MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
95



Rita sudah tentu memiliki nomor lain kecuali Kazen yang sekarang tengah pendekatan dengan Rita.


Kazen lebih bisa dipercaya daripada Alex yang telah secara sengaja membuat grup tahun lalu.


Gara-gara ulahnya, Rita harus kembali kena teror banyak nomor tidak dikenal, sama seperti dua tahun lalu.


Rita sudah kapok percaya dengan laki-laki bernama Alex, dia seribu kesal dan ingin sekali memukulnya dengan raket listrik.


Rita berharap semoga Kazen adalah laki-laki terakhir yang memang ditakdirkan untuknya, toh kedua sahabatnya pun mendukung.


Sehingga membuat Rita berpikir ulang dan akhirnya mau membuka kesempatan untuk Kazen. Setidaknya dia berbeda dari tukang rebahan.


Sejak itu pula Kazen berhenti mengawasi Rita dan menyerahkan cctv kepada Pak RT.


Tapi dirinya masih tetap mengawasi gerak gerik Ney yang menurut dugaannya masih penasaran. Apalagi pasti tahu kalau Alex sudah tidak pernah ada kontak.


Kazen yakin Ney akan mencari tahu dengan siapa Rita sekarang. Dan kalau sudah ketahuan, dirinya akan bertindak sama seperti Alex.


Kazen sangat senang mendapatkan nomor Rita dia menghentikan penyadapan, apalagi Rita tampaknya tahu beberapa orang mengawasinya.


"Ingat Zen, kamu sudah delapan kali ditinggalkan dengan alasan yang sama, gara-gara kamu terlalu sibuk. Jangan sampai Rita juga pergi dengan alasan yang sama," kata Shin memperingatkan.


Kazen akhirnya membuat jadwal obrolan dengan Rita. Orangnya sangat super sibuk.


"Kamu tidak kerja?" Tanya Rita menelepon.


"Kerja dong," kata Kazen.


"Kok menelepon terus? Bolos ya?" Tanya Rita.


Ternyata terlalu banyak mengobrol pun akhirnya membuat Rita berpendapat dia banyak bolos.


Yang ada, Rita mengatakan lebih baik fokus kerja daripada mengobrol. Membuat Kazen hanya tertawa.


"Kita mengobrol jam satu sampai jam 2 ya," kata Kazen.


"Ok," jawab Rita.


"Kamu... yakin tidak punya kekasih? Takutnya sudah punya," kata Kazen.


"Ya sudah jangan telepon lagi ya. Dah!" Kata Rita sebal.


"Iya iya maaf deh. Kan nanya, jadi kalau begitu aku pendekatan ke kamu aman kan?" Tanya Kazen.


"Aku tutup ya," mata Rita diam.


"Iyaaaaa oke. Aku percayaaa," kata Kazen akhirnya.


"Menyebalkan ya sudah berapa kali kamu nanya begitu. Sekali lagi, aku hapus nomor yang itu!" Kata Rita marah.


"Jangaaan iya iya iya. Aku berhenti begitu lagi. Aku tidak akan sama dengan yang sebelumnya, aku sudah tahu masalah kamu dengan si palsu," kata Kazen.


Rita kaget. Ney kah?


"Kamu tidak perlu jelaskan, aku sudah mengerti. Aku ingin hadir untuk kamu sebagai penyembuh luka dan menerima cinta kamu yang sederhana," kata Kazen.


"Aaah kamu buat aku malu," kata Rita tertawa.


"Hihi yang menjadi musuh kamu, dia juga menjadi musuh aku. Jadi kamu tenang ya mau kamu salah atau benar, aku tetap selaku ada di samping kamu. Mendukung dan memberi semangat," kata Kazen.


"Masa kalau aku salah kamu tetap dukung? Ya kasih penjelasan dong," kata Rita.


"Iya tentu maksudnya meski kamu salah, aku tidak akan berpaling atau merendahkan kamu. Kalau aku berkata kasar, maaf ya," kata Kazen dengan suara yang lembut.


Rita agak takut tapi dia akan mencoba percaya lagi. Apalagi Kazen juga tidak merasa jijik saat dirinya masih tidak bisa berjalan.


Kazen akan membuktikan bahwa dirinya tidak seribet dengan Alex meskipun posisi dia dalam keluarga sama.


Alex saat itu juga sempat mengirimkan pesan terakhir atau obrolan terakhir dengan Ney. Sebelum dia mengemban tugas yang sangat besar


Alex harus meninggalkan semua akun media sosial dan menghapus permanen, termasuk aplikasi chat.


Dia menargetkan sesuatu dan obrolan itu akan menjadi yang terakhir berkontak dengan Ney.


Saat itu kondisinya sedang tidak bagus namun ada sesuatu yang membuatnya sangat penasaran.


dengan obat yang sudah dia siapkan, dia membulatkan tekad sekali lagi mengungkapkan pemikiran dan kenyataan.


Sekarang sudah gilirannya juga yang harus menemukan kebahagiaannya sendiri.


Alex memutuskan menerima perjodohan dan pernikahan dengan orang yang ditentukan oleh keluarga.


Saat Ney sedang merenung berpikir hidupnya membosankan, dia menerima sebuah chat dari Alex.


Dia sangat girang, dan memutuskan menyimpan namanya namun entah kenapa tidak bisa. Ponselnya tidak bisa menduplikat.


"Can I ask you something?"


( Boleh aku menanyakan sesuatu?)


Tanya Alex saat itu.


"Yes, what's about?"


( Ya, tentang apa? )"


Tanya Ney penasaran.


"How did you know that Rita and I have lost contact?"


( Bagaimana kamu tahu bahwa Rita dan aku sudah hilang kontak? )


Tanya Alex menunggu jawaban Ney. Dia yakin kali ini Ney akan mengatakan hal jujur yang dia curigai.


Ney lemas, kenapa dia waktu itu sampai keceplosan?


"Eh? I never said that,"


( Eh? Aku tidak pernah mengatakan itu )


balas Ney membuat alasan, sebenarnya dia lupa juga percakapan yang mana.


Ney kemudian memeriksa kembali, dia kaget ternyata memang benar dia pernah mengatakan hal aneh itu.


Alex tentu merasa ada yang ganjil, kadang dia seperti tahu kalau Rita tidak mungkin ada obrolan lagi dengannya.


Namun Ney mengungkapkan sesuatu yang hanya Rita dan Alex ketahui. Awalnya Alex berpikir hanya dia saja yang hack Rita, Arnila dan Rita.


Namun lama kelamaan banyak pernyataan yang mencurigakan, ada kemungkinan Ney hack semua nomor. Menurut Alex, Ney berubah menjadi maniak.


"This. How do you know? Meanwhile, Rita has not chatted with you for a long time. She has blocked you too,"


kata Alex mengirimkan sebuah isi chat Ney dengannya dahulu.


Ney menganga! Dia menepuk dahinya dan berkata bahwa dirinya bodoh sekali.


"Arnila. I know from her,"


( Arnila. Aku tahu dari dia )


kata Ney membuat alasan. Sudah setahun mereka pun tidak pernah ada kabar.


Alex membacanya dan kini sadar bahwa Ney sudah semakin keterlaluan. Semenjak Rita mengenal dirinya, sejak itulah memang kenyataannya Ney yang terlalu banyak mencari tahu.


Sudah pasti Alex yakin bahwa Ney meng hack nomor dirinya, Rita dan Arnila bukan hanya sebatas kepo.


Tapi atas dasar sesuatu untuk tujuannya sendiri. Alex mulai menyesali alasan Rita yang memang menjauhi Ney.


Dia menyesal kenapa dulu secara sok jago dan hebat membuat grup yang berisikan mereka berempat.


Seharusnya dia bisa berpikir jernih kenapa masa itu pula Rita enggan ada kontak dengan mereka.


Memang ada sesuatu pada diri Ney, agak tidak normal. Setelah tahu bahwa Rita terus di teror setelah dia membuat grup.


Yah, penyesalan memang datangnya belakangan saat Rita benar-benar melupakan Alex dan menerima Kazen.


"Are you sure? You know that Arnila block you too. I also got blocked. So you did hack Rita's or number Arnila's, right?"


( Apa kamu yakin? Kamu tahu kalau Arnila memblok kamu juga. Aku juga dia blok. Jadi apa kamu memang hack nomor Rita dan Arnila? )


Tanya Alex membuat Ney kaget.


Dia memeriksa dan yah, hanya Arnila yang tidak ada dalam semua akunnya. Bahkan email Arnila pun tidak ada jawaban sama sekali, saat dia mengirimkan sesuatu.


"Jadi dia serius sudah blok aku!? Memangnya salah aku apa? Kenapa sih semua orang memblok aku begitu saja?" Tanya Ney kaget.


Dirinya dan Alex sama-sama di blok oleh Arnila dan Rita? Selama ini kemana saja dia? Yalah fokus sama yang dulu, yang sekarang mereka sudah menjauh.


Tapi kenapa Alex bisa tahu kalau memang benar dia hack nomor Arnila. Sudah lama juga setelah dia tahu kalau Rita selalu banyak cerita.


Dulu Rita selalu curhat pada Arnila bukan Ney. Karena Ney tidak bisa dipercaya, dan tidak pernah mau mendengarkan masalah.


Ney tidak mampu beralasan lagi, toh banyak pernyataan dia yang memang kelewat aneh. Ingin dibilang memiliki kekuatan penerawangan atau peramal yang ternyata hasil dari hack.


"So what if I hacked Rita or Arnila? What's your business?"


( Memangnya kenapa kalau memang aku hack Rita atau apabila? Apa urusan kamu? )


balas Ney yang akhirnya sudah tidak bisa bersembunyi apapun lagi.


Alex marah sekali! Ternyata apa yang Rita katakan pada Arnila memang benar, kalau nomor mereka ada kemungkinan di hack.


Karena penyakit Ney adalah melewati batas privasi orang lain dengan kata lain Sasaeng.


Kalau dalam agama Islam, penyakit Ain. Carilah ya penjelasannya dalam Gugel, banyak tuh.


Sebenarnya mungkin dia tidak memiliki seorang idola tapi sifatnya yang terlalu iri pada hidup orang, insecure pada keadaannya yang berpikiran keadaan orang lebih bahagia.


Rita juga insecure tapi dia masih dalam batas wajar. Badannya yang tinggi tentu membuatnya minder, itulah kenapa dia menyukai LunMay sampai sekarang.


Alex menggebrak meja kerjanya di kamar, dia masih ingat bagaimana dirinya menuduh Rita yang dzalim.


Padahal Rita sudah terlalu banyak membaca chat dari Ney yang hampiiiir kebanyakan sama.


Apa yang dia bicarakan pada Alex dan Arnila, dikatakan oleh Ney persis sama!


Dan Rita yakin ke semua orang yang dia kenal, yang baru kenal atau mungkin para musuhnya. Kepikiran dia kirim paket ke semua orang, termasuk yang benci dia. Heran kan.


"So you do have a certain motive for her, right? Don't think what Arnila and Rita said about you is true,"


( Jadi memang kamu punya motif tertentu kepadanya kan? Jangan-jangan yang dikatakan Arnila dan Rita soal kamu memang ada benarnya )


Kata Alex berharap semua itu salah.


Ney tersenyum membaca apa yang Alex kirimkan. Dia tahu apa yang mereka berdua katakan pada Alex dan tahu Alex membantah, tidak percaya.


Ney tertawa sendirian saat itu. Dia hanya terlalu senang Alex terjebak oleh ulahnya.


Ney tidak membalas, dia hanya terus membaca apa yang Alex katakan. Dirinya senang sekali Alex baru menyadarinya.


"You purposely got me to trust you and step on Rita.


After that, Rita stayed away from me and at the same time, you tried to approach Rita.


Returned to being friends and said that you were her best friend? So you're purposely telling Rita the opposite to me.


So I can embarrass her?"


( Kamu sengaja agar aku mempercayai kamu dan menginjak Rita.


Setelah itu Rita menjauhi aku dan di saat bersamaan juga, kamu berusaha mendekati Rita.


Kembali berteman dan mengatakan bahwa kamu adalah sahabat dia uang terbaik?


Jadi kamu sengaja mengatakan Rita kebalikan padaku, agar aku bisa mempermalukan dia?)


Tanya Alex yang kepalanya seakan-akan hendak meledak. Apakah benar pemikirannya?


Membacanya Ney tertawa dengan sangat keras, telah berhasil membuat mereka terpisah.


Kenapa juga baru sadar sekarang? Padahal Rita berjuang agar Alex mempercayainya tapi...


Dia sendiri sudah lama membuat dirinya terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh Ney.


Apa yang pernah diungkapkan Rita kepadanya memang benar adanya, termasuk Arnila.


Alex lebih memilih penjahat daripada orang yang berusaha menjauhkannya dari orang tidak baik.


Bukan karena cemburu tapi karena mereka tahu, Ney memiliki maksud lain.


Daripada menjadikan mereka sebagai pancingan untuk bisa dia kendalikan, lebih baik lepas dan menjauhi.


Saat Rita memutuskan pergi dan melupakannya, lalu melihat Rita bahagia dengan orang lain. Di saat itulah juga Alex merasa mungkin tindakannya yang ketemuan.


Menutup mata pada orang yang sesungguhnya jahat. Dengan motif tersembunyi menyebarkan isi obrolan yang mencurigakan.


Kebohongan yang Ney buat supaya Alex hanya mempercayainya dan dia percaya, dengan bayaran kehilangan orang yang satu-satunya selalu ada.


Bersambung ...