The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 38 [ Ratu Pensiun!! ]



"Sekarang kalian taukan perbedaan iblis biasa dan Raja iblis. Makanya… takut dengan iblis biasa itu tindakan bodoh."


Ketiga anak itu terdiam dan masih memikirkan legenda itu. Dunia ternyata lebih menakjubkan dari yang mereka kira.


"...... Tuan Alesta. Apa anda tidak akan menyanyikan lagu itu?" tanya Elvira tiba-tiba.


"! Bagaimana kamu tau tentang lagu itu?" kata Alesta dengan nada curiga.


"?" Aqua, Lox dan Yue tak tau apa yang mereka bicarakan.


"Tidak sekarang, lagu itu masih terlalu awal. Biasanya hanya Elf dewasa yang boleh mendengarnya."


"Saya mengerti."


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Aqua bingung.


"Lagu turun temurun ras Elf. Kalau kamu sudah cukup umur, biar Putri Amethyst saja yang menyanyikannya untukmu," jawab Alesta malas.


"Baiklah…"


PROKKK


Alesta menepuk tangannya.


"Sudah cukup untuk hari ini. Pergilah ke rumah yang kamu maksud. Kita mulai pelajarannya besok!"


Aqua, Lix dan Yue berdiri dan membungkuk. Mereka juga melakukan salam ras Elf.


"Baik, guru!!"


Mereka berlima segera keluar dari rumah Alesta dan menuju ke rumah yang sudah disediakan Amethyst sebelumnya. Tanpa mereka sadari, dari dalam rumah sepasang mata menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Jadi di kehidupan kali ini, anak anda kembali ke dunia ini ya…"


Aqua dan yang lainnya sudah berada di depan rumah yang disediakan Amethyst di sudut Kerajaan agar mereka bisa fokus berlatih.


Pohon itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Sebuah pohon dengan diameter ±10m dan tinggi 15m. Di atas pohon tersebut ada sebuah atap dan balkon untuk melihat pemandangan. Meski bagian dalam pohon kosong karena menjadi rumah, pohon tersebut masih hidup berkat mana hutan Elf yang masih murni. Ada sebuah pintu setinggi 1m di depan dan beberapa jendela yang mengelilingi pohon. Di depan pintu terdapat jalan setapak dari bebatuan dan taman kecil penuh bunga. Suasana sejuk dan alami dilengkapi sungai kecil di sebelah kanan pohon membuat siapapun nyaman tinggal disana.


"Cantiknya…" kagum para perempuan.


"Ini tempat yang bagus, rasanya menyegarkan sekali," puji Lix.


"Benar… aku juga suka," kata Aqua.


Bagian dalam rumah tak kalah cantik. Rumah pohon dengan 3 lantai dan 1 atap. Lantai pertama adalah ruang tamu, ruang pertemuan dan toilet. Lantai kedua adalah ruang keluarga, dapur, toilet dan ruang makan. Lantai ketiga adalah kamar berjumlah 5 kamar yang mengelilingi ruang belajar kecil di tengah. Ada tangga di atas yang mengarah ke atap. Di atappun ada sebuah gazebo dan taman kecil lengkap dengan ayunan.


"Aku selalu berharap bisa punya rumah seperti ini di kehidupan sebelumnya…"


Perabot sudah tersedia di sana. Jadi Aqua dan yang lain tak perlu mengisinya dan bisa langsung tinggal di sana.


"Kita harus berterima kasih pada Putri Amethyst ya…"


"Benar!"


"Baiklah, kita bisa berkeliling untuk lebih melihat-lihat nanti. Pertama mari kita ke lantai 2 dan perkenalan dulu!" seru Aqua riang.


"Oke!"


Kelima orang itu naik ke ruang keluarga di lantai 2. Mereka duduk di sebuah kursi yang terbuat dari kain dan kapas. Benar-benar lembut.


"Kalian pasti sudah mengenalku, tapi biar aku memperkenalkan diri lagi. Namaku Aquamarine, kalian boleh memanggilku Aqua. Aku ini Half-elf, ibuku adalah Putri kedua Kerajaan Vittacelar dan ayahku… sejujurnya aku tidak ingin memanggilnya ayah, dia adalah Kaisar Kekaisaran Levana. Untuk berbagai alasan, aku ingin membuat sebuah organisasi yang akan saling menguntungkan dan saling membantu bernama Raven. Sekian!"


Keempat orang selain Aqua menepukkan tangannya dan tersenyum. Aqua kembali duduk, kini Yue berdiri setelahnya.


"Nama Yue adalah Yue. Bisa dipanggil Yue! Yue paling suka Aqua di dunia ini! Yue itu iblis, banyak manusia dan ras lain mencoba membunuh Yue sebelumnya. Tapi Aqua selalu menjaga dan melindungi Yue, jadi Yue paling sayang Aqua!!!! Kalau Aqua mau buat Raven, maka Yue juga mau ikut dan membantu Aqua. Ah, tapi Yue juga suka sama kalian kok…"


Perkenalan Yue diakhiri senyum mematikan yang bisa membuat siapapun mengalami serangan jantung begitu melihatnya langsung.


"Ah… lucunya!!!!" seru Elvina senang. "Aqua! Boleh aku bawa dia?"


"Tidak!" jawab Aqua langsung.


"Apa-apaan perasaan deja vu ini."


Kali ini giliran Lix yang berdiri.


"Aku Feirlyx, panggil saja Lix. Karena Aqua sudah membawaku dari kehidupan yang menyebalkan, maka aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi. Aku setengah Ashura, jadi kekuatan fisikku akan jadi besar saat aku cukup umur nanti. Bergabung dengan Raven sepertinya menyenangkan, jadi aku hanya melakukannya."


"Hee… iblis dan Ashura. Kamu mempunyai teman yang menarik, Aqua," kata Elvina. Elvira hanya duduk dan senyum-senyum dari tadi. Sungguh sulit menebak apa yang dia pikirkan.


"Kalau begitu, sekarang giliran kami."


Elvira dan Elvina berdiri.


"Namaku Elvira dan dia adik kembarku Elvina. Kami adalah fenrir yang sudah hidup 100 tahunan. Kekuatan asli kami tersegel karena kami kalah saat pertarungan melawan True Dragon sekitar 20 tahun lalu," terang Elvira.


"Saat kami terluka parah dan hampir mati melawan Arachnea, Aqualah yang menyelamatkan kami. Para fenrir memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi pada orang yang sudah dianggap tuan kami, jadi kalian tidak perlu khawatir tentang pengkhianatan atau semacamnya," sambung Elvina.


"Kami akan menyerahkan segalanya untuk membantu tuan kami, Aquamarine. Itulah kenapa kami bergabung dengan Raven."


Aqua, Lix dan Yue bertepuk tangan. Lix sedikit mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Aqua.


"Apa mereka juga anggota yang sudah kamu rencanakan? Bagaimana bisa baru ditinggal 2 hari sudah bawa anggota baru saja," bisik Lix.


"Hehh…"


"Perkenalan sudah selesai. Untuk kenal lebih dekat, bisa dilakukan nanti. Pertama aku menjelaskan sesuatu. Raven akan berisi 7 orang nanti. Ada 2 orang yang memang sudah kuincar sejak awal."


Aqua menatap keluar jendela dan melihat langit yang sudah sore.


"Salah satu anggotanya adalah orang yang tidak boleh dibiarkan jatuh ke tangan orang lain."


Aqua berbalik dan menatap tajam yang lainnya.


"Beberapa saat lagi, setelah urusan kita disini hampir selesai. Kita akan pergi untuk mengambilnya."


Lix mengangkat tangannya.


"Ketua! Siapa anggota yang kau maksud?"


"Seorang anak laki-laki yang diremehkan dan dikucilkan orang-orang desanya. Setahun lagi kita akan pergi ke desa itu. Kita akan menuju desa tersembunyi, Desa Rocco!" jawab Aqua yakin.


"!!"


"Desa Rocco katamu?!" kaget Elvina.


"? Apa kakak tau desa apa itu?" tanya Yue penasaran.


"..... Seperti halnya Kerajaan Vittacelar yang tersembunyi dan tak berhubungan dengan ras lain, Desa Rocco juga sama. Tempat itu berada jauh di pedalaman Gunung Fayra. Dan ras yang menghuninya adalah…"


"Adalah?"


"Mereka… para dwarf."


"Dwarf?!!!!" jerit Lix.


"Ras yang merupakan pembuat senjata terbaik itu? Kudengar senjata buatan dwarf adalah yang terbaik dari yang terbaik. Tapi sangat sulit meminta dwarf membuat senjata, tidak! Jangankan memintanya, bertemu dwarf saja sangat sulit. Setidaknya Elf masih mau berhubungan sedikit, tapi dwarf sangat kolot dan tak mau keluar desa."


"Aqua! Kamu… mau memasukkan dwarf dalam Raven?!!!"


Aqua tersenyum, dia duduk di bola kursi itu dan meletakkan satu kakinya di kaki yang lain.


"Kenapa tidak? Kita membutuhkannya. Jika kita memiliki dwarf, masalah senjata tak perlu lagi dipikirkan."


"Apa menurutmu dwarf akan mengizinkan salah satunya untuk kita? Aku tidak yakin," ucap Elvira ragu.


"Mereka akan melakukannya. Sudah kubilang, kita akan mengambil anak yang dikucilkan para dwarf. Karena anak itu berbeda dari dwarf pada umumnya, bahkan tanpa kita ambil, anak itu akan dibuang begitu dia dewasa."


Aqua tersenyum licik.


"Tapi mereka tidak tau, anak yang akan mereka buang adalah permata yang belum di poles."


Keempat orang itu terpana melihat Aqua. Keempatnya memikirkan hal yang berbeda pada saat yang sama.


Lix, "Sebenarnya bagaimana dia bisa tau informasi semacam itu?"


Elvira, "Anak ini pintar melihat potensi seseorang, dia juga pandai mengatur strategi dan rencana. Saat dewasa nanti, dia pasti menjadi orang yang berbahaya bagi yang memusuhinya."


Elvina, "Kelihatannya menarik, syukurlah tuan kami itu Aqua. Sepertinya aku tidak akan bosan selama bersama dengannya."


Yue, "Aqua hebat! Aqua seperti tau segalanya!!!"


Aqua juga memikirkan sesuatu yang tak kalah serius kala itu.


"Kebangkitan Raja Iblis tinggal 3 tahun lagi. Dalam waktu itu, aku dan Raven harus meningkatkan kekuatan kami sebanyak mungkin. Raja Iblis dan Airella… aku juga harus mencari informasi tentang mereka."


"Sebelum makan malam, aku akan menjelaskan rencana Raven untuk 2 tahun ke depan. Tolong dengarkan baik-baik!" ujar Aqua.


"Baik!!!!"


Waktu telah berlalu dengan cepat. Selama Aqua dan anggota Raven sibuk berdiskusi, pihak istana sedang gempar.


"Yang Mulia! Apa anda yakin?" seru seorang Elf.


"Ya, kupikir sekarang sudah waktunya. Biar Amethyst yang melanjutkan semuanya. Aku sudah terlalu lama duduk disini," jawab Ratu Elf dengan tenangnya.


"Jika itu adalah keputusan, Yang Mulia. Maka saya akan melakukannya sebaik baiknya seperti yang Yang Mulia harapkan pada saya," balas Amethyst.


"Bagus, kuserahkan tiga cucuku dan Kerajaan Vittacelar padamu."


Hari itu menjadi hari yang bersejarah di Kerajaan Vittacelar. Ratu Elf saat ini, Agate Stella El Vittacelar mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ratu Kerajaan Vittacelar dan menyerahkannya pada satu-satunya anak perempuannya yang tersisa, Putri Amethyst Callen El Vittacelar.


Pada malam hari di tanggal yang sama, Kerajaan Vittacelar dihebohkan dengan berita tiba-tiba itu. Seluruh Elf di kerajaan itu, diberitahukan secara langsung oleh Ksatria Elf. Para Elf diminta untuk bersiap menyambut ratu baru mereka keesokan harinya di depan istana.


Tentu berita itu juga terdengar di telinga Aqua dan yang lainnya. Mereka sangat terkejut dengan fakta tiba-tiba itu. Banyak yang menentang Ratu yang mengundurkan diri tiba-tiba. Tapi banyak juga yang mendukungnya, mengingat Ratu sudah memimpin selama 700 tahun. Dan sudah waktunya bagi Ratu selanjutnya memimpin.


Namun…


Hanya segelintir Elf yang tahu alasan sebenarnya Ratu tiba-tiba pensiun.


Ratu berdiri termenung sambil menatap bulan yang bersinar terang. Di tangannya terdapat sebuah surat yang menjadi alasan Ratu Elf pensiun.


"Ashlan… apa ini benar? Perang akan segera dimulai?"


Tak banyak yang tau, sebenarnya Ratu Elf dan pemilik Menara sihir adalah anggota dalam party yang sama. Ya, mereka berdua sama-sama merupakan anggota party pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis sebelumnya.