
Tanpa dia sadari harapan agar Alex tahu mengenai bedak itu ternyata sebagai bukti kekalahannya. Membersihkan nama baik ternyata tidak semudah itu, jalan satu-satunya hanya dengan tobat dan tidak mengulanginya.
Bagi Ney sangat sulit mengakui salah, sekalinya meminta maaf dia akan mengulanginya lagi. Karena berpikir setiap kesalahan hanya tinggal mengucapkan maaf lalu semuanya berakhir.
Tanpa tahu bila kata Maaf sebenarnya memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Bukan hanya sekedar sebuah kata melainkan berhubungan dengan keikhlasan.
Maaf bukanlah sekedar hanya kata biasa yang bebas diucapkan melainkan harus dihayati dengan hati. Terdapat tingkatan yang dianjurkan oleh umat Muslim.
Menahan amarah, memaafkan dan berbuat baik terhadapnya. Dalam masalah Ney ketiga ini sudah hangus. Setelah meminta maaf atau memaafkan bukannya sadar malah bertambah berbuat ulah.
Berbuat baik namun tidak bisa melihat kondisi seseorang yang mengakibatkan lagi-lagi dijauhi termasuk oleh Rita.
Ternyata terdapat syarat untuk memohon maaf dan memaafkan. Pertama, orang yang memohon maaf harus menyesali perbuatan terlebih dahulu, baru kemudian memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan pada seseorang.
Permintaan maaf tersebut harus disertai dengan niat untuk tidak mengulangi lagi di kemudian hari. Kemudian mengembalikan hak dari seseorang yang pernah diambil.
Bagian ini dia selalu melakukan lagi kesalahan yang sama intinya sama sekali tidak ada rasa menyesal. Dan sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya.
Mungkin maksud mengembalikan hak seseorang adalah dalam kasusnya, adalah kebenaran mengenai seseorang yang telah dia perlakukan buruk.
Mungkin saja dia berkata bohong soal seseorang agar dirinya terkesan lebih baik dari orang tersebut. Dan dia berkata hal yang berbeda di belakang orang-orang tersebut.
Bila sudah mengembalikan semua pada tempatnya, barulah Maaf yang sebenarnya bisa diterima.
Kedua, untuk orang yang memaafkan juga memiliki syarat seperti harus bisa memaafkan orang tersebut dengan tulus dan ikhlas. Menghilangkan dendam yang membara dalam hati.
Jika memaafkan orang lain namun masih menyimpan dendam, tandanya masih ada amarah yang ditahan dalam hati.
Dalam hal ini memang Rita masih menyimpan amarah besar pada Ney yang terus mengganggunya. Yah, bagaimana mau tidak dendam Ney terus melakukan hal yang membuat Rita sangat meledak.
Intinya baik Rita maupun Ney masih belum ikhlas meminta maaf dan memaafkan.
Yang ketiga, jika belum mampu berbuat baik terhadapnya, maka dianjurkan untuk memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh orang tersebut. Jika masih belum dapat memaafkan, sebaiknya tahanlah perasaan marah yang ada dalam hati.
Rita sangat sulit memaafkan Ney karena dia mengenal Ney cukup lama dengan harapan bisa menjadi teman baik. Namun nyatanya jalan takdir mereka berkata lain.
Rita pun menyesali dia baru sadar sekarang bagaimana perilaku Ney sejak dahulu. Dia heran kok baru sadar sekarang ya? Padahal sudah banyak sekali kejanggalan mengenai diri Ney.
Sebenarnya dia sudah menyadari dahulu bahwa Ney memang tidak berminat berteman dengannya, namun entah kenapa dia selalu mendatanginya.
Padahal Rita sama sekali tidak keberatan bila Ney mau jadi temannya atau tidak, karena banyaknya dia selalu menantang dirinya. Namun Rita tidak pernah peduli dan pergi kemanapun sendiri.
Dahulu bila Ney tahu Rita bepergian sendiri, dia akan marah karena Rita enggan mengajaknya. Rita tidak nyaman selang beberapa waktu mengenali dirinya. Rita sering diremehkan oleh Ney yang membuat dirinya menjadi cuek kepadanya.
Selalu berpikir bahwa Rita adalah anak manja namun sayang dia juga yang kaget setelah Rita cerita kalau dia jalan-jalan mencari alamat ujian guru di Soekarno Hatta.
Sejak itu hubungan mereka pun merenggang dengan Rita yang keheranan akan sikap Ney, dan tidak mempermasalahkannya. Alasan Ney memusuhinya hanya karena ternyata Rita bisa bepergian jauh tanpa dirinya, aneh sekali.
Rita sama sekali tidak memperdulikannya karena setelahnya Ney diajak pun menolak karena marah. Akhirnya Rita pergi dengan sahabatnya yang sekarang yaitu Diana.
Sejak itulah Ney tidak pernah lagi ada kontak dan Rita juga mulai sibuk dengan kegiatan kuliah dan pekerjaannya. Kemanapun Rita pergi, hanya Diana dan Komariah yang selalu menemaninya.
Kembali ke cerita masa sekarang, Ney semakin terpojok apalagi akibat yang Rita duga membuat Feb ikut bekerjasama.
"Terserah kamu yang penting aku yang menang!" Kata Ney tidak mau tahu.
Saat akan membalas, Feb melihat Rita mengirimkan pesan.
"Feb, kamu punya alamat Ney yang baru?" Tanya Rita.
"Ada! Baru saja dia beri di grup aku bicarakan soal yang dia lakukan, benar sih kepancing dia," kata Feb mengirimkan alamatnya.
"Mau kirim apa ke dia?" Tanya Feb masa iya mau dibalas?
"Aku mau kembalikan bedak dia," balas Rita.
Feb lega mengira Rita akan membalasnya. "Ok deh aku tidak perlu minta ijin toh dia juga seenaknya kirim pakai alamat kamu,"
Rita melihatnya ternyata Ney rumahnya berada di Bogor bukan Jakarta lagi. "Makasih ya,"
Rita tidak menjawab setelah menunggu 5 menit dan Feb mengerti.
Setelah itu Feb kembali ke chat dengan Ney.
"Bedaknya buat dia saja," tulis Ney japri Feb.
"Hah? Untuk apa?" Tanya Feb tertawa. Katanya salah kirim kok malah tidak meminta dikirim ke rumahnya sih? Malah untuk Rita?
"Ya tidak apa-apa, buat dia saja," kata Ney berbaik hati ceritanya. Ini sih intinya memang alasan dia saja ide Salah Kirim sebenarnya memang alasan supaya bedaknya bisa terkirim ke rumahnya Rita.
"Besok bedaknya di kirim ke alamat kamu," kata Feb.
"Hah!? Kok di kirim?" Tanya Ney.
Ya kan itu salah kirim jadi buat apa juga dia simpen? Aku sudah kirim alamat kamu yang ASLI. Dia ogah sekali pakai produk yang kamu beli," kata Feb.
"Ya tapi... kalau dikirim ke aku juga untuk apa?" Tanya Ney membuat Feb keheranan tapi tertawa.
"Ya mana aku tahu kan kamu yang pesan," kata Feb mulai melihat Ney yang panik.
"Kalau aku pakai bedak itu, wajahku hancur dong," kata Ney.
Feb menguap tidak peduli. "Hati kamu sudah hancur apalagi wajah. Cocok kok bedaknya buat tipe wajah kamu, aku sudah beritahukan alamat kamu. Tidak perlu minta ijin kan?" Tanya Feb dengan cuek.
Alamatnya? Ney tegang jadi sekarang Rita tahu alamat rumahnya? Dia panik tapi bukankah bagus? Siapa tah Rita kirim hal yang sama untuknya, ya kemungkinannya sangat kecil sih.
"Kok kamu kasih sih? Kalau dia kirim ya bukan bedak bagaimana?" Tanya Ney menggigiti kuku jempol ya.
"Kenapa cemas? Kirim bedak sengaja saja kamu santai. Kamu juga sesuka hati libatkan aku jadi sesuka hati juga aku beri alamat kamu," kata Feb.
Ney berdiri dan memegangi kepalanya, dia mondar mandir mulai agak cemas. Dia hanya tinggal menunggu saja paket Rita datang.
Rita yang sudah membungkusnya lagi dengan plastik dan kertas, membuat catatan untuk difoto lalu kirim ke chat Alex.
"*Aku kirim kembali paketnya. Kenapa aku kirim ini ke kamu? Sebagai bukti karena aku yakin dia pasti akan membuat pernyataan ke kamu. Bisa saja dia berpikiran aku mengirimkan benda aneh bukan bedaknya. *
Ini bukti ya, lagipula aku amit-amit najis pakai produk yang dia beli. Apalagi Salah Kirim,"
Kemudian Alex menatap ponselnya, dia senang Rita mengirimkan chat namun senyumnya menghilang saat melihat foto paket dan secarik pesan. Dia juga melihat alamat Ney yang tidak begitu jelas.
"Berhenti suudzon sama dia! Ney bukan orang seperti yang kamu bayangkan!" Balas Alex.
Rita sudah tahu, dia menghela nafas dan tidak membalasnya. Rita sudah tidak mau tahu lagi dan pergi ke tempat pos paket.
Beberapa menit kemudian Ney memberikan pesan. "Alex, please help me. I think Rita Will send me something. She want to revenge me about my package
( Alex, tolong aku. Aku pikir Rita akan mengirimiku sesuatu. Dia ingin balas dendam padaku soal paket yang aku kirim )," tulisnya puas.
Alex terdiam membaca chat dari Ney berpikir agak cemas juga karena dia tahu Rita memang sangat membenci Ney.
"Please never think about her like that she already info me about that package. She will send it back to you, she already giving her apologizes. How can be you think about her like that?
( Tolong, jangan berpikir begitu mengenainya dia sudah memberitahukan aku mengenai paket itu. Dia akan kirimkan kembali padamu, dia sudah meminta maaf. Bagaimana bisa kamu berpendapat seperti itu mengenainya? )" Tanya Alex tidak percaya.
Ney membacanya dengan senyuman namun terhenti setelah membaca semuanya. Jawaban pahit dari Alex.
Sejak itu pula Alex enggan banyak berkomentar pada Ney, toh karena kelakuannya juga dia harus menerima kehilangan Rita.
Tapi karena penasaran mengenai Ney dan Rita, dia kemudian berusaha mencari informasi. Alex sengaja bertanya pada Ney, dan Ney dengan senang hati memberitahukan yang kebalikan dari Rita. Alex mempercayai Ney, dia pikir Ney tulus sedangkan Rita perempuan pem bual terparah.
Rita sudah tahu bahwa dirinya memang tidak dipercayai oleh Alex dan memilih untuk pergi. 4 tahun berakhir dengan sia-sia.
Beberapa info dari Ney sebenarnya ada yang aneh dan tidak sesuai kenyataan. Alex ingin tahu bagaimana reaksi Ney bila nanti dia mengetahui bahwa Rita memiliki kekasih dan itu bukan dirinya.
Bersambung ...