MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
148



Ada sesuatu seperti ibunya mencari tahu soal sesuatu pada Ney. Karena dari anak serta Rita tidak pernah mendengar nama Ney.


Soal pameran pun tentu beliau mengetahui semuanya, serta rencana Kazen pada seorang perempuan ternyata Ney.


Ibunya sendiri jugalah yang memberikan perintah untuk menunjukkan foto Ney dengan wajah di blur. Sebagai seorang penyusup beserta bukti topeng yang dibuat dari karton dan dus.


"Apa ada yang kamu ketahui soal sifat Rita?" Tanya ibunya Kazen. Tahu bahwa Ney ini seorang yang gemar membuat masalah.


"Tentu saja," kata Ney mulai memperlihatkan siapa dirinya.


Ibunya Kazen mengeluarkan strategi namun tidak terlihat, tentu bagi Ney ini akan menjadi suatu keuntungan. Jelaslah bagi ibunya bahwa Ney memiliki motif kurang baik.


Entah untuk membuat Rita jelek di hadapannya dan juga Kazen, supaya mereka meninggalkan Rita.


"Coba ceritakan apa yang kamu ketahui," kata ibunya Kazen.


Dan mengudara lah semua cerita menurut versi Ney. Yah kita tahu lah ya bagaimana dia memasukkan versi khayalannya.


Para pelayan juga mendengarkan dengan baik, mereka merasa banyak kejanggalan. Saling berpandangan dan menggelengkan kepala.


Ibunya Kazen hanya semakin tertawa melihat Ney yang semangat menjelaskan. Ney tidak mengerti apa yang membuat wanita di depannya tertawa lalu minum kopinya.


"Jadi menurut kamu Rita itu egois?" Tanya Ibunya Kazen.


"Iya," jawab Ney dengan tegas.


"Kenapa?" Tanya ibunya Kazen.


"Karena dia menggantungkan perasaan orang lain dan memperlakukan aku dengan tidak baik," kata Ney mulai curhat.


"Kenapa dia harus memperlakukan kami dengan baik?"Tanya ibunya Kazen.


"Ya karena aku yang selalu ada buat dia, aku juga memberikan solusi saat dia mengalami masa yang sulit," jelas Ney.


"Lalu menurut kamu kenapa dia menggantungkan perasaannya pada Alex ini?" Tanya Ibunya Kazen.


"Ya karena dia menyukai orang lain ternyata," jawab Ney mengetahui Rita sudah jadi dengan Kazen.


"Menurut saya Rita itu bukan orang yang suka mempermainkan perasaan orang. Dan Alex juga terlalu banyak keraguan, yang menurutmu menggantung karena kamu sendiri yang berulah.


Urusan Rita dan Alex sudah selesai sebenarnya hanya, kamu membuat pernyataan bahwa sebenarnya belum.


Hanya untuk menggali info soal Alex saja kan? Mungkin untuk keuntungan kamu," kata ibunya kazen.


Ney hanya diam dan terkejut mendengar penuturannya. Ibu Kazen tidak peduli bagaimana Ney akan bereaksi.


"Tapi memang begitu. Masih menggantung," kata Ney dengan pelan.


"Saya lihat kamu tidak begitu dekat dengan Rita. Apalagi anak saya, tidak ada cerita apapun soal kamu. Paling hanya dua sahabat Rita yang bekerja dengan dia," kata ibunya Kazen sambil membuka ponsel mewahnya.


Meski masih syok, Ney semampunya berusaha mendapatkan tujuannya meski ternyata... tidak ada hasil.


"Rita memang begitu tidak pernah menceritakan soal saya ke siapapun yang dia kenal. Bukankah itu jelek?" Tanya Ney menatap ibunya Kazen.


"Haha itu kan hak dia, bukan hak kamu ya mewajibkan siapapun harus bercerita.


Begini ya Ney, sepertinya kamu tidak paham soal hubungan pertemanan yang saya tangkap.


Kalau Rita tidak menceritakan apapun pada siapapun termasuk anak saya, tandanya memang kamu bukan teman dekat atau tidak berharga di matanya," kata ibunya Kazen.


"Tapi..." kata Ney.


"Kalau memang iya sesuai kata kamu, dia pasti cerita. Alasan kenapa dia tidak memperlakukan kamu dengan baik, bisa jadi karena kamunya sendiri tidak pernah menghormati dia.


Kamu banyak menuntut sebagai teman, menganggap dia musuh atau saingan berat, atau bisa jadi kamu membicarakan sesuatu yang fatal," jelas ibunya Kazen.


Ney diam mendengarnya, ya kasus itu. Dimana Ney memuntahkan semua kelemahan Rita dihadapan teman-temannya.


"Pengalaman saya banyak mengahadapi orang-orang yang mengaku sebagai sahabat anak, kekasihnya. Bukan kamu saja," kata ibunya Kazen.


"Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai Rita?" Tanya Ney yang sudah agak tidak berminat.


"Saya tidak akan mengatakannya, karena kamu tidak berhak tahu. Hanya saja sekarang ini saya senang kehadiran Rita mengubah suasana anak saya," kata ibunya Kazen.


Ney diam menunduk, sulit mencari info mengenai Kazen ternyata dari ibunya apalagi banyak orang yang juga sama dengan yang dilakukannya.


"Kenapa kamu ingin Rita bercerita mengenai Kazen?" Tanya ibunya Kazen.


"Eh, Rita sudah..." kata Ney.


"Kamu hanya membuat alasan supaya saya setuju dengan yang kamu katakan nanti bukan. Saya yakin Rita tidak ada cerita apapun. Benar?" Tanya ibunya Kazen.


Di situ Ney benar-benar terpojok! Dia tidak bisa berkata apapun, tadinya senang karena bisa lancar misinya ehhh sue deh!


Ney mengangguk pelan, dirinya kalah.


"Untuk apa kamu berbuat seperti itu? Katakan dengan jujur apa sulit bagi kamu?" Tanya ibunya Kazen.


"Saya hanya ingin dia cerita supaya aku bisa memberikan pendapat," kata Ney.


"Pendapat soal apa? Karakter dia dan anak saya? Atau kecocokan mereka?" Tanya ibunya Kazen.


Ney mengangguk pelan.


Ibunya Kazen melipat kedua tangannya agak kesal iya karena Ney yang paling mengganggu. Orang-orang yang beliau sengaja perlihatkan soal pameran, sampai sekarang tidak ada yang berani berulah.


"Atau soal kedudukan dia dalan keluarga? Masa lalunya yang bahkan kamu katakan juga soal Alfarizki ke Rita?" Tanya ibunya Kazen membuat Ney kaget.


"Maksudnya soal Alfarizki? Apa... Ibu kenal?" Tanya Ney.


"Alfarizki atau biasa kamu dan Rita sebut, Alex," kata ibunya Kazen.


Ney lebih kaget lagi, namun dia sembunyikan. Apakah hubungan keluarga Darma dengan Alex? Ney merasa tidak enak, dia hanya ingin keluar dari tempat ini.


"Saya kenal karena Rita yang kenalkan," kata Ney.


"Lagi-lagi Rita yang kenalkan ya bukannya kamu yang memaksa ingin dikenalkan?" Tanya ibunya Kazen dengan tajam.


Ney tertunduk. Banyak oertanyaan kenapa sepertinya ibunya Kazen banyak tahu? Apalagi soal Alex sendiri.


"Jujur ya saya kaget melihat perilaku kamu yang segalanya mengatasnamakan Rita.


Hubungan dia dengan Alex akan lancar kalau kamu tidak ikut campur.


Dari awal Rita kenal seharusnya kamu tidak mulai kepo dan biarkan dia jalani hubungannya sendiri," kata ibunya Kazen.


"Saya hanya membantu Rita karena Rita tidak mengerti bahasa asing," kata Ney.


"Nonsense! Kamu pikir saya bisa dibohongi? Saya tahu kamu mulai kepo sejak Rita update sesuatu soal Alex kan.


Atau dia yang memang ada obrolan dengan seorang pria luar negara. Kamu mungkin terkejut bagaimana bisa dan mulai menggali informasi," kata ibunya Kazen menatap Ney yang menatap lantai kantornya.


"Saya hanya..." kata Ney tidak meneruskan perkataannya karena yang dikatakan wanita tersebut benar.


"Saya tahu seperti apa hubungan Rita dan Alfarizki. Kamu pikir kenapa saya bisa tahu?


Orang tuanya menceritakan segalanya pada saya. Sekarang Rita dekat dengan anak saya, dan sekali lagi kamu mengaku Rita yang kenalkan?


Ney terus diam, dia memang bisa membuat karangan tapi bukan Author Novel. Ney memainkan tali tasnya dengan kesal, semua rencana gagal!


Rasa-rasanya ingin menangis, tapi dia tahan. Menangis karena upayanya memdekatkan diri pada ibunya Kazen ya gagal maning. Intinya posisi dia masih tetap sama.


Ney juga ketakutan ternyata dia diajak ke kantor itu untuk disidang secara langsung. Apalagi kata-kata ibunya Kazen yang bersifat menginterogasi.


Ney bertanya apakah Rita juga seperti ini? Melihat Rita yang tersipu-sipu malu menatap Kazen, memang emejing.


"Wajar kan bila saya ingin tahu soal sekitar Rita," kata Ney menatap ibunya.


"Wajar bila masih dalam area batas normal tapi kamu... terlalu ingin tahu dan kepo akhirnya, saya lihat juga kamu tidak ada rasa sedih hubungan Rita berakhir dengan Alex.


Kamu mengatakan soal Alex begitu senang, saya jadi curiga apa motif kamu mendekati Rita lagi," kata ibunya Kazen yang masih menatap anaknya bercanda dengan Rita.


"Saya sedih juga melihat Rita menangis karena hubungannya kandas," kata Ney berusaha.


"Di depan Alfarizki kamu memuji bahkan mengatakan sesuatu yang belum tentu benar soal Rita.


Tapi belakang, kamu menjelekkan dia bahkan mendoakannya cepat mati? How dare you act like that! ( bicara sangat pelan )


Kamu sampai membuat Alex percaya dan hancurkan dia saat tahu Rita dengan anak ibu. Sekarang giliran anak ibu yang mau kamu hancurkan?" Tanya ibunya Kazen membuat Ney shocking.


"Ti-tidak saya tidak punya niat begitu," kata Ney menggelengkan kepala ya dia sangat terguncang kenapa sepertinya ibunya Kazen tahu apa yang dia rencanakan.


"Kamu berkata jujur?" Tanya ibunya Kazen berjalan ke tempat duduknya lagi. Benar-benar langsung di keplak secara Live!


Ney merasa kali ini dirinya dalam bahaya sangat! Dia menghentikan sementara rencananya dan tidak menatap ibunya Kazen seperti tadi.


Ney ingat apa yang dikatakan oleh Alex, dia mengerti inilah sosok keluarga Darma yang sama sekali tidak kenal simpati pada seseorang. Ya kalau keterluan sih.


Semenjak Ney ditinggalkan jauh oleh Rita, hidupnya pun lancar-lancar saja bersama Kazen. Kalau masalah ya pasti selalu ada, Rita harus bersabar dengan mode Kerja Kazen.


Berantem juga sudah pasti ada tapi itu bukti benih-benih kasih sayang. Cieeeh! Yang membuat keduanya semakin dekat dan saling mengerti satu sama lain.


"Saya... mengakui sudah salah berbuat hal seperti itu pada Rita. Saya minta maaf juga pada Ibu soal pameran itu," kata Ney akhirnya lebih memilih jujur.


Ibu Kazen menghela nafas, kembali dengan sikap ramah dan ucapan tegasnya. Ibu mana sih yang mau melihat anaknya dipermainkan?


Orang tua Alex menceritakan bahwa ternyata bukan Rita yang membuat anaknya sering tepar. Tapi efek kelakuan dari Ne6 yang seolah membuat Ritalah yang bersalah.


Soal kesengajaan Ney membuat Alex tepar karena ulah Rita pun diketahui dari hasil obrolan mereka. Ya intinya keluarga Alfarizki meminta bantuan Darma untuk menginterogasi Ney.


Ada apakah keluarga ini dan itu? Penasaran? Saksikan kelanjutannya di Season 3 nanti ( sesudah Author rehat ). Dan ada banyak kejutan menanti di Season selanjutnya untuk Rita.


"Kamu bicara begitu tampaknya sudah terbiasa meminta maaf tanpa rasa bersalah ya. Apa kamu diajari tata krama oleh orang tua? Soal nada dan pengucapan," kata ibunya Kazen.


DEG! Ney teringat beberapa kali ibunya dan ayahnya selalu mengingatkan untuk bersikap baik. Ucapan dijaga dan keluarkan nada yang ramah, tentu itu selalu terjadi kapanpun.


Dan beberapa lali juga Ney menganggap hal itu sepele dan tidak begitu dipedulikan. Karena lingkungannya orang-orang yang seenaknya kalau bicara.


"Saya diajari mereka," jawab Ney.


"Nada kamu bicara ke saya tidak enak ya, seakan menganggap remeh. Itu tidak sopan ya apalagi saya merasa kamu juga ada motif ke saya," kata ibunya Kazen.


"Maaf," kata Ney menunduk. Dadanya membara tapi apa mau dikata, nyonya tersebut terlihat bukan sembarang orang.


"Kamu sudah minta maaf ke Rita?" Tanya ibunya Kazen.


"Sudah. Lewat email," kata Ney.


"Kenapa kamu terus meneror dia kalau sudah dimaafkan. Belum puas ya tidak kalau dia bersujud," kata ibunya Kazen lagi-lagi membuat Ney bertanya-tanya.


"Bukan maksudnya meneror," kata Ney serba salah.


"Lalu?" Tanya ibunya Kazen.


"Saya ingin tahu kabarnya saja. Tidak lebih," kata Ney.


"Saya tidak yakin. Tipe seperti kamu banyak, merasa tidak ada yang salah dan terus mengulang kesalahan.


Kata maaf pun sepertinya sudah jadi makanan kamu sehari-hari. Saya bisa menebak kamu sering melakukan teror ke siapapun," kata ibunya Kazen. Oh! Ternyata...


"Saya hanya ingin... mengobrol saja kan sudah dimaafkan. Jadi saya pikir kenapa saya terus di blokir?" Tanya Ney.


"Hahhh kamu memang tidak mengerti ya. Itu sangat sederhana, mudah dan simple," kata ibunya Kazen menghela nafas.


"Memangnya salah?" Tanya Ney menatap nyonya tersebut.


Ibunya Kazen hanya tertawa ya pantaslah mana bisa dia mundur toh orangnya juga entah sengaja tidak mengerti atau memang muka badak.


"Sangat salah, Nona. Seharusnya setelah sadar dengan tindakan Nona yang lancang dan meminta maaf, Nona tidak mengganggunya lagi.


Menurut saya pribadi, itu hanyalah alasan Nona ingin tahu kabarnya.


Sebenarnya Nona ingin kembali mengulang hal yang sama, dan terus mendapatkan maaf dari orang tersebut.


Menurut saya tidak etis bila sikap Nona terus seperti itu. Nona telah melakukan sesuatu yang di luar batas, jadi terima saja bila Nona diabaikan," kata pelayan.


Ney seakan ingin marah apa haknya sebagai pelayan memgatakan pendapatnya namun ibunya Kazen setuju.


"Saya setuju. Itu resiko dari hasil perbuatan kamu. Untuk apa kamu memaksa dia jadi teman lagi?


Lebih baik kamu menyingkir dan urus hidup kamu. Itu yang membuat isi kepala kamu tetap sehat," kata ibunya Kazen senyum.


Ada makna sesuatu dari obrolan ini, Ney tidak bisa berpikir lagi. Nyonya Darma meminta pelayan itu untuk menambahkan tehnya serta kue.


Ney memandangi pelayan itu dengan wajah tidak sudi dan marah. Tentu terluhat oleh ibunya Kazen, menurutnya Ney tidak suka harus mendengarkan sesuatu dari kalangan rendah.


Nyonya Darma memberikan kode pada mereka dan langsung pergi ke luar ruangan. Ney menahan amarahnya.


"Meminta maaf bukan berarti kamu bisa mengulang semua dan kembali baik-baik saja.


Ada luka yang harus mereka terima dan menyembuhkannya, itu sulit. Luka dari perbuatan kamu yang mereka percayai bahwa kamu adalah orang baik.


Tapi yah "Baik" itu bermacam-macam sih. Saran saya lebih baik kamu hentikan rencana dan perbuatan selanjutnya di luar nalar," kata ibu Kazen memperingatkan.


"Maksudnya?" Tanya Ney.


Ibu Kazen menyalakan televisi dan Ney sangat kaget! Hal-hal yang pernah dia lakukan soal paket dan saborondoyot yang lainnya.


"Apa Anda hack nomor saya?" Tanya Ney kembali lemas.


"Tidak," jawab Ibunya Kazen.


"Lalu kenapa..." kata Ney dengan lunglai.


"Saya tidak hack siapapun. Kazen yang memberikan semua bukti ini pada saya. Dia juga curiga apa motif kamu sebenarnya pada Rita.


Rita sudah berikan jawabannya, dia memaafkan tapi kamu tidak kan. Inilah buktinya, kamu terus mengganggu dan menerornya.


Kesannya kamu ingin dianggap baik hati makanya kamu mengirimkan itu semua kan.


Kamu menutup bahwa memang Rita tidak ada minat kenal lagi. Sebenarnya kamu tahu, menyalahkan kehadiran Alex dan kembali? Hidup tidak semudah itu sayang," kata ibu Kazen tertawa.


Bersambung ...