
Setelah tahu Rita memiliki hubungan dengan orang lain pasti membuat Ney ternyata usaha dia mendekati Alex ya percuma. Ternyata Rita bahagianya bukan dari Alex.
Ya inikah hasilnya tepat sesuai dugaan Alex dan Rita, keberadaan Kazen menjadi tolak ukur Ney. Yang menurutnya Rita masih ada kontak dengan Alex.
"Me from the beginning the target is to make your relationship destroyed, I don't like my ranking being taken by Rita or anyone,"
( Aku ini dari awal targetnya adalah membuat hubungan kalian hancur, aku tidak suka peringkat aku direbut Rita atau yang lainnya )
kata Ney berterus terang.
"What rank? Speak clearly!!" ( Peringkat apa!? Kalau bicara yang jelas!! ) Kata Alex berpikir seperti dalam game saja.
Kadang Ney memang tidak jelas sih bicara apa, tema apa. Alex pun dibuat heran dan bingung dengan isi chatnya, kadang soal Rita kadang soal yang lain.
"Haha poor Rita, she really likes you but you trust me more. I deliberately so that you are move on my side and throw away Rita.
You said Rita doesn't remember you? I'm sure she tried hard to forget you.
What's the point of a disabled man like you hoping to be happy a lot?
( Haha kasihan ya Rita, dia sangat menyukai kamu tapi kamu lebih mempercayai aku. Aku sengaja kok agar kamu lebih memihak aku dan membuang Rita.
Kamu bilang Rita tidak ingat kamu? Toh, aku yakin dia berusaha keras melupakan kamu.
Buat apa juga laki-laki cacat seperti kamu berharap banyak bisa bahagia? )
Tanya Ney yang semakin kurang ajar. Jelas-jelas di hadapan Alex tahun lalu merendahkan dirinya sekarang, melihat keadaan Rita hidup bahagia.
Dia bisa berkata seenaknya seakan Alex tidak akan pernah bisa melawannya lagi. Menduga bahwa keluarga Alex lebih di bawah dari Kazen.
"How dare you!" ( Beraninya kamu! ) Kata Alex yang memang selama ini Rita sama sekali tidak pernah mengeluarkan kata-kata tersebut.
"About the items that I sent on purpose. I'm sure she will tell you and.. you keep defending me.
( Soal Barang yang aku kirim memang sengaja. Aku yakin dia akan bercerita ke kamu dan... kamu membela aku )
*Soal salah kirim
How sweet you automatically kick Rita who has been kind enough to tell the truth.
Ckckckc I'm impressed that you prefer other people than people who have known you for three years. While me? I'm nobody you,"
( Manis sekali secara otomatis kamu menendang Rita yang sudah berbaik hati memberitahukan kebenarannya.
( Ckckck aku terkesan kamu lebih memilih orang lain daripada yang sudah mengenalmu selama 3 tahun. Sedangkan aku? Aku bukan siapa-siapa bagi kamu )
jelas Ney yang tersenyum menang.
"So it's true that you actually don't like her?"
( Jadi benar bahwa kamu sebenarnya yang tidak menyukainya? )
Tanya Alex sekali lagi meyakinkan dirinya.
"Well, you don't believe it do you? So poor huh, everything that Rita said is true you know.
( Yah, kamu tidak mempercayainya bukan? Kasihan ya, segala yang Rita katakan itu semua benar )
Since when did I consider her a friend? Never! I'm thankful that I was took advantage of her and she didn't notice.
( Sejak kapan aku menganggapnya teman? Tidak pernah! Aku bersyukur banyak memanfaat dia dan dia bahkan tidak sadar )
I really hate you, Alex. I hope you die soon so Rita can trust me and I can ruin her relationship with Kazen again. Just like I did with you too,"
( Aku sangat membenciku, Alex. Aku harap kamu cepat mati jadi Rita bisa percaya padaku lagi dan aku bisa menghancurkan hubungannya dengan Kazen. Sama seperti yang aku lakukan padamu )
kata Ney tertawa. Ya begitulah ucapannya dalam semenit berubah-ubah. Seperti itulah kepribadiannya, seperti berganti karakter.
Alex menyadarinya pernyataan Ney yang tadi sudah berubah kembali.
Harus ditangani oleh medis dan orang ahli, kenapa bisa menikah karena dia memaksa bahwa dirinya normal. Padahal penyakitnya sudah sangat parah.
"You just said Rita isn't a friend and you suddenly want to be her friend? You are out of mind!"
( Kamu barusan bilang Rita bukan teman lalu kamu tiba-tiba ingin menjadi temannya? Dasar tidak waras! )
kata Alex menyesalinya telah banyak membela dirinya yang ternyata memang sakit.
"Aku berkata begitu supaya kamu lebih percaya aku. Tapi mengecewakan sih awalnya aku kira kamu akan lebih membela dia ternyata haha kamu pilih aku terus.
Aku senang Rita berusaha menghapus ingatan soal kamu, kamu pantas mendapatkannya!" Kata Ney.
"Aku pikir kamu seperti itu karena menilai aku memang bukan laki-laki yang baik, tapi setelah tahu apa yang kamu katakan sekarang.
Aku benar-benar tidak habis pikir kamu sangat kejam dan tega pada orang yang memang ingin mengenal lebih dekat denganmu. Hanya karena status," kata Alex membalas.
"Sayangnya aku tidak pernah merasa begitu. Aku sangat terganggu sekali dengan kehadiran Rita.
Dia begitu polos sehingga mudah aku memanfaatkan kebaikannya dan mudah menghancurkan kamu dan dia," balas Ney dengan ketawa.
"Rita tidak akan pernah menerimamu kembali! Aku tahu, aku memang bodoh menyesalinya sekarang.
Tapi aku senang, bisa sempat berada di sisinya meski dia banyak menderita. Tapi tidak ku sangka kamu mengatakan semua ini dengan jujur," kata Alex.
"Tidak apa-apa aku pintar kok tidak seperti Rita. Aku akan mulai membuat dia bertekuk lutut di hadapanku.
Lihat saja, kamu yang tidak berguna lebih baik enyah secepatnya. Bagaimana rasanya melihat Rita? Kaget ya? HAHAHA!" Balas Ney yang memang tengah tertawa puas.
Rita sekarang berbahagia dengan Kazen, haruskah dia datang kembali untuk meminta maaf? Kalau kembali, pasti Kazen akan meledak juga.
"Then how about the Powder that you said wrongly? ( Lalu bagaimana dengan Bedak yang kamu bilang salah?) Ternyata kamu memang sengaja," kata Alex geram juga.
Ney ingat itu dan dia ceritakan kebenarannya.
"Well, after 4 days, how can it be called a wrong delivery? What Rita thinks is true, it's just an excuse I Made up.
( Yah, lewat empat hari mana bisa kan disebut salah kirim? Apa yang Rita pikirkan memang benar, itu hanyalah alasan yang aku buat )
Sesuai yang aku duga kamu pasti memarahi Rita dan setelah itu memaksa dia meminta maaf.
Lalu Rita melakukannya dengan terpaksa dan merasa sakit hati ke arah kamu.
Kamu percaya dia tapi memaksa mengakui bahwa aku benar. Bagaimana? Rencana ku hebat kan?" Tanya Ney puas sekali.
Alex tidak bisa membalas apapun, dia hanya bisa menundukkan kepala.
Tidak menerima bahwa insting Rita memang tepat namun Alex juga buta, sejak awal Rita selalu dicap buruk padahal Ney lah yang merencanakannya.
"I'm great at making evil scenarios. I told Arnila, that I will make Rita come back, yes I will make a lot of trouble until Rita begs me back to stop,"
( Aku hebat kan dalam membuat skenario jahat. Aku katakan pada Arnila bahwa aku akan membuat Rita kembali. Ya, aku akan banyak membuat masalah sampai Rita memohon kembali padaku )
kata Ney.
Alex bersabar, jantungnya mulai kumat, dia berusaha memanggil pelayan yang ada di depan kamar hotel.
Merasa ada yang tidak beres pembantu yang ikut dalam perjalanan menuju Indonesia mulai membuka pintu. Dia terkejut Alex terkapar jatuh dari kasur.
Dalam keadaan kepala di bawah dan agak pingsan. Langsung menelepon orang tuanya dan dengan bantuan delapan orang, membawa Alex ke kasur.
Orang tuanya tiba dan cukup cemas karena melihat seseorang yang membuatnya lemah. Ya kelemahan inilah yang dipegang oleh Ney.
"Saya sudah memanggil dokter bertahanlah," kata Bibi melihat Alex yang mulai siuman.
Obatnya masih ada dan ibunya memberikan obat jantung. Lalu mengambilkan makanan, takutnya pingsan karena lapar bukan jantung.
"Aku sudah baikan," kata Alex.
"Jantung kamu kumat?" Tanya ayahnya cemas memeriksa.
Dokter datang dan memeriksanya, dia menghembuskan nafas. "Kelaparan," kata dokternya.
Serentak lah semua orang men jitak kepalanya sampai kesakitan. Dan di katai Bodoh! Alex sendiri baru tahu kalau dia belum makan malam saat di pameran.
Sibuk menargetkan mobil mewah yang akan dibelinya.
"Maaf," kata Alex menyesal.
"Si bodoh ini! Kita sudah cemas! Ternyata kelaparan! Makan!!" Teriak Jasmine kesal.
"Makanya waktu makan malam ya makan bukan menargetkan mobil mana yang mau dibeli! Super bodoh!" Kata Ibunya kembali menjitak.
"Ya mana sempatkan Mooom mobil yang aku mau, banyak lho yang lihat! Jadi... aku tidak ingat... Makan," kata Alex cemberut.
"Mobilnya sudah kamu dapat kan. Nih ayah bawakan banyak makanan!" Kata Ayahnya membawakan satu kantong besar.
Alex senang sekali melihatnya dan makan dengan ruang. Kericuhan pun selesai meski Jasmine tidak yakin hanya kelaparan.
Dia melihat isi ponsel Alex penuh dengan chat, Jasmine pikir Rita kembali lagi dan meninggalkan Kazen. Karena cemas si bodoh cepat sensitif, kakaknya memutuskan berjaga juga di luar.
Semua keluar dan Alex bernafas lega. Kasurnya penuh dengan makanan yang ayahnya beli entah merampok satu toko.
"Dasar jahat!" Balas Alex kembali ke percakapannya dengan Ney.
Ney kira Alex kumat komanya ternyata masih bisa bertahan dan membalas chatnya. Jadi ya lanjot.
"Haha tidak apa yang penting semua yang aku rencanakan berhasil. Mulai dari kelompok Arnila, aku berhasil membuat mereka cerai berai.
Lalu Rita meski yah gagal ya karena semua temannya tahu aku punya niat jahat ke mereka.
Jadi aku membiarkan saja dan aku berlanjut ke Rita dan kamu. Tidak kuduga memang aku yang terbaik!
Banyak sekali orang-orang yang aku hancurkan, benar apa kata kamu bukan hanya Rita atau Arnila. Aku tidak suka mereka tertawa bahagia melebihi aku," kata Ney membuat Alex menggelengkan kepala.
"Kamu pikir selamanya rencana kamu akan berjalan mulus? Dan membuat kamu bahagia? Allah swt itu tidak tidur, Ney.
Apapun yang kamu lakukan dulu sampai sekarang pada banyak orang, suatu hari itu akan menjadi bumerang.
Dan yang kamu lakukan, akan mengenai ke diri kamu sendiri sama seperti yang kamu lakukan pada mereka," kata Alex hanya bisa mengatakan hal itu.
"Ya ya ya aku tidak takut. Allah lebih menyayangi aku daripada ke kalian semua. I also even told Arnila that Rita is actually a witch ( Aku juga beritahu Arnila bahwa Rita sebenarnya Penyihir )," kata Ney.
Alex membacanya dengan membelalakkan kedua matanya. "APA!?"
"Aku katakan itu saat Rita sudah jauh dari aku dan Arnila.
Ya aku katakan karena benci sama dia, jadi aku bilang saja kalau Rita suka mengirimkan teluh pada orang-orang yang dia tidak suka dan orang yang dia kenal.
Yah Arnila percaya dong makanya dia juga membenci Rita. Hanya saja sekarang dia malah bilang kalau sebenarnya aku yang suka mengirimkan teluh ke orang yang tidak aku sukai," kata Ney menghela nafas.
Yang ini memang sudah sangat keterlaluan meski Alex tahu Rita memang membenci Ney karena dia menyerang area privasinya.
Menghina dan mengejek serta merundung nya tahun lampau. Tapi kalau sampai kirim teluh atau macam-macam, Rita bukan perempuan tanpa ilmu agama.
"ATAS DASAR APA KAMU MENGATAKAN HAL ITU SOAL DIA!? Rita yang aku tahu, tidak mungkin melakukan semua itu!! Jangan lancang kamu!!!" Balas Alex yang menggenggam seprai kasur.
"Ya itu kan memang sengaja aku katakan karena dia pasti menyebarkan soal aku ke semua temannya," kata Ney.
"Saat dia meninggalkan kalian berdua, dia tengah bekerja jadi tidak ada waktu menceritakan otak gila kamu pada orang-orang!! Aku tahu karena dia mengatakannya padaku," kata Alex yang menahan emosinya.
Ney terdiam, ya justru Ney menyebarkan banyak fitnahan ke Arnila beserta grupnya. Jadi yang menyebarkan fitnah memang hanya Ney.
Rita sendiri lebih memilih sibuk bekerja di sekolahnya daripada menyebarkan soal Ney. Tidak seperti Ney yang senang menyebarkan aib sendiri ke dalam akun Pacebok nya, sehingga banyak yang menyumpahinya untuk melepas hidup.
Menceritakan isi kehidupan rumah tangganya yang banyak disyukuri saat suaminya ternyata kedapatan punya PIL.
Kalau Rita sih justru berucap Alhamdulillah suami dia punya PIL, lebih setuju memberikan voting agar suaminya menikah lagi.
"Lebih baik suaminya menikah lagi deh dan bawa semua anaknya. Eh iya masih satu ya, kalau menikah jangan sampai anaknya dia ditinggalkan sama ibunya. Tar jadi gila!"
Rita pernah memberikan komentar juga yang juga di setujui oleh semua temannya. Entah teman asli atau teman-temanan.
Yang jelas mereka juga semuanya setuju. Arnila sudah tentu membacanya dan hanya tertawa. Sejak itulah malin seru tuh di akunnya tapi Rita blokir.
Berisik! Tiap update pasti soal aibnya atau masalah rumah tangga. Heran ya kenapa sih seakan bangga sekali masalah begituan dia up di depan akunnya.
Sudah berisik lalu sering sengaja membuka masalahnya dengan Rita ujungnya sih ada yang berkomentar kalau dia haus perhatian dari Rita ini.
Tidak banyak orang yang memblokir dirinya juga karena selalu membuat masalah di akun mereka. Nah soal foto-foto temannya juga Rita ragu memang banyak.
Karena dalam komentarnya ada yang merasa tidak kenal dan menutup akun Ney. Jadi pertemanan dia itu memang agak diragukan.
Bersambung ...