The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Episode Spesial!!!!



"Bener nih kamu gak papa di tinggal sendiri?" tanya Eli agak khawatir.


Aqua tersenyum, mereka sudah berdiri di percabangan antar divisi. Tentu saja mereka harus berpisah karena divisi mereka berbeda.


"Tidak apa-apa, memangnya apa yang bisa terjadi padaku?"


Eli merenggut, "Itu... gak salah sih..."


"Sejujurnya yang aku khawatirkan itu orang-orang disana. Apa mereka gak papa nih ditinggal sama Aqua?" batin Eli tambah khawatir.


Aqua tersenyum ringan tanpa mengetahui maksud Eli yang sebenarnya.


"Kalau begitu... aku duluan ya!"


"Tung- Aq- Rin!!!!!!!" jerit Eli melihat Aqua mulai menjauh darinya.


BWOOOOOOOSSHHHHHHH


Namun belum sempat gadis itu meraih orang yang dia inginkan, tiupan angin yang begitu kencang langsung menyerbu daerah itu.


"Apa-apaan angin ini!!?" teriak Eli sembari menutupi wajahnya dengan tangan. Tangan Eli yang satunya memegang erat Pietro yang hpir terdorong jauh oleh angin kencang tadi.


"Ughh..."


Rambut Aqua berkibar menyamping agak kasar. Debu-debu yang berterbangan akibat angin kencang tadi membuat mereka kesulitan melihat.


Secara tiba-tiba, tanpa memberikan jeda waktu untuk mencerna keadaan, benda hitam raksasa terbang menuju arah mereka. Semua yang dilewati naga itu hancur berkeping-keping, tanpa menyisakan apapun. Api hitam yang tak pernah padam membakar habis semuanya.


"Oi, oi, oi... jangan bercanda... Itu kan..."


"D-Dragon!!!???" kaget para siswa panik.


"Kenapa naga bisa ada disini!?"


"Terlebih lagi ukurannya... gede banget anjirrr!!"


"Naga hitam raksasa... bukan great dragon kan!?"


"Aku- aku belum mau mati!! Tolong aku!!!!!"


Begitu wujud makhluk itu nampak jelas, para siswa langsung lari kalang kabut. Namun meski begitu, tetap saja ada yang berbeda. Beberapa siswa dengan cepat mengevakuasi siswa lainnya meskipun mereka masih murid baru. Dapat di tebak dengan mudah, siswa-siswi itu adalah party pahlawan.


Mereka dengan mudah mendapatkan kepercayaan siswa lain dan menenangkan keadaan. Tentu saja Lix dan anggota OSIS lain juga langsung bergerak mengamankan jalur evakuasi.


Diantara ratusan siswa yang panik menyelamatkan diri mereka sendiri itu, tiga siswa terdiam di halaman, memandang naga itu menuju semakin dekat dengan mereka.


"Oi, Citrine!!! Ini bukan waktunya bengong!! Kita harus evakuasi juga! Atau kau mau membongkar semuanya!?" panik Eli menyeret lengan Aqua.


Aqua tak bergeming, dia hanya memandang lurus naga itu dengan ekspresi syok. Tidak... mungkin lebih tepat kalau dibilang... dia memandang seseorang yang menunggangi naga itu.


"Citrine!! Kau dengar!!!!" marah Eli karena diabaikan.


"Ti-tidak mungkin..."


"?"


"Aqua? Ada yang salah?" tanya Eli melihat wajah syok Aqua.


"Ini tidak mungkin terjadi..." gumam Aqua.


"Oi! Kau kenapa bodoh!?"


"Itu..."


TAP TAP TAP


Langkah kaki berat beberapa orang menuju ke arah Aqua berdiri. Itu adalah langkah kaki Ruby, Lix, Elvira dan Elvina yang telah selesai mengevakuasi para siswa. Naga bukanlah lawan yang sembarangan, bahkan untuk naga bayi sekalipun. Itulah sebabnya para guru segera mengevakuasi dan menciptakan barrier begitu evakuasi selesai, meskipun... sepertinya itu tidak ada gunanya.


"Aqua!!! Apa yang terjadi sebenarnya!?" tanya Lix.


"Tiba-tiba aku merasakan hawa dingin yang membuat merinding tadi..." timpal Elvina.


"Kenapa naga tiba-tiba muncul?" tanya Ruby cemas.


"???"


Aqua lagi-lagi tidak menjawab. Dirinya hanya terdiam memandang naga itu lagi. Lix mengalihkan pandangannya ke arah mata Aqua. Ekspresinya berubah drastis. Wajahnya juga seketika menjadi syok.


"Aqua... jangan bilang dia...!?" tanya Lix setengah tak percaya.


Aqua mengepalkan tangannya, "Ya... perempuan yang menaiki naga itu... tidak salah lagi... itu Yue."


"APA!!?"


"Yue... maksudnya Yue yang itu!?" kaget semua orang.


"... Ya."


"Tidak mungkin... aku tidak percaya!!!!"


"Aku juga... tidak ingin percaya. Tapi aku tidak mungkin bisa menyangkalnya. Wajah itu... rambut itu... mata itu... tidak salah lagi. Dia Yue," sesak Aqua.


BWOOOOOOOSSHHHHHHH


Belum sempat yang lainnya merasakan kejelasan, naga tadi telah berdiri tepat dihadapan mereka.


Gadis iblis yang menunggangi naga itu menatap sinis pada mereka.


"Yu-Yue... kamu... Yue kan?" tanya Lix mencoba menyangkal kenyataan.


Gadis iblis itu tidak menjawab. Dia hanya diam memandang rendah mereka.


"... Aku baru saja keluar dari Benua Iblis. Dan kau tau apa yang aku ketahui!?" geramnya memancarkan niat membunuh.


"?"


Wajah Yue terlihat sangat teramat marah.


"Aqua... kau... kau BAJINGANN!!!!!!!!"


"!!??"


"SIALAN!! BERANI-BERANINYA KAU!!! BUKAN HANYA DENGAN MIKA SAJA, KAU BAHKAN MENGEMBAT GADIS VAMPIR DARI KEKAISARAN!! DAN BUKAN HANYA ITU, SEKARANG DIA BAHKAN GANTI GENDER!!! HUAAAA!!!!" jeritnya setengah menangis.


"!!????"


"Lalu bagaimana denganku!!?? Kau anggap aku itu apa!? Bukankah kau sudah berjanji akan menikahi ku setelah aku dewasa!? Dasar bajingan play boy!!!" ngambek Yue.


"!!!!!???????"


Tidak ada yang bisa berkata-kata mendengarnya. Seketika semuanya menatap Aqua sinis. Tentu saja anak itu juga bingung, tak tau harus berkata apa. Apalagi tatapan merendahkan dari Ruby benar-benar menusuknya sekarang.


"Te-tenang dulu Yue. Kau... kau kemari dan menghancurkan segalanya karena itu?" tanya Aqua hati-hati.


"Karena itu katamu!!!? Benar-benar... jahat!!!!!!!"


Yue menjerit histeris sembari menangis kencang, Aqua benar-benar gelagapan dibuatnya. Sedangkan yang lain bahkan tidak tau harus apa sekarang.


"Fufufufu... Jadi dirimu dibutakan oleh kecemburuan?"


"!?"


Mendadak sebuah suara yang tak asing di telinga mereka terdengar dari atas menara. Pandangan mereka langsung menuju asal suara itu.


"A-!!!!!!"


Suara itu berasal dari seorang malaikat rupawan dengan sayap putih yang lebar nan indah. Rambut biru mudanya memantulkan cahaya matahari dengan sempurna.


"MIKA!!!????


"Fufufufu..."


Wanita itu berdiri dengan penuh kepercayaan diri disana. Tangannya menyibak poninya yang cukup panjang sehingga mata navy bersimbol malaikat miliknya terlihat jelas. Senyumnya terlihat begitu sombong dan licik.


"Namun sayang sekali ya Yue... tidak peduli itu kamu maupun Ruby, Aqua tidak akan menanggapi kalian! Habisnya Aqua itu... adalah milikku seorang!!!" ucapnya percaya diri.


"Mika!!!????"


Yue menggerakkan giginya. Dia melihat Mika dengan penuh iri hati dan kecemburuan.


"Bahkan meskipun kamu adalah aku, aku tidak bisa terima jika kamu mau mengambil Aqua untuk dirimu seorang!!!"


"Kuro!!!!" jerit Yue membuat naga yang di tungganginya terbang ke hadapan Mika.


"Kalau begitu kamu sudah tau apa yang harus dilakukan, bukan?" senyum Mika.


"Aku pasti akan merebut Aqua untuk diriku seorang. Siapa kamu berani-beraninya memonopoli Aqua!!" geram Yue.


"Yue!!?? Mika!!!???"


"Aduh aduh... awalnya aku hanya bermaksud melihat saja. Namun kalau kalian berdua ingin memonopoli Aqua itu bisa membuatku dalam masalah. Karena dia kan tunanganku."


"!?!!??!?!?"


Kali ini giliran Ruby angkat bicara. Setelah perhatian semua orang dia dapatkan, Ruby mengeluarkan sayap vampir yang seperti terbentuk dari darah itu. Dia terbang ke depan Yue dan Mika berada.


"Jadi kamu juga mau ikut campur, hah!??" kesal Yue.


"Ini menarik, pas sekali seluruh 'aku' sudah ada disini. Mari kita tentukan siapa yang akan memiliki Aqua, disini! Sekarang!" senyum Mika menyeramkan.


"Menarik. Aku setuju," jawab Ruby.


CTAAAAAARRRRRRR


Rasanya bagai ada kilatan petir di antara ketiga gadis itu. Tak butuh waktu lama sampai mereka mengeluarkan serangan terbaik mereka pada satu sama lain sampai efeknya begitu luar biasa dan menghancurkan berbagai hal disekitar mereka dalam waktu singkat.


Gedung Akademi dengan seluruh perlindungannya bagai puding yang di sendok, dengan mudahnya hancur karena ikut menerima serangan mereka. Para murid dan guru menggunakan lingkaran teleportasi darurat yang mengarah ke menara sihir, sehingga keselamatan mereka terjamin.


"A... apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Lix.


"Ha... hahahaha... aku juga... tidak paham," jawab Aqua lelah.


"Fiut... fiutt... Enaknya jadi populer~" goda Elvina.


"Tidak... kita harus menghentikan ini kan!?" panik Elvira.


"Bukan bermaksud menyangkal Kak Elvira, tapi... pertarungan ini... kita tidak punya kesempatan masuk."


Tepat seperti kata Lix, saking sengitnya pertarungan itu, sama sekali tak ada celah untuk mereka dapat memasukinya. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan hanyalah menonton hingga pertarungan selesai dan pemenangnya ditentukan.


"Kepalaku... gak bisa mencerna apa yang barusan terjadi," batin Aqua lelah.


BOOOOOOOMMMMBBBBHHHH


Belum sempat pertarungan di antara ketiganya berhenti, ledakan maha dahsyat menghantam seluruh area itu.


"A-apa lagi sekarang!?" jerit Lix.


Aqua seketika menciptakan barrier yang melindungi mereka berlima sesaat sebelum ledakan terjadi, karena itulah mereka berhasil selamat. Namun Yue, Mika dan Ruby terkena ledakan langsung dan jatuh dengan cepat, menghantam Demetria dalam keadaan penuh luka.


"YUE!!!! MIKA!!!!! RUBY!!!!!!!!!"


Aqua segera menghampiri ketiganya dan menggunakan sihir penyembuhan pada mereka. Tapi sayang sekali... dirinya terlambat.


"Mu-mustahil... ini tidak mungkin..." syok Aqua.


"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"


Aqua segera menoleh ke asal suara itu dengan penuh kemarahan.


"!?"


"Kamu!! Kamu... kenapa kamu ada disini!? Tiara!!" kaget Aqua.


Tepat sekali. Gadis yang tiba-tiba bergabung dalam pertarungan dan mengalahkan ketiganya dalam sekali serangan adalah adik Aqua dari kehidupan sebelumnya, Tiara.


Penampilannya sama sekali tidak berubah. Rambut dan mata hitam dengan wajah putih yang mungil nan imut itu sudah sangat lama tidak Aqua lihat.


"Kakak, aku sudah jauh-jauh datang dari Bumi untuk menemuimu loh. Bahkan jika itu adalah reinkarnasiku sendiri, aku tidak akan menyerahkan mu pada siapapun," ucap Tiara dengan ekspresi seorang Yandere.


"????????????????????????????????"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


PIIP PIIP PIIP PIIP


Suara alarm yang terdengar sangat jelas itu membangunkan seorang lelaki remaja dari tidurnya. Rambutnya masih urak-urakan, sangat seperti anak yang baru bangun tidur. Ekspresi anak itu begitu penuh tanda tanya.


"????"


TOK TOK TOK


"Kakak bangun! Sarapannya sudah siap!!" kata sang adik langsung memasuki kamar kakaknya.


"Mouu... coba lihat wajah kakak. Masih ngigau?" tawa kecil gadis itu.


"... Tidak, aku sudah sadar."


"Apa yang kakak mimpikan sampai seperti itu?" tanya sang adik sembari duduk dikasur kakaknya.


".... Sebuah... mimpi yang sangat panjang dan... aneh."


"Heh... mimpi macam apa sampai bisa membuat kakak sebingung itu?"


"Apa ya... aku... mati lalu... reinkarnasi ke dunia lain sebagai tokoh tersembunyi otome game. Dan... disana aku bertemu reinkarnasimu yang berpecah tiga sebagai iblis, malaikat dan vampir. Eh ternyata kita adalah anak dari Dewi dunia itu yang sedang mengalami cobaan cinta sejak kehidupan pertama."


"Pfftt... ahahahaha, mimpi macam apa itu? Aku? Berpecah tiga?! Ahahahaha... emangnya Bob*iboy?" tawa riang gadis itu.


"Lalu? Lalu? Apa yang terjadi selanjutnya, kak?"


"..... Di akhir mimpi... ketiganya memperebutkanku dan yang menang justru kamu yang datang dari Bumi," jawab sang kakak.


"Ahahahaha... aduh... perutku sakit, mimpi apaan tuh!? Genre nya romcom!? Harem? Udah gitu sama adik sendiri? Lalu yang menang justru aku, bukan reinkarnasiku? Aduh... abstrut bangett!!"


Sang adik tertawa begitu kencang sambil menepuk-nepuk punggung kakaknya begitu bertenaga. Sebenarnya dari mana tangan kecil itu mendapat kekuatan begitu banyak hingga sakit rasanya? Begitulah pikir sang kakak.


"Yah, yang manapun... itu cuma mimpi. Ayo pergi sarapan! Mama dan Papa sudah menunggu. Lagian kakak harus segera berangkat buat latihan pagi klub baseball, kan?"


"Ah! Benar!! Aku lupa. Makasih Tiara!!!"


Begitu mendengar ucapan adiknya, remaja itu segera bangkit dari kasur dan turun ke lantai satu untuk membersihkan dirinya dan berganti baju lalu sarapan. Melupakan sang adik yang masih duduk di kasurnya.


"Dasar kakak... mimpi apaan itu tadi? Pfftt... tapi... bener sih... di bagian kalau aku mencintainya," gumam Tiara pelan.


"Andai saja aku bukan adik kandung kakak..."


"Tiara!! Apa yang kau tunggu!? Ayo sarapan!" ucap sang kakak dari lantai bawah.


"Baik!!!!"


...*** TAMAT ***...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Yak, terimakasih sudah menemani The Dragon's Blue Gem selama ini. Tak terasa TDBG sudah tamat saja. Benar-benar perjalanan yang panjang hingga bisa sampai kesini (╥﹏╥) Sekali lagi author ucapkan terimakasih untuk semua pembaca yang setia menemani ya! Sampai jumpa di karya author yang lainnya!!


Sayonara!!!!! ]


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...[[ APRIL MOP ]]...


AOKAOKAOKAOK AOKAOKAOKAOK AOKAOAKOAK


Sesekali pingen coba Nge prank kek gini Author <( ̄︶ ̄)>


(人 •͈ᴗ•͈) Maapkeun yak :v


Yah, beberapa mungkin sudah menebak dari awal, karena sekarang tanggal 1 April. Wkwkwkwk...


Kenapa!? Hiatus-hiatus begini malah update April mop!? Biarin lah! Suka-suka author lah!!


Author tuh capekkkk Ama tumpukan buku yang bahas Indo Inggris Kimia Fisika Biologi Matematika!! ༎ຶ‿༎ຶ


Pingen ganti suasana aja gitu.


Tapi kalau lanjutin trs Hiatus lagi itu agak... ya gitu... makanya karena pas banget mau tanggal 1 April, jadi bikin ginian deh. Aokaokaokaok :v


Oke, seneng2 nya cukup sampai disini. Kembali lagi ke kenyataan.


Bye bye Minna!!


Semoga hari kalian menyenangkan! (ʘᴗʘ✿)


Ini beneran oke! Author bukannya nyumpahin dalam hati pingen kalian ikut stress atau semacamnya biar sama nasib, oke! (。•̀ᴗ-)✧


Tulus kok ngucapinnya... (*´ω`*)


Suerr... (. ❛ ᴗ ❛.)


Hihihihihi.... ( ꈍᴗꈍ)