MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
Pengakuan Tahun Lalu



Arnila datang setahun yang lalu untuk terakhir kalinya, mengungkapkan betapa menyesalnya dirinya yang pernah mempercayai kata-kata Ney. Dan memutuskan memusuhi Rita.


Kedatangannya membuat Rita terkejut karena mereka sudah 2 tahun tidak ada kabar sesamanya.


Dia merasa sangat bersalah dan ada hal yang salah yang baru dia sadari setelah menjauh dari Rita dan Ney. Merasa bersalah membuat segalanya menggantung apalagi membuat Rita terpuruk.


Mereka mengobrol dalam sebuah telepon. Arnila masih ingat nomor lama Rita dan mencoba menghubunginya. Karena ternyata sudah tidak ada, dia mencoba mengirimkan email yang ternyata masih aktif.


Arnila meminta nomor Rita yang baru dan berjanji tidak akan memberitahukan siapapun. Toh kedatangannya hanya untuk menjelaskan apa yang Rita tidak ketahui.


"Maafkan aku ya Rita dulu aku meninggalkan kalian begitu saja," kata Arnila menyesal.


"Tidak apa-apa kan aki duluan yang pergi," kata Rita membalas.


"Tapi itu kan kamu sudah tahu bagaimana perilaku dia yang aslinya, yang belum kamu ketahui masih banyak," kata Arnila.


"Eh? Soal?" Tanya Rita.


Setelah itu Arnila menceritakan semuanya. Apa yang Ney katakan setelah Rita menjauh dari mereka. Membuat Arnila merasa ketakutan soal hal lain yang tidak Rita sukai.


Rita sangat kaget tidak menyangka kalau dirinya ternyata banyak difitnah oleh Ney. Soal Ruqyah yang dijalani Rita dikatakan hanya cerita palsu, lalu mengenai Koko dikatakan hanya halusinasi.


Tentu saja lebih banyak kebohongan mengenai Rita yang tidak benar. Kenapa Arnila bisa sadar, ada seseorang yang mengungkapkan hal sebenarnya.


Kalau selama ini, Ney memiliki niat jahat pada dirinya. Membuatnya tidak menyukai Rita dengan menceritakan kepalsuan. Dalam setahun Arnila beranggapan Rita adalah orang yang ingin memanipulasi dirinya dan Ney.


Kemudian Arnila tersadar dengan sikap Rita selama berkenalan dengannya. Dari dirinya yang satu-satunya ingat tanggal ulang tahun Arnila, mengajaknya jalan-jalan dan menonton.


Arnila tersadarkan sesuatu dan dia melihat kembali jejak chat mereka yang masih tertinggal. Kepergian Rita karena tidak menyukai topik pembicaraan selalu mengarah pada hal mistis.


Mengenai Alex, keluarganya yang kaya, barang-barang yang dimilikinya terutama isi chat Ney yang terbilang terlalu kasar. Dari situlah awal Arnila tersadar bahwa tidak mungkin Rita memiliki niat untuk mencelakainya.


Setelah itu Arnila bermaksud untuk mendatangi Rita, untuk menjernihkan segalanya namun Ney yang mengetahuinya menghalangi.


Menurutnya Arnila tidak harus melakukan hal itu karena Rita memiliki rencana untuk membuatnya hancur. Namun Arnila tidak percaya dan bersikeras menghubungi Rita.


"Kamu tidak akan kuat menghadapi Rita. Dia akan memanipulasi pemikiran kamu, Arn! Percaya deh dia juga lakukan itu ke aku!" Kata Ney memperingatkan.


Akhirnya Arnila mengurungkan niat dan Ney tertawa puas, dia lega Arnila tetap menurut kepadanya. Namun tanpa sepengetahuan Ney, Arnila tetap menjalankan misinya dan terhubung kepada Rita.


"Begitulah kisahnya Rita. Aku minta maaf ternyata selama ini Ney yang selalu menjebak aku supaya aku tidak suka sama kamu," kata Arnila.


"*Hahhh syukurlah jadi aku tidak salah selama ini memikirkannya. Syukurlah akhirnya kamu sadat, Arn," kata Rita lega*.


"Iya habis aku teringat mana mungkin kamu seperti yang dia ceritakan. Aku juga ingat dulu kamu selalu beri aku dan Ney cokelat. Tapi hanya Ney yang tidak mengucapkan terima kasih kan," kata Arnila.


"Oh yang diberi Alex itu ke Syakieb ya hehehe aku sih sudah tidak ingat. Tapi terima kasih ya Arnila kamu sudah banyak mengungkapkan kebenaran mengenai dia," kata Rita senang.


"Yah, dia kan tidak mau kalau kamu sampai memberitahukan aku yang aslinya. Aku juga kaget sekali membaca yang kamu ceritakan. Memang banyak bohongnya ya," kata Rita menghela nafas.


"Iya Rita, sekalian kedatanganku kali ini terakhir kalinya. Aku juga memutuskan untuk mengakhiri kontak dengan Ney. Dia masih terus menerus menakuti aku dengan kehadiran kamu," kata Arnila.


"Dia itu ada masalah apa sih sama aku? Kalau tidak suka, kan tinggal pergi saja. Menjauh, banyak kok yang tidak suka aku ya begitu caranya," kata Rita aneh.


"Entahlah Rita, dia memang aneh. Tidak menyukai seseorang ya dengan memanipulasi orang lain. Membuat mereka hancur, entah apa yang ada di benaknya berbuat begitu. Dan itu bukan kamu saja Rita," kata Arnila.


"Hah!?" Tanya Rita kaget.


Buat apa sih? Sederhananya kalau tidak suka orang ya pergi, cari teman lain atau orang lain yang bisa lebih menerima. Daripada mengganggu orang tersebut.


"Orang-orang yang dia kenal juga sama dibegituin, aku juga kan sudah lama tidak nyaman tapi bagaimana ya kasihan sih orangnya," kata Arnila.


"Ya memang kasihan tapi kalau orangnya tidak memikirkan bagaimana ke kita efeknya sih lebih baik jauh saja deh. Justru kita yang kasihan harus menemani dia sedangkan orangnya juga kurang baik," kata Rita.


Mereka berdua sama-sama menghela nafas. Masalah yang paling berat adalah mengenai Ney karena mereka sama-sama kenal sudah lama.


Rita dari masa sekolah SMP sedangkan Arnila saat kuliah. Arnila tersadar pastilah Tita lebih tahu mengenai Ney lebih lama. Setidaknya kelakuan Playgirl nya mereka sama-sama tahu.


"Soal Alex kita biarkan saja dia mau memihak Ney, dia begitu karena belum bertemu kita berdua kan," kata Rita mengobrol lagi.


"Iya, aku sedih deh kamu sama dia selalu salah. Gara-gara kehadiran Ney ini kalau dia tidak ikut campur, kalian pasti bahagia," kata Arnila dengan nada kesal.


"Sudah takdir harus seperti ini. Mungkin supaya kita bisa melihat sesuatu yang terlewati dari Ney?" Tanya Rita mungkin.


"Agak kejam sih ya karena kita kurang peka jadi begini deh. Banyak orang yang sudah peringatkan kita, tapi kita masih percaya dia bisa berubah," kata Arnila.


"Aku tahu dia orangnya nyablak tapi tidak bisa sopan kalimatnya ya pasti semua orang juga akan tersinggung," kata Rita.


"Aku merasa aneh ya apa sih niat Alex kenalan sama kamu kalau ujungnya malah lebih mempercayai Ney?" Tanya Arnila.


"Tidak tahu aku juga heran padahal ney banyak mendoakan dia yang jelek-jelek sampai tidak akan selamat hidupnya. Menyebalkan!" Kata Rita.


"Ke aku juga bilang begitu, apa karena dia iri sama kamu? Tidak sampai begitu juga kali," kata Arnila.


"Bisa jadi sih dia tidak menduga saja mungkin kalau aku bisa kenal dengan laki-laki ganteng, tajir, ya setipe dia," kata Rita.


"Aku sudah bilang berkali-kali kalau dia tidak seharusnya cemburu dengan rezeki orang. Semua dapat dengan porsi masing-masing, kalau Rita berbeda karena dia yang paling sabar kan," kata Arnila.


"Iri rezeki orang sampai membuatnya hancur? Itu sih bukan sekedar iri, Arn. Aku yakin ada yang lain yang dia tidak sukai dari aku. Tapi itu bukan masalah aku lagi sih," kata Rita tertawa.


"Baguslah. Kedua mata aku sudah lebih terbuka lagi selama setahun kemarin ternyata semua yang pernah kamu ceritakan itu benar," kata Arnila.


Bersambung ...