia itu apaan? Anggota OSIS!?"


"Iya, dia anggota OSIS. Aku menyuruhnya masuk OSIS agar dia bisa memperkuat kedudukannya," timpal Aqua.


"Yang benar!? Apa posisinya!?"


"Aku juga tidak tau."


Anggota OSIS Akademi Mackenzie berbeda dengan OSIS dari sekolah lainnya. Yang bisa menjadi anggota hanyalah peringkat tiga besar setiap pantarannya. Anggota OSIS juga akan memiliki jaminan pangkat tinggi di Menara Sihir begitu mereka lulus. Inilah sebabnya anggota OSIS begitu terkenal dan berpengaruh di Akademi.


Aqua, Eli dan Pietro berjalan bersama menuju aula akademi. Mungkin banyak orang bertanya-tanya, kenapa mereka bisa tiba-tiba memasuki akademi. Bagaimana dengan ujiannya? Tentu saja ada. Namun metode masuk Akademi Mackenzie tidak hanya dari ujian saja. Ada yang namanya "Surat Rekomendasi" namun yang berhak memberikan surat itu hanyalah petinggi Menara Sihir dan Akademi Mackenzie dengan jaminan murid yang direkomendasikan memang memenuhi kriteria.


Begitu mendengar Aqua akan masuk Akademi miliknya, tidak... sudah sejak dia merencanakannya, Ashlan telah menciptakan surat rekomendasi untuk Aqua. Meski keberadaan teman-temannya di luar perkiraan, Ashlan juga membuatkan untuk mereka.


⟨ Aula Akademi Mackenzie ⟩


Ratusan orang duduk di bangku merah yang berjajar meninggi seperti tempat Opera. Mereka melihat satu hal yang sama. Panggung megah dengan seorang pembawa acara berdiri di tengahnya.


Karena ada 5 Divisi di akademi ini, seragam akademi terbagi menjadi 5 warna yang berbeda.


Merah untuk Divisi Attack Magic.


Biru untuk Divisi Healing Magic.


Kuning untuk Divisi Protective Magic.


Ungu untuk Divisi Magic Tool.


Putih untuk Divisi Support Magic.


Dan Hitam untuk para anggota OSIS.


"Tidak perlu khawatir. Aku akan tetap menjadi yang terbaik tak peduli di Divisi mana aku berada," kata Aqua percaya diri saat ditanya dulu.


<< Itulah sambutan singkat dari Kepala Sekolah. Selanjutnya... >>


<< Mari kita sambut Ketua OSIS kita! Feirlyx Harley!! >>



(Sauce: Ensambel Stars)


"APAAA!!???" jerit Eli kaget.


Gadis (?) itu sampai berdiri saking kagetnya. Tak lama setelah dia sadar, dia kembali duduk dan minta maaf pada orang disekitarnya.


"Oi! Apa-apaan itu!!!?" bisik Eli melengking di telinga Aqua.


Aqua dan Pietro tentu saja sama kagetnya, namun reaksi mereka tidak berlebihan seperti Eli.


"....... Aku juga tidak menyangka. Kukira paling tinggi, dia hanya akan menjadi wakil ketua," jawab Aqua jujur.


"Apalagi karena Pangeran Pertama ada di angkatan yang sama dengan Lix."


"Uwaahh... liat dia! Wajahnya songong banget!" kesal Eli begitu melihat Lix mengedipkan sebelah matanya saat menyadari ekspresi terkejut Raven lain.


Aqua, "......."


"Memang agak menyebalkan."


Lix menyampaikan pidatonya dengan baik. Sebagai penutup, Lix menjelaskan visi dan misinya selama menjadi Ketua OSIS. Berkat ketampanan dan aura pemuda itu, tak sedikit murid baru perempuan yang langsung jatuh cinta padanya.


"Mereka hanya tidak tau sifat bajingan itu," gumam Eli kesal. Aqua meliriknya, sejujurnya dia diam-diam menyetujui gumaman Eli.


<< Ya! Demikian sambutan dari Ketua OSIS kita! Selanjutnya... Yang paling di tunggu-tunggu!! Mari kita sambut Direktur Akademi Mackenzie!! >>


<< Nyonya Vashlana Magiya!!!! >>


Begitu nama Ashlan diucapkan oleh pembawa acara, seketika seluruh orang di Aula menjadi heboh. Tidak mudah untuk bertemu dengan Sang Ratu Sihir. Dirinya hanya datang ke Akademi disaat-saat tertentu seperti Hari Penerimaan dan Kelulusan saja.


"Ramai banget!" kaget Pietro.


"Yang kita bicarakan itu si Ratu Sihir sih. Gak heran, aku aja terpaku saat pertama bertemu dengannya," jawab Eli.


Aqua, "......"


Ashlan melambaikan tangannya dengan wajah ramah pada para murid baru. Baik laki-laki maupun perempuan langsung terpesona dan heboh karenanya. Sekali lagi Aqua dibuat sadar kalau gurunya bukan orang biasa.


Pidato singkat Ashlan telah dimulai. Suara bising kehebohan langsung senyap begitu Ashlan membuka mulutnya. Pidato Ashlan tak berlangsung lama. Hanya beberapa menit saja dia berdiri di panggung dan menyampaikan beberapa kata.


<< Ahh... Sayang sekali Direktur tidak bisa terlalu lama disini. Jadwal beliau sepertinya terlalu padat >>


<< Kalau begitu, acara selanjutnya! ........... >>


Antusiasme para murid langsung menurun begitu Ashlan pergi. Mereka sudah tidak terlalu memperhatikan panggung dan sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Berbeda dengan mereka yang saling menciut-ciut sepanjang acara setelah itu, Aqua hanya diam termenung dengan wajah khawatir.


"Orang lain mungkin tidak akan menyadarinya. Tapi aku berbeda. Master hari ini... agak aneh."


"Master selalu bisa mengontrol auranya dengan baik. Tapi hari ini... auranya sedikit bocor keluar. Master memang bermuka dua, tapi kali ini lebih dipaksakan dari biasanya. Apa yang sebenarnya terjadi setelah kami berpisah hari itu?" batin Aqua khawatir.


"Oi! Sampai kapan kau mau duduk!! Upacara pembukaan sudah selesai!!" seru Eli yang sudah berdiri bersebelahan dengan Pietro di belakang Aqua.


"Ah... iya."


Aqua sempat melirik ke arah belakang panggung karena khawatir, namun dia berbalik mengikuti Eli dan Pietro.


"Master pasti bisa mengatasi masalahnya, kan?"