The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 105 [ Kembalinya Ingatan ]



Namun yang membuat Ruby menjadi sangat berbeda dari sebelumnya bukan karena perubahan pada matanya.


"Ini... dimana?" gumam gadis itu.


"Aku...- Ackkhh!!!!"


Ruby menjerit kesakitan. Mendadak kepalanya terasa sangat pusing dan berat.


Ingatan yang berbeda mengalir deras seperti air terjun di kepalanya. Butuh waktu bagi dua ingatan yang berbeda menyatu pada jiwa dan tubuh yang sama. Selama proses itu, Ruby akan merasakan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Aku ingat... aku... Rubylia Arsilla..." ucap Ruby setelah sadar sepenuhnya.


"Tunggu! Rubylia Arsilla?!! Villainess dari game Dragon Wing?!! Kok bisa?!!!" hebohnya tiba-tiba.


Gadis itu menoleh ke sekelilingnya.


"Ah... benar juga... aku sedang di tahan di penjara bawah tanah kediaman Arsilla karena si nenek lampir ibu tiri itu..."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Ini semua tidak seharusnya terjadi dalam game. Kenapa alurnya berubah?"


RUBY POV


Semua perubahan alur ini dimulai karena aku, Ruby bertemu dengan Aqua di hutan sihir dan menjadi tunangannya.


Masalahnya...


Kenapa Aqua ada disana? Harusnya Aqua masih tinggal di panti asuhan sampai usia 13 tahun dan pergi karena panti asuhan dibakar oleh seorang psikopat dan hanya meninggalkan dirinya sendiri yang masih hidup. Seharusnya saat itu masih 12 tahun. Kenapa dia sudah pergi? Dan kenapa justru ada di Hutan Sihir?


Tidak... lupakan itu...


Yang paling harus kuselidiki sekarang adalah... kenapa aku ada disini?


Apa ini sesuatu semacam bereinkarnasi kedalam game yang dimainkan kayak di anime, manga atau Manhwa itu? Kalau iya kenapa aku?


Maksudku... aku bahkan tidak ingat kalau aku sudah mati.


Ingatan terakhirku...


Benar...


Ini menyakitkan mengingatnya.


Ingatan terakhirku adalah sebulan setelah pemakaman kakakku...


Kakak...


Kamu pembohong...


Bukankah kamu sudah janji akan bermain bersamaku sepulang sekolah?


Kakak pembohong!!!


Tanpa kusadari, hanya dengan memikirkan kakakku sudah membuat hatiku terasa sangat sesak dan air mata mengalir begitu saja.


Di kehidupan sebelumnya... aku hanyalah siswi SMA biasa yang hidup bersama kakak dan ibuku. Kakak bekerja sebagai agen SPY dengan rekrutan khusus karena kecerdasannya. Dan... dia tewas di tengah misinya.


Puluhan bahkan ratusan orang mengucapkan belasungkawa dan menyebutnya pahlawan yang menyelamatkan dunia. Tapi aku tidak...


Kakak cuma seorang pembohong...


"........"


"........"


"........"


"........"


Tunggu! Kalau aku ada disini karena aku sudah mati... apa artinya...?


Kakak mungkin juga ada di dunia ini?!


...***...


Normal POV


Ruby memikirkan ribuan hal dalam kepala kecilnya. Butuh waktu sampai dia bisa sepenuhnya memahami situasinya saat ini. Terutama untuk menata ingatan dan perasaannya sendiri.


"Aku sudah memutuskan... mulai sekarang aku akan membuang nama 'Tiara Asmaralaya' dan hidup di dunia ini sebagai 'Rubylia Arsilla'..." tekad Ruby.


"Biasanya MC yang pergi ke dunia lain pasti akan mencari cara untuk kembali... tapi... kembali sekarangpun tidak ada gunanya..."


"Ibu terkena serangan jantung dan meninggal tak lama setelah kakak meninggal... aku cuma sendiri di dunia itu... dari pada susah-susah mencari cara untuk kembali, lebih baik aku mencari tau apakah kakak juga ada di dunia ini!"


Meski pusing dengan banyak hal, satu hal yang Ruby, tidak... yang Tiara ketahui. Dirinya bukan merasuki tubuh "Ruby", namun kemungkinan dari awal Ruby memang adalah dirinya setelah bereinkarnasi. Itu berbeda, kalau kerasukan itu artinya tubuh itu bukan miliknya, tapi kalau reinkarnasi artinya tubuh itu memang miliknya.


"Banyak informasi yang mirip seperti game Dragon Wing, tapi banyak juga yang berbeda. Untuk sekarang mari asumsikan kalau tempat ini bukan dunia game. Itu akan memudahkanku mengambil keputusan," pikir Ruby serius.


"Aku tidak tau seberapa banyak persamaan dunia ini dengan Dragon Wing, kalau begitu... anggap saja informasi tentang masa depan dari Dragon Wing tidak berguna."


"Terutama bagian ibu tiriku. Harusnya ayah menikah lagi dengan seorang rakyat jelata, ibu Heroine. Tapi ayah dipaksa menikah dengan adik kaisar, yang membuat hidupku berubah total. Lalu... dimana Heroine berada?"


NYUUUTTT


"Ukhh..."


Tiba-tiba mata Ruby terasa terenyut sakit. Pandangannya terasa buram kemerahan. Dia juga menyadari ada air menetes dari matanya. Itu bukan air biasa, aroma tak asing di hidungnya itu adalah... darah.


Darah mengalir pelan dari matanya. Rasanya sedikit sakit dan memusingkan, namun dia masih bisa menahannya.


Sesuatu mulai merubah pandangannya. Dalam matanya, layar seperti terbagi menjadi dua. Satu adalah pemandangan di depan matanya dan satu lagi sesuatu yang berbeda.


"Ap-apa ini?!"


Bagian layar yang bukan pemandangan didepannya bergerak. Ruby tidak tau apa yang terjadi. Dia melihat pemandangan yang berbeda, juga merasakan bahwa pendengarannya terbagi dua.


Pemandangan yang dilihat langsung didepan mata kanannya disebut saja sebagai Layar Alpha dan pemandangan lain di mata kirinya disebut saja Layar Beta. Seperti matanya, telinganya juga terbagi dua, telinga kanan mengikuti mata kanan dan sebaliknya.


Baik pada layar Alpha maupun Beta, pandangannya masih sedikit kabur dan remang-remang merah.


"Mataku... apa yang terjadi pada mataku?" bingung Ruby.


"Ruby atau Tiara tidak punya kemampuan yang seperti ini. Apa ini sebenarnya?"


Dalam beberapa menit, darah berhenti keluar dari matanya. Pemandangan yang semula kabur seperti film dengan resolusi 144p berubah menjadi HD resolusi 1440p. Dia sudah bisa melihat dengan jelas.


Karena tidak ada sesuatu yang spesial di Layar Alpha, Ruby memutuskan memfokuskan pikirannya ke Layar Beta, untuk melihat sesuatu yang berbeda ini. Layar Beta bergerak, suatu tempat yang belum pernah dilihat Ruby digambarkan dengan sangat jelas di mata kirinya.


Apa yang terlihat di Layar Beta adalah sebuah reruntuhan bangunan di tengah-tengah hutan.


"Tempat apa ini...?"


Di saat Ruby memikirkan ingin melihat arah kanan atau kiri, pandangan layar seolah mengikuti keinginannya.


"?!"


Di saat dia memikirkan ingin melihat langit, sudut pandang Layar Beta juga mengadah ke langit.


"?!!"


"Jangan bilang... aku bisa mengendalikannya sesukaku?" kaget Ruby.


Untuk memastikan teorinya, Ruby membayangkan dia bergerak ke sana kemari, sudut pandang Layar Beta juga bergerak sesuai keinginannya. Kali ini Ruby bisa memastikan, dia memang bisa mengendalikan sudut pandang layar sesuka hatinya.


Dia memutuskan untuk melihat-lihat sekitar tempat itu. Tempat itu adalah tempat yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Hutan itu terlihat sangat berwarna, berkebalikan dengan penjaranya saat ini. Mood Ruby membaik, melihat-lihat tempat itu cukup menyenangkan. Rasanya seperti sedang bermain game.


Layar berhenti bergerak, Ruby melihat sebuah danau besar. Ini kesempatan emas, tanpa ragu dia mendekati danau dan langsung menoleh ke bawah danau untuk melihat wujud makhluk yang dia kendalikan itu.


"!"


Wajah Ruby memucat.


"Apa... apa-apaan ini?!" ucapnya shock.


Apa yang dilihatnya dari pantulan danau adalah dirinya sendiri dalam wujud anak 5 tahun berwarna merah darah. Ya, merah darah. Seluruh tubuhnya berwarna merah darah, bahkan pakaiannya juga merah darah.


Wujud itu seperti terbuat dari darah, sebagian dari darah itu berpisah dari bagian utamanya dan membentuk gelembung darah di atas kepalanya. Gelembung itu membentuk tulisan tepat di atas kepalanya.


Hanya dari tulisan itu, Ruby langsung memahami apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


[ Vampir Rubylia Arsilla telah memenuhi 4 kondisi ]


[ I. Terlahir sebagai Vampir ]


[ II. Memiliki Skill Blood Manipulation ]


[ III. Kehilangan 30% darah ]


[ IV. Kembalinya ingatan masa lalu ]


[ New Skill Unlock : Blood Clone ]


"Ha... hahaha..." tawanya hambar.


"Persentase mendapatkan skill baru bukan bawaan atau hasil pencapaian tapi karena memenuhi kondisi tertentu hanya kurang dari 2%"


"Dan aku... baru saja mendapatkan jackpot itu."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Catatan


Tulisan yang muncul di atas kepala Ruby bukanlah sistem atau semacamnya. Bisa dibilang itu adalah tulisan yang akan didapat semua orang di saat mereka mendapatkan skill baru. Orang-orang dari Demetria menyebutnya sebagai "World Sentence"