
"Aku mengerti. Itu belum semuanya, kan? Kelihatannya kau tau lebih jauh," sindir Gluttony.
Pride menyeringai, "Kau pikir aku siapa?"
"Pada mulanya aku penasaran dengan alasan kenapa Kekaisaran Anessa memanggil orang-orang dunia lain. Padahal tittle 'Pahlawan' sendiri juga ada pada orang asli dunia ini. Setelah menyelidiki lebih jauh, ternyata tradisi memanggil orang dari dunia lain telah ada sejak dulu."
"Semua pemanggilannya juga dilakukan oleh Kekaisaran Anessa. Tapi bukannya ini aneh? Kok bisa orang-orang yang dipanggil dari dunia lain saja ada ratusan jika di totalkan dan itu terjadi sejak zaman dahulu, tapi kenapa kita tidak bisa menemukan orang-orang yang membawa darah dari para imigran itu," sindir Pride.
"!!!!"
Anggota Raven lainnya langsung menyadari itu. Mereka sadar bahwa mereka tidak pernah melihat ada orang dari ras selain iblis yang memiliki rambut dan mata hitam, atau sekedar memiliki mana campuran seperti mana khas orang dunia lain.
Pride mengkode Lust untuk melanjutkan penjelasan. Lust dengan senang hati melanjutkan.
"Ini semua karena apa yang disebut 'pembersihan'. Kekaisaran Anessa menjadi pihak yang memanggil mereka, namun juga menjadi pihak yang memusnahkan mereka."
"!!??"
"Kekaisaran memastikan untuk membunuh setiap orang yang membawa darah manusia dunia lain. Mereka melakukannya dengan sangat bersih sehingga sulit mengetahui info tentang ini. Namun ada satu celah yang dapat kami temukan sehingga info ini kami dapatkan."
"Celah?"
"Ya."
Lust mengganti gambar pada layar menjadi gambar sebuah hutan lebat yang dikelilingi sungai raksasa yang melingkar sehingga bentuknya terlihat seperti reverse donat.
"Kalian tau? Tadinya ada sebuah kerajaan di hutan yang dikelilingi sungai ini. Bukan kerajaan besar, namun memiliki cukup pengaruh karena kekuatannya."
"Kerajaan inilah celah besar yang kumaksud. Karena kerajaan ini... adalah satu-satunya kerajaan di sejarah Demetria yang diciptakan dan berisikan manusia-manusia dunia lain itu."
"!!!??"
"Sebuah kerajaan manusia dunia lain!?" kaget mereka.
"Mungkin lebih tepat kalau aku bilang, kerajaan ini isinya keturunan para manusia dunia lain. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, Kekaisaran Anessa akan memusnahkan keturunan manusia dunia lain dengan bersih. Namun dalam kasus ini, cukup sulit untuk dilakukan. Karena manusia yang menciptakan kerajaan ini terlalu kuat untuk ukuran makhluk di dalam batasan. Dan dia juga menciptakan 4 spirit beast buatan dari darahnya yang sama kuatnya, atau lebih kuat dari dirinya."
"Karena itulah, kerajaan ini dapat bertahan dan berkembang selama ±300 tahun sebelum Paus kala itu mengambil pilihan ekstrim untuk memusnahkannya."
"Paus mengutus Katedralnya untuk memusnahkan kerajaan itu. Tapi sepertinya itu tidak cukup, salah satu spirit beast buatan yang disebut Youkai ini berhasil bertahan hidup meski kerajaannya hancur lebur. Dan satu Youkai inilah yang membuat pemusnahan diam-diam yang selalu dilakukan Kekaisaran Anessa gagal. Dia yangt telah menembus batasan membalaskan dendam kehancuran kerajaannya dengan cara yang sama, yaitu menggunakan sihir tingkat Mythic untuk menghancurkan Kekaisaran Anessa sampai tak bersisa."
"Serangan Youkai itu berhasil menarik perhatian penjuru Demetria karena sihirnya yang sangat mencolok. Kekaisaran Anessa pun nyaris musnah seketika kalau paus saat itu tidak menggunakan sihir tingkat Mythic guna menteleportasikan satu kekaisaran ke tengah Benua Suci yang kosong. Dan sebagai gantinya, tempat asal Kekaisaran Anessa yang ada jauh di ujung barat langsung musnah dan kembali menjadi lautan seolah tak pernah ada bagian itu di Benua Suci sebelumnya."
Ketegangan memenuhi ruangan itu. Mereka tidak akan setegang itu kalau yang diceritakannya hanyalah dongeng atau legenda. Namun semua itu adalah sejarah nyata dengan bukti konkrit yang melengkapinya.
"Apa yang terjadi setelahnya?" tanya Wrath agak gugup.
"Paus saat itu mengalami koma dalam waktu yang cukup lama, entah berapa tahun. Sementara itu, keluar perintah penangkapan dan pembunuhan untuk Youkai itu," jawab Pride gantian.
"Apa dia tertangkap?" tanya Sloth cemas.
Pride menggeleng, "Menggunakan sihir tingkat Mythic tepat setelah bangkit dan berperang sebelumnya cukup membebani tubuhnya. Dia dinyatakan tewas sesaat setelah menggunakan sihir itu. Mayatnya ditemukan di Kota Pelabuhan Marina dalam keadaan mengenaskan. Itulah akhir dari pembalasan dendam sang Youkai."
Para anggota Raven merasakan simpati pada Youkai tak dikenal yang memperjuangkan kerajaannya sampai kematiannya itu, disaat yang sama mereka juga merasakan kemarahan pada Kekaisaran Anessa yang seenaknya sendiri dan mempermainkan takdir orang lain.
"Setidaknya kematiannya tidak sia-sia," lanjut Pride.
"Berkat tindakannya yang sangat mencolok itu, kita yang hidup 1 millenium setelahnya masih memiliki sisa catatan, bukti dan bekas dari masa lalu sehingga kita mendapatkan informasi untuk mencegah hal yang sama terulang kembali."
"Kami berhasil mengetahui alasan Kekaisaran Anessa memanggil dan memusnahkan makhluk dunia lain," kata Pride setelah dia kembali mengganti layar.
Kali ini layar menunjukkan sebuah menara utama di kuil suci Kekaisaran Anessa.
"Itu karena mana khas manusia dunia lain. Setelah mereka di panggil ke dunia ini sampai kematian mereka, mana mereka akan tersedot ke dalam menara ini sekitar 0,2% setiap harinya. Karena mana selalu otomatis terisi ulang, tidak ada yang menyadari kalau mana mereka berkurang 0,2%."
Lust memperbesar gambar di layar sehingga Raven dapat melihat kristal raksasa yang menjadi inti menara itu.
"Nanti setelah mana mereka berada di kondisi terbaiknya... atau dengan kata lain saat mereka telah menjadi sangat kuat, mana mereka dapat dipanen dalam jumlah besar. Jika saat hidup dapat diambil 0,2% setiap harinya. Maka saat mati, 90% mana mereka akan tersedot masuk ke kristal ini."
"!!!!!!"
"Biadap betul!!!💢💢" bentak Wrath menggebrak meja.
Sloth, Greed dan Gluttony sama marahnya dengan Wrath. Sloth tidak bisa mengendalikan ekspresinya dan Greed kehilangan kegugupannya yang biasa karena marah. Sementara Gluttony tetap duduk dengan tenang meski seluruh tubuhnya terbakar amarah.
"Jadi karena alasan sampah macam itu mereka seenaknya sendiri!!!??" marah Wrath.
"Ini benar-benar tidak manusiawi," sedih Greed.
"Padahal julukannya Kekaisaran Suci, tapi tingkah lakunya lebih kotor dari rumah bordil atau guild assassin," sindir Sloth.
"Tenanglah kalian. Penjelasan dari Pride dan Lust belum selesai!" seru Gluttony menenangkan anggota lainnya. Dia juga marah, sangat marah, namun dia mencoba tetap berkepala dingin dan mendengarkan semua informasi itu hingga selesai.
"Tapi Aqua-!!!!"
Belum sempat Wrath protes, Sloth yang memahami maksud Gluttony menghentikan Wrath. Akhirnya keduanya kembali duduk meski suasana hati mereka sangat buruk sekarang.
Pride dan Lust menunggu suasana kembali tenang sebelum mereka melanjutkannya.
"Mana yang masuk ke kristal itu akan disalurkan ke dua hal," kata Lust.
"2 hal?"
Pride mengganti kembali layarnya menjadi gambar dadu hitam dengan tanda tanya dan bayangan hitam seseorang.
"Dua hal itu adalah artefak atau senjata sihir yang merupakan item rahasia Kekaisaran Anessa dan dipegang langsung oleh Sang Paus. Kami masih belum tau benda apakah itu, tapi jelas itu adalah benda yang menambah kekuatan pribadi Paus."
"Hal lainnya adalah manusia atau demi-human ini."
"Manusia? Mereka menyalurkan mana manusia ke manusia lainnya?" bingung Sloth.
"Ya, alasannya mungkin karena makhluk dunia lain tidak dapat mereka kontrol. Sedangkan manusia atau demi-human ini dapat mereka kontrol sesuka hati mereka," jawab Lust.
"Bonekanya Paus, ya..." gumam Gluttony.
"Yahh... mari kita anggap begitu saja. Bonekanya Paus memang terdengar pas," ucap Pride yang mendengar gumaman Gluttony.
"Si Boneka ini disalurkan kekuatan sebesar itu demi menjalankan rencana mereka. Tapi kekuatan Boneka ini tidak sekuat itu sekarang. Jadi Paus dan petinggi kuil suci lainnya membutuhkan 'sesuatu' yang dapat menambah kekuatan boneka mereka."
Gluttony tersentak, dia menyadari sesuatu. "Jangan bilang... Golden Light River?"
"Benar," angguk Pride.
"Kalung yang diciptakan Pahlawan dan Saintess sebelumnya pasti dapat menambah kekuatan boneka mereka cukup signifikan. Tidak heran mereka berusaha mendapatkannya."
"Kalau mendengar kata-katamu sejauh ini... kamu ingin bilang kalau si boneka ini kemungkinan adalah orang yang menyandang tittle 'Anak Cahaya', ya kan?" tanya Gluttony memastikan.
Lust tersenyum puas, "Seperti yang diharapkan dari pemimpin kita. Benar."
"Apa kalian sudah tau apa rencana Paus?"
"Sayang sekali belum. Penyelidikan lebih lanjut dibutuhkan," sesal Pride.
Gluttony mengangguk paham, "Baiklah. Untuk sekarang fokuslah ke itu dan identitas si boneka. Seharusnya tittle Anak Cahaya adalah tittle langka yang tidak sulit dilacak, setidaknya dibandingkan sejarah kerajaan yang telah lama hancur."
"Baik!!"
"Apa ada yang ingin menambahkan lagi?" tanya Gluttony.
Tidak ada yang menjawabnya. Semuanya puas dengan hasil rapat kali ini. Melihatnya, membuat Gluttony bangkit dari kursinya.
"Baguslah, kalau begitu rapat Raven hari ini telah selesai."
"Terimakasih atas kerja kerasnya," ucapnya ramah.
"Terimakasih atas kerja kerasnya!!"