The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 40 [ Bertemu Dengan Peri ]



Upacara pelantikan segera terjadi setelah semua tokoh penting lengkap. Upacara ini sedikit berbeda dari upacara pelantikan ras manusia. Ratu Elf sebelumnya dan selanjutnya akan berdiri di depan altar yang berisi Pohon Yggdrasil kecil. Kedua Elf itu berlutut di depannya, lalu cahaya kehijauan akan keluar dari Yggdrasil dan mengelilingi ruangan. Dalam pandangan manusia dan ras lain mungkin itu hanya cahaya biasa. Namun tidak dengan Elf, cahaya itu adalah peri-peri kecil.


Mungkin banyak yang belum tau, ras Elf adalah ras yang memiliki darah peri. Seperti spirit, peri tak bisa tinggal lama di dunia. Mereka tinggal di dalam Yggdrasil dan mengawasi serta membantu menjaga keseimbangan dunia. Peri hanya dapat tinggal lama di Demetria saat pemanggilan Elf atau saat mereka sudah berkontrak dengan ras lain.


Peri-peri kecil itu terbang berkeliling aula dan memberi berkat pada orang-orang disana. Aqua belum pernah melihat peri sebelumnya, jadi dia cukup terpesona melihatnya.


"Apa ini pertama kalinya kamu melihat peri?" bisik Citrine.


"Iya, aku tidak tau mereka seindah ini."


"Haha, sejujurnya aku juga pertama kali."


"Eh? Meski kakak sudah tinggal disini 40 tahun?"


"Melihat peri itu tidak mudah, bahkan bagi Elf sekalipun. Jadi perhatian baik-baik!"


Aqua mengangguk, dia setuju. Pengalaman melihat peri akan sangat langka, jadi dia harus memperhatikannya baik-baik. Para peri tertawa dan bersenang-senang mengelilingi Aula, namun mereka sedikit terkejut saat melihat Aqua.


{×¢✓©\=£{¢{©¢[}


{#+(#("-@($!!??}


{£¥~π¢¥£π£!!!!!}


{^¢π¢^&@$-#!}


Entah apa yang dibicarakan para makhluk kecil itu. Mereka mengirim 2 dari mereka untuk kembali ke Yggdrasil. Sisanya mendekati Aqua dan mengamatinya.


"Ke-kenapa?" bingung Aqua.


Mereka mengelilingi Aqua dan saling berbisik-bisik. Itu membuat Aqua sedikit takut dan tidak nyaman.


"Mereka mungkin baru pertama kali melihat Half-elf," bisik Citrine.


"Kayaknya bukan, deh."


Salah satu peri berdiri di depan wajah Aqua. Dia menempelkan wajah kecilnya yang hanya sebesar kepalan tangan anak kecil di dahi Aqua. Dari dahi kecilnya, keluar cahaya kuning yang cepat sekali meredup.


{ Halo! Apa kamu sudah mengerti kami? }


"!"


Tepat setelah kejadian itu, Aqua jadi mengerti apa yang dikatakan para peri.


{ Umm… sepertinya dia sudah mengerti }


Kata-kata peri kecil itu membuat peri lain yang mengelilingi Aqua mendadak ikut ke depan wajahnya.


{ Dia sudah mengerti? }


{ Sudah mengerti sudah mengerti! }


{ Wah… aku baru pertama lihat yang kayak gini!! }


{ Aku mau aku mau }


Peri-peri itu mencicit kecil didepan wajah Aqua. Aqua benar-benar tak tau harus bagaimana saat ini. Saat dia melihat sekelilingnya, sepertinya orang-orang tidak menyadari kalau sebagian peri berada di depannya dan hanya fokus ke upacara penobatan saja.


"Ap-apa ada yang bisa kubantu?" tanya Aqua.


{ Ne ne! Bagaimana bisa kamu punya itu padahal kamu cuma setengah Elf? }


{ Kenapa mana milikmu banyak sekali? }


{ Apa kamu benar-benar manusia? }


{Tidak! Aku mencium bau naga darinya! }


{ Hei! Mau membuat kontrak denganku? }


Aqua dihujani banyak pertanyaan oleh para peri kecil sampai dia tidak tahu harus menjawab yang mana dulu.


{ Kora!!!!!! Jangan banyak bertanya! Anak ini jadi kebingungan gitu kan!! } marah peri yang membuat Aqua mengerti mereka.


Peri lainnya mencicit minta maaf dan diam sejenak.


{ Huh! Apa Undine sudah mengabari Baginda ratu? }


"????"


"?"


Aqua sama sekali tak paham apa yang sedang mereka bicarakan sekarang. Dia memang sudah mengerti bahasanya, tapi dia tak mengerti topik pembicaraannya.


Seorang peri keluar dari Yggdrasil dengan tergesa-gesa. Dia segera menghampiri Aqua.


{ Aure! Aku sudah mengabari Baginda ratu!! }


Aure adalah nama dari peri yang tadi menempelkan dahinya di dahi Aqua.


{ Jadi? Bagaimana respon beliau? }


{ Baginda ratu mau melihat anak ini sendiri! }


{ Apa? Baginda sendiri?! }


{ Iya… anu… apa yang harus kita lakukan? }


{ Apa lagi?! Kalau itu keinginan beliau, kita harus melakukannya. Sekarang sih tidak bisa karena sedang upacara penobatan. Kita masih harus menebar berkat, kita bawa anak ini nanti setelah selesai }


Aqua mencoba mencerna apa yang dia dengar. Baginda ratu yang dimaksud para peri kemungkinan adalah Ratu Peri.


"Aku pernah mendengarnya sekilas. Ratu para peri, yang mengatur jalannya perputaran mana dan kesuburan hutan, Tiana. Orang seperti itu kenapa ingin bertemu denganku?"


"Em, permisi!" sela Aqua. Pandangan para peri langsung tertuju pada Aqua.


{Ya? Kenapa, anak manusia? } balas Aure.


"Aku hanya menyimpulkan dari percakapan kalian, apa Baginda ratu peri ingin bertemu denganku?"


{ Hoo… percakapan jadi bisa cepat. Benar! Ratu ingin melihatmu, tapi kami tak bisa membawamu sekarang. Temui kami disini nanti malam saat bulan bersinar. Kami akan membawamu ke tempat para peri }


Aqua menelan ludah.


"Haha… melihat peri saja sangat sulit. Aku justru dibawa ke dunia peri. Memang mencurigakan, tapi tak ada alasan menolak. Bisa jadi ini kesempatan buatku!"


"Baiklah, aku akan pergi."


{ Bagus bagus! Jangan ingkari perkataanmu anak manusia. Membuat ratu kami marah akan berakibat fatal pada dunia ini… }


"Aku akan mengingatnya…"


Para peri kecil pergi meninggalkan Aqua dan lanjut menebar berkat. Tanpa Aqua sadari, upacara penobatan sudah memasuki tahap akhir. Ratu sebelumnya memberikan mahkotanya pada Ratu selanjutnya. Tepukan demi tepukan terdengar sepenjuru ruangan. Dengan begini upacara penobatan telah berakhir. Putri Amethyst Callen El Vittacelar telah resmi menjadi Ratu Vittacelar yang baru.


Ratu Amethyst berjalan ke balkon untuk menyapa rakyat kerajaan. Mereka bersorak-sorai demi ratu baru mereka. Semua orang bertepuk tangan senang. Turquoise, Citrine dan Aqua mengikuti Ratu di belakang.


Dalam keramaian itu, tak banyak yang sadar bahwa Ratu sebelumnya pergi meninggalkan aula dengan tergesa-gesa.


"Aqua! Mantan ratu sudah pergi meninggalkan aula. Apa kami harus mengikutinya?"



Itu adalah salah satu penggunaan sihir suara yang dimiliki Elvira dan Elvina. Mereka bisa mengirim suara mereka ke pikiran orang lain dan juga sebaliknya.


"Sejujurnya aku tidak mau melakukannya, tapi tolong kak. Ini adalah masalah yang harus Raven tau."


"Apa kakak bisa melakukannya tanpa diketahui siapapun?"


"Tentu! Serahkan saja pada kami. Kami akan menyelidikinya!!"


"Tolong ya!"


Telepathy berakhir, Elvira dan Elvina pergi mengikuti Mantan Ratu diam-diam. Karena ini tindakan kriminal, jadi kalau ketahuan pasti akan dihukum berat, tapi itu kalau ketahuan. Raven adalah organisasi yang bekerja dari balik bayangan. Mereka pasti akan sering menghadapi situasi seperti ini, jadi Aqua selalu berlatih dan melatih semua anggota Raven agar bisa bergerak sembunyi-sembunyi.


.


.


.


.


[ Cha_nyann desu!!! Wahahaha! Kita bertemu lagi!!! Gak ada apa-apa sih, cuma iseng aja. Cuma mau ngucapin makasih untuk para pembaca setia dan yang sudah selalu koment. Sejujurnya, aku selalu menunggu komen-komen baru gitu, rasanya rame kalau ada. Makasih juga untuk yang udah nge vote nih novel. Itu aja kok! Makasihhh sumua!!!! ]