
"Hebat kan kamu bilang Rita tidak akan mau menuruti aku tapi hasilnya," kata Alex.
"Kurang ajar benar kan memang kamulah pelaku yang ingin menghancurkan pertemanan kami!" Kata Ney kesal.
"Sorry you was wrong ( Maaf kamu salah ), aku hanya menyelesaikan remahan. Pusatnya memang dari Rita sendiri," kata Alex membuat Ney tidak mengerti.
"What you mean?"
( Apa maksudmu? )
Tanya Ney jelas-jelas memang Alex sendiri juga yang menolak Rita dekat dengannya. Merebut Rita! Hoek!
"You still don't know? Oh my god! Indeed Rita has long been far from you.
( Kamu masih belum tahu? Ya Tuhan! Memang Rita sejak dulu sudah jauh dari kamu )
Because it's weird she feel about you, you say best friend but she doesn't feel that way at all.
( Karena aneh yang dia rasakan mengenaimu, kamu katakan sahabatnya tapi dia tidak pernah merasa begitu sama sekali )
Strangely Arnila knows more about her sensitive side and her kindness.
You said Rita has a lot of stories but you only know about her family.
( Anehnya Arnila lebih banyak tahu dari sisi sensitifnya serta kebaikannya.
Kamu mengatakan Rita banyak cerita tapi kamu hanya tahu soal keluarganya )
Formerly not now right. After all that's all? As far as I know Rita tell me more stories to high school and college friends not only middle school friends,"
( Versi dulu ya bukan sekarang kan. Lagipula hanya itu saja? Setahuku Rita lebih banyak cerita soal sahabat SMA dan kuliah bukan hanya teman SMP )
kata Alex.
Ney membacanya dan tidak membalas. Memang Rita sangat jarang menceritakan hal apapun kepadanya. Memang tidak ada gunanya juga.
Sejak dulu Ney dikenal oleh Rita sebagai orang yang nol solusi. Masalah yang dia dapat saja, tidak ada yang bisa dia tangani. Kabur dan buat masalah lain.
Yang dia berikan nasehat, "Jangan berisik deh jangan banyak curhat karena aku tidak tahu masalah kamu. Lebih baik kamu urus saja sendiri."
Pernyataan itu membuat Rita memilih untuk jauh dan akhirnya menemukan bestie terbaik sampai abad ini.
Aslinya memang Ney tidak pernah tahu soal kesulitan apapun yang Rita hadapi dari dia kenal sampai sekarang akhirnya Rita putus pertemanan.
Hanya Ney pernah berkata akan lebih memperhatikan Rita, menjadi teman pendengar yang baik MULAI SEKARANG.
Sekarang ya saat Rita kenal Alex yang dimana punya banyak uang. Ya terlambat lah!
Buat apa? Sekarang masalahnya sudah tidak ada jalan untuk Rita menerima kembali, setelah apa yang dia dapatkan dari hasil pertahanannya berteman dengan Ney.
Yang Ney akui banyak berkorban, sebenarnya sama sekali tidak ada. Dia hanya mengorbankan waktunya untuk para laki-laki, selingkuhnya dan mantan.
Bahkan dengan Alex saja dia membanggakan bahwa tanpa dirinya Rita tidak bisa kenal Alex.
Aslinya Alex adalah yang pertama mengenalkan dirinya tanpa perantara pada Rita.
Justru Rita sangat senang bisa berkenalan juga dengan kakak perempuannya dan sempat mengobrol dengan ibunya.
Rita ceritakan pada Jasmine bagaimana Ney menyombongkan diri sebagai orang yang paling tahu segalanya mengenai Alex.
Ya Jasmine marahlah, siapa dia? Bukan dari keluarga mereka atau bahkan saudara. Rita berkata sangat menyesal mempercayai orang yang salah dan meminta maaf.
Bahwa Jasmine lah yang seharusnya Rita dekati bukan orang asing yang mengaku kenal dekat.
Tentu Jasmine jadi penasaran soal Ney, dan memang sangat marah saat Rita banyak cerita. Seperti menganggap dirinya tinggi sampai bisa tahu segalanya.
Usut punya usut ternyata Ney dapatkan informasi mengenai Alex dari sepupunya Alex sendiri, yang ternyata kuliahnya sempat satu kelas.
Hasil informasi itu dia anggap dari kekuatan penerawangannya, ya padahal dia meminta bantuan dari orang yang pernah kenal Alex.
Halusinasi sekali orangnya, tampaknya memang cita-citanya ingin jadi Paranormal tapi tidak ada bakat. Tentu saja berkat Jasmine juga, Rita bisa mengenal sepupunya itu.
Dan Rita kupas tuntas! Ternyata ohh ternyata memang Ney ada banyak tanya soal Alex pada sepupu itu dan beberapa temannya.
Bahkan soal foto pun, sepupunya dia bagikan tanpa ijin dari Alex. Ya alhasil sih semuanya terbongkar.
Kemampuan penerawangan yang Ney koar-koarkan ternyata hanya tipuan belaka. Karena ingin disanjung, heran ada juga tipe manusia seperti itu ya.
Entah berapa orang yang dia usahakan untuk ditipu dan berapa orang yang berhasil tahu kebenarannya.
Rita tentu sampaikan hal itu pada Arnila, dan ternyata dia pun sama sudah sering di tipu dengan kemampuannya.
Yang benar-benar Paranormal mana ada secara gamblang buat pengumuman dirinya begitu. Lah ini bukan Paranormal, kemampuan alam saja jauh pakai acara buat pengumuman.
Rita hanya tertawa mengingat semua kebusukannya, benar-benar dahulu kala memang dirinya bloon. Mau-maunya saja percaya apalagi soal sosok hitam.
Khayalan ya, justru saran Rita dan Arnila yang mengatakan dirinya harus di ruqyah saja ditolak. Katanya itu adalah kemampuannya kalau di ruqyah hilang.
Aneh orang yang di ruqyah ingin kembali normal lah ini ingin tetap eror. Kalau memang manusia memiliki kemampuan alam berasal dari Allah swt, meski di ruqyah pasti tetap ada.
Dan bisa terjaga dengan melakukan kebaikan, sholat, banyak doa, wirid, seperti itu. Tapi kalau ada orang yang takut ruqyah karena kemampuannya bisa hilang, ya itulah yang eror.
Semua yang diberikan oleh Allah swt pasti ada efeknya mau baik atau buruk, tergantung kita yang jalani dan lakukan.
Tapi kalau dengan Ney ya termasuk yang eror ya karena dia takut bakat eror nya hilang. Bukannya mencari jalan untuk dirinya tetap bersih, tapi menjaga jalannya tetap kotor.
Mungkin memang inilah jalan dari Allah nya, ada sesuatu yang membuat pemikiran Ney tertutup. Kurang memiliki kesadaran, rasa malu dan tidak punya harga diri.
"Rita told me about Diana. Pity, you are not aware at all not necessarily they will accept someone like you. Her circle with you not match at all,"
( Rita cerita soal Diana. Kasihan, kamu ini sama sekali tidak sadar belum tentu juga mereka akan menerima orang seperti kamu. Circle dia tidak cocok sama sekali denganmu )
kata Alex sambil tertawa.
"Kamu pikir Rita akan diterima di keluarga dan lingkungan kamu? Dia pasti akan di tolak juga, kalau dia kembali padaku. Dia harus bersujud!" Kata Ney.
"Dia sudah tahu. Berkata padaku bahwa tidak semua orang harus menerimanya, bukan masalah baginya.
Dia juga punya orang yang banyak tidak menyukainya, lalu apa masalahnya? Bukan masalah untukku, biarpun banyak yang tidak menyukainya.
Aku tetap akan selalu ada untuknya meski sekalipun keluargaku tidak menyukai kehadirannya.
Aku bisa bertahan karena ada dukungan darinya yang terus memberi semangat. Jadi kalau kamu bilang Rita berharap aku mati, mungkin itu adalah doa kamu sendiri," kata Alex.
Ney diam, Rita sejak dulu memang begitu. Tidak masalah baginya Ney pun orang yang sama tidak menyukainya.
Ney tidak suka dengan sikap tenang Rita maka itu dia sering membuat banyak masalah agar Rita bisa sedikitnya heboh seperti dirinya.
Hasilnya malah dapat bentak kan dan beberapa kali juga Rita dulu membiarkan Ney selama berbulan-bulan.
Rita enggan membalas telepon ataupun SMS-nya. Dulu belum ada internet seperti sekarang sampai akhirnya SMA, sama sekali tidak ada kontak lagi.
Dari dulu memang hanya Ney sendiri yang mendatanginya, dan Ney sudah tahu kalau Rita memang menghindarinya.
Kalau Ney terus menerus yang datang dan mencari banyak celah, bukannya artinya dia yang membutuhkan keberadaan Rita?
Apa kata Alex, Ney lah yang kesepian. Makanannya dia itu, mencari masalah pada setiap orang.
Sekalinya berhasil buat masalah, dia akan kabur dan mencari orang lain untuk dicari masalahnya juga.
Bukannya menyelesaikan malah kabur, curhat tapi akhirnya menyalahkan. Siapa sih yang tidak muak?
Padahal teman lainnya juga ada, hanya kata Arnila soal teman yang benar-benar membawa manfaat sama sekali tidak ada.
Sekarang pun kecongkakannnya dia perlihatkan pada Alex. Membuat Alex mengelus dada, bisa merasakan apa yang orang rasakan.
"Rita is not equal either, her family is also not respected. Why should I be friends with her who is not equal to me?
( Rita juga tidak setara ya, keluarganya juga bukan orang terpandang. Kenapa juga aku harus berteman sama dia? )
My family is rich, You and me are suitable to be friends but it seems you are not interested,"
( Keluarga aku kaya, kamu dan aku cocok menjadi teman tapi kelihatannya kamu tidak tertarik )
kata Ney yang dia sesalkan.
Alex mendengus, hanya karena keluarganya kata dia menyamakan bisa menjadi temannya?
"Karena kamu bukan teman yang baik bahkan pada Rita memandang status.
"The pity is actually you are not Rita,"
( Yang kasihan itu kamu bukan Rita ) kata Alex yang melihat bahwa hanya dengan memamerkan kekayaan, bisa memilih teman.
Ney tidak peduli dengan pendapat Alex yang penting dia kali ini berniat jujur supaya lega.
Tapi kenapa dia merasa seperti ber adu bacot dengan Rita ya? Tampaknya Alex ketularan sifat Rita deh.
"Geez, no one wants to be friends with her. I know it, they forced it,"
( Dih, tidak ada yang mau berteman dengannya sebenarnya. Aku tahu, mereka terpaksa )
kata Ney memutar balikkan kenyataan.
"I thought you were her friend but it's not. What Arnila and Rita said about you, I think everything is right.
( Aku kira kamu memang temannya tapi bukan. Apa yang Arnila dan Rita katakan mengenai kamu, sepertinya memang benar )
At the time you knew her, she already had a few close friends. I'm sure she still likes contact with them even now. But you don't know,"
( Di saat kamu mulai mengenalnya, dia sudah memiliki beberapa teman. Aku yakin sekarang pun dia masih suka kontak dengan mereka, tapi kamu tidak tahu )
"There's isn't any! She's lying!"
( Tidak ada seorang pun! Dia berbohong! )
kata Ney yang memang iri pada Rita memiliki banyak teman. Dia juga melihatnya lingkungan pertemanannya di kampus, mirip dengan Arnila.
"Kamu pasti pernah melihat berapa orang yang menjadi teman dekatnya, sahabat. Tapi kamu? Ada?
Pernah Rita melihat kamu pergi dengan berbagai macam teman? Always alone right, she told me. Only Arnila, wherever you go only with her. Or not ( Selalu sendiri kan, dia memberitahuku. Hanya Arnila, kemanapun kamu pergi hanya dengannya. Atau tidak ).
Dia sempat mempertanyakan soal itu padaku, apa dia pernah bertanya juga sama kamu?
Dari sana aku tahu mungkin orang yang kamu anggap teman tidak sama dengan yang dianggap mereka," kata Alex tepat sasaran.
Pernah Rita tanya pada Ney secara Langsung!
"Kamu kenapa sih kemana-mana selalu sendiri? Jarang tuh aku lihat kamu pergi sama teman lain? Arnilaaa mulu," begitu.
Ney hanya diam meski banyak Rita merasa aneh. Kalau lebih nyaman sendiri sama kurang bisa bersosialisasi ya beda.
Rita juga sering jalan sendirian alasannya kalau beli apa-apa biar cepat pulang. Atau tidak ada yang berisik apalagi dia senang datang ke Gramedia baca komik.
Tapi kalau Ney...
"Katanya kamu punya banyak teman. Mana? Tidak pernah aku lihat kamu dengan banyak orang.
Jangan-jangan memang mereka tidak nyaman sama kamu makanya kalau pergi main, tidak pernah ajak-ajak.
Kamu bisa bilang terpaksa ikut aku, karena siapa yang mau ajak lagi?"
Tanya Rita. Ya Ney agak terganggu tapi tidak bisa membalas. Rita pun menanyakannya pada Arnila dan dijawab,
"Yah siapa juga yang mau ajak Ri. Orangnya seperti itu kalau diajak main, selalu nyerocos yang bikin orang sakit dengarnya.
Aku pernah ajak dia main, kita kalau mengobrol kan atas bawah ya, kalau dia pamer terus tinggi lagi omongannya.
Jadi memang malas sih ajak dia kadang tidak nyambung juga. Perempuan ya suka kan kosmetik, aku dan teman lain ya begitu.
Nah dia membacot kosmetik itu gini gitu, petugasnya juga yang lihat dia... Norak. Malu sekali aku,"
kata Arnila.
Ya Rita juga sama sih tapi lebih dipermalukan secara sengaja yang membuat Arnila kaget setengah mati.
"Dia itu kenapa ya kelihatannya memang senang membuat masalah terus digembor-gembor ke publik," kata Rita.
"Ya memang begitu orangnya Rita, berusaha memperlihatkan kalau dia lagi kita jahati.
Circle dia dulu sama seperti kamu, akhirnya ya memang ditinggalkan. Dia masuk ke mana juga berakhir ditinggalkan.
Aneh sih rada-rada eror memang otak sama orangnya," kata Arnila.
Ingatan itu jelas Ney ingat, dan masih seperti itu hingga sekarang. Ya banyak perseteruan lebih parah dibanding Rita.
"Ada tidak yang mengajak kamu pergi berpetualang atau jalan? Ada yang bertahan saat kamu kritis sampai sukses?
Atau... ya, kamu yang meninggalkan mereka saat susah da datang dengan ucapan sebagai sahabat saat mereka sukses?
Sama seperti sekarang yang kamu katakan bisa menjadi sahabat Rita?" Tanya Alex.
"Sekali lagi ITU BUKAN URUSAN KAMU!" Seru Ney marah. Kalau marah ya memang betul.
"If you want to be Rita's friend, first see how all the friends she has are.
( Bila kamu ingin menjadi teman Rita, pertama lihat bagaimana teman-temannya, seperti apa mereka )
If you are the one who leaves when she is in trouble, then you have no right to claim to be a friend when she is successful,"
( Bila kamu orang yang pergi saat dia berada dalam kesulitan, lalu kamu tidak berhak mengatakan Temannya saat dia nanti sukses )
kata Alex, banyaklah orang macam Ney di sekitarnya. Itulah sebabnya Alex agak Buta tahun-tahun lalu mengenal Rita.
Karena banyak juga perempuan berhijab yang ternyata muslihat sholeh hanya untuk mendapatkan pamor.
Tapi Rita? Boro-boro yang ada ingin sekali dia tendang tengahnya Alex supaya jadi perempuan.
Ney kesaaaal sekali membacanya, pengakuan dosa tapi akhirnya menyesal juga.
Banyak dikomentari oleh Alex yang ternyata memang Alex pun keberatan bila Rita berteman dengannya.
Ya berteman oke tapi tidak dekat, ya apa gunanya juga kan. Sekalian saja jauhi.
Bersambung ...