The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 71 [ Kisah Arc-Angel Terkuat ]



Dengan mata yang terlihat sendu, Mika memandang anak didepannya. Kata-kata yang tersangkut di tenggorokan begitu sulit untuk di ucapkan. Dia takut, jika anak itu mengetahui kebenarannya... maka anak itu mungkin meninggalkannya.


Dalam dinginnya malam yang abadi selama 17 tahun, tak ada seorangpun yang bisa diajak bicara dan tidak bisa tidur maupun bermimpi. Mika tidak mau kembali ke masa itu lagi. Tadinya dia sudah menyerah karena dungeon ini dirancang terlalu kuat untuk makhluk benua ini. Dengan perbedaan waktu yang cukup besar, dia sudah mempersiapkan diri akan terjebak selama ratusan bahkan ribuan tahun.


Namun ketika harapan datang padanya, rasa takut yang dikubur rapat-rapat mulai mencuat kembali.


"Anak ini... berhak mengetahui kebenarannya..." gumam wanita itu.


"Keputusan yang akan dia ambil setelah mengetahui kebenarannya adalah hal yang tak bisa aku campuri."


Aqua yang terbaring kelelahan menyadari raut wajah bermasalah Mika.


"Apa ada sesuatu, Mika?" tanya anak itu.


"..... Itu..."


Aqua mengeluarkan senyum tulus dan hangatnya. Gelagat Mika yang sekarang mengingatkan anak itu pada Tiara saat dia ingin mengatakan sesuatu.


"Katakan saja, aku akan mendengarkan."


"Hmm... katakan saja... kakak akan mendengarnya."


Kata-kata yang terlihat sama persis dengan yang pernah dikatakannya dulu terlintas di benaknya.


"Baiklah... Aqua, kamu pasti punya banyak pertanyaan tentangku. Namun kamu menahan semuanya agar aku tidak merasa tidak nyaman. Tapi kupikir... karena kamu berhasil sampai sejauh ini dan berusaha menolongku... ini hakmu untuk mengetahui keberadaannya," kata Mika sedikit gugup.


"......."


Aqua diam memperhatikan dan menunggu peryataan Mika.


Raut wajahnya memerah, perempuan itu menutup matanya rapat-rapat.


"Se-sebenarnya aku!!! Adalah Arc-Angel!!!" ucapnya gugup.


Aqua tersenyum, dengan polos (?) nya dia berkata, "Apa kamu benar-benar berpikir aku tidak tau?"


".......?"


"Eh?"


Anak itu berusaha menahan tawanya. Tubuhnya gemetaran, tak kuasa.


"Maaf, maaf..."


"Habisnya... Mika, meski aku tidak peka. Aku juga tidak sebodoh itu," lanjutnya.


"Kamu tau?! Sejak kapan?!" kaget Mika memerah.


"Yahh... maksudku... kamu punya sayap."


Aqua menunjuk sayap yang hampir terlepas dari punggung Mika.


"Tapi tidak mungkin hanya sekedar malaikat biasa sampai di kurung di dungeon rank tinggi seperti ini. Lalu berita tentang hilangnya Arc-Angel dalam perang karena menahan musuh demi rekannya juga tersebar luas di luar sana. Yang paling penting, kamu memperkenalkan dirimu sebagai 'Mika.' Dengan semua petunjuk itu... aku bodoh namanya kalau tidak menyadarinya."


"Apa aku salah? Arc-Angel Michael?" tanya Aqua memastikan.


Senyuman sombong di wajah Aqua terlihat sedikit menyebalkan di mata Mika. Malaikat itu sedikit merajuk karena merasa percuma sudah mempersiapkan mental.


"...... Kamu benar," jawab Mika kesal.


Melihat Mika yang merajuk sambil menggembungkan pipinya, Aqua teringat saat-saat Tiara ngambek di kehidupan sebelumnya.


"Benar-benar... Bagaimana bisa dua orang semirip itu..."


"Kamu tidak bertanya apapun karena kamu menyadarinya?!" tanya Mika agak marah.


"Tentu tidak. Aku memang sadar kamu adalah Michael. Tapi bukan berarti aku tau semuanya selain itu."


"......."


Mika menatap Aqua tak percaya.


"Hahaha... beneran! Aku beneran tidak tau! Karena itu tolong katakan padaku sisanya, Nona Michael!" goda Aqua.


"........ Yasudah. Lagipula dari awal aku sudah berencana mengatakan semuanya padamu," jawab Mika masih merajuk.


Aqua terkikik geli melihatnya, dia duduk diam sambil menunggu Mika menjelaskan semuanya. Sebenarnya sifat Aqua tidak seriang dan sehangat ini sejak kematian Citrine. Tapi saat bersama dengan Mika, anak itu merasa kembali ke rumah, ke tempat dimana adiknya berada. Lebih daripada Yue dan Ruby, perasaan nostalgia yang dia rasakan tentang Tiara pada Mika lebih besar.


"Padahal dia terlihat lebih tua dariku, tapi rasanya aku kembali menjadi seorang kakak," pikirnya hangat.


Wajah merajuk dan malu Mika hilang seketika setelah malaikat itu menutup matanya dan mengingat sesuatu yang terjadi sebelumnya. Begitu mata itu terbuka, hanya rasa marah dan dendam yang tersirat tajam. Sejauh Aqua mengenal Mika, dia tidak pernah melihat Mika membuat wajah seperti itu. Aqua tau, sekarang bukan saatnya untuk bercanda. Sesuatu yang akan dijelaskan oleh Mika adalah sesuatu yang sangat penting dan serius.


"Aku akan menjelaskan semuanya dari awal..."


...***...


Berbeda dari manusia maupun ras lainnya di Demetria, para malaikat tidak terlahir dari bayi dan tumbuh besar seiring berjalannya waktu. Malaikat yang lahir dari cahaya Sang Dewi, begitu mereka membuka mata, mereka sudah dalam wujud terindah mereka.


Hal itu juga berlaku pada Para Arc-Angel. Begitu mereka lahir, mereka sudah dalam wujud dewasa mereka. Michael bukanlah pengecualian.


Meski terlihat seperti perempuan cantik berusia 19 tahun, sebenarnya usia Michael masih 13 tahun. Gadis itu bahkan belum mencapai usia dewasa manusia. Bisa dibilang, Michael ini adalah Arc-Angel termuda dari kelima Arc-Angel.


Michael yang merupakan Arc-Angel bungsu sangat mengagumi dan mempercayai keempat kakaknya. Dia belajar dan terus belajar agar bisa berdiri tegak disamping Arc-Angel lainnya. Namun ironisnya, hanya dalam waktu 4 tahun sejak dia lahir, Michael langsung menempati posisi sebagai Malaikat terkuat. Melebihi Arc-Angel sulung, Gabriel.


Sifatnya yang dewasa, tenang dan dapat diandalkan membuatnya terkenal dan menjadi sosok yang paling di kagumi oleh para Malaikat. Seperti yang sudah dijelaskan, para Arc-Angel terlahir dewasa. Mereka tidak kekanak-kanakan meskipun usia mereka masih dibawah 10 tahun.


Masing-masing Arc-Angel memiliki 100 pasukan malaikat biasa dibawah pimpinannya secara langsung. Pasukan Michael juga menjadi pasukan terkuat dalam 8 tahun sejak kelahiran Michael. Oleh karena itu, Michael disebut jenius bahkan diantara Arc-Angel.


Namun, Michael yang seperti itu memiliki 1 kelemahan fatal dalam dirinya.


Michael tidak lengkap.


Untuk menampung kekuatan cahaya sang Dewi yang begitu besar, para Arc-Angel membutuhkan jiwa yang kuat. Itulah hal yang tidak dimiliki Michael. Jiwa Michael terlalu lemah untuk menampung kekuatan cahaya Dewi yang terlalu besar.


Setelah diselidiki oleh Gabriel dan Uriel yang sudah seperti kakak kandung Michael, diketahui kalau alasan lemahnya jiwa Michael adalah karena jiwanya tidak lengkap. Dan karena itu, Michael seperti memiliki sebuah penyakit kronis yang tak dapat disembuhkan.


"Jiwanya tidak lengkap?" pikir Aqua.


"Aku mempercayai mereka... aku yakin semua akan baik-baik saja karena mereka adalah kakakku. Siapa yang menyangka... kalau hari aku di khianati oleh kakakku sendiri akan tiba," ucap Mika sedih.


"Mika..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


8 Bulan Yang Lalu


Istana Arc-Angel, Benua Melayang


"Apa?! Pasukan Hecate sudah menembus perbatasan?!! Bagaimana bisa?!!" kata Gabriel marah.


"Ini kebocoran Informasi!!! Seharusnya pergerakan pasukan Hecate adalah wilayah timur Benua Iblis, jadi kita mengirim pasukan Raphael untuk menekan mereka. Tapi kalau mereka menyusup ke Benua Melayang, artinya informasi pihak kita bocor," saur Uriel sambil mengerutkan kening menatap peta dunia.


"Maksudmu ada pengkhianat di pihak kita?!!" jerit Gabriel marah.


"Kemungkinan adanya penghianatan akan selalu ada. Yang paling harus kita lakukan sekarang adalah tindakan cepat mengatasi masalah ini."


Michael masuk ke dalam ruangan dan langsung bergabung dalam pembicaraan.


"Michael... Benar! Kita harus segera mengatasi ini... masalah Pasukan Hecate akan kusersahkan pada Gabriel dan Demigod Magiya!" seru Uriel.


"Serahkan padaku! Aku pasti tidak akan membiarkan mereka memasuki Benua Melayang!" jawab Gabriel yakin.


"Bagus, sekarang... kita harus menarik mundur Pasukan Raphael. Tapi..."


"Apa ada masalah, Uriel?" tanya Michael khawatir.


"Aku tidak bisa menghubungi Raphael... sinkronisasi Arc-Angel terputus. Kalau begini... kita harus mengirim seseorang untuk menarik mundur Raphael sebelum terlambat."


Nada bicara Uriel terdengar tertekan dan bermasalah.


Di antara kelima Arc-Angel, Uriel adalah yang paling hebat dalam urusan strategi dan taktik. Dalam perang suci ini, Uriel adalah pemimpin tertinggi yang mengatur jalannya perang. Jadi dia tidak bisa turun ke Medan perang secara langsung dan harus tetap di markas dan mengatur strategi.


"Uriel... kalau begitu a-"


"Aku saja yang pergi!"


Ucapan Michael terpotong oleh seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan. Arc-Angel dengan rambut cream dan mata sapphire yang mirip dengan Michael mendekati Uriel.


"!"


"Uriel tidak bisa pergi dan Michael yang merupakan kekuatan utama kita juga tidak boleh pergi. Jadi biarkan aku saja yang pergi," usul wanita itu sambil tersenyum riang.


"Luciel!!!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Hayoloh kalian~ kalau udah sampai kayak gini masih gak tau jawaban sebenarnya misteri identitas mereka artinya kalian gak peka:v ]