
"Just feeling,"
( Hanya firasat saja )," balas Ney yang entah harus membalas apa lagi.
Terlalu banyak yang terlewati memikirkan apapun kurang matang, masih mentah. Akhirnya yang terjadi ya diserang oleh banyak pihak.
"I'm not sure as if you planned it all day long,"
( Aku tidak yakin seakan-akan kamu telah merencanakannya seharian )," kata Alex.
Dia pun merasakan apa yang Rita rasa selama ini, dia memikirkan banyak kejanggalan sama dengannya.
Alex hanya ingin Rita berhenti memikirkan mengenai hal aneh tentang Ney, meskipun dia sendiri agak curiga mengenai gelagatnya selama ini.
Kalau memang Ney benar-benar teman dekatnya, kenapa selama bertahun-tahun mereka tidak ada chat masuk atau keluar.
Mungkin bisa jadi karena sering bertemu di luar tapi bahkan sampai telepon pun tidak ada jejaknya.
Tapi jejak telepon dan chat Rita dengan banyak orang, apalagi dengan dua perempuan yang sama ada sangat banyak.
Ney membaca balasan dari Alex, dia diam membeku. Seakan ditelanjangi semua rencana dia yang katanya sudah komplit!
Memang tepat apa yang dikatakan Rita dahulu dan Alex kini, rencana yang dia siapkan dari jauh hari.
Memasukkan Feb sebagai perantara dan memikirkan barang sesuatu sebagai alasan Salah Kirim.
Ney juga menyerah soal Hampers yang dia kirimkan karena tidak ada kabarnya. Yah sedang dalam perjalanan menuju rumah Rita.
"If you are really close friend with her, you should say, 'Don't get involved Alex, this has nothing to do with you.' but what?"
( Bila kamu memang benar teman dekatnya, kamu seharusnya bilang, 'Jangan ikut campur Alex, ini bukan urusan kamu.' Tapi apa? )" Tanya Alex yang heran sekali.
Ney memangku kepalanya, seharusnya dia mengatakan itu kalau memang ingin memperbaiki hubungannya dengan Rita.
Dia termenung, kesalahannya banyak sekali. Kesannya memang mengharapkan Alex terus berada di pihaknya.
Tanpa memikirkan perasaan Rita waktu itu. Sudah tahu disakiti lalu tanpa wajah berdosa, sengaja mengirimkan barang. Bagaimana tidak meledak Rita.
Apalagi Rita yakin memang dia mengharapkan Alex ikut campur, menanyakan soal paket tersebut.
"You tell a lot. I suspect, because that what Rita thoughts, hoping that if indeed the problem was the only the three of you to handle it. I really know Rita,"
( Kamu memberitahukan banyak. Aku menduga, karena apa yang Rita pikirkan, berharap bila masalah itu hanya ada kalian bertiga saja yang menanganinya. Aku sangat mengenal Rita )," jelas Alex.
Alex merentangkan sepuluh jarinya yang merasa pegal, dia sekarang tahu rasanya bagaimana chat dengan kalimat panjang.
Ney termenung, hal yang tidak dia pikirkan bahwa Rita hanya ingin masalah itu hanya mereka bertiga yang tahu.
Tapi Ney dengan sengaja menjelaskan segalanya. Rita hanya menceritakan kekesalannya pada Alex mengenai barang tersebut.
Bukan ingin melaporkan namun ternyata kebalikannya. Siapa sih orang yang tidak semakin meledak, setelah banyak dirundung lalu dengan anehnya.. mengatakan dia salah kirim?
Masuk akal? Kalaupun Rita pernah membuat orang sakit hati, dia tidak akan sampai berani atau melakukan hal bodoh mengirimkan barang.
Kepikiran tidak sih, kalau kelakuannya sangat tidak masuk akal. Mengirim paket terus secara berurutan, berharap diperhatikan. Yang ada, Rita injak-injak itu paket!
"But I'm sure Rita told you that, right? Im certain!"
( Tapi Aku yakin Rita memberitahumu kan? Aku yakin! )" Kata Ney yang sudah lemas karena ketahuan rencananya.
"Of course, she told me because she was annoyed. You deliberately sent the powder to her. Four days does not count for wrong delivery,"
( Tentu saja, dia memberitahuku karena dia sangat kesal. Kamu mengirimkan bedak itu kepadanya. Empat hari tidak masuk hitungan salah pengiriman )," kata Alex.
Semua orang mengatakan hal yang sama, tentu dia pun tahu sebenarnya. Mana ada orang sadar salah kirim setelah berlalu selama empat hari?
Orang kalau mau kirim paket ke siapa, otomatis kan melihat dulu nama, alamat, nomor telepon bukan asal pencet.
Nah dia kemana saja matanya selama empat hari? Rita juga pernah salah kirim, paket yang dia beli dia kirim ke alamat sepupunya.
Tapi langsung dia chat toko dan menggantikan alamat. Karena namanya bukan dirinya.
Apalagi setiap hari dia buka aplikasi Sopay dan melihat sendiri sudah ada dimana, jadi tidak heran Rita dan teman lainnya menduga dia memang sengaja.
"Feb also said so,"
( Feb juga mengatakan begitu )," kata Ney yang keceplosan. Setelah sadar dia buru-buru menghapusnya berharap Alex belum melihat.
Alex menutup kedua tangannya dengan buku, dia mendengus. Pemikiran Rita tidak meleset!
Ternyata memang direncanakan apalagi Alex yakin bukan hanya Rita saja dia kirim Salah Paketnya.
Dia lakukan itu dengan niat agar orang yang dikirimi paket bisa ada pembicaraan.
Ya pasti mereka kesal tidak menyukainya, malah dikirim paket. Maksudnya apa coba?
Itulah cara dia mengawali sebuah harapan ada kabar pada orang-orang yang sudah lama menjauhinya.
Untuk orang yang tidak menyukainya sudah tentu itu pemandangan yang tidak berguna.
Berbeda dengan orang-orang yang memang senang bersamanya, merasa cocok, mereka pasti akan menerima dengan senang.
Seharusnya merekalah yang dia kirimi, bukan orang-orang yang tidak menyukainya. Meski niatnya baik, tapi mencolek mereka adalah kesalahan besar.
Dan termasuk membuang-buang uang secara percuma. Dia tidak keberatan dan tidak mau tahu juga apakah paketnya dibuang, diberikan ke orang bahkan di bakar.
Dia hanya berpendapat bahwa dirinya sudah berbuat baik, memberikan mereka hampers. Tujuan apa, niat apa.
Harapannya adalah mereka semua mendatanginya dan protes. Jadi dia ada bahan bicara atau pamer ke beberapa orang bahwa dirinya termasuk Baik.
Yah, buat apa juga sih. Bila mereka memandangnya tidak baik, mau dikirim apapun yang mewah juga tidak akan mengubah pemikiran mereka.
Karena setiap orang memiliki penilaian masing-masing pada karakter orang. Rita juga banyak yang tidak menyukainya, alasannya beraneka ragam.
Tidak masalah baginya dan dia tidak pernah mencolek privasi atau ketidaksukaan mereka padanya. Itu urusan mereka.
Yang penting masih banyak orang yang bisa menerima kehadirannya, dan berteman dengan baik.
Soal kirim paket juga Rita selalu mengabarkan ke orang tersebut karena itu adalah bagian dari Adab.
Orang yang minus Adab, akan mengirimkan paket seenak mukanya ke mana saja. Dengan niat disebut baik, mencari pahala atau sekedar gimick.
Karena Rita kadang melihat acara entertainment dalam televisi, melihat banyak orang memberikan hadiah dengan harapan bisa mendapat pansos.
Atau bisa lebih dekat dengan orang tersebut meski dirinya tidak menyukainya. Yaa karena itu juga Rita dapat menilai seseorang.
Alex yang memberitahukan Rita bahwa dalam mengirim paket pun ada tata kramanya dan Rita memang selalu ijin untuk mengirimkan paket pada siapapun.
Sayang, Alex sudah membaca balasan Ney tadi. "Aku tahu," balasannya.
Bey kaget, dia heboh sendiri ternyata terbaca. "Kamu membacanya? Itu salah kirim,"
"Bahkan sampai chat pun salah kirim ya," kata Alex ketawa.
Ney merasa hidupnya berada di ujung tanduk, tidak terpikirkan sama sekali bahwa ini akan dialami olehnya. Benar-benar hancur!
"What I see that you always changing directions. What Rita told about you, she think you befriend with Arnila then you kick her. Then you see Rita know me, u kick Arnila. Why you do that?"
( Apa yang aku lihat kamu selalu mengubah arah. Apa yang Rita ceritakan mengenai kamu, dia pikir kamu berteman dengan Arnila lalu menendang Rita. Lalu kamu melihat Rita mengenal aku, kamu tendang Arnila. Kenapa kamu lakukan itu? )" Tanya Alex.
Pemikiran Rita tentu saja dia utarakan langsung pada Alex membuat Ney kaget. Alasan Rita tidak bertanya padanya, karena sudah dia utarakan dan Ney tidak menjawab apapun.
Menurut Rita, dia mengubah arah ke mana ada keuntungan untuknya. Karena itulah Rita malas berteman dengan Ney, dia selalu memilih-milih pihak yang menurutnya menguntungkan.
Ney sulit menjawabnya, alasannya sudah tentu seperti yang ada di atas. Perkataannya selalu berbeda ke setiap orang termasuk Rita dan Arnila.
"Not really. That's all she think, Arnila and I still good friend,"
( Tidak begitu kok. Itu semua hanya pemikiran dia saja, Arnila dan aku masih berteman baik )," kata Ney membuat pernyataan lain.
"Is there any proof? I can see your chat with her ( Arnila ) if you really still friend with her,"
( Apa ada buktinya? Aku bisa melihat chat kamu dengannya bila kamu memang masih berteman dengannya )," kata Alex.
Ney terkejut lagi, membaca bagian kalau Alex bisa tahu semua chat dirinya dan Arnila?
"Wh-what!? Chat me with Arnila?! How did you know?!"
( Ap-apa!? Chat aku dengan Arnila?! Bagaimana kamu bisa tahu?! )" Seru Ney kali ini membeku di tempat dia duduk.
Seketika itu pikirannya teringat akan peringatan yang Rita berikan. Kalau dia harus berhati-hati dalam berucap dalam aplikasi chat.
Karena Rita curiga Alex menyadap nomor mereka bertiga. Namun Ney tidak menggubrisnya, mengatakan bahwa itu alasan Rita untuk membalas sakit hatinya.
"Did Rita never tell you? In the past year, I had time to hack your chatting application. Three of you,"
( Apa Rita tidak pernah memberitahu? Di tahun lalu, aku telah menyusup masuk ke aplikasi obrolan kalian. Kalian bertiga )," kata Alex tertawa dengan puas.
Alex itu lebih parah lagi dari Ney menyusup aplikasi obrolan, belum soal email, dan lain-lainnya.
Itulah kenapa Rita tidak pernah mau lagi memberikan nomor telepon bahkan emailnya yang baru. Lebih banyak jebakan dari Rita.
Ney tentu saja tidak mempercayainya, dia bicara sendiri komat kamit mengatakan tidak mungkin berulang-ulang.
Alex terus bertanya bertubi-tubi mengenai yang lalu. Membuat Ney semakin terpojok.
Jadi ingat bagaimana perasaan Rita yang dulu terpojok akibat ulah Alex dan Ney, merundungnya.
Meski kata Alex sendiri bukan maksud merundung, hanya saja Ney yang terlalu semangat akhirnya melenceng dari rencana.
Bersambung ...