The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 31 [ Melawan Arachnea (2) ]



Pertarungan terlihat seimbang. Namun nyatanya, Aqua melupakan fakta kalau Arachnea punya 4 pasang kaki. Meski kaki lainnya tak setajam yang paling depan, mereka memiliki fungsi lain juga.


Dari tadi kaki-kaki itu bergerak seolah sedang menggambar. Dan itu benar, lingkaran sihir muncul di sebelah kaki-kaki itu. Ada 4 lingkaran yang berbeda warna dan ukuran.


"Apa?"


Petir menyambar ke arah Aqua. Aqua berhasil menghindar sambil terus mengamati Arachnea. Sihir selanjutnya aktif, sebuah tornado tercipta tepat di bawah Aqua. Kali ini Aqua tersedot ke dalam torbado itu.


"Sial!! Ayolah, sihir beruntun? Monster merepotkan ini!!!"


Sihir ketiga aktif, Arachnea melemparkan bebatuan runcing ke dalam tornado. Bebatuan itu menggores Aqua dengan kecepatan tinggi.


"Padahal aku harus menghemat mana. Apa boleh buat, kalau dibiarkan ini bisa berbahaya."


[ Typhoon Burst ]


Aqua menembakkan angin ke depan sehingga tubuhnya terpental ke belakang.


"Kukuku, inilah yang disebut hukum ke 3 Newton…"


Aqua terpental cukup jauh sehingga melebarkan jarak antara dirinya dan Arachnea. Arachnea marah, giginya menggerincing beberapa kali. Liur racunnya menetes, ke delapan matanya melirik ke berbagai arah, kakinya bergerak dengan cepat.


Sihir selanjutnya telah siap. Tidak seperti sihir tingkat menengah sebelumnya, sihir yang dia keluarkan kali ini adalah sihir tingkat tinggi. Dia menembakan sinar hitam skala besar ke Aqua. Cakupan sihir itu bisa mencapai setengah kilometer. Sudah terlambat untuk Aqua menghindarinya.


[ Layered Barrier ]


Meski dengan bantuan sihir pelindung. Dampak yang diberikan Arachnea terlalu besar. Terlepas dari Aqua, hutan dan monster lain yang terkena serangan itu langsung lenyap tak bersisa.


Aqua mengalami luka yang serius. Tubuh kecil itu terhuyung beberapa kali. Arachnea mengeluarkan jaring lagi dan menarik Aqua kedepannya. Aqua tergantung terbalik tepat di depan mulut besar Arachnea.


"Ukhhh… aku harus… menyembuhkan diri," pikir Aqua yang pandangannya mulai mengabur.


Arachnea menggigit kaki kiri Aqua dan mengoyaknya hingga terputus.


"Aaarggghhhhhh!!!!!"


Tak berhenti di situ, tangan Arachnea menarik bola mata kanan Aqua dan memakannya.


"Urrkrkkkkhhh!!! Sialan! Laba-laba sialan!!!!"


Napas Aqua sangat berat. Beberapa kali dia hampir pingsan, jika bukan karena tekad dan ketahanan tubuhnya, anak itu pasti sudah tak sadarkan diri dari tadi.


"Ini belum saatnya!!!!"


[ Lightning Strike ]


Petir menyambar Arachnea. Dia menjerit nyaring kesakitan. Laba-laba itu melempar Aqua hingga menabrak pohon beberapa kali. Darah dari kaki dan matanya masih mengalir deras.


[ Recovery ]


Kaki Aqua tumbuh kembali, matanya yang hilang juga sudah kembali seperti semula.


"Padahal HP dan MP nya sudah berkurang banyak karena pertarungannya melawan mereka berdua. Tapi perbedaan antara kami masih terlalu jauh, huh."


"Aku harus cepat mengurangi MP nya dan menggiringnya ke tempat itu!!"


Aqua berdiri dengan susah payah. Dia kembali memasang sihir penguatan pada dirinya. Setelah selesai, Aqua langsung melaju ke titik koordinat yang dia inginkan. Namun Arachnea tidak mengikutinya. Makhluk itu diam di tempat dan tidak bergerak.


"Apa yang mau dia lakukan? Kenapa dia tidak mengikutiku?" ucapnya curiga.


[ Wind Bullet ]


Aqua mengeluarkan sihir tingkat dasar untuk memprovokasi laba-laba itu. Peluru anginnya mengenai Arachnea tepat di kepala laba-labanya. Tapi Arachnea tetap tak bergeming. Kecurigaan Aqua bertambah besar.


Tepat seperti dugaan Aqua, alasan Arachnea tidak bergerak sedikitpun adalah karena dia sedang mempersiapkan mantra sihir. Tak seperti manusia dan ras lain, monster tak perlu merapal mantra. Yang harus mereka lakukan untuk menggunakan sihir adalah mengumpulkan mana di tempat mereka akan mengeluarkan sihir. Melihat dari lamanya Arachnea diam, sepertinya dia sedang mempersiapkan sihir tingkat tinggi atau Epic.


"Gawat!!!!"


Sebuah lingkaran sihir raksasa muncul di langit. Ukurannya lebih besar dari sihir petir tingkat Epic yang dikeluarkan Aqua saat melawan Kraken dulu. Dari dalam lingkaran itu, muncul sebuah batu raksasa yang jatuh dengan kecepatan tinggi.


"Haha… aku memang suka bintang jatuh. Tapi kalau jatuh ke atasku itu menyebalkan," kata Aqua dengan nada tertekan.


[ Meteor ]


Sihir gabungan tanah dan api tingkat Epic. Skala cakupan sihir itu sangat luas hingga mencapai 1 kilometer. Makhluk apapun yang tak bisa menahan serangan itu akan mati tertimpa dan terbakar di bawah meteor.


"Kalau seluas ini… 2 calon berhargaku juga akan kena. Ini buruk! Yang bisa menahan benda besar itu cuma sihir tingkat Epic juga."


"Tapi kalau aku keluarkan sekarang, manaku akan langsung habis. Dan rencanaku akan hancur. Bagaimana ini?"


Aqua menghela nafas panjang.


"Apa yang kupikirkan? Kalau kami mati sekarang, rencana jangka panjangku yang akan hancur."


Aqua mengerutkan keningnya. Dia menatap tajam Arachnea yang mengendalikan meteor itu. Anak itu merentangkan tangannya ke atas dan mengumpulkan seluruh mana dalam dirinya ke kedua tangannya.


"Ini pas sekali, aku memang tidak suka hutan sialan ini!!"


Lingkaran sihir besar mendadak muncul di atas hutan. Tanah bergetar hebat, burung-burung terbang menjauh. Monster lain melarikan diri dari wilayah sekitar Aqua dan Arachnea. Secara insting mereka mengetahui, jika berada di sana lebih lama, mereka akan mati.


[ Seven Ice Spear Towers ]


Seperti namanya, tujuh menara es berbentuk tombak keluar dari lingkaran sihir membentuk segi tujuh. Masing-masing dari menara tombak itu memiliki bentuk yang berbeda dan dampak yang berbeda pula.


"Tombak pertama!!"


[ Thousand Spear Arrow ]


Salah satu tombak mendadak hancur dan membentuk seribu tombak dengan ukuran yang lebih kecil. Satu tombak kecil itu berukuran lebih besar dari manusia dewasa.


Seribu tombak itu melaju dengan kecepatan tinggi ke meteor. Meski jauh berbeda ukuran, tapi dengan jumlah sebanyak itu, meteor tak akan bisa baik-baik saja menerimanya. Meteor itu retak dimana-mana.


"Ck, cuma retak huh. Baiklah! Tombak kedua!!"


[ God Zeus' Lightning Spear ]


Tombak ice raksasa itu teraliri petir yang luar biasa. Petir tak hanya mengalir di dalamnya, itu juga mengelilingi tombak dengan aliran listrik yang sangat menyengat. Bersamaan dengan tangan Aqua, tombak kedua melaju dengan cepat dan menancap di meteor.


Hanya dalam sepersekian detik, aliran listrik mengalir ke seluruh meteor dan menghancurkannya hingga pecahan batu besar yang banyak.


"Hahh… hah… haahhh…"


Napas Aqua mulai habis. Hidungnyaa mimisan, matanya mengeluarkan darah. Tubuh kecil itu bergetar, dia bahkan kesulitan berdiri.


"Seven Ice Spear Towers bukan sihir tingkat Epic sembarangan. Satu tombak saja sudah hampir setara sihir tingkat Epic. Menggunakan ketujuh tombaknya sebenarnya merupakan sihir tingkat Legend. Dengan kemampuanku yang sekarang, mengeluarkan dua saja sudah membebani tubuhku."


Pecahan meteor itu jatuh ke berbagai tempat. Kerusakan yang diberikan tak separah jika meteor tidak hancur.


Saat ini, baik Aqua maupun Arachnea sama-sama kehabisan mana. Aqua jatuh terduduk. Dia benar-benar tidak bisa bergerak. Jangankan bergerak, mempertahankan kesadarannya saja sudah sulit.


Aqua mencoba menggunakan teknik Mana Coercion pada dirinya lagi. Penggunaan ketiga dalam waktu singkat ditambah kerusakan tubuh karena sihir tadi sangat membahayakan tubuhnya.


"AAAAARRRRHHHHH!!!!"


Aqua menggerang kesakitan. Dari semua rasa sakit yang pernah dia alami, rasa sakit yang sekarang adalah yang terparah. Jika diibaratkan, rasanya seperti tubuhmu dimasukkan cairan asam korosif yang terus-menerus melelehkan bagian dalammu.