
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hari-hari yang sibuk bagi Raven dan dunia terjadi setelah itu.
Begitu Raven selesai menyebarkan informasi yang membuat dunia gempar, orang-orang penting dari penjuru dunia tak lagi memiliki waktu luang. Mulai dari Menara Sihir, Kekaisaran Manusia, Kekaisaran Suci, Kerajaan Elf, Kerajaan Beastskin, hingga kerajaan-kerajaan kecil lainnya di Benua Sihir menjadi sangat sibuk. Tentu saja Raven sendiri tidak diam saja.
Berkat Leviathan yang mengatakan mereka masih memiliki waktu, Aqua segera menyusun rencana baru dengan rekan-rekannya (termasuk Eve yang sudah mendinginkan kepalanya, atau itulah yang diketahui Aqua). Sebenarnya Raven sudah membuat beberapa rencana untuk meningkatkan pengaruh dan kekuatan mereka, namun rencana tersebut adalah rencana jangka panjang yang membutuhkan waktu cukup lama. Dan karena mereka tak memiliki banyak waktu, mau tidak mau sebagian dari rencana tersebut harus dipercepat meskipun artinya itu memaksakan diri mereka.
Sebagian lainnya dari rencana itu belum bisa dilakukan karena membutuhkan beberapa orang penting di Demetria, sedangkan orang-orang penting itu sendiri tidak memiliki waktu untuk terlibat, setidaknya untuk sekarang. Jadi Aqua menunda dulu rencana-rencana ini hingga mereka melihat kesempatan melakukannya.
Sembari menjalankan rencana-rencana yang dapat di jalankan, Raven tetap melanjutkan kegiatan mereka di akademi. Itu tidaklah sia-sia, karena dalam situasi saat ini, akademi tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar biasa. Ashlan, selaku direktur akademi meningkatkan level kesulitan Akademinya. Meskipun itu artinya akan ada lebih banyak murid tereliminasi, namun artinya juga murid yang tersisa akan lebih berkualitas.
Meningkatnya tingkat kesulitan dan kesibukan tentunya menyita waktu para murid, sehingga tidak ada lagi yang sempat melakukan sesuatu yang sia-sia seperti pembullyan dan yang lainnya. Divisi Attack Magic benar-benar menyiksa diri berbagai pertarungan hidup dan mati. Divisi Healing Magic sangat menguras habis mana mereka untuk terus menerus menyembuhkan orang (kebanyakan murid Divisi Attack dan Protective Magic). Divisi Protective Magic harus mengalami berbagai luka karena sihir pelindung mereka yang hancur. Divisi Magic Tool tidak pernah keluar ruangan mereka hingga mereka menciptakan sesuatu yang berguna. Terakhir Divisi Support Magic belajar cara mendukung yang mampu meningkatkan kekuatan Damage Dealer hingga berkali-kali lipat.
Akademi bukan lagi akademi yang sama dengan latar otome game yang waku-waku kira-kira doki-doki (intinya shoujo banget), bukan lagi bergenre romance reverse Harem yang hangat dan dibumbui sedikit bumbu action. Akademi telah berubah menjadi seperti hutan dimana yang lemah tidak akan bertahan. Semua murid tau itu, makanya tidak ada dari mereka yang hidup seperti sebelumnya.
Party pahlawan dari dunia lain mulai menyadari betapa serius dan berbahayanya dunia ini. Para bangsawan dari berbagai wilayah tak punya kesempatan berbuat manja dan sombong lagi. Dan Raven... tetap serius seperti biasanya.
Aqua (yang menyamar menjadi Citrine) terus meningkatkan elemen sihirnya yang paling lemah yaitu sihir cahaya dan penyembuhan sembari terus melatih elemen lainnya dengan Eve. Lix, Pietro dan Eli yang belum terlalu menguasai sihir penyerangan juga mengikuti pelajaran akademi dengan serius sekaligus belajar dari guru khusus mereka masing-masing. Lix belajar keterampilan assassin dan pemanfaatan racun dari Guild Assassin atas rekomendasi Raven. Pietro belajar tentang keuangan langsung dari Guild master Guild Perdagangan. Eli... hanya mengikuti pelajaran Akademi lebih serius dan membiasakan diri untuk "mati" agar ia tidak takut terluka. Elvira dan Elvina juga ikut berlatih pada Eve tentang sihir dan melatih kemampuan tombak secara pribadi.
Dan terakhir Eve, dia datang ke akademi seperti biasa sebagai Ruby. Eve akan mengubah warna rambutnya menjadi pirang ketika ia di akademi. Tentu saja hanya mengubah warna rambutnya saja tidak akan membuat kemencolokkannya berkurang. Pasalnya, tak hanya menjadi lebih dewasa, penampilan Eve juga terlampau cantik dan bersinar berkat sisi malaikatnya. Namun karena wajah dan matanya diambil dari milik Ruby dan mananya juga terasa milik Ruby (mana Yue Mika Ruby sama-sama emas), tidak ada yang bisa menyangkal kalau dia memang Ruby. Dan tidak ada yang punya waktu juga untuk mempertanyakan identitasnya. Berkat itu, tidak ada masalah yang terjadi.
Eve menghabiskan waktunya untuk penelitian, menjalankan sebagian besar rencana Raven dan mengajari teman-temannya tentang sihir karena bagaimanapun, dari semua anggota Raven, Evelah yang bisa dibilang paling cerdas dan kuat (kalau kekuatannya kembali). Dia tidak butuh pelajaran apapun dari Akademi.
Pertarungan langsung? Pengalaman pertarungannya jauh lebih banyak daripada siapapun. Pengetahuan sihir? Memangnya ada orang yang lebih pintar dari Eve di dunia ini? Keterampilan sihir? Dia menguasai semua jenis sihir yang ada di dunia, dia hanya tidak bisa menggunakan sebagian dari itu karena keterbatasan mana makhluk di dalam batasan, itulah kenapa dia terus menerus melakukan penelitian sihir untuk menciptakan sihir baru.
Eve yang seperti itu menyadari bahwa sisa waktu mereka untuk bertambah kuat terlalu sedikit. Dan ketika ia memikirkan cara untuk mendapatkan waktu lebih lama, ingatan tentang dungeon waktu tempatnya tersegel melewati kepalanya. Eve menyarankan Raven dan bawahan penting mereka untuk pergi ke sana. Meski monster-monster disana sudah dihabisi Aqua dan Mika ketika mereka keluar dungeon, namun mereka masih bisa memanfaatkan perbedaan waktunya untuk berlatih.
Dan begitulah, hari-hari yang sibuk ini berjalan begitu cepat. Tak terasa, sudah 2,5 tahun berlalu sejak saat itu.
"Oi! Setelah lulus, kamu mau jadi apa?" tanya seorang siswa.
"Ahh... aku disuruh mewarisi bisnis keluargaku. Padahal aku mau jadi Adventure," keluh siswa lainnya.
"Itu sih sudah pasti. Zaman sekarang mana ada yang tidak mau jadi Adventure!"
"Pastilah! Banyak yang sukses sebagai Adventure, soalnya!"
Seperti halnya para murid lelaki, murid perempuan tak kalah hebohnya.
"Mereka itu hebat sekali ya!! Kalau bukan karena mereka, era baru tak akan terbentuk!"
"Benar! Benar! Bahkan banyak yang bilang loh, kalau mereka itu penguasa bayangan dunia. Salah satu dari mereka saja sudah melebihi bangsawan! Tidak, bangsawan saja kalah dari mereka!!" seru gadis lain.
"Mereka itu tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Sungguh deh! Baik dalam reputasi, kekayaan, kekuatan, kekuasaan, dll mereka itu jauh lebih hebat dari siapapun."
"Coba saja kalau aku bisa gabung dengan mereka... hidupku pasti enak!"
"Jangan ngimpi! Bagi mereka, kamu itu hanya semut dipinggir jalan!"
"Jahat!!! Tapi memang sih. Reputasi mereka itu gila. Petinggi dan pendiri asosiasi Adventure, penguasa dunia bawah, organisasi dengan level yang sangat tinggi, relasi dengan orang-orang hebat dunia dan masih banyak lagi. Pokoknya gila deh! Raven memang hebat gila!!"
"Sayang kita tidak bisa tau siapa mereka sebenarnya."
"Iya... saat mereka keluar, mereka selalu memakai jubah khusus dan topeng. Padahal aku yakin, mereka itu pasti cantik dan ganteng banget!"
"Itu pasti!!! Terutama Pemimpin Raven, Tuan Gluttony! Ahh... Tuan Gluttony pasti aslinya ganteng gila!"
"Kamu fans Tuan Gluttony?"
"Tentu! Memangnya siapa yang bukan fansnya dia? Dia itu yang menjadi pusat Raven loh! Semua ide gila yang mendunia saat inikan karena Tuan Gluttony."
"Memang sih, aku juga fans Tuan Gluttony. Tapi yang paling aku suka di Raven itu Tuan Greed! Sifat ramahnya itu ngangetin. Tuan Gluttony itu dingin banget, sudah kayak Raja Es."
"Dia itu... aku yakin ganteng sih. Juga ramah... tapi bukan tipeku. Habis Tuan Wrath itu playboy."
"Wah! Wah! Kamu ini gak tau pesona cowok nakal!!"
"Hahahahah..."
"Anu..."
Salah seorang gadis yang ikut berjalan bersama mereka menyela pembicaraan. Dari tadi gadis itu mengikuti dengan wajah kebingungan.
"Hmm? Kenapa?"
"Sebenarnya dari tadi... kalian itu bahas apa?" ucapnya ragu.
"!!!!!!!!!!"
Semua gadis disana terkejut. Mereka tidak menyangka masih ada saja yang tidak mengenal Raven.
"Apa kamu ini Tuan Putri yang dikurung di kastil?! Bisa-bisanya kamu gak kenal sama Raven?!! Mereka itu super terkenal tau!!"
"Iya! Iya! Bahkan anak kecil pun tau siapa Raven!!"
".... Makanya, karena aku tidak tau, kasih tau aku dong, kakak senior."
"Ha~ah... yasudah. Biar aku jelaskan. Raven adalah sebuah kelompok kecil yang terdiri dari 7 orang. Namun kelompok itu sangat kuat, masing-masing dari mereka diperkirakan sudah berlevel lebih dari 500. Bahkan Tuan Gluttony, pemimpin mereka sudah sampai 1000."
"500!!!? 1000?!!!!" kaget gadis itu.
"Yap, Yap, hebat bukan? Mereka baru terbentuk kurang lebih 5 tahun lalu. Tapi hanya dalam waktu itu, Raven sudah memegang dunia di tangannya."
"?"
"Maksudku... mereka sudah memiliki kuasa melebihi seorang Kaisar sekalipun. Kamu tau kan sejak Pahlawan bangkit dan Dewa Kejahatan dikalahkan, jumlah monster melonjak drastis? Saat itu, Raven menciptakan Asosiasi Adventure yang berfokus ke pembasmian monster. Sistemnya agak mirip Tentara bayaran, tapi lebih fleksibel dan rapi serta lebih menguntungkan. Asosiasi itu sendiri sudah membuka cabang di seluruh dunia, termasuk Benua Iblis. Ah, tapi benua Melayang tidak ya."
"Pencapaian mereka bukan itu saja. Kalau dijelaskan akan panjang. Yah... setidaknya akan kuberitau satu hal. Tak ada informasi yang Raven tidak tau. Raven memiliki guild informasi yang lebih menyebar daripada Asosiasi Adventure. Dengan itu semua, segala informasi akan ada ditangan Raven."
"Bukankah mereka terlalu hebat?!!"
"Itu dia!!! Makanya banyak yang nge-fans sama mereka. Bahkan Kaisar saja harus berhati-hati saat berhadapan dengan mereka.
"Jadi begitu... anggota Raven siapa aja?"
"Kalau ditanya siapa saja sulit juga. Soalnya tidak ada seorangpun selain Raven sendiri yang tau identitas anggotanya. Mereka memakai nama samaran. Jadi orang-orang menyebut mereka seperti ini."
Envy, The Golden Shadow Princess.
Wrath, The Sneaky Scam.
Pride, The Ice Queen.
Lust, The Temptation Queen.
Sloth, The Pretty Sniper.
Greed, The Little Berserker.
Gluttony, The Prey Dragon.
"Gluttony... Sang Naga Pemangsa... dan... pemimpin Raven. Kekaisaran harus mendapatkanmu bagaimanapun juga!!" tekad gadis berambut lavender dan mata berlian itu.