
Tidak Rita, tidak juga Alex yang sama-sama tukang ceramah! Meski begitu Ney ikuti terus apa yang Alex katakan.
"Sekarang Arnila, dia juga sama dengan Rita. Apa kamu pernah menghargai keberadaannya? Dia sering menolong kamu, kamu sendiri pernah membantu dia?
Kamu juga sering injak dia, kamu tendang seenaknya bila memiliki teman lain.
Saat bahagia, kamu lupakan mereka tapi saat sedih kamu memaksa siapapun untuk mendengar keluhan. Kamu pernah mikir apa mereka ikhlas?" Tanya Alex.
Ney kaget masa iya sampai soal Arnila juga? Ya memang mereka berdua agak sepaket sih.
"Geez, she told you all about that!?"
( Ya ampun, dia menceritakan semuanya soal itu ke kamu!? )
Tanya Ney menganga. Kesal ada, sebal ada, marah ada. Ya biar adil ya karena yang sebenarnya memang begitu juga.
"Yes. Lots. And I believe the story is true. Because even now YOU read this, Rita still closes the way to make up with you. That how much she soo hurt,"
( Ya. Banyak. Dan aku percaya kisah itu benar. Karena bahkan sampai sekarang kamu membaca ini, Rita masih menutup jalan untuk berbaikan sama kamu. Itulah seberapa dalamnya dia sangat terluka )
kata Alex memberitahukan.
Ney menggigit kukunya, sudah menuju lima tahun ini Rita masih enggan memaafkannya.
Yah bayangkan saja baru sekarang, Ney mengatakan keburukannya bukannya berusaha mengatakan yang baik.
Apalagi soal kebenarannya bahwa dia memang tidak suka hubungan Rita dan Alex, yang mengancam posisinya. Sungguh mencengangkan!
Rita sama sekali tidak bisa berkata apapun soal pemikiran Ney, ternyata selama ini semuanya hanyalah soal status dan peringkat.
Jadi peringkat di sekitar orang-orang yang dia kenal, bukan orang luar. Nah kalau Rita ini jadi dengan Alex otomatis peringkatnya turun ke tanah.
Makanya dia bisa sesuka hati merundung orang karena posisinya berada di atas. Lupa kalau Allah Maha Membolak balikkan keadaan.
"I've already apologized to both of them so I'm safe,"
( Aku sudah meminta maaf pada mereka berdua jadi aku sudah aman )
kata Ney mengaku, soal email dan Alex juga membacanya sebagian setelah itu ya sudah. Ketahuan email nya di hack sama Alex.
"You will never be safe. Why? Because you've stabbed very deep into Rita. That's why I said it's impossible for you to be accepted by her,"
( Kamu tidak akan pernah bisa aman. Kenapa? Karena kamu sudah menusuk sangat dalam pada Rita. Makanya aku bilang sangat mustahil kamu bisa diterima dia )
balas Alex menarik nafas. Jantungnya kembali tenang setelah banyak makan makanan.
Ney diam, mustahil Rita yang kalem begitu sampai belum bisa memaafkannya. Harus berapa kali sampai dia bisa dimaafkan?
"Itulah kenapa aku terus mengejarnya agar dia bisa melihat kalau aku sekarang bisa diandalkan," balas Ney.
"Kamu berbuat kesalahan lalu minta maaf, dan lakukan lagi. Sudah berapa kali? Sampai berkali-kali kamu pikir, Rita atau orang lain masih bisa memaklumi? Tidak ada," kata Alex.
"But if I'm apologize, it means I can make up to her. I'm sure in her heart she would miss me,"
( Tapi kalau aku meminta maaf, artinya aku bisa berbaikan dengannya. Aku yakin dalam hatinya dia kangen sama aku )
kata Ney dengan percaya diri.
"Kangen? Kamu lihat berapa bulan dia dengan Kazen TANPA adanya kehadiran kamu.
Sedih? Aku yakin tidak, justru dia senang kamu tidak ada. Ada masalah? Ya pasti tapi tidak adanya masalah dari kamu, itu yang menenangkan Rita.
Dan cara berdamai nya Rita adalah dengan jauh dari sumber penyakitnya. Yaitu kamu!" Kata Alex.
Ney diam, benar selama enam bulan semenjak Rita dengan yang baru tidak ada kabar penyesalan apapun.
Bahkan Ney sendiri kaget dengan penampilan Rita dan Kazen yang serasi, karena seragam mereka hitam dan merah jambu.
Hitam selalu cocok dengan warna apapun, bahkan Rita juga tidak peduli dengan kehadiran Kuman yang selalu mencari masalah.
"Kamu bilang Rita tidak setara, setelah melihat dirinya dengan Kazen. Kamu berkata akan menjadi sahabatnya? Kamu ucap begitu karena dia dengan seorang Darma bukan?" Tanya Alex.
Ney tidak membalas, taktiknya ya jelaslah sama kemana-mana. Dengan siapapun ya sama, Darma juga sudah tahu strateginya seperti apa.
Masalahnya Ney sama sekali nol tidak tahu sama sekali seperti apa Darma sebenarnya. Bahkan Alfarizki saja enggan berhadapan dengan delapan keluarga luar.
"Aku akan taklukkan Kazen sama seperti kamu dan mendapatkan kepercayaan dari Rita. Setelah itu, aku akan hancurkan kamu Alex!" Kata Ney dengan amarah.
"Hahaha you can't. I'm sure Kazen already knows your tricks. He knows my problem with Rita because of whom.
I think it's better for you to start forget Rita and stay away from her,"
( HAHAHA kamu tidak akan bisa. Aku yakin Kazen sudah tahu taktik mu. Dia tahu masalahku dengan Rita karena siapa.
Aku pikir lebih baik untukmu mulai melupakan Rita dan menjauh darinya )
kata Alex yang pastinya Ney menolak mendengarkan sarannya. Ya itu pilihan dia.
"I won't! I'm sure Rita will accept my good intentions,"
( Tidak akan! Aku yakin Rita pasti akan menerima niat baikku )
kata Ney dengan yakinnya. Dia masih percaya bahwa dengan gerakan agresifnya, Rita akhirnya akan menerimanya kembali.
Alex semakin keheranan akan sikap Ney ini, kalau saja dia arahkan pada hal yang positif akan menjadi hebat. Daripada keukeuh mengejar orang yang sudah enggan menerimanya.
"HAHAHA you already apologized but still repeat by terrorizing Rita? Deluver goods? I'm 100% sure your shipment will be thrown away.
( Hahaha kamu sudah meminta maaf tapi masih mengulang dengan meneror Rita? Mengirimkan barang? Aku yakin 100% kiriman kamu pasti dia buang )
If you want to make peace with everyone, just walk away and never come back whether they are successful or not,"
( Kalau kamu ingin berdamai dengan mereka, cukup pergi menjauh dan jangan pernah kembali mau mereka sukses atau tidak )
kata Alex masih tertawa sambil menahan sakit perutnya.
Sekarang giliran Ney yang bete mau dia menyuruh orang untuk meneror Rita pun, tetap saja tidak ada balasan.
Rita di teror? Ya sejak dulu pun memang selalu di teror Ney. Tidak ada kerjaan kan, tidak mau menjadi temannya eh malah terus diteror.
Rita tidak pernah lagi mengatakan berapa nomor ponselnya pada Ney, karena kebiasaannya yang gemar meneror.
Kali ini dia menyuruh temannya untuk meneror Rita, ya kali kalau nomor temannya, Rita mau angkat.
Tapi nihil, tidak pernah diangkat namun Rita simpan dan menyelidiki orangnya. Setelah dicari, kartu yang tertera mirip dengan kartu Ney. IM3 dan berasal dari Jakarta.
Bisa jadi orang lain? Tidak mungkin karena semenjak Ney tahu nomornya, saat itulah banyak nomor IM3 yang masuk.
Sejak masa SMP pun memang seperti itu kebiasaannya. Mengganggu privasi orang. Rita sering mengatakan padanya jangan mengganggu lagi, tapi Ney terus menerornya.
Satu-satunya agar tidak diganggu ya memang ganti nomor dan jangan pernah sebutkan lagi berapa nomornya.
Akhirnya Rita sering berikan nomor-nomor sesat, yang tidak bertuan. Ya dia terus meneror nomor itu tanpa Rita pedulikan.
Akhirnya Ney sadar sendiri setelah diperiksa ke Telkom, bahwa nomor tersebut sudah tidak berfungsi sejak dua tahun lalu.
Dia meneror kesana dan akhirnya diputus juga karena terdapat nomor dirinya dan langsung diadukan ke Telkom.
Pengganggu seperti virus yang selalu muncul bila diberikan jalan. Karena orangnya memang nol kesadaran diri jadi ya malas sudah.
Lalu menghubungi Arnila pun sama saja, karena nomor yang dia punya sama dengan Ney. Kalau Arnila sadar memang Rita terganggu sejak awal.
"I'm sure Rita go more often after listening to your stories because you treat her that way.
( Aku yakin Rita lebih sering pergi setelah mendengarkan kisah kamu karena kamu memperlakukannya begitu )
Say sorry but keep interrupting, sincere but still curious. For what? I think you're saying that just to trick them,"
( Minta maaf tapi terus mengganggu. Ikhlas tapi masih kepo. Untuk apa? Menurutku kamu mengatakan itu hanya untuk menipu mereka )
kata Alex.
Ney marah sekali, sambil makan keripik singkong balado yang merah. Mengunyahnya komat kamit sambil cemberut.
"You must also apologize often but keep repeating the same mistakes, right? So now Rita chose someone else,"
( Kamu juga sering minta maaf tapi terus mengulangi kesalahan yang sama kan? Jadi sekarang Rita memilih orang lain )
kata Ney mengingatkan sambil masih marah.
Alex menghela nafas, "Yes, it was my fault but now I won't bother anymore. I'm different from you.
( Ya, itu salahku tapi sekarang aku tidak akan mengganggu lagi. Aku berbeda denganmu )
The proof is you still send anything to Rita without you knowing, she threw it all away.
( Buktinya kamu masih saja mengirimkan sesuatu pada Rita tanpa kamu ketahui, dia membuang semuanya )
I say sorry and really never went to her but you keep terrorizing, that the difference,"
( Aku mengatakan maaf dan tidak pernah mendatanginya lagi tapi kamu terus meneror, itukah perbedaannya )
kata Alex.
Ney termenung, kalau memang benar ya Rita menolak dirinya hadir lagi. Jadi ya untuk apa juga dia terus kirim? Pamer uang? Lebih baik dia kirim banyak ke temannya yang pasti menerima.
"Arnila as an informant, you use her to gather information about anything! You think u so important, are you Queen or something? You are not so important,"
( Arnila sebagai informan, kamu gunakan dia untuk kumpulkan info mengenai apapun! Kamu pikir penting dirimu, apa kamu Ratu atau sesuatu? Kamu itu tidak penting )
And you detroy all the friendships of people who exists. I know why you do a lot of damage, because you are full envy and loneliness,"
( Dan kamu hancurkan semua persahabatan orang yang ada. Aku tahu kenapa kamu banyak melakukan kerusakan, karena kamu penuh dengan iri dengki dan kesepian )
kata Alex tersenyum puuuu-as!
"SHUT UP! DON'T PRETEND YOU KNOW ME!"
( Diam! Jangan pura-pura kamu kenal aku! )
balas Ney dengan amarah meledak. Kalau marah? Ya benar artinya. Ketahuan kalau memang itulah ketakutan Ney.
Alex tertawa tapi tidak bisa keras karena bisa gawat kumat jantungnya.
"Yourself throw tantrums, yourself drive them away because there is something wrong with yourself.
( Kamu sendiri yang membuat ulah, kamu sendiri yang membuat mereka menjauh karena ada yang salah pada diri kamu sendiri )
Have you checked your psyche to a psychiatrist? Be careful if you let your guard down, your disease itself will kill your personality,"
( Apa kamu sudah memeriksakan kejiwaan kamu ke psikiater? Hati-hati bila kamu lengah, penyakitmu itu sendiri yang akan membunuh kepribadianmu )
kata Alex membuat Ney kumat sumpah serapahnya.
Rasa-rasanya dunia Ney ambruk saat baca bahwa Alex memberikan kode mengetahui penyakit apa yang dideritanya. Yang dia sembunyikan selama ini.
Dia panik dan gemetaran, gerakan tangannya menjadi tidak menentu. Terduduk sambil menutup kedua telinganya.
Setelah sadar, dia membalas dengan amarah luar biasa dan berteriak seperti tarzan dalam kompleks. Para tetangga sudah biasa mendengar teriakan itu.
Mereka sudah sedia kapas untuk kedua telinganya. Jam-jam segitu memang suka ada teriakan aneh dari pojokan.
"Do you really think I have a disease? I AM HEALTHY!"
( Apa kamu pikir aku punya penyakit? AKU SEHAT! )
Balas Ney dengan wajah memerah, mengutuk dengan komat-kamit tidak jelas. Setiap begitu pasti saja suaminya tidak ada beserta anaknya.
"Healthy? Rita alone already know what your real illness. Should I say?
Oh no, the reason why Rita started to stay away from you is because your illness is critical.
( Sehat? Rita saja sudah tahu apa penyakit kamu yang sebenarnya. Haruskah aku katakan?
Oh tidak, alasan kenapa Rita mulai menjauhi mu karena penyakit kamu sudah kritis)
Dia tahu bukan teman yang bisa membantumu secara keseluruhan tapi dokter dan obat.
And about your personality, she doesn't want to approach someone like you anymore.
( Dan mengenai kepribadianmu, dia tidak mau mendekati lagi orang seperti kamu )
If you are indeed healthy, your way of thinking will be normal and won't bother Rita, Arnila or anyone who really doesn't like you,"
( Bila kamu memang sehat, jalan pikiranmu juga akan normal dan tidak akan mengganggu Rita, Arnila atau siapapun yang tidak menyukai mu )
balas Alex sudah paham maksud Rita dan Arnila, di saat sudah kehilangan Rita.
Ney benar-benar tidak peduli, dia menggelengkan kepalanya agak keras. Sudah tidak perlu terbebani cara mendapatkan kepercayaan Alex.
Otaknya mengirimkan kehaluannya bahwa dirinya sebentar lagi bisa bersama dengan Rita seperti dulu. Sebenarnya dulu juga Rita terpaksa, meski sudah sangat malas.
"After this, I will start fixing things. I will become a friend she can trust completely,"
( Setelah ini, aku akan mulai memperbaiki semuanya. Aku akan menjadi teman yang bisa dia percayai sepenuhnya )
kata Ney dengan emoji ceria.
"Perempuan gila!" Balas Alex mengusap kepalanya dengan kedua tangannya.
Otot pada kedua tangannya terlihat mirip dengan Kazen karena keduanya senang berolahraga. Kalau diperhatikan, mereka memang agak mirip, sikap galak, tegas, garang, mesumnya juga.
Pesona kegantengannya itu juga pol habis! Bisa disamakan dengan menu Ramen komplit isi telor, daging dan toping lainnya dengan kuah kuning yang gurih gurih ngenyoy.
Kalau jadi istri mereka bisa ngadem terus di kasur HAHAHA kacau!
Bersambung ...