
Entah apa maksud Alex dengan menyebutkan "Mereka" Ney pun memikirkannya namun dengan rasa percaya diri yang besar, menganggap Alex tengah ber halu.
Ney berpikir penyakit Alex membuatnya banyak mengkhayal, padahal apa kata-katanya menjadi awal bencana bagi Ney kelak.
"Hahaha a weak and dying creature like you wants to take Rita back?
Please do not too hallow, Rita will never come back. When I was became her best friend, your way I'm gonna close it,"
( Hahaha makhluk lemah dan sekarat seperti kamu mau merebut Rita kembali?
Tolong jangan terlalu berkhayal ya, Rita tidak akan pernah kembali. Saat nanti aku jadi sahabatnya, jalan kamu akan aku tutup )
kata Ney yang sudah berlagak sombong, menyangka apa yang dia pikirkan akan terjadi.
Alex tertawa sambil menangis membaca kata-kata lemah dan sekarat lalu soal Rita juga. Dia tahu Rita tidak akan bisa dia dapatkan kembali, karena kebodohannya.
Dia pasrah karena itu menerima perjodohan yang akan datang. Pertemuan lalu pelamaran langsung dan mencantumkan tanggal pernikahan.
Calon pasangannya jangan ditanyakan lagi sudah tentu sangat bahagia akan dijodohkan dengan Alex. Sudah memilih gaun untuk pertemuan nanti juga baju pengantin.
Hanya Ayahnya dan Jasmine yang tidak yakin bahwa Alex akan menurut begitu saja. Apalagi Alex juga pernah tiba-tiba kabur entah kemana, sekarang apalagi yang akan dilakukannya?
"I'm the one who wanta to laugh at you. Ney Ney, you're the bully, trying to forget all your mistakes to her.
( Justru akulah yang ingin menertawakan mu. Ney Ney kamu yang merundung, berusaha melupakan semua kesalahan kamu kepadanya.
Many force the will, cheat and lie to her. She throw all your stuff away, it seems you'are the one who wishes to be friends with her.
( Banyak memaksa kehendak, menipu dan membohongi dia. Barang-barang kamu saja dia buang semua, sepertinya kamulah satu-satunya yang berharap bisa berteman dengannya )
Kazen is very picky, I'm sure he can see whether Rita's two best friend are real or fake,"
( Kazen itu sangat pemilih, aku yakin dia bisa melihat apakah kedua sahabatnya tulus atau palsu )
kata Alex menyindir Ney.
Ney tentu memang tidak tahu informasi mengenai Kazen dalam dunia internet pun, keluarga mereka sangat sedikit.
Ney ragu apakah dia harus mengejar Kazen demi kedekatannya dengan Rita?
Masalahnya dia sudah terlanjut mengatakan hal yang sesungguhnya dan berbalik menyerang Alex.
Karena menurut perasaannya dia sudah memiliki tameng terkuat yang bisa dipakai melawan Alex.
Ney yakin bahwa Rita tidak berubah menjadi kejam toh kejadian itu sudah berlangsung lama.
Mana mungkin Rita masih mengingatnya. Yang Ney tidak pelajari dalam hidupnya adalah, orang bisa sangat terluka hanya dengan perundungan secara verbal.
Dengan fisik pun korban bisa trauma atau berbalik merencanakan pembalasan yang sama.
Film The Glory sebagian ilmu yang dimana sang korban membalaskan dendam si perundung.
Ya meskipun Rita tidak membalas Ney secara fisik, namun tentu rasa dendam kepadanya masih ada.
Dan Rita meminta pembalasan kepadaNya dengan beribadah. Memang tidak seharusnya Rita lakukan karena semua perbuatan pasti ada akibatnya dan Karma is Real.
Ney masih tidak sadar juga bahwa dia sendiri yang membuat Karma itu muncul, dari tingkahnya dan kebiasaannya.
Dia berpikir bahwa orang yang dia sakiti hanya memiliki kemarahan sebesar biji kedelai, jadi dia sama sekali tidak takut.
Terutama Rita, yang dia pikir sebagai manusia penyabar, penurut dan tenang. Tanpa tahu Rita meminta keadilan pada Sang Pencipta.
"I'll tell Rita that you're trying to disgrace me on purpose. Besides, Arnila has been gone for a long time too.
( Aku akan beritahu Rita bahwa kamu sengaja menjelekkan ku. Lagipula Arnila sudah lama pergi juga sejak lama )
She must have felt lonely so I will come as a new person and she can trust me more.
I don't care about Arnila more, she's nothing different with Rita,"
( Dia pasti merasa kesepian jadi aku akan datang sebagai orang baru dan dia bisa lebih mempercayai aku.
Aku tidak perduli mengenai Arnila, dia bukan apa-apa berbeda dengan Rita )
kata Ney dengan santai. Pundi-pundi keberuntungan sudah ada di depannya. Dalam benaknya Rita menyambut perubahannya dan mereka bersenang-senang bersama Kazen juga.
Alex menarik nafas, pesannya tidak Ney baca sama sekali. Dan Ney memang sedang dalam berada dunia mimpi.
Dan inilah akhir dari percakapan mereka, akhir dari kerumitan pemikiran Alex yang tentunya langsung dikecewakan oleh orang yang selalu dia bela.
Ternyata itu semua memang di sengaja dan skenario jahat yang Ney buat. Sebenarnya Rita sudah lebih dahulu tahu seperti apakah skenario yang akan Ney buat.
Agar Alex terbuka matanya memang harus dia lihat sendiri dan alami.
"You've lose. And judgement for you is at hand. We'll see who Allah swt will side with, your tricks or my sincerity."
( Kamu sudah kalah. Dan pengadilan untukmu sudah di depan mata. Kita akan lihat memihak siapakah yang Allah swt pilih, tipuanmu atau ketulusanku )
kata Alex mengakhiri semuanya. Dia mem banned semua akun Ney, nomor telepon bahkan email. Begitu pun dengan Ney yang meradang marah.
Ney tidak membaca apa kata Alex, dia tidak yakin Rita akan mau kembali lagi padanya. Toh dengan Kazen kejayaan sudah di depan mata Rita.
Ney tertawa keras dengan peran sebagai perempuan jahatnya yang mampu membuat penonton sebal.
Di tempat lain Alex akhirnya kambuh sambil memegang dadanya dia menaruh ponsel dan menahan rasa sakit itu.
Jasmine keluar kamar dan memastikan, pelayan pun hanya terdiam tidak ada suara apapun.
Jasmine merasa ada yang tidak beres dan menyuruh mereka memanggilkan dokter kembali.
Jasmine masuk dan terkejut Alex nampak tertidur sambil memegang bajunya.
"Panggil dokter! Suruh Mom dan Dad kemari!" Kata Jasmine panik.
Jasmine memanggil Alex dan beberapa petugas membantu Alex kembali ke kasur dan menyelimutinya, menunggu kedatangan dokter.
Dokter tiba beserta kedua orang tuanya yang kali ini pasti tepar. Dokter memeriksa dan menatap obat jantung yang hampir habis.
"Berikan obatnya," kata dokter pada beberapa petugas. Mereka dengan sigap sudah menyiapkannya dan memberikan pada dokter.
"Serangan," kata Dokternya memeriksa semua bagian badan Alex terutama dada.
"Dia benar-benar menghabiskan sebagian makanan yang aku beli," kata Ayahnya melihat sekumpulan besar plastik sushi dan lainnya.
Saat mereka fokus pada Alex, diam-diam Jasmine melihat ponsel Alex yang dia langsung selundupkan. Sesaat banyak sekali chat yang panjang mirip novel, Jasmine pikir itu Rita.
Jasmine benar-benar sangat emosi dan mencari tahu dengan ponselnya, ternyata nomor itu bukan Rita melainkan Ney.
Bibirnya komat kamit, beberapa pengawal menemaninya di luar kamar. Jasmine bisa saja menyeret Ney berhadapan dengannya, tapi Alex pasti akan marah. Karena itu bukan urusannya,
Jasmine tidak serta merta meledak, dia membaca dari awal yang ternyata menurut adiknya, Ney melakukan suatu pengakuan.
Yang paling membuat kedua matanya berkobar saat membaca bahwa Ney sering mendoakannya segera mati. Bahkan Rita sangat jarang mendoakan Alex seperti itu.
"Jadi benar semua cerita dia tahun lalu. Meskipun memang banyak yang mendoakan adikku begitu.
Tapi dia! Yang sama sekali tidak tahu apa-apa hanya karena kenal Alex lewat Rita, awas saja kalau dia sampai datang ke Malaysia!" Ancam Jasmine.
"Ada orang yang harus kami atasi?" Tanya salah satu pengawalnya.
"Not now. Later, if she come to Malay," jawab Jasmine. Semuanya menundukkan kepala. Ya, Jasmine akan mendatanginya mau di manapun Ney berada.
JRENG JRENG!!!
Yang dia tahu ternyata sejak dulu memang Alex tidak menyukai Rita dekat dengan Ney dan Arnila ternyata sebabnya bukan karena cemburu dengan hubungan mereka.
Jasmine yakin bahwa Arnila dan Ney ada kontak sesuatu. Yang ternyata hasil dari info tersebut, Ney menggunakan temannya sendiri sebagai alat penyadap.
Pantas sih Jasmine membaca Alex sering mengatakan pada Arnila dan Rita bahwa dia adakah informan.
Rita tentu saja awal tidak percaya, tapi lama kelamaan apapun yang dia beritahukan ternyata Arnila kabarkan juga pada Ney, padahal yang katanya enggan berteman lagi sampai masalah kritis pun dia katakan!!
Ya elah!! Rita pun sadar bahwa Arnila memang informannya. Tidak ada ketegasan pada dirinya apa yang bisa dia sampaikan dan tidak, bahkan menyerang Rita dengan kesalahpahaman nya.
Ya alhasil Rita pun kapok mendekati dan mengobrol lagi dengan Arnila. Meski KATANYA Arnila sudah tidak ada percakapan atau hubungan lagi, ternyata nomor dia serta WA di hack oleh Ney.
Sasaeng parah! Awalnya Ney berniat hack suaminya tapi akhirnya melebar ke banyak orang.
Jadi memang hidupnya itu jauh dari kebahagiaan karena saat tahu beberapa orang mendapatkan bahagia, dia justru iri dengki. Memang susah!
Jasmine terus membaca sampai tamat dan memutuskan sesuatu. Dia kembalikan ponsel Alex tanpa kedua orang tuanya tahu.
Ibunya keluar dan tampak berpikir, mungkin mengenai perjodohan itu yang harus ditangguhkan dahulu. Jasmine menatap Alex yang sudah tersadar dan wajahnya sedih.
Tangan kanannya menutup sebagian wajahnya. Jasmine duduk di sampingnya dan menghela nafas sambil memegang tangan beruang adiknya.
"Semua... semuanya hanya sandiwara dia kak," kata Alex sambil menangis. Ya seperti inilah Rita tahun lalu, kaget bercampur aduk menjadi satu mengetahui Ney yang aslinya ditambah dengan Alex.
"Kakak akan datangkan dia kemari untuk jelaskan semuanya," kata Jasmine.
Alex membuka tangannya dan menahan kakaknya. "Jangan. Sudahlah, Kak semua salahku. Terlalu mempercayai orang yang baru aku kenal," katanya.
"Kakak kan sudah peringatkan kamu. Rita juga apa sih kurangnya dia meski tidak sesuai kriteria kamu.
Dia yang lebih tahu seperti apa Ney ini, bayangkan dong dari SMP sampai dia kerja, itu sudah tidak ada kontak.
Dan bahkan kakak tahu, mereka memang banyak masalah," kata Jasmine.
"Hayyaaa kakak benar-benar menyelidiki semuanya," kata Alex menghapus kesedihannya.
"Karena kamu sangat bodoh, nurut sama wanita sampai diminta uang atau barang, mauuuu saja!" Kata Jasmine kesal.
"Ya kan kali ada yang benar tulus," kata Alex.
"Itu Rita bagaimana? Harus setulus apa lagi sampai kamu banyak hancurkan dia juga?" Tanya Jasmine.
Alex diam mendengar perkataan kakak perempuannya itu. Rita sama sekali tidak pernah meminta apapun padanya, bahkan setelah tahu INFO keluarganya yang tajir dari Ney.
"Rita ada minta atau pinjam uang? Minta barang? Minta perhiasan? Atau bahkan tubuh kamu?" Tanya Jasmine.
Alex diam.
"Dari situ seharusnya kamu mikir! Rita benar-benar hanya ingin kenal, berteman tapi kamu juga sama dengan Ney ini.
Kasihan tahu tidak, Rita harus banyak menderita lagi ditambah kalian bertiga. Kapan kamu tobat!?" Tanya Jasmine mulai nyerocos.
"Jantungku sakit Kak jangan teriak-teriak," kata Alex merenggut.
"Jantung itu di dada BUKAN DI TELINGA!" Teriak Jasmine kesal.
Alex diam lagi, kalau kakaknya marah sama galaknya dengan ibu dan Rita. Dibayangkan mereka bertiga galak dan garang di waktu yang sama.
"Kamu tidak tahu apa-apa hanya pernah melihat dan bertemu Ney! Kamu hanya tahu luar bukan dalam, apalagi sampai kebiasaan atau yang lainnya!
Kamu bisa mencari dia lewat Cyber tapi isinya? Hanya orang-orang yang kenal dia yang tahu, Kakak yakin bukan hanya Rita saja," kata Jasmine.
"Huaaaaa sudaaaaah," kata Alex menangis lagi.
"Jangan cengeng begitu apa Rita tahu kalau kamu cengeng?" Tanya Jasmine ingin tertawa tapi ditahan.
"Jangan dikasih tahulah. yah lagipula Rita sekarang punya Kazen kan, dia lebih bahagia," kata Alex membuat Jasmine diam.
"Kamu bertemu Rita? Di acara pameran itu?" Tanya Jasmine.
Alex mengangguk, Jasmine tidak bisa apa-apa.
"Benar kan apa kata kakak waktu itu. Saat kamu tahu kebenarannya, saat itu kamu akan sangat menyesal. Terus memikirkan bagaimana penderitaan Rita kala itu," kata Jasmine.
Alex mengusap air matanya, dia tahu seperti inilah rasanya tapi Rita harus merasakannya lebih berlipat lagi.
"Sekarang solusinya pikirkan kembali dan sudahi semua. Setidaknya kamu bisa melihat kejujuran anak aneh ini, kepribadiannya yang bermasalah.
Ditambah kamu juga punya trauma pada wanita jadi... berlibur saja dulu," kata Jasmine.
Alex hanya berbalik dan membenamkan wajahnya ke bantal putih dalam kamar hotel itu. Dia menyesali sesuatu yang sulit kembali dengan cepat, memikirkan Rita.
Sekarang dia benar-benar kehilangan seseorang yang tulus kepadanya. Melewatkannya begitu saja sampai akhirnya diambil oleh seseorang.
Keesokan harinya Rita pulang, Seren dan Shin berpisah di Jakarta. Prita dan teman-temannya pun kembali berpisah. Mereka bertiga pulang menuju Bandung.
Tadinya, tapi Shin berubah pikiran dan kembali bersama bosnya, Kazen setelah akan diberikan bonus. Mereka berempat mengobrol dengan seru mengenai Dufan.
Rita dan Kazen menaiki perahu menuju istana boneka, banyak perempuan yang mencuri pandangan pada Kazen. Ya badan langka sebesar beruang tentu menarik perhatian.
Sampai Rita dibelikan makanan dan mainan, para pengunjung menyayangkan sosok Kazen ternyata sudah ada yang punya. Tidak sedikit banyak wanita penggoda.
Kazen menolaknya secara mentah-mentah membuang atau menginjak bunga yang mereka berikan. Tak sedikit yang menangis melihat perlakuannya dan pergi.
Bersambung ....