
Siapa pun pasti akan tau, tidak mungkin pasukan kecil melawan pasukan besar berisi 10.000 orang dengan level yang sangat tinggi.
"Sialan!! Dia bilang ada yang memberikan informasi padanya?!! Jangan bilang... pengkhianat itu?!!"
Gabriel berusaha memikirkan cara terbaik agar semuanya bisa selamat. Namun itu sudah pasti sulit, pasukan musuh secara keseluruhan sangat kuat. Setidaknya mereka semua sudah berlevel lebih dari 500.
"Siapa... siapa yang memberimu informasi itu?!!" jerit Michael marah.
"Tidak mungkin pengkhianatnya adalah pasukan biasa... yang mengetahui kalau aku dan Gabriel akan menyelamatkan Luciel hanya sedikit saja."
"Penasaran? Penasaran lah ya... hmm... kasih tau gak ya..." goda Zalacca.
"💢!!"
"Yahh... memangnya apa yang akan berubah kalau aku memberitahu siapa pengkhianatnya? Kalian tetap tak akan bisa mengatasi situasi ini."
"Dia benar... bahkan jika aku tau siapa pengkhianatnya, itu tidak akan terlalu berdampak pada situasi ini," pikir Michael.
"Meski begitu aku masih tetap ingin mengetahuinya. Setidaknya aku bisa mengutuknya di akhir hayatku," balas Michael sedikit bercanda.
"Michael!!! Apa yang kau katakan!!" jerit Gabriel marah.
"Kamu tidak akan berakhir disini!!!"
"Ahahahahhahahhahahahhahaha!!!!!! Menarik sekali dirimu ini!!!!!"
Tawa menyeramkan itu menggema sampai tak ada satu orangpun yang tak mendengarnya.
"Sejujurnya karena kamu menarik, aku ingin memberitahukan pengkhianatnya padamu. Tapi..."
Mata Zalacca menyipit. Mata sipit itu memandang tajam jauh ke bawah tempat Michael, Gabriel dan Luciel berada.
"Aku penasaran apa dia tidak masalah dengan itu."
"?"
"Apa maksudnya itu!?" bingung Michael.
"Sudah cukup perkenalannya. Dewa pasti akan marah kalau aku terlalu lama, ayo kita selesaikan ini secepat mungkin!" seru Zalacca.
"!"
Zalacca mengangkat trisulanya, gemuruh Guntur menyebar ke seluruh langit yang ada di sana. Deru para pasukan yang berjumlah ratusan kali lipat dari pasukan Arc-Angel membuat mereka bergidik. Tidak ada yang berani bergerak, semua diam menunggu pergerakan lawan.
Zalacca mengacungkan trisulanya ke arah para Arc-Angel.
"Gabriel! Luciel! Formasi Piramida!!!" jerit Michael secepatnya.
"!"
"Baik!!!"
Tanpa menunggu lama, Michael, Luciel dan Gabriel membentuk sebuah segitiga yang mengelilingi pasukan mereka. Ketiga Arc-Angel itu mengangkat tangan depan, lingkaran sihir emas bersinar di bawah kaki mereka. Ketiga lingkaran sihir sebesar 1 m itu menyambung membentuk sebuah segitiga.
[ Beloved Protection ]
Dari yang awalnya hanya sebuah segitiga, hingga akhirnya membentuk sebuah Limas segitiga besar. Limas itu adalah barrier khusus para Arc-Angel. Minimal membutuhkan 3 Arc-Angel untuk mengaktifkannya. Semakin banyak akan semakin baik.
Berbeda dari Barrier biasa. Kekuatan pelindung barrier ini jauh lebih hebat. Ada sebuah efek spesial dari Barrier ini. Semua VIT orang yang ada didalamnya akan dijumlahkan dan dikali jumlah Arc-Angel yang melakukan formasi. Berkat itulah, tidak akan ada serangan yang mampu melukai mereka selama serangan itu di bawah VIT mereka.
"Mari kita lihat, berapa lama barrier itu bisa melindungi kalian!"
[ Judgment of Heaven ]
Tanah bergetar hebat meskipun tak ada gempa bumi. Angin bertiup sangat kencang hingga mampu menerbangkan satu orang dewasa. Namun yang paling menakutkan adalah langit yang bergemuruh dengan kencangnya. Langit seolah membentuk sebuah pusaran yang mampu menghisap segalanya. Pusaran itu sangat besar sampai beberapa ratus kilometer.
Pusaran berhenti, langit mendadak hening. Namun sesaat kemudian, langit pecah seolah itu adalah kaca. Pecahan-pecahan itu langsung membunuh siapapun yang ada di bawahnya.
"Dia juga membunuh pasukannya sendiri dengan sihir gila itu!!"
Michael tak habis pikir. Mereka para Arc-Angel tidak akan pernah melakukan sesuatu seperti itu. Tapi pasukan Dewa Kejahatan rela melakukan segalanya demi kemenangan.
"Sebut saja mereka Dee. Mereka adalah kesayanganku. Mereka akan menghukum siapapun yang berani melawanku," kata Zalacca bangga.
"Dasar bajingan psikopat sialan!" gumam Michael kasar.
"Gabriel, Luciel! Berapa lama barrier ini bertahan melawan itu?"
"Aku tidak yakin... aku pernah mendengar tentang Dee. Makhluk itu tidak butuh asupan energi, dia hanya makhluk jadi-jadian yang akan terus mengejar mangsanya. Ini akan menjadi pertarungan jangka panjang jika kita fokus hanya ke barrier," balas Gabriel.
"Dengan kata lain... mau tidak mau kita harus mengalahkan itu, kan?" sambung Luciel.
"Ini merepotkan..."
"....... Aku akan mengatasinya entah bagaimana. Bisakah kusersahkan perlindungan yang lainnya pada kalian?" ucap Michael.
"Itu terlalu gegabah! Kamu baru saja melawan Ignatius dan Hecate!! Mana mu pasti hampir habis!!!" marah Gabriel.
"Lalu, apa kalian bisa melakukan sesuatu tentang itu?!!" sindir Michael agak jahat.
"Itu...!!!"
Luciel menghela napas.
"Bagaimana kalau begini? Aku akan membantu Michael dengan transfer mana. Lagipula manaku masih banyak. Kuberikan 80% untukmu, setelah itu aku dan Gabriel akan mengurus pasukan Zalacca."
"Itu ide yang bagus, terimakasih!"
"Kalau gitu aku juga-"
"Tidak, Gabriel! Mungkin ini terdengar kejam, tapi kamu tidak boleh! Kalau mana ku habis, hanya kamu yang bisa diandalkan untuk mengembalikan pasukan kembali ke Benua Melayang dan melapor ke Uriel untuk meminta bantuan," potong Luciel.
"Luciel benar. Begini saja, serahkan Zalacca padaku. Luciel dan yang lain akan mengurus pasukan Zalacca. Gabriel... aku harap kamu pergi secepat yang kamu bisa dan membawa bala bantuan!" kata Michael.
"Michael! Luciel! Kalian tidak mungkin bisa menghadapi mereka hanya dengan kalian!!!" tolak Gabriel.
"Benar! Menghadapi mereka akan sulit! Itulah sebabnya kunci keselamatan kami ada di tanganmu Gabriel!!!" jerit Michael.
"Saat ini kamu adalah yang paling mungkin untuk kembali dengan selamat. Kami mohon... Gabriel..." lanjut Luciel.
"Michael... Luciel..."
Gabriel tidak bisa menolak. Yang dikatakan temannya masuk akal. Namun yang ditakutkannya adalah saat dia kembali nanti, nyawa Michael dan Luciel sudah tidak ada.
"Gabriel! Kamu adalah pemimpin para Arc-Angel! Ambil keputusan yang paling rasional!" desak Luciel.
Mereka tidak bisa melanjutkan pembicaraan dan bertahan lebih lama lagi. Selagi mereka berbicara, makhluk bernama Dee menerumuni barrier dan menyerang mereka dengan kekuatan fisik dan sihir yang luar biasa. Mempertahankan barrier membutuhkan mana yang banyak. Tidak efisien jika digunakan dalam jangka waktu lama.
"........ Ughh!!!"
Gabriel mengigit bibirnya dan mengepalkan tangannya terlalu keras hingga berdarah.
"Kalian! Pokoknya harus bertahan sampai aku kembali!!!!"
Gabriel sudah membuat keputusan. Michael dan Luciel mengangguk. Dalam hitungan ketiga, Gabriel langsung lepas dari formasi dan melaju dengan cepat menjauh dari sana.
Seperti ucapannya sebelumnya, Luciel mentransfer 80% mana miliknya ke Michael. Luciel adalah seorang Arc-Angel dengan senjata pedang raksasa yang bisa dinaiki. Bisa dibilang, Arc-Angel ini mampu bertahan dalam pertarungan bahkan tanpa mana, hanya dari kekuatan fisiknya.
Berbeda dari Michael yang senjatanya adalah pedang kecil sepanjang ½ m dengan jumlah ratusan. Michael bisa mengendalikan ratusan pedang itu sesuka hatinya, tapi pengendalian itu membutuhkan mana. Kalau saja tangan Michael ada ratusan juga, mungkin dia bisa menggunakan ratusan pedangnya tanpa mana.
"Luciel... kusersahkan mereka padamu!" seru Gabriel memunggungi Luciel.
"Serahkan pada kami! Tolong lakukan sesuatu tentang bajingan itu dan benda hitam menjijikkan ini!" balas Luciel memunggungi Michael.
"Haha, jangan sampai mati Luciel!!!"
"Khawatirkan dirimu sendiri!!"
Michael dan Luciel saling memunggungi dengan senyum penuh percaya diri dan keraguan di saat yang bersamaan.
"HYAAAAAAAAAT!!!!!!!!"