The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S3) Chapter 187 [ Berhenti Dari OSIS ]



TAP TAP TAP TAP


Dua perempuan remaja berjalan dengan anggun sepanjang lorong gedung utama Akademi Mackenzie. Rambut emas dan rambut perak panjang mereka memantulkan cahaya matahari dengan indahnya. Sosok keduanya mengalihkan seluruh tatapan mata orang-orang yang mereka lalui. Berbagai respon pun keluar, ada yang menatap mereka penuh kekaguman, ada yang histeris melihat mereka dan tak sedikit yang menatap mereka dengan mata iri. Terlepas dari respon apapun yang mereka dapatkan, mereka selalu menyapa siswa siswi yang mereka lewati dengan ramah.


Siswi A, "Ketua dan Wakil Ketua OSIS selalu saja cantik banget."


Siswi B, "Iya, melihat mereka berjalan bersama, rasanya seperti melihat lukisan hidup..."


Siswa A, "Seperti yang diharapkan dari Matahari dan Bulan Akademi."


Siswa B, "Padahal tidak pernah ada Ketua dan Wakil Ketua OSIS seluar biasa mereka, sayang sekali kalau mereka akan berhenti hari ini."


Siswi C, "Benar... aku maunya mereka terus yang jadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Habis selain kecantikan mereka, kemampuan mereka juga gak kalah luar biasa!"


Siswi D, "Iya! Ketua OSIS sangat hebat di pertarungan langsung maupun di urusan OSIS. Sejauh ini tidak ada orang selain Wakil Ketua OSIS yang bisa mengalahkan sihir darahnya! Ketua juga ramah dan hangat banget, benar-benar matahari Akademi!"


Siswi A," Wakil Ketua OSIS gak kalah hebatnya! Padahal wakil ketua itu dari Divisi Healing Magic, tapi bukan hanya hebat di Healing Magic, Attack Magic nya juga luar biasa! Dia juga pintar banget dan selalu ranking 1 paralel. Udah gitu cantik banget sama statusnya (di tangga hirarki) juga tinggi lagi. Kok bisa ya ada orang sesempurna itu."


Siswa A, "Aku malah heran kenapa Wakil Ketua malah jadi wakil ketua, dia harusnya bisa menjadi Ketua OSIS kalau mau."


Siswi B, "Eihh... kamu itu bicara apa. Kan Wakil Ketua sendiri yang bilang kalau posisi ketua sebaiknya diambil oleh murid dari Divisi Attack Magic karena Ketua OSIS akan berada di garis depan saat pertempuran terjadi. Dan wakil ketua harus mengutamakan penyembuhan korban sebagai murid Divisi Healing Magic."


Siswa A, "Aku tau... cuma mau bilang, sayang banget."


Siswa C, "Gak sayang juga kok. Ketua OSIS juga luar biasa, bukan? Memangnya ada yang bisa mengalahkan ketua OSIS selain wakil ketua yang katanya imbang melawannya? Ketua juga selalu masuk ranking 5 besar paralel. Baik teori maupun praktek, keduanya luar biasa."


Siswi A, "Kukukuku, itulah kenapa aku mengidolakan mereka!"


Siswa B, "Bukannya karena cantik?"


Siswi A, "Bukan kok! Aku gak Mandang fisik orangnya!"


Siswi C, "Ah masa..."


Siswi A, "IYAAA!!!!!"


Meskipun sudah berjalan cukup jauh dari kerumunan orang-orang, Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang mereka bicarakan itu masih bisa mendengar mereka. Sang Ketua OSIS terkikik geli dengan rona merah di wajahnya.


"Kelihatannya kamu sangat dikagumi ya, Bulan Akademi," godanya.


Wakil Ketua OSIS hanya tersenyum tipis, "Bukannya kamu sama saja, Matahari Akademi?"


"Lagipula kalau kamu mau, kamu bisa saja menjadi lebih mencolok dari ini. Aneh rasanya melihatmu tidak meraih peringkat 1 di teori ketika tidak ada orang yang lebih pintar darimu di dunia ini."


"Fufu... aku tidak menyangkal. Aku memang bisa meraih peringkat 1 kalau aku mau. Aku juga bisa menjadi lebih mencolok di praktek kalau aku mau dan bukan hanya memakai sihir darah. Tapi aku tidak bisa melakukan itu ketika Lucifer masih mewaspadai keberadaan Michael."


"Baik, baik, kamu benar."


Keduanya mengobrol santai sambil berjalan menuju suatu ruangan di gedung itu. Seperti yang dikatakan para murid tentang mereka, masa kepemimpinan mereka sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS akan berakhir hari ini. Mereka sudah kelas 3 di Akademi dan akan segera lulus. Karenanya, posisi Ketua dan Wakil Ketua OSIS akan diserahkan pada orang lain.


Anggota OSIS lain juga akan diganti dengan yang baru, namun tidak seperti Ketua dan Wakil Ketua, anggota lain cukup fleksibel. Mereka bisa berhenti kapan saja selama mereka menemukan pengganti yang bisa mengisi posisi mereka. Berkat itu, beberapa dari anggota OSIS generasi mereka telah mengundurkan diri di akhir Kelas 2 atau awal kelas 3.


Saat ini, hanya tersisa 3 anggota lain di OSIS generasi mereka yang masih ada hingga akhir masa jabatan mereka. Dan ketiganya terlihat sedang menunggu mereka di depan ruangan yang menjadi lokasi mereka, yaitu Ruang Kepala Akademi.


"...!"


"Anda sudah tiba, Ketua, Wakil Ketua," sapanya sopan.


Ketua OSIS tersenyum ramah, "Maaf membuat kalian menunggu."


"Kami juga baru saja sampai, jangan dipikirkan," jawab seorang gadis berambut dan mata hitam.


"...... Benar..."


Seorang pria berambut pirang nampak agak canggung dengan Ketua OSIS. Ada banyak hal yang terjadi pada mereka dulu.


"Kalau begitu, ayo kita masuk," ucap Wakil Ketua OSIS.


Begitu yang lainnya mengangguk setuju, bel pintu di bunyikan dan kelimanya melakukan scan wajah agar bisa memasuki ruangan. Ruangan Kepala Akademi sama sekali tidak berubah sejak terakhir kali mereka memasukinya.


Tak hanya ada Kepala Akademi saja di ruangan itu, terlihat pula 3 murid Akademi lain yang memakai dasi dengan warna berbeda dari mereka (pertanda perbedaan kelas).


Memimpin mereka, Ketua OSIS berdiri paling depan dan melakukan salam hormat pada Kepala Akademi diikuti oleh anggota lainnya.


"Rubylia Arsilla, Ketua OSIS Akademi Mackenzie menghadap Kepala Akademi."


"Citrine Caller El Vittacelar, Wakil Ketua OSIS Akademi Mackenzie menghadap Kepala Akademi."


"Akabane Sora, Bendahara OSIS Akademi Mackenzie menghadap Kepala Akademi."


"Clelia, Sekretaris OSIS menghadap Kepala Akademi."


"Analic Rozon de Levana, Ketua Divisi Attack Magic Akademi Mackenzie (ada Ketua untuk masing-masing Divisi dan kelimanya adalah bagian dari OSIS sedangkan OSIS lebih seperti pemimpin paralel) menghadap Kepala Akademi."


Amanee Khadra, Kepala Akademi Mackenzie (kepala sekolah) menyambut mereka dengan senyuman. Namun senyuman itu justru membuat perasaan kelimanya tidak enak. Sebenarnya dulu ketika mereka masih baru saja menjadi OSIS dan bertemu Kepala Akademi, semuanya sangat terkejut karena mendapati Amanee Khadra, guru biasa di Divisi Healing Magic ternyata adalah Kepala Akademi yang sebenarnya.


Semenjak itu, OSIS sering sekali terlibat masalah merepotkan karena berbagai tugas dari Kepala Akademi. Bahkan alasan mereka masih menjadi OSIS ketika mereka sudah hampir lulus juga karena Kepala Akademi yang tidak mengizinkan mereka mengundurkan diri.


"Senang bertemu kalian anak-anak, bagaimana kabar kalian? Apa kalian senang sudah bisa mengundurkan diri sekarang?" tanyanya ramah.


Yang lain terlihat ragu untuk menjawab, namun Wakil Ketua sama sekali tidak merasakan hal itu.


"Tentu saja. Anda sudah memaksakan seluruh tugas OSIS pada kami ketika kami seharusnya sudah mulai mempersiapkan ujian kelulusan."


Wakil ketua selalu seperti itu, jadi tidak ada yang terkejut, paling-paling hanya sedikit membelakakan mata.


"Pffttt... Hahahaha, seperti biasa kamu selalu sangat jujur ya," tawa Kepala Akademi.


Wakil ketua hanya menghela napas kecil, "Jadi, kenapa anda memanggil kami?"


Sulit dipahami apakah Wakil Ketua ini berbicara formal atau tidak formal pada Kepala Akademi. Terkadang kata-katanya agak tidak sopan dan sama sekali tidak menyembunyikan kekesalannya, di sisi lain kata-katanya juga sopan sehingga orang sulit marah padanya. Bukannya dia tidak bisa bersilat lidah, namun posisinya tidak mengharuskan dia melakukan itu dan akan lebih baik jika dia tidak melakukan itu pula.


Namun alasan utama dia berani bersikap santai pada Kepala Akademi adalah karena keduanya saling mengenal di belakang layar. Ya, Citrine atau Aqua yang tengah menyamar dan Amanee, tangan kiri Vashlana Magiya sudah berhubungan baik jauh sebelumnya.


"Kamu memang tidak suka berbasa-basi, ya. Baiklah, langsung saja."


Kepala Akademi menunjuk ketiga anak didepannya melalui lirikan mata.


"Kenalkan, mereka bertiga adalah kandidat Ketua OSIS selanjutnya."