The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 79 [ Jiwa Yang Terpisah ]



AQUA POV


{ ......... Beneran deh. Jangan membuat jomblo iri mentang-mentang kamu sudah punya tunangan, Aqua! }


Aku menoleh ke asal suara itu. Peri kecil yang terlihat agak transparan masuk begitu saja ke rumahku.


"Oh, Aure ya. Lama tak jumpa!" balasku santai.


{ Lama tak jumpa... Dengkulmu!!! Karena kamu gak keluar-keluar, makanya aku datang lagi!!! Kaukira berapa banyak orang yang menunggu mu!!!!! }


Aure sangat marah begitu dia tiba. Aku paham alasan dia marah, tapi tidak seharusnya dia langsung begitu setelah sekian lama tak bertemu lagi.


Tanpa Aqua sadari, Aure memasuki dungeon dengan perasaan khawatir karena Aqua seharusnya sudah keluar sejak 5-8 tahun yang lalu kalau berjalan lancar. Tapi meskipun sudah ditunggu 10 tahun ( waktu dungeon ), Aqua tidak keluar-keluar. Bagaimana dia tidak khawatir?!


{ Aku mengkhawatirkanmu sialan! Tapi apa-apaan ini?! Ternyata kamu menunda-nunda keluar karena punya kekasih baru!!!!! }


Suara cempreng Aure menusuk telingaku. Mika hanya tertawa kecil melihat kami berdua.


"Jangan marah. Aku bukannya menunda keluarnya aku karena ingin bermain-main. Saat ini aku dan Mika sedang melakukan penelitian dan berlatih bersama."


{ Heh! Penelitian katamu?! Paling bukan hal penting }


Aure terlalu meremehkanku. Sebenarnya dia tidak murni begitu, hanya saja baginya penelitian apapun itu akan remeh jika dibandingkan perasaan teman-teman Aqua yang menunggunya kembali.


"Iya, bukan hal penting kok. Cuma percobaan unlimited mana dan penggabungan ras atau elemen lebih dari 2. Akhir-akhir ini kami juga mencoba menggunakan sihir non-elemen yang lebih berguna. Bukan hal penting, kok."


Aku berusaha membuat kata-kataku tadi terdengar merendah, namun sepertinya semua itu kuucapkan penuh kebanggaan.


{ Apa?!!! Unlimited mana?!! Penggabungan ras?!! A... a... aaa... }


Aure tidak bisa berkata-kata saking terkejutnya. Penelitian yang dilakukan Mika dan aku adalah hal yang dianggap mustahil dan tabu bagi kebanyakan ras di Demetria. Tak heran reaksinya begitu.


"Yah... seperti katamu, itu tidak penting. Lupakan itu, apa maksudmu tunangan?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. Ini yang sedari tadi membuatku penasaran.


Tunangan ya...


Kalau Aure menebak karena melihat aku tidur di pangkuan Mika, itu bisa saja. Tapi peri ini bukan peri yang peka, jadi pasti bukan itu. Apa ada alasan lain?


Satu-satunya tunanganku cuma Ruby... dan itupun hanyalah kontrak.


{ Itu penting!!!! Arghh!!! Sudahlah!!! }


Aure melipat kedua tangannya di dada. Peri kecil itu terbang mendekati Mika dan menatapnya lekat-lekat.


Mika sedikit tidak nyaman dengan tatapan Aure yang penuh kecurigaan itu. Dia hanya tersenyum canggung.


{ Kenapa kamu menanyakan hal yang sudah pasti begitu? }


"?"


Aku dan Mika tidak mengerti maksud Aure. Kenapa pertunangan kami sudah pasti? Meski aku sebenarnya menyukai Mika sebagai lawan jenis, hubungan kami belum resmi. Aku tidak ingin menembaknya sebelum memperjelas situasiku. Setidaknya sampai aku mengakhiri pertunanganku dengan Ruby setelah tujuannya tercapai


{ Kan kamu sendiri yang mengikat kontrak pertunangan. Kenapa malah tanya aku? Aku tau karena benang merah kontrak terhubung antara kalian... }


"?!"


"Apa katamu?!!!" kagetku.


Tunggu!? Gimana bisa gitu coba!?


Aku bangun dengan cepat dan mengguncang tubuh kecil Aure.


"Jelaskan padaku!!! Aku hanya mengikat kontrak pertunangan dengan satu orang. Gimana bisa Mika juga?!"


Mata Aure berkunang-kunang. Kepalanya pusing karena guncangan ini.


{ Hentikan!!! Aku... pusing!!! }


"Ah, maaf."


Aku melepaskan Aure hati-hati. Tadi secara spontan tubuhku bergerak sendiri. Yang dikatakan Aure terlalu mengejutkan.


"Jadi?! Kenapa bisa begitu?!!" tanyaku tak percaya.


Padahal sebenarnya lebih dari siapapun, Mika adalah yang paling bingung disini.


"Sebenarnya dari tadi mereka bahas apa?"


{ Mana aku tau!! Aku cuma bisa melihat benang kontrak yang menghubungkan kalian dengan mataku! Itu aja!! }


Itu harusnya tidak mungkin! Pertunanganku dengan Ruby tidak ada hubungannya dengan Mika. Kenapa Mika juga jadi ikut bertunangan denganku sekarang?!


"Oi~ bisa kalian jelaskan dulu padaku? Dari tadi kalian ini ngomongin apa?" tanya Mika dengan senyum menyeramkan.


Bagaimana aku harus menjelaskannya?!


".......... Seperti kamu yang menjelaskan situasimu saat itu, kupikir kamu juga berhak tau situasiku."


Karena tidak tau harus menjelaskan darimana, aku memberitahu Mika semuanya sejak aku keluar dari panti asuhan. Satu-satunya hal yang kututupi hanyalah bagian aku yang berenkarnasi ke dunia game.


Mika menyimak baik-baik ceritaku tanpa menyela sedikitpun. Wajah serius Mika yang seperti itu hanya pernah kulihat saat dia melakukan penelitian. Karena Aure tidak tertarik, dia meninggalkan kami untuk melihat-lihat lantai 100 sampai ceritaku selesai.


"Itu semuanya sampai aku bertemu denganmu," kataku mengakhiri cerita.


"......."


Apa dia marah karena aku menyetujui pertunangan dengan Ruby begitu saja?


Tidak... dia pasti marah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sementara itu didalam pikiran Michael


MIKA POV


Mulutku tertutup rapat. Saat ini aku benar-benar tidak tau harus berkata apa pada anak didepanku ini.


Aqua serius menjelaskan semuanya dari awal, bukan hanya tentang pertunangan itu. Dari sana aku tau kalau Aqua benar-benar menghargaiku.


Hufth...


Pertunangan...


Airella dan Tiara...


Aku yang sangat mirip dengan Tiara...


Butuh waktu untuk kepalaku mencerna semua yang dia jelaskan.


Saat ini aku sangat berharap kalau aku tidak peka. Gimana ya... selama orang itu punya kepekaan sedikit saja, dia pasti menyadari yang sebenarnya terjadi pada kami.


"Kamu juga pasti menyadarinya, kan? Yang ingin kau lakukan hanya memastikannya. Apa aku salah?"


"!"


Setelah agak lama berpikir, aku akhirnya mengatakan sesuatu dari mulutku. Aqua terkejut sesaat, namun langsung tenang kembali.


"Kamu benar... disudut pikiranku, aku menyadari itu," balas Aqua agak ragu.


Ya. Penjelasan tentang situasi ini hanya satu.


"Kontrak darah adalah kontrak yang mengikat jiwa. Satu-satunya alasan aku juga terhubung dengan kontrak kalian hanya... karena jiwaku juga memiliki hubungan."


"Aqua... teori ini memiliki bukti pendukung yang cukup kuat. Saat ini jiwaku tidak lengkap, kau tau itu. Selama ini aku berpikir... kalau bisa saja jiwaku yang tidak bersamaku akan memiliki tubuh yang berbeda."


"Ini lucu... tidak kusangka itu benar."


"Mika..."


"Tapi yang paling mengejutkan... bisa-bisanya jiwaku yang terpisah itu juga berhubungan denganmu. Apa takdir sedang mempermainkan kita?"


Aku memegangi kepalaku yang kepenuhan informasi.


Akan sangat butuh waktu sampai aku bisa menerima semua ini.


Aqua memasang ekspresi serius. Dia meminta izin pergi mencari Aure. Aku mengizinkannya, lagipula aku juga butuh waktu sendiri sebentar.


Kutidurkan tubuhku di lantai kayu yang dingin ini.


Entahlah dengan semuanya...


Aku lelah...


Ah, aku hampir lupa. Dari tadi ada yang menggangguku. Aku tau hubunganku dengan Ruby, tapi bagaimana dengan Tiara? Aqua bilang dia memiliki ingatan kehidupan masa lalu dan Tiara adalah adik perempuannya saat itu. Aku juga tau kalau setiap jiwa memiliki kehidupan sebelumnya. Roda reinkarnasi itu di atur langsung oleh Dewa Dionisos, sang Dewa reinkarnasi.


Tiara... Aqua... Airella... dan Aku...


Semua hal yang seharusnya tidak saling berhubungan mulai mendekat satu sama lain.


Dewi... apa andalah yang menghubungkan semua ini?


Kalau benar... bisakah anda jelaskan pada saya semuanya?


.........


Ah... apa yang kupikirkan...?


Karena terasa sangat berat, mata ini mulai terpejam.


"Apa mungkin aku adalah reinkarnasi Tiara, adik Aqua dulu?" gumamku pelan.