The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 58 [ Raven Masuk Akademi (2) ]



"Ha~ah... kukira kakak benar-benar membunuhnya," ucap Elvina lega.


"Maafkan aku, pikiranku sedikit berantakan kemarin. Setelah dipikir-pikir, hampir semua orang meremehkan divisi non Attack Magic dan Healing Magic. Aku tidak bisa membunuh mereka semua hanya karena tak suka," sesal Elvira.


"Itu benar. Ngomong-ngomong... apa Aqua sudah tau tentang sistem kasta disini?"


"Aqua mungkin sudah tau. Master Aqua itu... seperti mengetahui segalanya."


"Kalau begitu, pasti ada alasan kenapa aku masuk di Divisi Support Magic dan kakak di Divisi Attack Magic."


Elvira dan Elvina saling memandang satu sama lain. Mereka berusaha memikirkan alasan Aqua mengirim mereka sebagai guru di Divisi yang berbeda.


"Mungkin saja... Aqua ingin kita melihat sendiri perbedaan perlakuan untuk Divisi itu."


"Aku juga sulit memikirkan alasan lain. Tapi bisa juga karena Aqua ingin kita mengumpulkan informasi yang berbeda."


"Benar."


Ada 5 Divisi dalam Akademi Mackenzie. Yang paling terkenal dan besar adalah Divisi Attack Magic karena berguna dalam pertarungan langsung. Kedua ada Divisi Healing Magic, Divisi ini tak kalah terkenal dengan Attack Magic karena para healer sangat penting dalam pertempuran. Ketiga ada Divisi Protective Magic, yang satu ini tidak terlalu banyak peminatnya karena peran sebagai pelindung lebih sering diserahkan ke tanker. Keempat ada Divisi Magic Tool, divisi ini tidak berperan langsung dalam pertempuran namun karena di dunia ini banyak menggunakan alat sihir, divisi ini punya peran penting. Terakhir ada Divisi Support Magic, sebenarnya peran mereka cukup penting, namun banyak yang menganggap kalau support itu tidak berguna.


Didalam Akademi ini, tidak penting statusmu apa. Baik itu keluarga kerajaan, bangsawan, maupun rakyat jelata, itu tidak terlalu mempengaruhi kastamu dalam Akademi. Sebagai gantinya, ada sistem kasta tersendiri yang terbentuk di Akademi. Dan itu berurutan sesuai penjelasan sebelumnya.


"Yang namanya sistem kasta itu merepotkan. Apa Ratu Sihir tidak peduli dengan itu?" tanya Elvina capek.


"Ironisnya, sistem kasta yang terbentuk itu membantu peningkatan para siswa. Jadi selama tidak melewati batas, Ratu sihir dan kepala sekolah tidak akan bertindak."


"Kak... sepertinya bekerja disini akan merepotkan. Aku lebih suka mendirikan guild informasi sampai ke Benua Iblis daripada jadi guru," keluh Elvina.


"Ah... aku paham perasaanmu."


"Yah... lagipula tugas kita hanya membantu Lix saja. Misi utama kitakan menguasai informasi di Benua Manusia. Akademi adalah bagiannya Lix, jadi tidak perlu pusing-pusing."


"Benar sih. Benua Manusia adalah bagian kita. Akademi Mackenzie bagian Feirlyx dan Benua Sihir bagiannya Aqua. Kita cukup bertanggung jawab di bagian masing-masing," ujar Elvira.


"Dasar anak itu... padahal situasinya masih rumit. Meski begitu dia masih mau mengurus sendiri Benua Sihir. Padahal dia bisa sedikit mengandalkan kita."


"Pasti ada alasannya... lagian anggota ke 6 dan 7 Raven katanya ada di Benua Sihir. Pasti Aqua mau merekrut sendiri mereka berdua."


"Anggota terakhir ya... kira-kira siapa anggota ke-7 ya? Kalau yang ke-6 kan si Dwarf itu. Tapi kita belum dengar yang ke-7."


"Nanti kita akan tau sendiri. Siapapun dia, pasti adalah orang dengan kemampuan dan potensi yang tinggi. Karena yang memilihnya adalah Aqua sendiri," jawab Elvira santai.


"Itu sih memang kak... tapi tetap aja akukan penasaran. Akhhh!!! Aku pengen cepat ketemu Aqua lagi!!!!" gerutu Elvina.


"Pfftt... aku juga."


Tak terasa, mereka berdua sudah sampai didepan gedung utama tempat Divisi Attack Magic berada. Di Akademi, Divisi Attack Magic berada di gedung Winter. Divisi Healing Magic dan Protective Magic berada di gedung Summer. Sedangkan Magic Tool dan Support Magic berada di gedung Spring. Gedung ditengah-tengah tiga gedung utama tempat dewan OSIS dan guru disebut gedung Autumn.


"Sepertinya kita berpisah disini. Sampai jumpa lagi saat waktu mengajar selesai, Vina."


Elvira sedikit sedih karena ingin menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan adiknya.


Melihatnya Elvina terkikik geli. Tanpa aba-aba, wanita itu mencium pipi kakak kembarnya yang terlihat kesepian.


"Fufufu... sampai jumpa lagi kakak."


"!"


Elvira membeku di tempat karena adiknya. Wajahnya sedikit memerah, tangan kanannya menyentuh pipi yang dicium adiknya tadi.


"Bodoh... kita ini lagi di sekolah!"


...***...


Dungeon Lantai 96


"Hatchiii!!!!!"


Suara bersin yang cukup nyaring terdengar dari seorang anak yang sedang membunuh beberapa beruang kutub besar.


"Pasti ada yang membicarakanku."


Anak itu menggosok hidungnya agak kasar. Tumpukan beruang berlevel tinggi dibawah kakinya semakin bertambah. Darah biru mengalir seperti sungai kecil dari tumpukan mayat beruang, seluruh benda yang dilewati aliran darah biru langsung menguap begitu saja.


"Ini merepotkan. Siapa yang sangka kalau darah beruang mengandung zat asam korosif," keluh anak itu.


"Bentar! Asam korosif? Mungkin ini akan berguna nanti. Bisa saja ada sesuatu yang butuh ini, aku harus menyimpannya sebelum hilang."


"Baiklah, aku sudah membunuh 37 beruang. Apa masih ada yang tersisa?"


Tidak terlihat lagi beruang kutub dalam radius 1 km, kelihatannya anak itu sudah membersihkan wilayah beruang kutub. Secara penampilan, beruang kutub disini tak ada bedanya dengan di Bumi, selain ukurannya. Namun beruang kutub itu bisa menembakkan racun korosif dan mempunyai mulut raksasa diperutnya yang terkadang terbuka saat menembak. Darah beruang itu juga mengandung zat asam korosif yang bisa langsung menguapkan benda yang terkena cairannya.


"Monster disini beruang kutub. Kalau gitu, bossnya kayak gimana? Apa mungkin Yeti? Pfftt... yah, kalau itu Yeti mungkin akan menyenangkan," tebak Aqua.


Aqua sudah selesai menyimpan darah beruang dan mengisap tubuhnya dengan Gluttony. Anak itu tidak langsung pergi ke ruangan boss begitu saja. Dia tidak tau apa yang akan dihadapinya, musuhnya sebelumnya terlalu sulit dikalahkan tanpa persiapan. Jadi Aqua bermaksud tinggal selama 1 bulan di sana untuk berburu beruang dulu. Lagipula waktunya masih banyak.


Selama 1 bulan, anak itu terus-menerus berburu beruang setiap harinya. Saat dirasa sudah cukup, barulah dia mencari wilayah boss.


"Yang benar saja... kenapa wilayah boss nya merepotkan begini..." keluh anak itu.


Seperti keluhan Aqua, tempat boss lantai 96 berada sangat tidak cocok untuk orang yang tidak bisa terbang atau berenang. Saat ini Aqua tengah berdiri di ujung jurang es dimana tepat dibawahnya terdapat lautan luas yang sangat dingin. Benar, wilayah boss lantai 96 ada di laut.


"Aku akan sangat bersyukur kalah Yeti adalah bossnya. Tapi kayaknya ini lebih menyusahkan dari Yeti."


"Disaat seperti ini aku sangat merindukan sihir praktis seperti fly."


BYUUUUURRRRRRRR


Semburan ombak naik tinggi hingga menghantam wajah Aqua sampai basah kuyup. Dari jauh terlihat penyebab ombak yang begitu berisik. Makhluk mengerikan dengan ukuran yang jauh lebih besar dari Kraken yang dulu dihadapi Aqua.


Makhluk raksasa yang sangat identik dengan sebutan monster laut sesungguhnya. Monster itu memiliki sisik biru gelap yang sangat keras dan mampu menghancurkan semua jenis senjata. Selain itu ia juga memiliki mata yang bercahaya yang digunakan untuk melihat di lautan yang dalam dan gelap. Dengan ukurannya itu, Kraken hanyalah camilan saja baginya. Karena monster itu memiliki panjang sekitar 200 km dan lebar 500 m.


Makhluk yang disebut-sebut sebagai penjaga lautan dan ular naga laut yang mengarungi Samudera, nama makhluk itu adalah...


Leviathan.


"Ahaha... lupakan soal bossnya. Ayo kita hunting beruang saja sampai 11 bulan kedepan," ucap Aqua gemetar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Moshi Moshi!!! Cha_nyann desu. Lama tak jumpa!!! Kedatangan author kali ini karena author kepingin bilang sesuatu. Tadi malam author gak bisa tidur karena kebanyakan minum kopi. Jadi di kasur, author nge halu tentang jalan cerita TFBG... eh malas keasyikan. Jadinya garis besar cerita ini udah author tulis di note. Dan yah... jujur aja nih ya...


Kayaknya.....


Cerita Perjalanan Aqua di TDBG masih jauhhhh banget. Ini aja Aqua belum lengkap karakter pentingnya, sebenarnya bisa dibilang sejauh ini masih Orientasi, dan itu pun belum selesai. Kayaknya 2 season akan habis cuma buat orientasi aja, hehe...


Intinya cerita ini masih jauh dari selesai. Mungkin aja nih ya... mungkin, Lo ya... beneran cuma nebak Lo ini...


Bisa jadi nih Web novel bisa sampai 1000 chapter lebih :v


Banyak dari kalian yg pingen Aqua jadi dewa lah, jadi yg paling op lah, setialah, dll. Oke!! Author akan menjawab perasaan kalian semua. Lihat saja!!! Anakku akan jadi yang terbaik!!!!!


Aku akan membesarkan anakku sampai jadi Dewa nanti!!!!!!


Hidup TDBG!!!!!! ]