The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S3) Chapter 180 [ Kegemparan Dunia ]



Eve tidak berhenti menangis bahkan setelah Eli melakukan yang terbaik untuk menenangkannya. Hati Aqua terluka melihat Eve seperti itu. Meskipun Aqua tau bahwa Eve pasti akan marah padanya nanti, dia tidak mengurungkan niatnya. Jari Aqua bercahaya, dengan jarinya, Aqua menyentuh kening Eve. Mendadak Eve tertidur di pelukan Eli dengan mata sembab.


Eli, "...?"


Aqua menatap Eve penuh arti, ".... Seharusnya aku melakukan ini dari tadi."


Anak itu menggendong Eve dan meletakkannya dengan hati-hati di sofa panjang depan Lix. Terlihat dengan jelas kalau gadis itu sangat tertekan dan terluka akan fakta kejatuhan Benua Melayang dari kondisinya.


"Dia menangis sepanjang perjalanan kemari, meski begitu dia tetap berusaha mengontrol emosinya agar dia bisa mendengarkan apa yang terjadi dengan kepala dingin," ucap Aqua.


"Tapi dampak dari kehilangan keluarga tidak semudah itu di kendalikan. Gadis ini belum siap mendengarkan apa yang terjadi."


"Aku... Minta maaf... aku harusnya gak tanya itu tadi..." sesal Eli.


"Tidak apa, aku tau kau menanyakan itu karena khawatir padanya. Dia juga pasti tau itu."


"...Iya."


Kini wajah Aqua berbalik menatap Elvira dan Elvina. "Kalian tau alasan aku mengundang kalian kemari setelah mendengar semua tadi, bukan?"


"Ha~ahh... lagi-lagi kamu memberikan pekerjaan merepotkan dengan deadline yang singkat," keluh Elvira.


"Sekarang keadaan darurat," tatap Aqua.


"Aku tau, aku tau. Tapi tetap saja. Aku tidak bisa melakukannya dalam waktu singkat. Apalagi baru beberapa menit sejak itu terjadi," jawab Elvira.


"Berapa lama?"


"....."


Elvira menatap Aqua tak percaya. Tak peduli sekuat apapun Guild Informasi, mendapatkan informasi dari Benua Melayang dan Benua Iblis dalam waktu singkat adalah hal yang sangat sulit.


"Kalau aku sendirian mungkin butuh waktu 5 jam. Tapi kalau bersama Vina... 2 jam saja."


"Lama. 1 jam."


"Jangan bercanda!! Kau kira mengumpulkan informasi dari Benua Melayang semudah itu!!!" marah Elvina.


Elvira merentangkan tangan kanannya ke depan Elvina seolah menyuruhnya diam. "1,5 jam. Tidak bisa lebih singkat. Sebagai gantinya, kami butuh manamu karena mana kami akan habis setelah lewat 1 jam."


"......"


Aqua memikirkan banyak hal dan banyak kemungkinan.


Akhirnya anak itu mengangguk. "Baiklah. Akan kuberi manaku. Temukan informasi sebanyak yang kalian bisa dalam waktu 1,5 jam itu. Kita tidak boleh membuang waktu lebih lama lagi."


"Tidak banyak makhluk di dunia ini yang setara dengan Arc-Angel dan bersedia melindungi dunia sebagai ganti mereka. Kita juga tidak mungkin melakukannya. Untuk saat ini. Jadi setidaknya, aku ingin kita melakukan semua yang kita bisa."


"Bukan untuk menyelamatkan dunia. Tapi untuk bertahan hidup. Mengerti?" tanya Aqua.


"Ya."


Aqua berdiri dan memasang kembali topengnya.


"Kalau yang menjadi musuh kita adalah Nostra. Maka ini bukan hanya melibatkan kita saja. Dunia harus tau soal ini."


"Wrath, pergi ke Kekaisaran Levana! Sloth, pergi ke Menara Sihir! Greed, pergi ke Kerajaan Vittacelar. Sampaikan berita ini atas nama Raven dan Guild Informasi dan minta mereka menyebarkannya. Lalu katakan pada mereka bahwa kita akan berikan rinciannya 2 jam lagi, gratis. Dengan begitu mereka akan berhutang pada kita dan kita bisa memanfaatkannya nanti."


"Baik!!!"


Tanpa ba-bi-bu, Wrath, Sloth dan Greed langsung pergi dengan cepat menggunakan kertas teleportasi. Pride dan Lust sendiri sudah duduk di meja mereka dan saling berhadapan dengan tangan menggenggam satu sama lain. Di kening mereka, muncul sebuah tanda fenrir yang bercahaya ungu dan pink yang berkebalikan dengan warna rambut mereka.


Keduanya tengah melakukan link dengan anggota Guild Informasi yang berada di sekitar Benua Melayang serta menyerap informasi dari mereka. Berbeda dengan telepati, yang sedang mereka lakukan lebih seperti transfer data. Data tersebut berupa ingatan yang telah di pilah dan dikirim ke kepala mereka oleh anggota guild. Inilah salah satu alasan kenapa Guild Informasi dapat memperoleh informasi paling cepat dari orang lain.


Sementara itu, Aqua meninggalkan Guild Informasi ke suatu tempat tanpa mengatakannya pada Raven lainnya. Sesaat sebelum dia pergi, dia menatap Eve sejenak.


"Terlalu banyak hal yang terjadi dalam waktu singkat, tanpa memberinya waktu untuk istirahat."


"Kuharap kau tidak terlalu memaksakan diri."


Pagi itu, dunia di guncang hebat. Genderang perang yang disampaikan Nostra, telah mencapai telinga semua orang berkat kelompok rahasia yang menampakkan dirinya.


Masing-masing dari Raven berhasil melakukan tugasnya. Wrath, Sloth dan Greed menemui orang paling penting dari wilayah tersebut yaitu Kaisar Levana, Ratu Sihir dan Ratu Elf serta menyampaikan informasi tersebut. Tentu saja hal itu menimbulkan reaksi yang luar biasa.


Tepat 1,5 jam setelah itu, Pride dan Lust selesai mengekstrak informasi. Dan diketahuilah garis besar hal yang terjadi di Benua Melayang. Mulai dari serangan Kursi ke 3 dan 8 Nostra, Lucifer dan Hecate. Sampai kejatuhan Benua Melayang oleh Kursi kedua, Ifigenia. Hanya mengetahui hal tersebut saja telah menguras seluruh mana sang guild master. Hal itu karena dia mengekstrak informasi tersebut dari anggota yang tewas karena lokasi yang terlalu dekat dengan kejadian.


Tak menunggu lama, Guild Informasi mengirim berkas informasi tersebut pada orang-orang penting dunia. Hanya untuk kali ini saja, Guild Informasi bersedia menyediakan informasi secara gratis pada kliennya.


Karena informasi ini datang dari Guild Informasi, kebenarannya dapat dipastikan 100% benar. Ketiga orang penting tersebut segera menyebar luaskan pesan darurat ini ke Kerajaan dan Kekaisaran lain yang berafiliasi dengan mereka.


Kegemparan yang dihasilkan sangat teramat besar. Fakta bahwa Benua Melayang rubuh dan ribuan Malaikat tewas saja sudah membuat tingkat bahaya situasi ini melonjak drastis. Yang tadinya perang tersebut hanya mengundang para orang penting masih-masing wilayah untuk membantu saja, sekarang berubah menjadi masalah semua orang.


Sekarang bukan saatnya memikirkan keuntungan pribadi. Para elite dari masing-masing daerah dikeluarkan tanpa ragu dari persembunyiannya mereka. Bantuan sekecil apapun sangat dibutuhkan sekarang. Bahkan tak sedikit dari kerajaan kekaisaran yang memberlakukan wajib militer pada warganya. Semuanya bersiap untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Karena lawan mereka kali ini, jauh dan jauh lebih kuat dari Raja Iblis.


Makhluk di luar batasan dilarang ikut campur dengan urusan makhluk didalam batasan. Itu adalah pengetahuan umum di Demetria. Karena siapapun yang melanggar, akan mendapatkan karma dari Ratu Peri dan Raja Spirit. Namun bagaimana jika, pemimpin pelanggarnya adalah sosok yang lebih kuat dari penegak hukum tersebut?


WUUUUSSHHHH~


Similir angin yang menyerbak poni Aqua dan aroma laut yang menyelimuti hidungnya membuat suasana pagi buta itu semakin terasa.


Ketika pada rekannya tengah menyebarkan pesan darurat pada dunia, pemimpin Raven ini justru sedang berada di tengah laut sekarang. Dia terbang cukup jauh dari pantai agar tak ada siapapun yang dapat melihatnya. Aqua menyebarkan auranya guna membuat para monster laut enggan mendekat.


Perubahan wujud humanoid dragon nya terlihat cantik berkat pemandangan matahari terbit.


Aqua merentangkan tangannya ke depan. Dia menyalurkan seluruh mana miliknya di satu tempat. Dragon's Eye miliknya seakan menjawab panggilan mana tersebut dan membuat laut bergemuruh hebat.


[[ Mohon Maafkan Kelancangan Saya Yang Mengeluarkan Anda di Lautan Tak Jernih Ini ]]


Kata-kata Aqua terdengar begitu berat. Tidak, itu memang berat. Karena kata-kata itu juga merupakan mantra sekaligus mengandung mana yang luar biasa besar.


[ Dimensions – Come Out ]


GROOOOOOOOOOHHHH


Seakan terjadi gempa didasar laut, gemuruh lautan terdengar begitu keras dan membuat hewan-hewan melarikan diri dari sana. Tak selang lama sejak Aqua menggunakan seluruh mana miliknya demi sihir itu, laut menjadi lebih tinggi seakan volumenya bertambah jutaan liter.


Bayangan gelap raksasa dari dasar laut menakuti makhluk hidup disana. Cahaya mata dari bayangan itu begitu dingin dan tajam, seolah dapat membunuh siapapun hanya dari tatapan mata.


GLEG


"Sudah lama tidak berjumpa... Tuan Leviathan."