The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 53 [ Awal Setelah Akhir ]



Seluruh dunia sedang dalam kehebohan besar. Beberapa perubahan drastis yang membuka mata banyak orang telah hadir saat ini. Tak ada seorangpun yang bisa menahan godaan dari datangnya revolusi-revolusi yang diberikan oleh mereka.


"Oi! Setelah lulus, kamu mau jadi apa?" tanya seorang siswa.


"Ahh... aku disuruh mewarisi bisnis keluargaku. Padahal aku mau jadi Adventure," keluh siswa lainnya.


"Itu sih sudah pasti. Zaman sekarang mana ada yang tidak mau jadi Adventure!"


"Pastilah! Banyak yang sukses sebagai Adventure, soalnya!"


Seperti halnya para murid lelaki, murid perempuan tak kalah hebohnya.


"Mereka itu hebat sekali ya!! Kalau bukan karena mereka, era baru tak akan terbentuk!"


"Benar! Benar! Bahkan banyak yang bilang loh, kalau mereka itu penguasa bayangan dunia. Salah satu dari mereka saja sudah melebihi bangsawan! Tidak, bangsawan saja kalah dari mereka!!" seru gadis lain.


"Mereka itu tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Sungguh deh! Baik dalam reputasi, kekayaan, kekuatan, kekuasaan, dll mereka itu jauh lebih hebat dari siapapun."


"Coba saja kalau aku bisa gabung dengan mereka... hidupku pasti enak!"


"Jangan ngimpi! Bagi mereka, kamu itu hanya semut dipinggir jalan!"


"Jahat!!! Tapi memang sih. Reputasi mereka itu gila. Petinggi dan pendiri asosiasi Adventure, penguasa dunia bawah, organisasi dengan level yang sangat tinggi, relasi dengan orang-orang hebat dunia dan masih banyak lagi. Pokoknya gila deh! Raven memang hebat gila!!"


"Sayang kita tidak bisa tau siapa mereka sebenarnya."


"Iya... saat mereka keluar, mereka selalu memakai jubah khusus dan topeng. Padahal aku yakin, mereka itu pasti cantik dan ganteng banget!"


"Itu pasti!!! Terutama Pemimpin Raven, Tuan Gluttony! Ahh... Tuan Gluttony pasti aslinya ganteng gila!"


"Kamu fans Tuan Gluttony?"


"Tentu! Memangnya siapa yang bukan fansnya dia? Dia itu yang menjadi pusat Raven loh! Semua ide gila yang mendunia saat inikan karena Tuan Gluttony."


"Memang sih, aku juga fans Tuan Gluttony. Tapi yang paling aku suka di Raven itu Tuan Greed! Sifat ramahnya itu ngangetin. Tuan Gluttony itu dingin banget, sudah kayak Raja Es."


"Gimana dengan Tuan Wrath?"


"Dia itu... aku yakin ganteng sih. Juga ramah... tapi bukan tipeku. Habis Tuan Wrath itu playboy."


"Wah! Wah! Kamu ini gak tau pesona cowok nakal!!"


"Hahahahah..."


"Anu..."


Salah seorang gadis yang ikut berjalan bersama mereka menyela pembicaraan. Dari tadi gadis itu mengikuti dengan wajah kebingungan.


"Hmm? Kenapa?"


"Sebenarnya dari tadi... kalian itu bahas apa?" ucapnya ragu.


"!!!!!!!!!!"


Semua gadis disana terkejut. Mereka tidak menyangka masih ada saja yang tidak mengenal Raven.


"Apa kamu ini Tuan Putri yang dikurung di kastil?! Bisa-bisanya kamu gak kenal sama Raven?!! Mereka itu super terkenal tau!!"


"Iya! Iya! Bahkan anak kecil pun tau siapa Raven!!"


".... Makanya, karena aku tidak tau, kasih tau aku dong, kakak senior."


"Ha~ah... yasudah. Biar aku jelaskan. Raven adalah sebuah kelompok kecil yang terdiri dari 7 orang. Namun kelompok itu sangat kuat, masing-masing dari mereka diperkirakan sudah berlevel lebih dari 500. Bahkan Tuan Gluttony, pemimpin mereka sudah sampai 1000."


"500!!!? 1000?!!!!" kaget gadis itu.


"Yap, Yap, hebat bukan? Mereka baru terbentuk kurang lebih 5 tahun lalu. Tapi hanya dalam waktu itu, Raven sudah memegang dunia di tangannya."


"?"


"Maksudku... mereka sudah memiliki kuasa melebihi seorang Kaisar sekalipun. Kamu tau kan sejak Pahlawan bangkit dan Dewa Kejahatan dikalahkan, jumlah monster melonjak drastis? Saat itu, Raven menciptakan Asosiasi Adventure yang berfokus ke pembasmian monster. Sistemnya agak mirip Tentara bayaran, tapi lebih fleksibel dan rapi serta lebih menguntungkan. Asosiasi itu sendiri sudah membuka cabang di seluruh dunia, termasuk Benua Iblis. Ah, tapi benua Melayang tidak ya."


"Pencapaian mereka bukan itu saja. Kalau dijelaskan akan panjang. Yah... setidaknya akan kuberitau satu hal. Tak ada informasi yang Raven tidak tau. Raven memiliki guild informasi yang lebih menyebar daripada Asosiasi Adventure. Dengan itu semua, segala informasi akan ada ditangan Raven."


"Bukankah mereka terlalu hebat?!!"


"Itu dia!!! Makanya banyak yang nge-fans sama mereka. Bahkan Kaisar saja harus berhati-hati saat berhadapan dengan mereka.


"Jadi begitu... anggota Raven siapa aja?"


Envy, The Golden Shadow Princess.


Wrath, The Sneaky Scam.


Pride, The Ice Queen.


Lust, The Temptation Queen.


Sloth, The Pretty Sniper.


Greed, The Little Berserker.


Gluttony, The Prey Dragon.


"Gluttony... Sang Naga Pemangsa... dan... pemimpin Raven. Kekaisaran harus mendapatkanmu bagaimanapun juga!!" tekad gadis itu.


...***...


5 Tahun Yang Lalu


Dungeon Baru Lantai 94


Seorang anak laki-laki dengan tubuh ramping itu duduk terdiam didepan jasad perempuan muda. Tatapannya kosong, seolah-olah dia tidak peduli lagi dengan dunia. Rasa ingin menangis, namun air mata sudah habis itu cukup menyiksanya.


Sudah beberapa jam anak itu tak beranjak dari sana. Tidak diketahui sekarang siang atau malam. Pemandangan dalam dungeon tidak berubah walau ada pergantian waktu.


Setelah cukup lama, anak itu akhirnya bergerak. Tangannya terulur di atas mayat kakaknya. Cahaya hijau muda hangat keluar dari tangannya. Tubuh yang rusak parah didepannya kembali ke wujud aslinya. Namun itu tidak akan mengembalikan nyawanya. Tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa menghidupkan orang mati, itu sudah peraturan penting yang diciptakan para Dewa.


"Maafkan aku... maafkan aku kak... aku minta maaf..." ucapnya lirih.


"Kalau saja... aku pulih lebih cepat... kalau saja... aku tidak masuk ke perangkap Turquoise sejak awal..."


Tidak peduli berapa banyak Aqua menyesal. Dia tidak akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula. Namun dia masih bisa mencegah tragedi yang sama terulang kembali. Kalung yang diberikan Ashlan sebelumnya mengingatkannya dengan itu.


"Ingat Aqua! Menyesali hal yang sudah terjadi itu boleh. Tapi terlarut dalam penyesalan itu yang tidak boleh. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Yang harus kita lakukan bukan meratapi masa lalu, tapi memandang lurus masa depan dan memastikan kejadian yang membuatmu menyesal tidak terjadi untuk yang kedua kalinya!"


Ashlan selalu menasehati Aqua di banyak hal. Nasihat-nasihat itulah yang membantu Aqua disaat dia sedang dalam kesulitan.


Aqua meremas kalungnya dengan ekspresi sedih.


"Kau benar master... aku tidak boleh meratapi yang sudah terjadi..."


PLAAKKKK


Anak itu menampar dua pipinya sendiri agar dia sadar. Aura sedih dan memilukan tadi langsung berganti dengan rasa haus darah dan keinginan membunuh yang luar biasa.


"Turquoise! Kau pikir aku akan mati disini? Tidak akan!!! Aku pasti akan keluar dari sini dan membunuhmu dengan tanganku sendiri!!!"


Aqua memalingkan wajahnya dan melihat sekeliling.


"Untuk itu... pertama aku harus membuat keputusan. Apakah aku akan memanjat naik atau aku akan turun sampai dasar."


Aqua menyentuh lembut tubuh Citrine yang mulai mendingin. Anak itu memasukkan tubuh perempuan Elf itu ke inventory miliknya.


"Aku tidak bisa memasukkan makhluk hidup didalamnya namun mayat pasti bisa masuk. Setidaknya... aku ingin mengantar tubuh kakak pulang ke Kerajaan Vittacelar."


Setelah selesai, Aqua berjalan mendekati bangkai Cerberus.


"Cerberus... aku tidak ingat bagaimana aku mengalahkannya... monster ini sangat kuat. Levelnya saja 700! Tapi aku menang? Gila!"


"Kebangkitan naga, ya... ini sesuatu yang luar biasa. Disisi lain juga berbahaya. Setelah aku mengalahkan Cerberus, tubuhku terasa aneh. Rasanya seperti kemanusiaan dalam diriku berkurang. Lebih baik aku tidak terlalu mengandalkannya."


"Baiklah... sekarang saatnya mencoba skill baruku."


[ Gluttony ]


Tubuh Cerberus yang lebih besar dari rumah itu langsung terserap masuk ke tubuh Aqua. Hanya dengan mengalahkannya saja, Aqua sudah naik level sangat banyak. Sekarang dia juga menyerapnya tak bersisa. Dia mendapat beberapa pengetahuan tentang sihir baru yang tidak diajarkan Ashlan dan skill baru juga.


".... Ini tidak cukup. Kalau aku ingin punya kekuatan mutlak dimana tak satupun orang bisa mengalahkanku... ini tidak cukup."


"Sudah kupuskan! Aku akan turun ke lantai 100 dan menyelesaikan dungeon. Walau nyawa taruhannya, aku harus bisa melakukannya!!"


(Ilustrasi Cerberus from Google)