The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 119 [ Kemarahan Para Elf ]



Seminggu telah berlalu sejak Turquoise pergi ke Kekaisaran Levana. Hari-hari damai dan menenangkan menyelimuti Aqua selama itu.


Sementara dirinya tiduran santai di atap istana, menikmati matahari pagi, tidak ada seorangpun pelayan maupun tetua yang tidak gelisah. Sejauh ini, yang mengetahui apa yang dilakukan Aqua pada pangeran dan putri kecil dan tindakan mereka hanyalah tetua dan pelayan istana.


Dari kemarin para tetua membujuknya untuk segera mengabari rakyat, karena para Elf mulai merasa ada yang aneh sejak istana tidak menerima tamu.


"Pangeran Aquamarine, kapan anda akan memberitahu rakyat? Kami tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama."


Salah satu tetua menghampiri Aqua dengan wajah tegas.


Aqua hanya meliriknya malas. Tapi karena para tetua sudah jauh-jauh datang, dia tidak bisa tidak menanggapinya.


"Turquoise harusnya kembali hari ini, kan?"


"..... Benar, jika tanpa halangan..."


"Baiklah, kurasa memang sudah saatnya."


Aqua bangun dari bangku tidur yang dibuatnya itu. Setelah merapikan pakaiannya, Aqua berjalan memasuki istana dengan diikuti para tetua.


Beberapa waktu sebelum Turquoise meninggalkan istana, para tetua benar-benar dikejutkan oleh fakta bahwa Pangeran Aquamarine sama sekali tidak kehilangan ingatannya dan menjadi bodoh. Pangeran bodoh yang selama ini mereka kira ternyata memiliki wibawa dan aura yang melebihi Ratu sebelumnya. Sebelum mereka menyadarinya, mereka sudah patuh pada Aqua seperti Aqua memang ada di posisi yang sama dengan Ratu.


Pada saat itu, Aqua mengatakan sesuatu seperti Turquoise sudah ditipu oleh wanita iblis dan membuat anak tanpa tau bahwa anaknya adalah setengah iblis. Begitu mendengarnya, para tetua sangat marah dan langsung setuju mengikuti rencana Aqua.


"Kumpulkan semua Elf di satu tempat. Dirikan tiang penyucian untuk para iblis itu. Lalu kita biarkan rakyat yang menentukan hukuman untuk mereka," seringai Aqua membuat para tetua merinding.


"Baik, Yang Mulia!!!"


Jalan yang mereka tuju bercabang. Aqua berpisah dengan para tetua untuk melakukan hal lainnya.


"Yang Mulia? Anda mau kemana?"


"Aku akan menjemput sendiri tersangkanya."


Para tetua berusaha menghentikan Aqua. Mereka hanya tau, yang membunuh wanita iblis dan membuat anaknya terluka parah adalah kelompok misterius yang datang dengan Aqua dulu. Mereka sama sekali tidak tau kekuatan asli Aqua.


"Apa kalian pikir aku selemah itu? Menurutlah dan lakukan perintahku!" seru Aqua dingin.


".... Baik, Yang Mulia!"


Meski agak ragu, tapi firasat mereka mengatakan bahwa Aqua tidak akan berada dalam masalah.


Beberapa dari mereka menyadari, bahwa Aqua yang dulu berbeda dengan yang sekarang.


Aqua menuruni tangga dengan mood yang baik, dia juga bersiul-siul senang.


"Hmm~ aku penasaran dengan kondisi mereka."


Tibalah Aqua di lantai 3 gedung itu. Lantai ini adalah lantai untuk para pangeran dan putri kecil. Bisa dibilang ini lantai khusus kamar anak Pangeran dan Putri. Sebelum Amethyst naik tahta, Aqua, Citrine dan Turquoise tinggal di lantai ini.


Aqua berhenti di depan pintu mewah dengan hiasan yang sangat indah. Meski tempat ini mewah dan indah, tak ada pelayan yang mendekati tempat ini. Sebenarnya Aqua sama sekali tidak memerintahkan apapun pada para pelayan. Dia tidak melarang pelayan memberi makan, membukakan pintu atau yang lainnya. Jadi menjauhi tempat ini dan iblis didalamnya adalah inisiatif para pelayan itu sendiri.


Disentuhnya pintu itu pelan. Lingkaran sihir yang menyegel ruangan itu terlepas setelah Aqua memasukkan sedikit mana kedalamnya.


"Halo keponakan-keponakan tercinta paman!! Apa kalian sudah puas main bersama ibu kalian???"


Dengan riangnya, Aqua masuk ke kamar itu tanpa mengetuk pintu.


Terlihat dua anak iblis full perubahan terduduk di sudut ruangan dengan mata mati. Tubuh mereka kotor dan bau dengan darah atau cairan tubuh lainnya, air mata seakan mengering karena keluar terlalu banyak. Tak jauh dari sana, mayat seorang wanita iblis sudah tidak berbentuk lagi kecuali bagian kepala yang ditaruh rapi di kasur.


Melihat bekas kotoran di pipi kedua anak itu dan hilangnya sebagian besar tubuh sang ibu, Aqua langsung tau situasinya.


"Ish ish ish... padahal paman sudah jauh-jauh datang demi kalian. Apa kalian tidak senang melihat paman?" tanya Aqua.


Mata Veni langsung mengkilat tajam. Dengan sisa kekuatannya, gadis itu melaju dengan cepat ke arah Aqua. Ditangan gadis itu, ada kuku tajam ibunya sebagai senjata.


Tentu saja itu sama sekali tidak cukup bahkan untuk menggores Aqua. Hanya dengan berputar sedikit dan mengeluarkan sedikit tenaga, Aqua menghindar lalu membanting gadis itu ke arah adiknya.


"Kamu ini gak ada kapok-kapoknya ya..." senyum Aqua.


"BAJINGAN!!!! Apa lagi yang kau mau?!! Apa membunuh ibu masih belum cukup bagimu?!!! Sebenarnya apa yang kami lakukan hingga kamu melakukan semua ini?!!!" marah Veni.


Aqua memutar kuku sang wanita iblis yang dia rebut tadi di tangannya.


"Sebenarnya aku tidak punya masalah dengan kalian. Aku hanya punya masalah dengan ayah kalian..."


"KALAU BEGITU KENAPA?!!!"


Aqua tersenyum mendengar pertanyaan bodoh Veni.


"Aku memang tidak punya. Tapi bukan berarti orang-orang di luar tidak punya."


"?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"BUNUH MEREKA!!!!!!"


"SIKSA MEREKA HINGGA MENDERITA!!!!!!"


"IBLIS SEPERTI MEREKA TIDAK PANTAS HIDUP!!!!"


"MATI SAJA KALIAN!!!!!!!!"


"MAKHLUK SEPERTI KALIAN TIDAK PANTAS HIDUP!!!!"


"KEMBALIKAN ANAKKU!!!!!!!"


Dengan santainya, Aqua menarik kedua anak itu memakai rantai sihir ke panggung yang dikelilingi ratusan Elf yang murka.


Sebelumnya Veni dan Khorin diperlakukan baik dan sangat ramah oleh para Elf meski mereka adalah Half, namun perlakuan para Elf sekarang 180° berbeda dari sebelumnya. Jadi itu membuat kedua anak yang pernah berharap akan di tolong warga Kerajaan langsung shock berat.


"Bagaimana? Apa kamu sudah tau jawabannya?" tanya Aqua menambah shock Veni dan Khorin.


Tatapan marah, keinginan membunuh dan cibiran pedas yang dilontarkan para Elf membuat kedua anak ini takut. Mereka tidak berani mengangkat kepalanya.


Jika tadinya mereka bebas mempermainkan nyawa Elf karena ayah dan ibunya ada dibelakang mereka, sekarang mereka tidak memiliki siapapun.


SWIIIIIINGGGG


DUKKGG


Batu terlempar langsung ke kepala Veni hingga membuatnya berdarah. Arah dari batu itu adalah tempat para Elf berkumpul. Tidak hanya sekali, para Elf melempari kedua anak itu dengan batu berkali-kali.


Veni dan Khorin gemetaran ketakutan. Mereka belum pernah di hadapkan dengan keinginan membunuh dari orang sebanyak ini. Untuk pertama kalinya, mereka mengetahui perilaku yang diberikan ras lain pada iblis. Tapi dalam kasus mereka, ini jauh lebih parah. Ini karena dendam keluarga korban yang mereka siksa dan makan.


Hanya saja, para Elf tidak bertingkah melebihi batas karena Pangeran Aquamarine juga ada di panggung itu.


"Semuanya!! Seperti yang kalian semua tau! Yang Mulia Pangeran Aquamarine sudah mengetahui siasat buruk iblis sialan yang berani menipu Pangeran pertama kita! Beliau rela menyamarkan kepulangannya demi membongkar kedok iblis durjana ini!!"


Seorang tetua Elf wanita menyuarakan kata-katanya dengan lantang.


"Namun bukan hanya itu! Dalang di balik kematianTuan Putri tercinta kita jugalah karena iblis ini!!!!"


Jeritan para Elf bergema memenuhi kerajaan. Semua Elf marah dan murka pada ketiga iblis yang menyusup dan menipu mereka. Disisi lain, mereka juga senang dan bangga pada Pangeran mereka yang sudah menyadarkan dan membongkar semuanya.


Aqua mengangkat tangannya. Hanya dari itu, semua Elf langsung diam.


"Aku paham akan kemarahan kalian. Karena aku sendiri juga dendam terhadap kematian kakakku tersayang."


"Namun tidak adil jika aku menjadi satu-satunya yang bisa membalaskan dendamku sendiri. Jadi aku akan memberikan kesempatan pada keluarga korban untuk menghukum mereka."


Kata-kata Aqua membuat semua Elf tersentuh. Padahal seharusnya, dia yang paling marah akan semua ini. Namun dia menahan dirinya untuk rakyatnya.


"Aku akan memberi kalian kesempatan. Silahkan naik dan lakukan sendiri apapun yang kalian inginkan. Aku akan menjamin keselamatan kalian dari tangan iblis ini. Jadi jangan takut dan kemarilah."


Para Elf berbondong-bondong mengangkat tangannya untuk naik. Berkat arahan para tetua, mereka semua berhasil baris dengan rapi menuju panggung.


"Baiklah, aku tau kalian sudah tidak sabar lagi. Mari kita mulai aca-"


"Ada ribut-ribut apa ini? Padahal kami sudah kembali ke Kerajaan, tapi tidak ada yang menyambut kami. Ternyata kalian semua berkumpul disini."


Suara yang mereka kenali terdengar jauh di belakang kerumunan.


Semua Elf yang berkerumun didepan panggung segera membuka jalan.


Pada mulanya, pemilik suara itu bertanya dengan nada riang. Namun begitu dia bisa melihat apa yang ada didepan sana, ekspresinya langsung berubah gelap.


"Apa... Apa yang terjadi disini?!" tanya pemilik suara itu gemetar.


"KATAKAN PADAKU APA YANG KALIAN SEMUA LAKUKAN?!!!!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Udah lama author gak curhat :v Numpang cerita, karena GI lagi ramai2 nya, author ikutan download. Dulu pas masih awal2, author batalin niat download karena besar banget. Tapi sekarang karena bosan sama yang lainnya, jadi rela download sampai ngapus 30 GB anime di hp :v ]


[ Nah, belum ada 20 hari sejak author main game ini. Untuk para pembacaku yang sudah jadi High Level Player, apakah ada tips untuk author gitu? (。•̀ᴗ-)✧ ]


[ Sebagai gantinya, besok update deh :D ]


[ Eakk, nyogok ಡ ͜ ʖ ಡ ]


[ Btw, coba tengok ni juga (≧▽≦) ]