
"So why do you live long anyway, your life is fragile like glass right. I think it's also better if you're not in the world as soon as possible.
( Jadi yah buat apa juga kamu hidup lama. Toh hidup kamu rapuh seperti kaca kan. Aku pikir juga lebih baik kamu secepatnya tidak ada di dunia deh )
It's so troublesome i have to desperately report many things about Rita to you,"
( Merepotkan sekali aku harus mati-matian melaporkan banyak hal soal Rita ke kamu )
kata Ney lagi. Masih banyaaak yang ingin dia katakan. Semua muaaaa akan dia ungkapkan di saat ini.
"Wh-what do you mean?"
( A-apa maksudmu? )
Tanya Alex kebingungan. Dia tahu Ney kini sedang mengungkapkan kebenarannya selama ini yang dia sembunyikan.
"Well, because you're not my target anymore, I'll just say everything frankly, all this time, I've deliberately made a lot of excuses so that you can trust me more, not Rita,"
( Yah karena kamu bukan target aku lagi, aku katakan saja semuanya, Terus terang selama ini aku sengaja membuat banyak alasan supaya kamu lebih percaya aku bukan Rita )
kata Ney dengan jujur.
"Target? What target?" Tanya Alex, dia tidak ingin percaya semuanya! Tidak mungkin kalau memang Ney...
"So actuallycI really don't like it when you know Rita.
Want to know why? How can Rita be with you, she is a low level person even below me.
So I'm happy to see your relationship end with her,"
( Jadi sebenarnya aku memang tidak suka saat kamu mengenal Rita.
Mau tahu kenapa? Mana bisa Rita jadi dengan kamu dia itu level menengah ke bawah bahkan lebih rendah dari aku.
Jadi aku senang sekali melihat hubungan kamu berakhir dengan dia )
kata Ney senyum.
"APA!? Kamu bercanda kan? Aku... Aku yakin kamu hanya menguji aku saja. Pasti Rita yang mengancam kamu kan?" Tanyanya dengan berubah bahasa. Ya pegal juga semuanya serba bahasa asing.
"Diancam? HAHAHA Akulah yang sering mengancam dia sejak dia kenal kamu. Memangnya dia tidak cerita? Ahhh iya kamu kan tidak percaya ya.
Aku yang banyak menakutinya dengan sosok tak kasat mata yang bisa aku lihat dengan kemampuanku.
Terutama makhluk hitam yang menempel, aku katakan saja kalau itu khodamnya dia," kata Ney dengan bangga.
"Kemampuanmu itu adalah sumber kesialan bagi orang-orang yang mengenal mu.
Ternyata kamu yang sering membuatnya ketakutan tapi tampaknya gagal karena Rita sama sekali tidak peduli dengan yang kamu ucapkan.
Soal makhluk hitam, itu adalah khayalan mu saja agar tampaknya kamu memiliki kemampuan hebat. Kamu lakukan itu ke semua orang pasti," kata Alex tepat sasaran.
Ney diam membaca jawaban Alex. Tidak dapat dipungkiri memang dugaannya pun tepat.
Apalagi bagi Rita memang Ney sering berhalusinasi, ingin memiliki sebuah kemampuan yang bisa melihat masa depan alias meramal.
Inginnya bisa meramal orang tapi hidupnya yang berantakan membuat beberapa orang memilih pergi, daripada percaya.
Kalau memang bisa meramal seharusnya dia gunakan untuk memperbaiki diri, agar tidak terjebak dengan pemikiran eror nya.
Rita tidak peduli dengan kemampuan yang Ney miliki karena kemampuan itu tidak di sertakan dengan ibadah. Jadi ya hasilnya adalah doa jelek.
Soal khodam khodam pun Rita tidak mau dengar, baginya jin Qorin sudah cukup memusingkan.
Kilatan balik mengenai hal tersebut :
"Buat apa sih kamu bangga sekali memiliki kekuatan? Yang bisa lihat hantu. Kamu itu perlu di ruqyah tahu!" Kata Rita saat berkirim chat dengan Ney.
"Iya dong aku bangga berarti kan aku termasuk ke dalam orang yang berilmu tinggi. Punya kekuatan yang orang tidak punya," kata Ney membalas.
"Ih! Aneh! Kalau yang bisa lihat begitu justru itu harus disembuhkan kalau tidak, ya mirip kamu mudah berhalu," kata Rita yang memang saat itu mereka sudah retak ya.
"Aku tuh ya punya kemampuan begitu dari Allah lho bukan hasil meditasi. Kamu juga bisa kan?" Tanya Ney.
"Tidak, aku tidak bisa. Kemampuan dari Allah itu berbeda. Itu juga ada kalau di iringi dengan kegiatan ibadah, kegiatan yang positif.
Bukan dipakai untuk mengintip seperti yang suka kamu lakukan. Aku sih ogah deh disamain dengan orang gila seperti kamu," kata Rita.
"Lho, tapi kamu pernah cerita kok bisa lihat kunti atau toyol," kata Ney.
"Itu ibuku yang alami. Soal penampakan itu bukan aku yang lihat secara jelas ya.
Hanya berupa siluet, itu juga karena rumahku memang angker. Bukan aku yang cari mereka.
Ya beda sama kamu yang mencari-cari tempat mereka. Aku ragu sekali deh sama kemampuan kamu yang indihom katanya.
Justru itu gangguan setan tahu bukan kekuatan. Belajar agama tidak sih?" Tanya Rita.
Tapi Ney memang tidak mau tahu dan menganggap itu adalah kemampuannya.
Padahal ya gangguan, dan kalau dia sampai bangga berarti memang dia menerima gangguan itu.
Jadinya terganggu juga kepribadiannya, karena menurut Rita setannya banyak. Kalau tidak diusir bisa masuk dan menempati tubuh kita.
Makanya kelakuannya pun agak-agak mirip dengan setan.
"Kamu cerita kalau suka mendengar suara-suara aneh. Aku juga begitu dari sejak kecil sampai sekarang," kata Ney. Ya ada cerita soal ini yang membuat Rita agak curiga.
Tampaknya mah bukan hanya kena gangguan spiritual saja sih. Kalau dari kecil bisa jadi dia punya suatu penyakit, yang dirinya sendiri tidak sadar.
Dan mungkin menolak untuk mengakui, sejak itu juga Rita mencari tahu dengan ciri-ciri yang Ney sebutkan.
Ini alasannya juga membuat Rita menyerah soal Ney dan memutuskan menjauhinya. Karena hanya medis lah yang bisa membantunya.
"Soal suara-suara karena rumahku angker. Siapa juga yang bilang aku suka dengar suara-suara? Tidak ada. Ibuku yang sering dengan kakak.
Sepertinya kamu sakit bathiniah ya Ney, bukan hanya soal spiritual saja. Periksa deh soal kejiwaan kamu ke Rumah Sakit.
Sori sori saja aku disamakan dengan penyakit kamu," kata Rita waktu itu.
"Enak saja! Kamu itu tidak sekaya aku ya jangan sembarangan bicara deh. Nanti kalau kamu butuh aku, kamu harus sujud!" Seru Ney.
"Bahahaha sejak kapan aku butuh bantuan kamu? Minta translate saja malah ikut campur urusan orang. Pakai dukung Alex dengan wanita lain. Lupa? Nih aku ada buktinya. Bagaimana?" Tanya Rita.
Ney diam melihatnya, panik iya heboh iya.
"Itu kan dulu masih saja kamu ingat," kata Ney sebal.
"Ingat dong. Mana kamu juga dicantumkan lho sama sepupu Alex dengan hastag Orang Aneh. Tidak malu? Hahaha yang ada juga kamu yang mengiba minta bantuan," kata Rita melawan ejekannya.
Ney tidak bisa membalas ya dia ingat sepupunya memang mencantumkan chat sekaligus namanya di PB dulu.
Ney malu sekali ternyata itu bukan kekasih baru Alex tapi sepupu. Sampai dia membaca sendiri bahwa Ney itu bukan tipe teman yang baik dan Alex diminta menjauhinya.
Karena tahu juga cerita soal Rita dari Alex. Setelah itu, Alex menyembunyikan akunnya serta semuanya agar Ney tidak bisa memperkenalkan sebagai temannya.
"Aku tahu dan sadar ya memang dibawah kamu, tapi kalau kamu berteman mementingkan status, aku yakin tidak akan ada yang mau.
Contohnya Alex, memang dia mau jadikan kamu sahabatnya? Tidak, tahu. Memalukan sih punya sahabat tipe muka empat seperti kamu," balas Rita membuat Ney terdiam.
"Aku akan dapatkan Alex dan kamu akan menyembah karena sendirian! Lagipula semua doa aku dikabulkan ya tidak seperti kamu! Haha" Balas Ney.
"Hahaha teman-teman aku saja kamu kopi paste memangnya aku tidak tahu? lihat siapa yang kesepian sebenarnya.
Jangan-jangan kamu juga mengambil foto orang lain. HIIIYYY!" Kata Rita tertawa.
Memang pernah dia lakukan tapi akhirnya dihapus karena orangnya mencaci maki dia. Ya tidak kenal tapi sok dekat. Dan menjelekkan Rita!
"Ya aku pikir dia mau berteman sama aku. Yah, karena doa aku mujarab kalau kamu mau terkabul, harus hormati dan nurut sama aku," kata Ney dengan sombongnya.
Hah? Nurut sama orang yang jarang ibadah semasa hidup dan berkelakuan buruk dengan orang lain? Ora ora.
"Doa kamu memang dikabulkan tapi sadar tidak hanya bertahan 3 hari.
Setelah itu pesss seperti kentut langsung senyap, kembali ke awal itu karena kamu berdoa tidak dengan sholat. Aku?
Jangan samakan dong meski doaku lama, tapi dengan sholat bertahan SELAMANYA," kata Rita membuat Ney diam.
"Tapi itu bukti ya kalau Allah LEBIH SAYANG dengan aku. Bukan orang rendah seperti kamu atau Arnila," kata Ney tertawa.
"Sayang atau istidraj? Hiii seram. Coba ya kamu sedikitnya mikir jarang sholat tapi doa kamu semua dikabulkan.
Itu pertanda kemalangan yang mengerikan akan terjadi pada kamu suatu hari nanti. Sayang? Sayang karena kamu kafir.
Ogah amat aku di sejajarkan dengan orang kafir seperti kamu, yang bangganya bisa bicara dengan Syeton," kata Rita.
Memang terlihat selalu bentrok jadi memang tidak ada kecocokan antara Ney dan Rita. Apalagi Ney mengagungkan ilmu sesat berbeda dengan Rita.
"Nanti kalau kamu menikah dan punya anak, kita jodohin yuk. Kayanya seru," kata Ney suatu hari.
"Ogah! Sori ya sudah punya calon dan bukan anak kamu! Siapa sudi anak aku dijodohkan dengan anak yang ibunya tukang bully mana suka ajaran sesat. Suami aku juga tidak akan sudi!" Kata Rita.
"Idih yakin sekali memangnya kamu akan menikah dengan Alex? Yakin sekali hahaha," kata Ney.
"Mau aku menikah dengan siapapun, nama kamu sudah aku coret! Kalau punya anak juga maaf ya bukan level aku tuuuch," kata Rita.
"Aku akan daftarkan anak aku ke sekolah agama jadi kita bisa dekat lagi," kata Ney yang selaluuuu alihkan topik.
"Mau kamu daftarkan ke mana pun, aku tidak akan pernah ya mau memilih keluarga kamu.
Kalau aku dengan Alex atau siapapun, tidak akan sudi! Bagaimana bisa anak sholeh kalau orang tuanya sendiri selama hidup jarang ibadah?
Cari saja deh calon lain yang lebih menerima kamu yang tidak beragama!" Seru Rita. Ini yang membuat Arnila lebih baik pergi daripada membaca perseteruan mereka berdua.
"Hahaha yakin sekali Bu mikirnya pasti menikah ya sama Alex hahaha mana ada! Dia juga akan mikir kali menikah sama perempuan dari kelas bawah," kata Ney mengejek.
"Kalau ternyata Alex memang mau, why not? Terus kamu mau apa?" Tanya Rita memancing.
"Yaaa aku maunya anak kita dijodohin," kata Ney.
"Ihh kamu tidak malu? Dijodohkan dengan anak dari perempuan rendah? Dari aku?" Tanya Rita.
"Ya kamu kan sudah menikah sama Alex jadi levelnya setara dengan aku, Rita," kata Ney.
"Najis tahu tidak. Saat aku di atas, aku tidak sudi melihat wajah kamu dan menjodohkan anakku.
Ada yang bilang orang yang berasal dari kelas rendah, mau menikah dengan level atas tetap saja dia kelas rendah.
Dan aku bangga menjadi seorang kelas rendah, tidak seperti seseorang yang dari kelas biasa bertindak seperti kelas atas.
Setidaknya kelas bawah tidak berusaha menjadi kelas atas, dengan mengotori mulutnya. Agar dipandang lebih superior," kata Rita membuat Ney sama sekali tidak berkutik.
Sejak itulah, Rita mengirimkan pesan penting pada Ney untuk diingatnya bahwa nama dan keluarganya tidak akan pernah ada dalam daftar perjodohan anaknya kelak.
Yahh mau Rita akhirnya menikah dengan Alex atau Kazen atauuuu bahkan orang lain. Memang Ney tidak pernah ada dalam rencana.
Itu yang Ney ingat dan dia sama sekali tidak merasa sedih, tapi semakin gencar mendekati Rita.
Dia tidak peduli Rita membencinya atau tidak minat, dia hanya mementingkan kebutuhannya.
Dengan begitu dia bisa gembor-gembornya menyombongkan diri pada siapapun yang meremehkannya.
Semakin berusaha semakin membuat Rita jijik. Hati tidak akan bisa membohongi, meski dia berniat ingin kembali berteman namun mulutnya selalu mengeluarkan kata yang dibenci.
Rita menjadi sangat tertutup semenjak patah hatinya pada Alex dan sakit hatinya pada Ney. Bahkan soal Arnila pun, sudah Rita enggan sapa lagi.
Kazen lah yang berusaha sekuat tenaga membuka kembali hati Rita, dia yang menyembuhkannya. Makanya protektif terhadap kehadiran Alex dan akan membalas semua perlakuan Ney.
Di saat Ney memulai serangannya untuk kembali damai dengan Rita, di saat itulah Alex mulai tenggelam tanpa ada yang menolong.
Bersambung ...