
"Nama saya Aquamarine. Murid dari pemilik Menara sihir, Vashlana Magiya. Serta Putra tunggal dari Putri kedua Kerajaan Vittacelar, Sapphire Vallen El Vittacelar."
"!"
Semua orang selain Amethyst dan Aqua terkejut dengan fakta itu. Keadaan hening seketika. Aura Ratu mendadak hilang begitu mendengar nama putrinya. Amethyst dan Aqua tersenyum licik.
"Putra… Sapphire katamu?!" kaget Ratu.
Saking terkejutnya, Ratu sampai berdiri dan menghampiri Aqua secara langsung. Dia memegang pundak Aqua dengan kedua tangannya.
"Apa kamu… Benar-benar anaknya Sapphire?"
"Benar Yang Mulia. Tadi Yang Mulia menanyakan pada saya, kenapa ibu saya menamakan saya Aquamarine. Itu dikarenakan ibu saya sangat paham dengan tradisi ini."
Bisikan demi bisikan terdengar. Banyak petinggi yang tak percaya kalau Aqua anak Putri Sapphire. Tapi rambut Aqua sendiri sudah menjadi bukti tak terbantahkan. Tidak mungkin Aqua adalah anak Ratu atau Putri Amethyst karena mereka selalu di Kerajaan. Lain halnya dengan Putri Sapphire yang memang berkelana keliling dunia.
"Sapphire… apa kamu punya bukti kalau kamu memang anaknya Sapphire?" tanya Ratu tak mau percaya.
"Aku tau Sapphire memang punya anak dari surat terakhirnya. Namun dia tak menyebut nama atau ciri khas anaknya. Bahkan anaknya perempuan atau laki-laki saja tak disebut. Bagaimana aku bisa percaya kalau kamu memang putranya?"
"Ini dia!"
"Dengan segala hormat, Yang Mulia. Ibu saya pasti telah mengetahui kalau anda akan menanyakan itu. Ibu saya mungkin tidak menyebutkan ciri saya karena beliau percaya saya sendiri bisa membuktikan kalau saya memang putranya."
"Caranya?"
Aqua tersenyum, perlahan dia melepas tangan Ratu dari pundaknya. Lalu berjalan mundur sedikit.
"Yang Mulia, saya memiliki kemampuan yang membuat saya dapat memperlihatkan Status saya pada orang lain. Status tidak mungkin berbohong karena status sendiri diatur langsung oleh dewi. Jadi anda pasti bisa mempercayainya."
"Apa anda mau melihat status saya? Mohon maaf tapi saya bukan orang yang akan menyebar status semudah itu, jadi yang akan dapat melihatnya nanti hanya Yang Mulia Ratu dan saya saja."
Tanpa banyak berpikir, Ratu langsung menyetujui Aqua. Amethyst berdiri dari tahtanya dan berjalan ke Ratu.
"Tolong izinkan saya melihatnya juga. Lagipula saya kakak perempuan Sapphire, boleh kan Aqua?"
"Tentu Yang Mulia Putri."
Aqua membuka statusnya di depan Ratu dan Putri. Status itu benar-benar bisa terlihat oleh mereka. Aqua juga tak lupa menyembunyikan tittle reinkarnator, orang dunia lain dan pangeran kekaisaran.
"Dia beneran anak Sappy!" seru Amethyst berlinang air mata.
Tubuh Ratu oleng, dia sangat terkejut dan bahagia sekarang. Putri Amethyst membantu menyanggahnya.
"Saat mendengar kabar kalau Sapphire sudah meninggal, aku sangat terkejut dan sedih. Tapi yang mengobati kesedihan itu adalah surat terakhir Sapphire yang mengatakan kalau dia punya seorang anak. Anak Sapphire adalah satu-satunya peninggalan darinya."
Ratu yang berlinang air mata itu menyentuh wajah Aqua dengan hangat.
"Kau tau, adikku menitipkan anaknya pada kami lewat surat. Dia bilang suatu saat nanti anaknya akan datang ke Kerajaan Vittacelar dan meminta kami untuk menjaganya. Karena dia adalah anak adikku, aku sudah berniat membesarkannya seperti anakku sendiri."
Tatapan Amethyst terlihat lembut dan penuh kasih sayang. Aqua jadi sedih dan rindu melihatnya. "Jangan melihatku seperti itu dengan wajah mirip ibu."
"Bahkan sejak surat terakhir itu sampai, Ratu dan aku sudah mengirim banyak orang untuk mencari keberadaan anak Sapphire. Tapi itu semua tak ada gunanya. Seperti yang Ratu katakan tadi, kamu tak tau sedikitpun tentang anak Sapphire. Jadi skala pencariannya terlalu besar."
Penjelasan Amethyst membuat Aqua sedikit tersentuh. Dia berpikir sepertinya jika dirinya benar-benar pergi ke Kerajaan Vittacelar 3 tahun lalu, dia akan baik-baik saja. Mereka pasti akan merawatnya dengan baik.
Ratu menyadari sesuatu dan bertanya selembut mungkin.
"Aquamarine… mengingat kamu tak langsung kemari begitu Sapphire meninggal, apa ada alasan kamu sekarang kemari? Sepertinya belajar bukan satu-satunya alasanmu."
"Anda benar sekali Yang Mulia. Ada hal lain yang saya inginkan. Tapi hal ini mungkin terdengar tak sopan…"
Aqua diam menunduk sebentar, dia ingin mengumpulkan keberaniannya dulu.
"Tidak apa, katakanlah! Aku akan mencoba membantumu sebisa mungkin.",
"Yang Mulia… saya sama sekali tidak mengharapkan tahta kerajaan. Saya juga berjanji tidak akan mempermalukan ras Elf. Jadi saya mohon Yang Mulia… tolong biarkan saya menggunakan marga ibu saya!" ujar Aqua.
"Apa yang dia katakan?!!! Bahkan jika kamu anaknya Putri Sapphire, mana mungkin Half-elf memakai marga Vittacelar!!!!" jerit seorang petinggi.
"Benar, Yang Mulia!! Darah campuran sepertinya tak berhak menggunakan marga kerajaan kita!!"
"Bagaimana respon Elf lain jika seorang Half-elf menjadi keluarga kerajaan?!!"
Para petinggi menolak keras permintaan Aqua. Namun baik Ratu maupun Putri diam memikirkan sesuatu.
"Kenapa kamu ingin menggunakan marga ini?" tanya Ratu memastikan.
"Untuk balas dendam Yang Mulia!" jawab Aqua tanpa keraguan.
"!"
Orang-orang diam dan tak berkata apapun saking kagetnya. Bukan hanya para Elf, Yue dan Lix juga ikut kaget mendengarnya.
"Balas dendam!?" tanya Amethyst kaget.
"Iya. Saya tidak tau apa Yang Mulia Ratu dan Putri sudah mengetahuinya. Kematian ibu saya, Putri Sapphire bukanlah kecelakaan semata. 8 tahun yang lalu beliau menghadapi assassin dan meninggal saat melawannya."
Ratu dan Putri shock mendengarnya. Mereka menutup mulut dengan tangan dan membelalakkan mata. Para petinggi sama shocknya, ini karena membunuh keluarga kerajaan sama saja mengibarkan bendera perang pada mereka.
"Apa kamu tau siapa yang mengirim assassin itu?"
"Saya belum tau. Tapi saya tau satu hal."
"Apa? Katakan itu!!!"
"Ibu… siapapun yang ingin membunuh ibu dan saya. Dia pasti adalah orang dengan status tinggi di Kekaisaran Levana."
"Kenapa Kekaisaran disebut disini?"
"Karena saya Yang Mulia," jawab Aqua yakin.
Orang-orang bingung mendengarnya. Kenapa Aqua terhubung dengan Kekaisaran Levana? Itulah yang setiap orang pikirkan saat itu.
Aqua tersenyum pahit, dia jadi mengingat kenangan tak mengenakkan yang dia kubur rapat-rapat. Aqua menyibakkan poni panjang yang menutupi mata kirinya. Aqua selalu membiasakan mata kirinya tertutup dalam keadaan apapun. Tapi kali ini… Mata yang selalu tertutup itu terbuka.
.
.
.
.
.
.
[ Hmhm!! Kali ini Cha_nyann tanpa ragu bisa mengatakan pada kalian wahai para pembaca. Novel ini update setiap pukul 06.00 WIB!!!!]
.
.
.
[ Cha_nyann usahakan akan update setiap hari. Tapi karena Cha_nyann udah kelas 3, jadi mungkin agak sulit kedepannya untuk update setiap hari. Hehehe ]
.
.
.
[ Cha_nyann ucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah repot-repot spam like novel ini, yang udah mau comment dan yang paling penting yang rela mengeluarkan vote dan hadiah demi novel ini. Makasihhhhhh (≧▽≦) ]