
Rin terdiam mendengarnya, ketakutan Rin itu sama dengan Ney. Dirinya tidak suka kalau harus melihat Rita berada di atas apalagi puncak.
Menurutnya seorang adik haruslah tahu diri, dia tetap di bawah. Hal ini juga pernah dikatakan oleh Ney, masalahnya siapa dia? Kakak juga bukan, saudara sepupu atau kandung juga bukan.
Toxic Rin memang Rita lihat sama persis dengan Ney, kenapa mereka tidak jadi adik kakak ya? Fix deh sekeluarga toxic.
Pokoknya kakaknya Rita sebelas dua belas dengan Ney. Hanya sayangnya, Rin tidak bisa Rita banned karena ya kakaknya sendiri. Sedarah pula.
Kalau Ney sih bebas dia banned seumur hidupnya sampai dirinya mati nanti. Tapi kalau Rin, haram hukumnya. Bicara sama sekali tidak melihat situasi dan sangat tidak sopan.
Pokoknya miriiip sekali. Dengan Rin pun Rita selalu bentrok tapi kadang mereka satu pendapat. Tapi jarang. Terlihat jelas iri hatinya Rin pada Rita.
Apalagi sekarang ada Kazen, iri karena suaminya tidak setampan Kazen? Bukan sih tapi dia tidak terima kalau Kazen kaya.
Rin juga sering berhalusinasi, kadang bicaranya juga sama tidak nyambung. Hubungan Rin dan Rita sama sekali tidak ada serasinya, selalu berpantun, selalu bentrok.
Apa yang Rita miliki, selalu Rin rebut. Menurutnya tidak pantas benda bagus dimiliki Rita. Seperti saat Rita duduk di sekolah dasar dan kakaknya baru kelas dua SMP.
Paman memberikan mereka pemberat buku yang berbeda bentuk. Padahal Rin mendapatkan yang lebih bagus, angsa. Dan Rita mendapatkan kura-kura. Prita masih kecil dia belum mengerti.
Suatu hari, angsa milik Rin kepalanya patah karena salahnya yang jorok menaruhnya. Dia mencari cara agar tidak dimarahi.
Kebetulan melihat Rita bermain bola pingpong di dalam rumah, yah tahulah Rin laporkan bahwa Rita menjatuhkan miliknya.
Rita dimarahi dan menangis. Rin meminta ganti rugi yaitu kura-kura kristalnya menjadi miliknya. Ibunya sama sekali tidak tahu bahwa Rin yang salah.
Rita dipaksa untuk memberikan benda miliknya namun ditolak karena bukan dia pelakunya. Ibu ambil dan memberikan pada Rin dan menasehati Rita untuk mengaku dengan jujur.
Tentu Rin sangat senang dan tertawa mengejeknya. Rita menangis melihat angsa yang telah patah lehernya. Dia membuang angsa itu karena bukan miliknya.
Prita melihatnya dan menyarankan Rita untuk memperbaikinya bersama. Mereka memperbaiki dengan cara membeli semacam tali perekat bening dan menyatukannya.
Rin tampak senang memandangi kura-kura kristal milik Rita. Dan Rita tampak sangat merah padam melihat kelakuan kakaknya.
Rita memang termasuk orang yang sangat apik dan rapih. Dia selalu tahu barang yang mudah pecah, selalu disimpan di tempat yang aman.
Setiap minggu selalu membersihkan kamar dan barang-barangnya. Kali ini Rin menyimpannya di tempat yang aman.
Rin tahu soal kebiasaan Rita, dan saat dia melihat angsanya kembali diperbaiki, dia meminta lagi. Meski enggan, ibunya memarahi Rita yang sudah berbuat salah.
Lagi-lagi angsa itu ibu berikan pada Rin dan Rin tertawa lebih keras mengatakan bahwa Rita sama sekali tidak disayang dalam keluarga.
Suatu hari Rin dengan ceroboh menaruhnya di pinggir lemari belajarnya. Dan Rin kebetulan masih ada di sekolah, Rita datang dan dengan raut wajah yang marah...
Rita hempas kan kura-kura kristal itu pecah berkeping-keping. Angsa milik kakaknya pun dia banting di dalam kamar kakaknya itu dan pergi.
Saat itu Rita kembali ke rumah untuk mengambil tabungannya. Dia melihat ada pemberat yang sejenis namun tidak terlalu besar.
Prita ingin punya juga dan Rita sudah cukup bisa membelikannya. Dia juga akan membeli berbentuk kelinci sedangkan Prita tupai.
Selanjutnya yaaa tentu Rin histeris bertubi-tubi, menangis bahwa benda kristalnya hancur semua.
Ibu yang mengetahuinya tentu lebih marah besar apalagi itu pemberian dari paman yang senang memberikan cinderamata.
Rin menuduh bahwa Rita dan Prita pelakunya karena iri tapi Rita menjelaskan bahwa mereka masih di sekolah.
Rita memang sempat kembali pulang tapi tidak melihat ke arah kamar kakaknya itu. Rita menunjukkan benda yang dia beli bersama adiknya.
Rin kaget pemberat itu hampir sama tapi berbeda ukurannya. Rita berkata dia terpaksa memberikan barangnya dengan tuduhan mematahkan leher angsa.
Ibunya terdiam, Prita senang dan menyimpan pemberat itu di kamar. Melarang Rin untuk berusaha mendapatkannya.
Saat ibu pergi membuang pecahan, Rita datang dan berkata, "Bagaimana? Aktingku bagus kan? Kak,"
Rin kaget. "Jadi memang kamu ya? BUUU!! RITA YANG..."
"Jangan harap kamu saja yang bisa berbohong. Aku juga bisa dan akan lebih sadis. Jadi hati-hati ya mulai sekarang, kakakku yang..." kata Rita mengacungkan jari tengahnya dan pergi.
Rin yah hanya diam menatap adiknya itu, tidak berselang lama Rin mengaku kalau itu adalah kesalahannya.
Rin memiliki kekasih yang rajin mengikuti kegiatan dalam mesjid. Setelah mengaku, ibunya memarahi dengan telak apalagi harus menuduh Rita yang tidak bersalah.
Setelah itu Rita membelikan Rin pemberat berbentuk angsa dan berkata kali ini tidak akan pecah lagi. Membuat Rin hanya terdiam, dan dia juga menyimpan angsa itu di tempat yang aman.
Sejak saat itu Rin tidak pernah lagi merebut barang milik Rita kecuali dia duluan yang memilih.
Pembalasan Rita terbilang sangat sadis kalau dia diperlakukan semena-mena. Belum pembalasannya pada Ney yang dia serahkan cukup pada Allah saja. Lebih Adil dan lebih Setara.
Kali ini ibu lebih memerhatikan Rita dan Kazen, menurutnya Kazen sudah cukup banyak membuktikan bahwa dia serius. Hanya Rita memang tidak peka.
Kazen pernah meledak marah karena menunggu ucapan ulang tahun dari Rita, namun tidak pernah datang.
"Hah? Kamu ulang tahun? Kapan?" Tanya Rita yang membuat Kazen naik pitam.
Dia yang selalu ingat hal-hal kecil mengenai Rita, tapi dia juga yang harus berakhir mengenaskan.
Temperamental nya sama dengan Alex yang menyebabkan Rita banyak menangis. Kazen tidak pernah mengatakan kasar, dia selalu memilah-milah kalimat tapi tetap saja sih galak.
Melihat Rita terus menangis tanpa suara dan tidak berhenti, Kazen meminta maaf.
Ini pertama kali baginya memiliki kekasih yang sama sekali tidak tahu kapan dia ulang tahun.
Rita menangis tersedu-sedu. "Kamu tidak pernah bilang kapan semenjak kita bertemu, sampai jadi"
Kazen terdiam mengingat-ingat, memang tidak pernah dia sebutkan juga akhirnya dia meminta maaf.
"Kurang ajar!!" Teriak Rita lalu menjambak kepalanya dengan sadis.
Selesainya gantian Kazen yang menangis, sama-sama masih berjongkok juga mereka saling menghibur.
"Aku juga tidak pernah ingat tanggal ulang tahun," kata Rita membuat Kazen pingsan.
Mereka berbaikan, Rita mengelus kepala Kazen. Kazen tidak berani mengelus Rita bisa-bisa bonyok lah wajah gantengnya.
Kazen menceritakan itu di rumahnya membuat Seren dan Shin tertawa keras sampai jungkir balik.
Mereka menatap kepalanya yang menampakkan bekas jambak ter sadis se abad ini.
"Jangan ketawa dong! Bantu menenangkan si Rita tuh! Lama-lama rambutku jadi menjuntai," kata Kazen membetulkan dengan cemberut.
Mereka terus tertawa dengan konyol sampai banjir air mata.
"Kamu ya hahahaha baru kali ini aku lihat kamu punya kekasih yang senang melawak," kata Shin menyeka air mata.
Serenity tidak mampu berkata apapun, dia memukul-mukul lantai sambil tertawa.
"Gila semua," kata Kazen tertawa.
"Kapan lagi kan kamu ada kesempatan jadian sama perempuan lucu sekarang, Zen. Mantan-mantan kamu semuanya tidak ada yang sekocak ini. Bersyukurlah," kata Shin menepuk bahunya.
"Bersyukur apanya? Jadi korban jambak dia?" Tanya Kazen kesal.
"Bersyukurlah kamu punya kekasih tukang jambak HAHAHAHAHA!!" Kata Shin lanjut tertawa.
Kesal, Kazen tinggalkan mereka berdua ke toilet. Dia menangisi rambut kerennya mulai ada yang menjuntai.
sekarang sih sudah agak berkurang kalau menjambak, Rita selalu kelepasan kalau marah besar. Tapi sudah nya dia rapihkan kembali.
"Kita sampai!" Kata Rita dengan gembira.
Kazen menatap Rita, teringat apa kata Shin ya dia harus bersyukur. Dengan mengenal Rita memang dunia muramnya menjadi cerah.
Prita juga senang, mereka masuk. Kazen yang akan membayar tiket masuknya. Lalu mereka masuk dan mulai berfoto.
Bunga-bunga aneka ragam hadir seakan menyambut mereka. Ada juga bibitnya, Ibu membeli bibit adenium ( Kamboja Jepang ), akasia.
"Ini bunga apa ya? Cantik," kata ibu ke petugas bunga.
"Oh, ini memang cantik sekali bu. Namanya Bunga Alstromeria, kalau di negara kita disebutnya Peruvian Lily," kata petugas.
"Ooh termasuk bunga Lily," kata Ibu baru tahu.
"Beli bu, jangan bunga yang umum saja sekali-sekali yang lain kan lebih cantik," kata Prita antusias.
Akhirnya ibu memilih warna ungu, merah, jingga dan ungu. Kuning sudah ada di bibit bunga dua lainnya.
"Ini bunga apa? Aneh tapi lucu," kata Rita.
"Bunga Ammi. Dikenal sebagai Ammi Majus, dari keluarga Umbelliferae atau apiaceae. Berasal dari Mediterania dan Asia Barat Daya. Bunganya putih dan rimbun, berbentuk cluster. Biasa dipakai untuk pengantin yang akan menikah," kata Kazen.
Semua orang menatapnya dengan kagum.
"Waah, kamu tahu soal bunga-bunga ya, Zen," kata Rita bertepuk tangan.
Kazen salah tingkah, yah bagaimana dia tidak tahu dalam keluarga besarnya selalu menghadirkan berbagai macam bunga.
"Hahaha tidak juga aku pernah lihat saja sih," kata Kazen malu hampir saja keceplosan.
"Iya benar, Kak. Ketinggian tanaman ini mencapai hingga 1,5 meter. Untuk kosmetik juga sering digunakan sebagai bahan lainnya," kata petugas.
"Ibu mau beli siapa tahu nanti bisa digunakan kalau Rita menikah," kata ibu memberikan kode.
Kazen tersipu menatapnya, dan Rita agak menyikut. Mereka bertiga berjalan-jalan melihat-lihat pemandangan.
Rita agak gugup sebenarnya berfoto dengan Kazen, yahh dia kan tidak pernah sama sekali berfoto dengan beda jenis.
"Sini," kata Kazen.
Rita bergerak sedikit, membuat Kazen agak tidak sabaran. Prita tertawa dan mendorong kakaknya mendekati Kazen.
BUK!
Kepala Rita terkena lengan otot Kazen, dia langsung teriak dan mengelus dada.
"Kenapa sih kamu? Ayo bergaya mau di foto nih," kata Kazen yang kurang sadar.
Prita terkekeh-kekeh melihat kakaknya. Mereka berfoto, Kazen menatap Rita agak aneh.
Setelah merenung ah, dia tahu sebabnya dan berwajah jahil yang langsung memeluk Rita menempatkan kepalanya di atas kepala Rita.
"Eh," kata Rita memerah.
"Woi! Bukan muhrim," kata Prita.
Fotonya jadi dengan tampilan Prita ngambek, Rita kaget dan Kazen menyengir.
Bersambung ...