
Alex kaget, dirinya? Selama Rita chat dengannya serangga itu selalu ada? Alex menganga. "Tapi... Aku? Tapi aku bukan..." katanya panik, kenapaaa??
Rita mengirimkan foto deretan semut-semut hitam yang berada di jendela berputar dan menjajaki kedua kaki mereka ke meja.
"Tuh," balas Rita.
Alex langsung jatuh dari kursinya melihat foto tersebut. Dia tertawa, Rita tidak paham dan berdiri sambil menepuk bagian belakangnya.
"Itu semut laaa. Bukan pertanda buruk kalau mereka datang dan berkumpul sudah pasti karena ada makanan," kata Alex menggelengkan kepalanya.
"Nih ada juga kok ulat kecil mungkin maksud kamu ini?" Tanya Rita membuat Alex tegang.
"Foto foto!! Kirim!!" Kata Alex bergegas. Kali ini tidak mungkin salah lagi!
Rita dengan santainya memfoto deretan ulat yang sedang berjalan, ya anak-anaknya tapi tidak begitu menakutkan deh.
"Heboh sekali sih kamu ulat begini doang," kata Rita mengirimkan foto ke Alex.
Alex melihatnya, ya! Ituuuu! "Itu, ya itu Rita. Itu dimana?" Tanya Alex heboh.
"Kenapa sih? Heboh sekali biasa saja kali," balas Rita yang berada di depan kamarnya. Di luar, di taman.
Alex hanya bengong membaca chat dari Rita kenapaaa dia bisa setenang itu sih? Benar-benar tidak paham dan lagi jarang mengalami juga.
"Ya itu dimana? Masuk kamar?" Tanya Alex panik.
"Itu di luar jendela. Mana ada masuk kamar orang emaknya ada jadi kepompong," kata Rita menatap kepompong yang agak besar. Kasihan anak-anaknya ditinggal.
"Kepompong!? Rita coba kamu baca ayat Kursi 3x," kata Alex membuat Rita mendengus.
"Apaan sih!? Tidak mau," kata Rita menolak. Dia menggelengkan kepala nampaknya kepala Alex harus diperiksa.
"Ayolah, aku mohon," kata Alex mengirimkan stiker memohon.
"Tidak mau! Seenaknya saja kamu, kamu mau ganggu ulat-ulat ini hidup ya? Tadi juga kamu memaksa aku minta maaf ke Ney kampret! Enak saja!" Kata Rita menjulurkan lidah ke ponselnya.
Alex acak-acak kepalanya karena Rita sulit diberitahukan hal yang genting. "Aku minta maaf deh memaksa kamu untuk yang bedak itu. Tapi ini asli gawat. Ayo, aku kan memintanya dengan baik," kata Alex masih berusaha.
Akhirnya dengan terpaksa LAGI, Rita membacakan ayat Kursi 3x untuk para anak ulat tersebut. Entah kenapa mereka nampak menatapnya karena matanya yabg kecil.
"Sudah," kata Rita dalam 15 menit.
"Alhamdulillah. Ulatnya masih ada?" Tanya Alex.
"Ya masih ada kan mereka hidup. Nih," kata Rita memberikan foto lagi.
Alex melihatnya masih sama dengan jumlah yang tadi Rita foto. Meski warna dan bentuknya sama, ternyata memang Rita tidak kena. Alex bersyukur sekali, dia lega.
"Ah ulat biasa," kata Alex lega.
"Kan ada induknya. Kamu memang jahat," kata Rita. Ya jahat ke siapa saja.
"Maaf aku kira ulat siluman," kata Alex merasa bersalah.
"Masalah ulat itu, di tempat kamu hilang?" Tanya Rita agak tertarik.
"Hilang. Aku bacakan ayat Kursi dan ayat lain. Syukurlah aku lega kamu tidak kena. Dan yang kamu lihat, itu ulat asli," kata Alex sangat lega.
"Makanya jangan percaya sama orang yang salah. Sudah ya," kata Rita ingin cepat mengakhiri.
Alex terdiam membacanya. "Tungguuuu sebelum benar-benar berpisah, cerita dulu," kata Alex.
"Mau apa lagi sih?" Tanya Rita sebal.
"Ada cerita soal ini dari Arnila atau Ney? Sesuatu yang menurut kamu aneh," kata Alex berharap ada.
"Jangan kepo deh. Dosa!" Kata Rita yang selalu Alex katakan kepadanya. Padahal yang kepo siapa, yang suka cari tahu siapa.
"Bukan kepo ini. Jadi ada?" Tanya Alex agak malu.
Rita menghela nafas, ya dia teringat pada cerita Ney di tahun lalu. "Dulu Ney pernah ada tanya juga soal Ulat. Dia bilang setiap chat sama aku selalu ada ulat, aku tidak tahu apa artinya,"
Alex menyimak.
"Aku tidak tahu sampai kamu cerita soal ulat. Aku pikir ulatnya yang begini," kata Rita menandakan foto yang tadi.
"Lalu?" Tanya Alex.
"Memang tidak ada ya?" Tanya Alex menebak.
"Ya memang tidak ada apa-apa aku kirimkan foto itu semua ke dia. Dia bilang, 'Kok di kamu tidak ada sih? Di aku banyak sekali,' aku penasaran ya soalnya dia kalau bicara suka bohong. Jadi aku minta dia foto kan," kata Rita masih teringat jelas.
"Dia kirim?" Tanya Alex mulai ada jawaban.
"Awal dia tidak mau tapi aku bilang kalau dia selalu bohong jadi akhirnya dia kirim. Foto lantai rumahnya," kata Rita sayang foto itu sudah dia buang jauh-jauh karena Ney sangat aneh.
"Ada tidak? Kamu bisa lihat?" Tanya Alex.
"Tidak ada. Makanya aku menjauhi dia. Aku lihat fotonya tidak ada yang aneh. tapi dia bersikeras ulatnya terlihat jelas. Mau aku ulangi ponsel juga tetap tidak ada apapun," kata Rita.
Alex menutup mulutnya dia percaya Rita tidak mungkin berbohong soal apa yang dia lihat. Tapi Alex heran kenapa Rita tidak bisa melihatnya? Padahal jelas sebanyak dan semual itu.
"Lalu karena aku terus bilang tidak ada, dia kirim foto pintunya katanya ada banyak berbaris," kata Rita.
"Kamu lihat?" Tanya Alex lagi.
"Ya tidak ada apa-apa. Tapi dia tetap sama bilang ulatnya ada yang besar, ada yang kecil dan memenuhi pintu kamarnya. Aku hanya membayanginya saja sudah merinding," kata Rita.
"Aneh, apa karena hanya yang kena saja ya?" Tanya Alex bicara sendiri. Arnila juga memang melihat sendiri.
"Syukurlah aku tidak bisa melihatnya," kata Rita lega.
"Kenapa?" Tanya Alex.
"Karena aku jijik pada jenis ulat itu, yang disini tidak sebegitu jijik," kata Rita kembali ke kamarnya.
"Ah ya... baguslah Rita, kamu benar-benar terjaga tidak terkena hal itu. Artinya penjagaan kamu sangat tinggi," kata Alex meski agak aneh. Santet sama sekali tidak ada yang mengenainya satupun.
"Jadi penjagaan kamu rendah ya?" Tanya Rita membalik.
Alex tidak membalas bukti bahwa dia memang mengalaminya mungkin karena keimanannya saat itu sedang merosot. Dia ingat memarahi Rita sampai dirinya menangis dan setelah itu tidak ada kabar soal Rita.
Setiap kali Alex membela Ney, ulat-ulat kecil itu bermunculan entah dari mana. Seperti diguyur begitu saja, sampai Alex berteriak histeris. Alex berpikir itu kiriman dari Rita karena dia pun ada rasa dendam padanya.
Tapi ternyata se marah apapun Rita, tidak pernah ada apapun. Ya paling Rita tidak ada kabar selama seminggu. Bila memang Rita pelaku ilmu hitam, pasti akan ada banyak sekali ulat-ulat dan binatang kecil tapi ternyata bersih!
Alex kemudian sholat dan meminta maaf, sujud dengan sedikit tangisan telah menduga hal jelek pada Rita.
"Lalu bagaimana lagi?" Tanya Alex penasaran.
"Yaa Ney terus merasa aneh, lalu aku tiba-tiba mendapat firasat buruk. Bukan soal mengalami seperti dia tapi mungkin... ulat itu pertanda sesuatu selain ilmu hitam," kata Rita.
"Hmmm bisa jadi," kata Alex setuju.
"Jadi saat itu juga aku berubah menjadi Detektif," kata Rita membuat Alex tertawa.
Ya, Rita senang menganalisis sesuatu apalagi tentang masalah seperti ini. Dan biasanya pemikirannya tepat meski sangat panjang mirip novel.
"Aku katakan ke dia, 'Berhentilah menjahati orang-orang karena dengan kehadiran ulat itu, bukti kalau kamu sering melakukan sesuatu yang jahat pada beberapa orang atau banyak. Dan siapa yang tahu kan, mereka membalas sekarang,' karena aku tidak tahu ulat apakah itu. Ini pemikiran aku saja sih," kata Rita.
Alex tertawa Rita langsung mengatakan hal itu tampaknya memang benar kalau Rita sudah habis kesabarannya pada Ney. Sudah bersalah, mendatangi terus tapi bertindak sebagai korban.
"Dia ada balas chat kamu itu?" Tanya Alex.
"Dia chat mengatakan merasa tidak pernah berbuat salah pada siapapun jadi kenapa banyak orang yang menjahati nya. Begitu ya memang otak dia agak-agak tanda tanya sih, mungkin ya karena terlalu banyak dosa kali," kata Rita menduga.
"Dia bilang begitu? Tidak merasa bersalah? Yaaahh bisa jadi sih karena kan kita tidak bisa lihat ya bagaimana dia di lingkungannya. Orang yang senang berbuat dosa, efeknya ya jadi seperti hilang ingatan tapi bisa jadi itu sengaja. Karena dia orangnya tidak mau disalahkan meski dia orang yang membuat masalah," kata Alex.
"Nah kan aku penasaran aku bawa foto dia ke hadapan ibuku dan aku cerita. 'Bu, memangnya ada ulat?' Ibuku kaget dan aku berikan fotonya," kata Rita.
Alex semakin tertarik. "Lalu apa respon ibumu?"
"Ibuku langsung muntah sama yang kamu bilang. Aku heran dong melihatnya," kata Rita.
"Apa!?" Tanya Alex melongo.
"Aku kan bertanya kenapa? 'Kamu dapat foto itu dari siapa?' ya aku bilang Ney lalu ibuku marah dan bilang, 'Jangan kamu dekati lagi anak itu! Rita, dia kena sesuatu yang berbahaya! Ulat-ulat itu ada yang sengaja kirimkan buat dia. Ibu tahu dia sejak ketemu anaknya tidak begitu baik. Blok!"" Rita masih ingat perkataan ibunya.
Alex terkejut ternyata tetap saja bila anaknya sendiri disakiti, maka Emak pun akan bertindak! "Ibu kamu bilang begitu?"
"Iya, aku kaget ibuku sangat marah sedangkan aku tidak bisa lihat apapun selain pintu biasa," kata Rita masih menjadi misteri.
Bersambung ...