MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
126



"Ah, Kazen aku sakit perut mau ke kamar mandi dulu ya," kata Rita yang menyesal makan salad dengan campuran sambal.


"Aish. Ya sudah aku mau ruang lain dulu bertemu tamu yang belum aku sapa," kata Kazen menggelengkan kepala.


Mereka berpencar di saat itulah Alex berjalan menuju ruangan dimana Kazen berada. Saat Rita pergi, Alex masuk.


"Hi, Kazen," kata Alex menyapa dengan setelan jas hitam.


Kazen hanya mendengus, "When you arrive in Jakarta?" ( Kapan kamu sampai di Jakarta? )


Mereka tidak bersalaman apalagi ber tos tangan, ada semacam petir di antara mereka berdua. Dengan gaya yang sama.


"Already from yesterday. Yourself? New lover?"


( Sudah dari kemarin. Kamu sendiri? Kekasih baru? )


tanya Kazen menatap ke samping Alex. Menatap perempuan yang berbaju pesta seksi.


"Ah yes that's it. Introduce his name is Kazen Mahendra Darma, from the Darma family,"


( Ah ya, begitulah. Perkenalkan namanya Kazen Mahendra Darma, dari keluarga Darma )


kata Alex dengan pandangan dingin pada Kazen.


Perempuan itu terkejut dan dengan bibir penuh lipstik mengulurkan tangannya. Meminta dicium oleh Kazen.


"Oh hi my name is Kyla. What's your relationship?"


( oh hai namaku Kyla. Hubungan kalian apa? )


Kazen tidak mengulurkan tangan dan berjabatan. Kyla agak kecewa melihatnya, Kazen enggan mencium tangannya.


"No relation only he is my competitor we will never be close,"


( Tidak ada hubungan hanya dia pesaing aku kami tidak akan pernah dekat )


kata Alex memandang dingin pada Kazen.


Kazen tertawa, mengangguk setuju. "Yes, it's true I have no interest in getting to know you closely,"


( Ya, benar aku tidak punya minat untuk kenal dekat denganmu )


kata Kazen.


Ayah mereka bertemu hanya bisa terdiam melihat anak-anaknya masih bertingkah musuh.


Bahkan ibunya pun hanya tertawa, saling meminta maaf karena selalu berbuat ulah.


"It's a shame youre both handsome, rich and... A womans dream,"


( Sayang sekali, kalian sama-sama tampan, kaya dan... idaman wanita )


kata Kyla menatap Kazen terutama badannya yang sama-sama besar mirip Alex. Pandangan matanya terlihat genit sama dengan Ney.


Mereka berdua mendengus saat Kyla memandangi terus tubuh mereka dan bersamaan menatap tajam ke arahnya.


"So Kyla why do you want to be her boyfriend?


As far as I know Alex is very difficult with woman. Especially woman like you,"


( Jadi Kyla kenapa kamu mau jadi kekasih dia? Setahu aku Alex sangat sulit dengan wanita. Apalagi wanita seperti kamu )


kata Kazen menatap Alex yang tertawa menatap lantai. Tentu Kazen tahu antara wanita sewaan atau yang dia bawa dari pinggir jalanan.


Kyla hanya bingung mendengarnya, maksudnya yang mana? Kemudian Kyla menyadari sesuatu.


"I fell in love with him and he expressed his love, the day after we met,"


( Aku jatuh cinta kepadanya dan dia mengungkapkan cintanya, sehari setelah kami kenal )


kata Kyla memegang tangan Alex yang menahan amarah.


Kazen tertawa keras mendengarnya, wajah Alex terlihat jelas sebal. Kazen memang sengaja menyindir karena Alex masih sama, memilih wanita secara asal.


Apa kata Kyla mengungkapkan secara gamblang bagaimana Alex memang menyewanya menjadi pasangan dalam sehari.


Atau perempuan ini memang menyukai Alex dan berharap lebih mendapatkannya. Kalian tahu kan.


"Well well, you should be careful with creature like that. Who knew he said that out of boredom?"


( Wah wah, kamu harusnya lebih berhati-hati dengan makhluk seperti itu. Siapa tahu dia mengatakan itu karena bosan? )


Tanya Kazen menahan tawa.


Kyla merasa tersinggung, dia menggoyangkan tangan Alex, ingin dirinya dibela. Alex tampak ingin menghempaskan wanita itu ke laut.


Karena Alex enggan membelanya, wanita itu menghadapi Kazen.


"What do you mean?"


( Apa maksud kamu? )


Kazen melihat jam tangannya menduga Rita masih lama keluar dari kamar mandi.


( Mungkin kamu tidak tahu tapi julukan dia dengan wanita sangat buruk)


kata Kazen membuat Alex mendengus.


"Well it seems enough to make me ugly in front of my new girlfriend. Yourself? Not with a girlfriend?"


( Baiklah sepertinya sudah cukup membuatku jelek di hadapan pacar baruku. Kamu sendiri? Tidak bermasa pacar?)


Tanya Alex mencari.


Kazen bete tadinya sekarang semakin bete. Sama dengan Ney, Kazen tidak mau Rita bertemu dengan Alex. Dia takut rasa suka Rita akan hilang kepadanya.


"Ah, she is being carried by the Butler,"


( Ah, dia sedang dibawa oleh kepala pelayan )


kata Kazen agak datar.


Alex hanya bersimpati padanya, tahu juga bagaimana keluarga Darma.


"Again made such a test. What's the use?"


( Lagi-lagi membuat tes semacam itu. Apa ada gunanya? )


Tanya Alex keheranan. Kalau dirinya yang senang membuat masalah, Darma senang membuat tes-tes aneh.


"Of course. At least she can see the woman who approached whether because of money or physical or indeed with her heart,"


( Tentu saja. Setidaknya dia bisa melihat wanita yang mendekatiku apa karena uang atau fisik atau memang dengan hatinya )


kata Kazen.


Seketika itu Alex teringat pada Rita, dia juga banyak memberikan ujian dan tes seperti Kazen.


Namun bukannya membuat Rita dekat malah menjauhinya apalagi Rita sangat galak padanya.


Tidak lancar kalau dengan caranya tentu Alex ingin tahu apakah cara mereka berhasil?


Rita sangat jenuh sehingga banyak sekali tes Alex sama sekali tidak pernah Rita pedulikan. Bahkan dirinya sering dikatai idiot dan bodoh.


Ditambah kasus Ney yang sengaja Alex masukkan, membuat Rita memutuskan untuk pergi.


Hari-hari berlalu, bukan sampai tahun membuat Alex tersadar semua perbuatannya salah.


Karena itulah membuat Alex menyesal dan memasrahkan bila Rita dengan yang lain.


Kyla sangat marah, dia tahu Kazen memiliki sesuatu yang terselubung. Apalagi Kazen langsung tahu dirinya memiliki maksud lain yaitu uang.


"What do you mean I like Alex because of money?"


( Apa maksudmu aku menyukai Alex karena uang? )


Tanya Kyla berkacak pinggang. Kazen mengangkat bahu.


"Mostly like that right? Maybe he's physical but I don't think you get it do you?


Maybe...this person make a contract with you?"


( Kebanyakan begitu bukan? Mungkin fisik dia tapi aku rasa kamu tidak mendapatkannya bukan.


Mungkin... orang ini membuat kontrak dengan kamu? )


Tanya Kazen membuat perempuan asing itu kaget.


Alex menyudahi perbincangan mereka yang sudah melewati batas meski memang iya, dia membuat perjanjian dengan Kyla.


Kazen senang dugaannya tepat sasaran. Alex datang hanya memang tidak senang satu tempat dengan Kazen.


Pacaran tapi tidak ada kegiatan ke hal mesum yah memang pacar sewaan. Alex cukup akan membayarnya dengan sejumlah uang.


Kyla sudah tentu sangat menyayangkan karena tergiur dengan tubuh Alex. Di imingkan dengan uang, sudah cukup dia bisa jalan-jalan selama sebulan di Indonesia.


"Aku harap bisa bertemu dengan kekasihmu tapi sepertinya ini sudah terlalu malam," kata Alex.


Kazen menyengir. "Yah, sayang sekali kamu tidak bisa melihatnya. Kamu akan sangat terkejut melihat siapa kekasihku. Dia lebih... baik," kata Kazen menatap Kyla.


Alex menunduk dan tertawa lalu senyum. "Semoga berbahagia dengan siapapun yang menjadi pacarmu.


Jangan sampai seperti aku yang pernah menyukai seseorang namun karena posisiku, aku membuatnya pergi," kata Alex dengan gaya keren.


"Ya kamu itu terlalu lebay sampai membuat perempuan sakit," kata Kazen.


Kazen hanya tertawa menatap kepergian Alex, ingin sekali dia membentaknya. Tapi dia tidak jadi lakukan masih banyak orang dalam gedung ini.


Saat dia balikkan badan, Rita tengah berjalan ke arahnya sambil menunduk. Orang tua Alex sempat melihatnya dan terkejut.


Kedua orang tua Kazen pun menyambutnya dan Rita agak gugup. Kazen menyapanya dengan ramah dan memegang tangannya.


Bersambung ...