The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 12 [ Yue ]



Anak itu semakin waspada dengan Aqua.


"Kamu… kenapa menolongku? Kenapa tak bertanya apapun padaku?!" tanya dia.


Aqua menoleh sedikit dan lanjut membaca.


"Bukankah aku sudah bertanya satu hal?"


Jawaban Aqua tidak membuat anak itu puas. "Aku belum pernah melihat manusia seperti itu sebelumnya, semua manusia yang kutemui selalu mengejar dan memburuku."


"Apa kamu tidak takut? Aku ini iblis loh," ucap anak itu.


Aqua sedikit tertawa mendengarnya.


"Takut? Aku? Ke kamu? Pfftt… jangan bercanda denganku. Kalau aku mau, aku bisa membunuhmu kapan saja," ejek Aqua bercanda.


"Mana mungkin aku takut. Meski kamu iblis, kamu cuma bocah yang sedikit lebih kuat dari orang biasa."


"A-aku juga bisa membunuhmu kalau aku mau!!" kesal anak itu tak mau kalah.


"Ya, ya. Terserah kamu saja."


Anak itu marah dan terus menerus mengejek Aqua dengan ejekan ringan. Aqua sama sekali tak mempedulikannya, dia terus membaca saja. Setelah bosan, Aqua memilih lanjut tidur saja. Kesal karena bicara sendiri, anak itu juga ikut tidur dengan suasana hati buruk.


Begitulah beberapa hari mereka habiskan bersama. Aqua juga menyembuhkan luka anak itu dan menemaninya sampai dia tenang tanpa banyak bertanya.


"Persediaan makanku habis," pikir Aqua saat melihat inventory miliknya.


"Ini sudah 4 hari… aku harus mencari makanan besok. Anak ini juga sudah lebih tenang. Sebentar lagi aku akan melanjutkan perjalanan."


Aqua menatap anak yang sedang tertidur itu. Wajahnya sudah tak waspada seperti dulu. Dia sudah bisa tidur dengan tenang disamping Aqua.


Begitu sinar matahari memasuki gua, anak itu terbangun tanpa mendapati Aqua didalamnya. Dia keluar dengan panik dan mencari Aqua.


"Hei!!! Kamu!!! Dimana kamu!!? Jawab aku!!!!!" jeritnya keras.


Karena tak ada jawaban yang terdengar, anak itu hampir menangis. Dia mungkin kesal dengan Aqua, tapi dia tidak membencinya. Justru dia menyukainya dan berterimakasih karena sudah diselamatkan.


"Kamu… jangan tinggalkan aku sendiri…" tangis anak itu.


SRUUKKKK


"Bukan kamu… tapi Aqua. Panggil aku Aqua," sebuah suara mengejutkan anak itu. Aqua muncul dari balik semak dengan kelinci tanduk di tangannya.


Anak itu senang dan berlari memeluk Aqua.


"Tung-"


"Huaaaaa…. Kukira kamu meninggalkan ku sendiri!!!!" tangis anak itu.


Aqua bingung bagaimana harus merespon. Dia mengulurkan tangannya dan menepuk lembut kepala anak itu. Sentuhan hangat Aqua memenangkannya.


"Aku membawakan makanan. Kembalilah ke dalam, aku akan segera masuk setelah menguliti kelinci ini," kata Aqua ramah.


Anak itu mengangguk sambil mengusap matanya. Dia berjalan masuk, namun berhenti dan kembali ke arah Aqua.


"Aku… Yue," kata anak itu sebentar dan kembali masuk ke gua.


Aqua bingung dan tertawa sendiri.


"Kita baru kenalan setelah bersama 4 hari, huh!" tawanya.


"Yue? Eh? Nama perempuan?!!! Tunggu! Dia perempuan?"


Aqua kaget setelah sadar dengan arti nama anak itu. Selama ini dia mengira anak itu laki-laki karena suara dan penampilannya. Aqua juga belum melihat status anak itu.


Aqua memfokuskan mata kirinya dan melihat status anak itu.



"Ap-"


Aqua tak bisa berkata-kata. Dia belum pernah melihat status seperti itu sebelumnya.


"Seharusnya mataku bisa melihat semua status bahkan yang tersembunyi sekalipun. Tapi apa ini? Tittlenya tidak bisa dilihat!!!"


"Yue… siapa dia sebenarnya?"


"Tunggu, tenang dulu. Coba ingat-ingat, kalau Yue ini karakter penting, dia pasti pernah muncul di game."


Aqua mencoba mengingat-ingat semua percakapannya dengan adiknya. Tapi itu percuma, dia belum pernah mendengar kata Yue di game.


"Aquaa!!!! Cepatlah aku lapar!!" rengek Yue sambil mengintip Aqua.


Aqua tersadar, "Sabar!!!"


Setelah mereka selesai makan. Aqua sibuk berpikir dan tanpa sadar menyentuh rambut hitam Yue.


"Rambut hitam… selain rambut silver ku, rambut hitam juga langka."


"Aqua? Kenapa?!"


"Eh, tidak. Hanya saja… kupikir kita harus merapikan dirimu," elak Aqua.


Yue menatap rambutnya bergantian dengan menatap Aqua.


"Apa ini jelek?" tanya Yue sambil memiringkan kepalanya.


".... "


"Tidak… tapi perempuan harus tampil rapi dan cantik, bukan?" jawab Aqua ramah.


Ada alasan kenapa Aqua lemah dengan perempuan, terutama jika mereka masih kecil. Ini karena di kehidupan sebelumnya, Aqua memiliki adik dan kakak perempuan. Kakaknya meninggal saat masih kecil karena sakit dan adiknya juga bertubuh lemah. Aqua dulu menjadi agen spy meski berbahaya karena gajinya tinggi, dengan begitu dia bisa menyembuhkan adiknya.


Meski begitu, secara keseluruhan Aqua adalah orang yang cukup dingin. Dia hanya menjadi lebih hangat dan terbuka pada orang yang dia kenal baik. Bahkan jika kamu perempuan, Aqua bukan berarti akan langsung baik dan hangat padamu.


Yue tampak antusias mendengar Aqua. Dia mengangguk dengan semangat saat Aqua bilang akan membuatnya jadi cantik. Aqua tersenyum, dia mengambil gunting dari inventory dan merapikan rambut Yue.


Setelah cukup rapi, Aqua membuat pita dari kain jubahnya. Aqua memasangkan pita putih biru itu di kepala Yue. Aqua juga menjahitkan baju bekasnya menjadi lebih feminim dan menyuruh Yue mengganti baju rusaknya dengan itu.


"Selesai…"


Yue senang dengan tampilan barunya, dia berputar sehingga rambutnya tergerai bebas. Aqua tersenyum melihatnya bahagia.


"Dulu dia seperti kucing liar, sekarang sudah lebih imut."


"Aqua! Makasihhh," ucap Yue dengan senyum lebar yang menyilaukan.


"Ukhh damagenya!!!!"


"Sama-sama. Aku senang kamu menyukainya," balas Aqua hangat.


Kesenangan Aqua tak bertahan lama, dia harus segera melanjutkan perjalanannya. Tapi apa yang akan terjadi dengan Yue?


"Yue…"


"Hmm?!" jawab Yue senang.


"Kalau… kalau kamu tak punya tujuan lain, apa kamu mau ikut saja denganku?"


Sejujurnya Aqua ragu untuk mengajak Yue. Tapi dia juga tak bisa meninggalkan Yue yang berkeliaran begitu saja. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Yue? Itulah yang dipikirkan Aqua.


"Tentu!!! Selama aku bersama Aqua, kemanapun aku mau!" jawab Yue tanpa keraguan sedikitpun.


Aqua keget, dia merasa deja vu.


"Kenapa semua perempuan yang kutemui selalu seperti ini ya," geli Aqua.


Aqua membelai kepala Yue dengan lembut. Senyuman hangat Aqua membuat Yue ikut tersenyum juga.


Aqua menyentuh tanduk Yue, itu membuat Yue geli. Dia ingin meminta Aqua melepasnya, tapi Aqua tampak sedang fokus jadi Yue mengurungkan niatnya. Cahaya muncul di tangan Aqua, saat itu juga tanduk dan ekor Yue menghilang.


"Maafkan aku, kalau kita ingin pergi dari sini, kita harus menyembunyikan tanduk dan ekormu. Atau nanti kamu bisa diburu lagi. Benua ini tidak sebaik itu pada ras iblis," terang Aqua.


"Tidak apa-apa, aku percaya Aqua!"


Jawaban riang penuh kepercayaan itu menenangkan Aqua.


"Kita akan pergi ke Kerajaan Elf. Aku ingin berlatih sihir kegelapan disana. Yue… aku akan bertanya pada guru disana, apakah kamu juga boleh ikut belajar."


Yue mengangguk, dia membalas Aqua dengan senyum manis yang bisa membuat siapapun terpesona. Aqua menggandeng tangan Yue dan mereka bergerak dengan cepat ke Kerajaan Vittacelar bersama.


"Bukan hanya tanduk dan ekor, aku juga menutupi status nya sebagai iblis. Kalau cuma menutupi status aku masih bisa. Tapi tetap saja, membawa iblis bersamaku, Master pasti marah. Semoga saja tidak ada masalah yang terjadi."


.


.


.


.


.


Ilustrasi Tokoh Yue (8 Tahun)



(Sauce: Quan on Pixiv)