MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
77



Setelah itu masalah tersebut beres dan tidak ada lagi telepon masuk atau chat dari Hokben. Tapi Rita merasa aneh dan akhirnya tidak memperdulikan lagi.


Tiba-tiba ada nomor masuk yang tidak dikenalnya lagi, Rita tidak juga mengangkatnya. Dia hanya akan mengangkat bila nomor tersebut memberitahukan siapa.


"Selamat siang Kak, maaf saya dari Hokben," kata sang pemilik suara.


"Lagi!?" Pikir Rita dalam otaknya.


"Ya ampun, Mbak. Lagi?" Balas Rita.


"Ya? Maaf kami sudah berada di tempat Mbak pesan. Kira-kira di mana ya tempatnya?" Tanya orang tersebut.


Rita tidak habis pikir itu orang kenapa sih? Berarti pemesanan Hokben dua kali ya.


"Tempat saya di Lembang, Mbak. Boleh saya minta bukti pemesanannya? Ini aneh sekali. Kemarin juga ada yang kirim Hokben," kata Rita.


"Baik, ada yang menelepon kami dengan pemesanan atas nama Rita Ashalina dengan nomor hp 12345. Bukti pemesanannya sedang di proses ya," kata Mbak tersebut.


Rita menepuk keningnya. Ya ampun! Capek deh. Dua Hokben dalam waktu bersamaan!



"Lho? Tapi Mbak, saya tidak memesan," kata Rita sebaaal.


"Tapi ini dengan Rita Ashalina kan?" Tanya Mbaknya.


"Rita Asalieur mbak aslinya. Iya itu nama saya. Ini Hokben daerah Bogor?" Tanya Rita.


Ney memesan Hokben dalam satu kota tapi perkiraan Rita berbeda tempat. Tentunya inilah harapan Ney agar Rita membuka gembok akunnya, jadi Rita pasti akan bertanya apa maksud dia mengirimkan Hokben dari tempat yang berbeda?


Tempat lain, Ney tersenyum senang yakin saat ini pasti Rita tengah kebingungan.


Dia memang sengaja mengubah namanya menjadi Rita, agar Rita mendatanginya untuk meminta dirinya menghentikan semua keonaran nya.


Sampai Rita mau bicara dengannya, dia akan terus mengirimkan banyak barang atau sesuatu.


"Kami dari Hokben Cibinong City Mall Bogor Jawa Barat, kak. Kakak memesan melalui aplikasi Hokben," kata Mbak tersebut.


Apakah dia CS yang dimaksud Fahri? Tapi sangat berbeda apalagi Mbak tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di tempat.


Tempat mana? Hebat lah kalau bisa sampai di Lembang dalam waktu satu detik.


Kejanggalan pertama adalah sang kurir meminta alamat Rita di Lembang. Dan yang kedua, sudah sampai di tempat tujuan. Di mana?


"Ya Allah Kak, saya rumahnya di Lembang bukan Bogor," kata Rita menghela nafas.


"Tapi yang kami terima sesuai alamat yang kakak sebutkan saat melakukan pemesanan. Kami mohon maaf bila salah," kata Mbaknya.


"Justru saya yang bingung, Mbak. Mana ada saya pesan ke Bogor lalu alamat tidak sesuai dengan rumah," balas Rita dalam chatnya.


Yang mengirimkan Hokben ini dengan alamat yang tidak sesuai, sudah pasti kurang vitamin isi otaknya! Apalagi sampai bertanya alamat rumahnya, wong edan!


Rita memang luar biasa marah sekali, sudah cenut-cenut kakinya, ditambah sengaja dikerjain dengan pemesanan atas nama dirinya.


Dia menenangkan pikiran, dalam pemikirannya ini pasti jebakan. Ya Rita sadar sudah empat tahun sejak perundungan itu, Rita menutup semua pintu untuk Ney dan Alex.


Kalau Alex tidak mungkin memesan Hokben dengan kota yang luar biasa jauhnya. Datang sudah pasti berjamur lah itu Hokben.


Heran, pelaku yang sebenarnya memesannya memang kurang waras!


Kenapa sih tidak membiarkan orang yang tidak menyukainya, hidup damai dengan tenang sentosa tanpa diganggu?


Mau apa coba dia? Pamer apa? Ingin dipuji sebagai orang baik? Supaya bisa koar-koar ke orang kalau dia mengirimi orang yang tidak menyukainya, sesuatu?


Aneh!!


"Kapan Kak? Memesan pun tidak, kapan saya berikan alamat palsu?" Tanya Rita garuk-garuk kepalanya.


"Itu ada waktunya Kak," balas Mbak yang mulai bingung juga. Banyak ya kasus begini sekarang, yang tahunya memang dikerjain.


Tapi kalau Rita untuk apa? Baru kecelakaan, buat apa juga jahil dengan pekerjaan orang. Dasar orang tidak waras!! Siapapun pelakunya mau Ney atau bukan, kalian tidak waras!!


"Maaf Kak! Saya tidak pernah men download aplikasi Hokben karena di sini saja ada Hokben. Lumayan dekat dengan lokasi rumah," balas Rita.


Mbak tersebut kemudian memberikan Hokbennya ke CS dan menceritakannya.


Mbak tersebut memang telah sampai di alamat yang Rita palsu berikan dan memang saat ditanya ke beberapa toko, mereka tidak mengenal Rita Ashalina.


Kurir tersebut berada sekitaran Mall dengan tanda panah, namun mereka tidak mengenali nama tersebut.


"Mohon maaf ya Kak, kasus kakak kami ambil alih. Kami telah menelusuri dan memang benar tidak ada yang bernama Rita Ashalina.


Alamat yang kakak berikan memang di area ini. Apa memang kakak tidak memesannya?" Tanya CS.


"Sumpah!! Bukan saya, Mbak. Maaf bukan sekali dua kali saja Mbak, nama saya dijadikan identitas palsu. Sebelum ini juga sudah ada, jujur Mbak saya baru saja makan Hokben dua hari lalu," kata Rita.


"Apa melalui aplikasi Hokben?" Tanya CS.


"Bukan, saya jalan kaki langsung ke tokonya. Saya ada buktinya," kata Rita kemudian mengirimkan fotonya.


"Baik kalau begitu mohon maaf kami telah mengganggu kenyamanan Kakak," kata CS menghela nafas. Yah, banyak sih yang mengusili mereka dengan pemesanan.


"Apa Hokbennya sudah dibayar Kak?" Tanya Rita.


"Iya sudah, Kak. Jadinya bagaimana? Kami bisa mengubah alamatnya tapi... ada kemungkinan Hokbennya berjamur," kata CS.


"Ya iyalah Kak, yang pesannya kurang bahan otaknya. Saya tidak peduli Mbak, batalkan saja. Saya orang ndeso tidak punya kartu ATM," kata Rita sebal!


Yang aneh itu pada pemesanan Hokben ini, terdapat dua alamat yang sama! Oke alamat pertama itu mungkin si pemesan, tapi dalam Shipping Address, itu alamatnya sama dengan yang pertama!


Aneh tidak sih? Dan saat Rita telusuri, lagi-lagi ujungnya Lotte di Bogor! Jadi si pemesan memesan Hokben untuk dirinya sendiri di tempat itu, dengan menggunakan nama Rita?


Iya Fix sih memang ada kesengajaan untuk membuat Rita jelek di mata para pegawai Hokben. Pelakunya memang harus dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa!


Kejahilan seperti itu sama sekali tidak lucu, dan membuat pegawai sana harus merasakan kelelahan membawa pesanan tidak sesuai alamat.


Rita berdoa agar Allah swt memberikan ganjaran yang sama pada pelakunya yang telah mempermainkan namanya dan pegawai Hokben.


"Ini dengan kurirnya?" Tanya Rita.


"Bukan Kak, saya dengan CS Hokben karena kami mendapatkan laporan bahwa bukan kakak yang memesan Hokben. Jadi kami hanya ingin memastikan," kata CS memberikan tanda pada Direktur untuk men take down pemesanan ini.


"Ooh, iya maaf ya Mbak saya tidak pernah memesan apapun lewat aplikasi, saya suka langsung datang saja," Kata Rita.


"Baik Kak, tapi nama dan nomor hp yang tertera memang milik Kakak-kah?" Tanya CS memastikan.


"Iya, itu memang milik saya. Mbak bosa cek keberadaan saya dimana," kata Rita membalas.


"Meskipun kakak tidak ada pemesanan, kami hanya mau memastikan saja apakah nomor ini milik kakak atau bukan.


Sehingga kami bisa konfirmasi dulu apabila nanti ada pesanan yang menggunakan nomor dan nama kakak lagi.


Demikian untuk menjaga kenyamanan kakak dan maaf bila kami melakukan kesalahan," ketik CS tersebut agak panjang.


Apalagi pesanan tersebut sudah dibayar, kalau memang Rita ya malah nambah dosa kan mempermainkan orang.


Anehnya, misalkan Rita pada posisi pelaku tersebut, menurutnya memang tidak ada kegiatan. Bayar untuk sesuatu tapi memakai nama orang entah ya niatnya sudah pasti tidak baik.


Dan yang paling penting menarik perhatian Rita, Alex kalau memesan makanan atau barang pasti harganya di atas seratus ribu.


Sedangkan pemesanan Hokben ini nilainya dibawah seratus, jadi Rita yakin itu bukan Alex.


Yang biasanya meremehkan dan menghina orang dengan status atau uang, hanya Ney.


Karena? Rita memiliki musuh juga tapi se jahatnya mereka, tidak pernah mengganggu hidup Rita.


Atau Rita yang mengganggu mereka, atau bahkaaan mereka menggunakan nama Rita hanya untuk sebagai peringatan.


Untuk apa? Mereka tidak menyukai Rita, ya sudah pergi saja. Tidak perlu bermuka dua, pasang wajah palsu atau bersikap 'Baik'. Pergi saja deh.


Hanya satu yang abnormal dari semuanya, itu Ney. Dia musuh tapi terus mengganggu, apalagi dari cerita Feb, dia menyebarkan sesuatu hal yang tidak ada pada Rita.


Ya bodo amat!


Masalah Hokben akhirnya terselesaikan. Bogor ada tempat paman dan bibinya tapi mereka tidak dekat dan jarang bertemu.


Rita yakin bahwa Ney pastinya belum tahu soal hubungannya dengan Alex sudah berakhir. Dia yakin ini adalah jebakan untuk mengirimkan laporan "Salah kirim" pada Alex.


"Baik Kak, mohon bantuannya ke depannya bila ada orang mengatasnamakan saya dan nomor hp. Diberi peringatan saja," balas Rita.


"Baik Kak, terima kasih atas kerjasamanya. Dengan demikian kami akan membatalkan pesanan dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya," kata CS.


"Iya sama-sama. Terima kasih," balas Rita.


Bersambung ...