MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
Answer - Pertemuan Dengan Alex



Esok hari Rita bangun dan menggeliat sambil garuk kepala. Dia teringat hari ini ada janji jalan-jalan dengan Kazen.


Rita merenung Kazen seperti tidak biasanya. Agak berbeda mulai seperti ada jarak. Yah selama pacaran dengan Kazen pun, memang Rita merasa bukan seperti kekasih.


Rita mandi dengan santai hari ini dia mau luluran dulu. Dipikir-pikir olehnya perilaku Kazen seperti kakak.


Tidak terasa seperti kekasih kalau Kazen mau putus juga yah tidak masalah karena... hati Rita bukan untuknya.


Kalau putus bagaimana dengan Bubu? Bubu dibeli dari uang Kazen dan diberikan padanya. Seperti cerai saja. Rita jadi bingung.


"Kalau Bubu aku pelihara, ingat Kazen terus," kata Rita pelan. "Kok aku mikirnya akan putus sama Kazen ya?" Tanyanya lagi.


Obrolan Kazen pun terbilang semakin sedikit semenjak dia ke rumahnya itu, tidak ada obrolan lagi dengan keluarganya.


"Seolah mereka hanya ingin tahu aku saja. Mereka itu keluarga apa bukan ya?" Tanya Rita sambil memilih baju.


Sebelum hari ini terjadi, seseorang telah memberikan pesan bahwa besok adalah hari terakhir. Kazen pun menjelaskan bahwa Rita telah sepenuhnya sembuh.


"You can take her back again. Don't worry I never use Heart only... Do not hurt her anymore, she was my young sister!"


( Kamu bisa mengambilnya kembali. Jangan cemas aku tidak pernah menggunakan Hatiku hanya... Jangan melukainya lagi. Dia adalah adikku! )


Pesan yang dikirim oleh Kazen membuat orang itu tersenyum. Dia menyanggupinya, dia telah terbuka matanya bahwa telah salah membela seseorang.


Kazen meminta hari ini sebagai hari terakhirnya bersama Rita karena dia pun memiliki urusan lain.


Urusan ini akan muncul di Season 3 ya berhubungan dengan Rita juga. Pokoknya makin seru karena Rita dan Bubu terancam nyawanya.


Sepuluh bulan waktu yang cukup untuk menyembuhkan hati Rita bagi Kazen. Soal Ney sudah teratasi apalagi Alex pun akhirnya harus mengalami tamparan besar dalam hidupnya.


Tidak percaya apa yang dikatakan oleh Ney di hari lalu membuat semuanya hancur pun soal Rita. Kini dia kembali untuk berusaha dari awal.


Perjodohannya bagaimana?


Setelah Alex dan keluarga datang ke rumah sang perempuan, awalnya dia gembira sekali kemudian murung.


Ternyata Zaithun mencari tahu apakah ada yang berhubungan dengan Alex selama ini.


Diketahui bahwa ada perempuan Indonesia yang berhubungan paling lama daripada dengan mantan-mantan.


Zaithun merasa kecewa apalagi hubungan mereka bukan sembarangan selama empat tahun mereka lalui dengan via web.


Dengan dirinya baru hari ini, tentu semua calon yang ada pun terkejut. Zaithun merupakan perempuan tercantik yang banyak dibanggakan.


Dia kenal Alex semenjak ikut dalam kegiatan per keluarga tahun lalu. Banyak juga yang mendambakan Alex namun semuanya tidak digubris.


Kali ini, dirinya yang akan bertemu foto Rita tidak dia dapatkan karena rahasia. Zaithun merasa Alex juga masih terhubung hati.


Pertemuan itu membuat mereka berdua canggung. Alex tidak banyak bicara meski Zaithun beramah tamah. Alex hanya berkata Hmmm, ohhh, iya.


Akhirnyq Zaithun memilih untuk membatalkan pertemuan ini, Alex kaget.


"You still love her. Run and take her back. Don't forget introduce to me. Go Alex,"


( Kamu masih mencintainya. Lari dan bawa dia kembali. Jangan lupa perkenalkan padaku. Pergilah Alex )


kata Zaithun tersenyum cerah.


Yah keluarganya murung juga tapi Zaithun menjelaskan bahwa rasa sayang Alex dan perempuan Indonesia itu sangat murni.


Ibunya Alex mengomel ternyata Alex masih menaruh harapan pada Rita. Diceritakan kini yang sebenarnya, Alex sudah tahu.


"Aku menyuruh Kazen menjadi penjaganya sampai dia bisa menyembuhkan luka, Mom. Sekarang saatnya untukku menjemputnya kembali. Tolong mom, dukunglah aku," kata Alex memohon ijin.


Ibunya sebaaal Rita lagi Rita lagi, huh! Melihat kesungguhan anaknya, luluh juga.


"Fine! Tapi Mom juga ingin bertemu dia! Mom marah dan kesal padanya dan kamu harus diam bila nanti keluarga kita bertemu dia. Akan mom marahi sampai ubun-ubun!" Kata ibunya marah dan pergi.


Sebal juga karena Alex ternyata menghubungi Kazen. Dalam hati ibunya lega juga, mungkin kah cinta mereka sejati? Sama seperti lagunya Bunga Citra Lestari.


...Manakala hati...


...Menggeliat mengusik renungan...


...Mengulang kenangan ...


...Saat cinta menemui cinta...


...Suara semalam...


...Dan siang seakan berlagu...


...Dapat aku dengar ...


...Rindumu memanggil namaku...


...Saat aku tak lagi di sisimu...


...Kutunggu kau di keabadian...


Sejak itu ibunya tidak lagi menghalangi Alex, semuanya ikut menunggu saat-saat mereka bertemu dengan Rita.


JRENG JRENG!!


Ibunya pun siap dengan segala omelan yang akan disampaikan pada Rita nanti, ledakan kemarahan mengenai yang sudah-sudah sampai Alex yang kembali mengusik Rita.


Hadeuuuh cape deh.


Dan kali ini pria itu pun diberitahukan bahwa Kazen akan mengajak Rita jalan-jalan untuk terakhir kalinya. Semoga Rita dapat menerimanya, dengan bayangan penampakan Rita yang mengerti.


Mereka bertemu di gang, Kazen menjemputnya namun Rita sudah di pertengahan jalan. Rita masuk dan pergi, mereka banyak mengobrol.


"Kamu tidak kerja?" Tanya Rita.


"Kerjanya nanti," kata Kazen dengan tenang.


Rita kesal menatap Kazen dan Kazen tertawa. "Ternyata tidak libur ya,"


"Hahaha kalau tidak kerja, bagaimana aku bisa dapat uang?" Tanya Kazen.


Mereka sampai juga di BIP dan memasuki garasi bawah. Suasana di sana sangat sepi yah masih agak pagi juga sih.


"Tamannya di belakang. Besar, kamu pasti suka," kata Kazen.


Setelah memarkirkan mobilnya di sebelah mobil sedan mewah berwarna hitam. Kazen melirik dan tersenyum memegang tangan Rita.


Pria di dalamnya bersabaaaaarrr memegang dadanya, toh ini hari terakhir. Pria itu tidak datang sendirian membawa kakak dan sepupu.


"Sabar, Pak. Akibat kamu menyewa Kazen sih," kata Jasmine tertawa.


"Sebeeeeelll," kata Alex menundukkan kepalanya.


"Ayo," ajak sepupu bernama Seiran.


Rita dan Kazen berjalan melihat-lihat suasana BIP berubah di mana-mana diberi lantai keramik dan tempat duduk klasik.


Mereka sampai di taman, Rita senang sekali. Mereka memilih yang ada tempat duduk lesehan dikelilingi dengan tanaman.


Sedangkan yang bertiga memasuki cafe yang tidak jauh dari tempat keduanya. Alex geram dan cemburu melihat Kazen yang masih memegangi Rita.


Disediakan wifi gratis dan Kazen membuka laptopnya. Rita semakin marah dan melipatkan tangannya. Kazen tertawa dan memberikan dompetnya.


"Lagi-lagi kamu sogok aku dengan uang. Kita kan ke sini mau jalan-jalan!" Kata Rita enggan menerima.


"Beli makanan. Aku belum sarapan," kata Kazen dengan wajah serius.


Di cafe, mereka ribut.


"Wah! Langsung diberi dompet? Asik cuy!" Kata Jasmine berbinar-binar.


"Kazen kan super tajir lihat deh kak, tebal!" Kata Seiran.


Alex manyun semudah itu memang Kazen selalu memberikan dompet ke perempuan. Katanya supaya bisa terlihat matre apa tidak, kebanyakan mantan dia dan Alex ya matre semua.


"Aku pergi dulu," kata Alex berdiri dan berjalan dari arah samping.


"Dia cemas tuh," kata Seiran cekikikan.


"Biarkan saja, memang harus dia yang tangani sendirian," kata Jasmine memesan.


Alex pergi entah kemana berbeda dengan Rita namun Alex terus mengawasi.


"Makasih. Oh ya soal perempuan serampangan itu kamu masih diganggu?" Tanya Kazen menatap Rita.


"Tidak ada tuh," kata Rita merenung. Iya ya selama sebulan ini malah lowong begitu.


"Baguslah. Kalau nanti... perempuan serampangan itu mengganggu kamu lagi, tidak perlu cemas," kata Kazen.


"Kenapa?" Tanya Rita bingung.


"Biar aku yang hadapi," kata Kazen makan dengan lahap.


Rita masih tidak mengerti maksudnya tapi dia mengangguk saja. Teka teki mengenai Kazen sangat sulit Rita tembus.


"Nanti dia terus ekori kamu lho," kata Rita sambil makan.


"Hahaha tidak akan. Jauh sekali aku sama dia, dia nanti yang terancam bukan aku," kata Kazen.


"Terancam bagaimana sih? Kok kamu seperti membuat teka teki bersilang ya? Coba jelaskan," kata Rita.


"Hmmm nanti suatu hari kamu akan tahu dan cara menghadapi ku," kata Kazen tersenyum.


Rita agak murung.


"Kenapa? Kok murung?" Tanya Kazen.


"Kamu bilang begitu seperti mau pisah. Aku maunya kamu tidak berubah se ramah ini terus," kata Rita.


"Alex idiot kata siapa dia tidak peka? Sudah mulai menangis deh ini," pikir Kazen.


"Selama apapun hubungan akan ada waktunya untuk berpisah, kamu harus ingat itu Rita. Kadang perpisahannya tidak enak, kadang berjalan begitu saja," kata Kazen menguatkan Rita.


Rita senyum. "Kamu tahu, sejak kuta pacaran aku... tidak menganggap kamu sebagai kekasih,"


Kazen terdiam dan mengerti. "Kamu adalah perempuan yang aku anggap sebagai adik, Rita. Sudah jangan menangis! Ayo makan,"


Rita memeluk tangan Kazen untungnya Alex pergi entah ke mana. Jasmine dan Seiran tidak aneh, yah semua perempuan pasti ingin begitu.


Mereka makan dengan berisik dan mengobrol dengan seru juga. "Soal Alex, dia sudah tersadar kok. Kamu juga sudah baikan,"


"Bodo amat," kata Rita tidak peduli. Kazen tertawa.


"Kamu jangan pikirkan lagi soal serampangan itu. Semuanya mulai berubah dan berbalik ke takdir yang semestinya.


Begitu juga dengan kamu, aku hanya membantu agar kamu bisa lebih kuat," kata Kazen.


"Takdir yang semestinya?" Tanya Rita keheranan.


Kazen mengangguk, kedua matanya sedih namun itu juga yang harus dia emban.


"Semua kesalahpahaman akan bergerak ke posisi yang sebenarnya. Kamu tidak perlu lagi menjelaskan soal apapun perilaku perempuan serampangan itu ke siapapun.


Sudah berputar Rita, takdir kamu dan semua orang. Yang awalnya semrawut karena ulah perempuan aneh itu akan kembali lurus.


Semuanya akan lebih jelas. Makanya aku bilang jangan cemas kan. Tuhan telah menunjukkan jalan bagi yang tersesat kebenarannya," jelas Kazen.


Rita merenung dia sulit menangkap intinya. "Ya maksudnya apa?"


"Hukuman dia itu sedang berjalan Rita, dan tidak ada siapapun yang bisa menghentikan.


Sekarang semakin dia berbuat keonaran termasuk menghasut kamu, memfitnah, hukumannya akan semakin berat.


Jadi sekarang jangan sedih dan kebahagiaan kamu akan segera datang. Tentunya ujian kamu yang selanjutnya akan menunggu," kata Kazen.


"Manusia yang hidup akan selalu ada masalah. Kalau tidak mau ya mati saja setidaknya satu per satu telah selesai. Kalau orang itu berbuat masalah lagi, aku tidak mau peduli!" Kata Rita.


"Betul serahkan saja semuanya pada Tuhan, kamu dengar ceramah kemarin kan soal Istidraj," kata Kazen mengingatkan.


"Karena ada kamu juga makanya aku tidak sedih lagi," kata Rita.


"Aku senang," kata Kazen cekikikan.


Mereka lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing, yah masih pagi sih mall belum buka juga.


"Ada cafe tuh," kata Rita.


"Ke sana saja aku mau kerja dulu," kata Kazen.


"Main game sajalah," kata Rita.


Sekarang semuanya menjadi lebih jelas dan enak, Rita bersandar pada punggung Kazen yang mirip bantal. Kazen sudah terbiasa dan mengerjakan tugasnya.


...Aku tak pernah pergi ...


...Selalu ada di hatimu...


...Ku tak pernah jauh...


...Selalu ada di dalam hatiku...


Pukul sepuluh semua toko mulai buka begitu juga dengan mall, orang-orang mulai kelihatan apalagi beberapa kelompok perempuan melirik Kazen.


"Sudah kerjanya?" Tanya Rita melihat.


Banyak angka dan kata-kata yang tidak dimengerti, Kazen tidak cemas. "Masih banyak,"


"Bosan nih. Jalan-jalan yuk," ajak Rita.


"Kamu saja, aku sedang kerja," kata Kazen tanpa berhenti.


"Ya sudah, jangan kemana-mana ya," kata Rita kemudian berdiri dan memakai sepatunya.


Dompet Kazen masih ada di Rita kali ini dia bawa uang secukupnya setelah diomeli orang tuanya.


Segera saja setelah Rita pergi, para perempuan mendatanginya bagaikan semut. Melihat Rita sudah tentu mereka berpikir Kazen Islam.


Beberapa mengikuti Rita sambil berbisik, setiap Rita berhenti mereka berhenti.


"Mau apa? Dari tadi mengikuti," kata Rita membuat mereka langsung kabur.


Di luar Kazen sudah dikerubungi penampilan wajah Kazen yang tidak asli bangsa mereka pasti membuat penasaran.


"Kalau sudah bosan sama mbak ya g tadi, hubungi kita ya. Ini," kata perempuan berbaju seksi memberikan nomornya.


Kazen mendengus menyunggingkan senyuman.


"Kita disini sampai sore juga bisa," kata yang lainnya.


"Kalian tidak solat ya?" Tanya Kazen.


Mereka berteriak. Makanan sehari-hari Kazen dan Alex.


Alex pun sampai heboh banyak perempuan yang ingin berkenalan namun tidak digubris. Kartu nama dibuang begitu saja.


"Maksudnya?" Tanya perempuan dan temannya yang berpakaian seksi kurang bahan.


"Kalian tidak mengerjakan sholat? Padahal memakai kalung mesjid," kata Kazen.


"Memang ada gunanya sholat? Ini hanya kalung ornamen saja sih," kata yang pendek.


"Oh atheis ternyata atau Islam ktp?" Tanya Kazen yang membuat kedua perempuan itu lantas memilih pergi.


Mereka agak sedih mendengar yang dikatakan Kazen. Satu per satu perempuan seperti datang berkonsultasi kepadanya.


Sampai yang berjilbab panjang selutut, yang pendek macam-macam Kazen tolak mentah-mentah!


Kazen selalu menyebutkan sesuatu yang mematahkan semangat mereka dengan mudah.


Di sisi lain, Rita tengah mencari stand kentang goreng dan menemukannya. Dengan gembira dia beli yang berukuran besar.


Alex yang mengikutinya dari belakang tersenyum, ah dia lupa belum sarapan juga. Rita pergi dan Alex menghampiri stand itu, meminta hal yang sama yang dibeli Rita.


Dia memakannya dan memang enak sambil tersenyum pada perempuan di depannya yang berjarak 2 meter.


Rita mendatangi toko yang lain dan Alex menelan ludah saat melihat iklan makanannya. Ikut beli juga.


Para wanita mengikuti Alex dan melakukan hal yang sama, beberapa orang menatap mereka dengan pandangan aneh dan berlalu.


Alex menghabiskan semua itu dalam sekejap mirip mulut Doraemon. Lalu membeli minuman yang sama dengan Rita.


Bersambung ...