
Rita sama sekali tidak mau memiliki apapun berkaitan dengan Ney dan menolak.
Namun karena terus memaksa, akhirnya Rita berikan alamatnya. Ternyata ini muslihatnya agar dia bisa memiliki alamat rumah Rita.
Apapun yang dia lakukan Rita anggap sudah sangat buruk, mau mengirimkan apapun dia enggan menggunakannya. Jadi jilbab pemberiannya itu langsung Rita berikan ke orang lain.
Demi membuat Rita jatuh dia akan melakukan apapun termasuk menyalahi nama dan nomornya untuk kepentingan balas dendamnya.
Rita ceritakan kepada bestie nya dan mereka sangat marah apalagi soal teror. Karena sejak kenal dengan Mega di SMA pun, Ney masih sering meneror.
Karena itulah Rita teramat marah pada Alex yang dahulu membuat grup secara sembarangan dan memperlihatkan nomor Rita yang baru.
Tentu saja Ney langsung meneror kembali, berkali-kali sampai dua hari kemudian. Ternyata info dari Arnila bahwa Ney ingin mengobrol.
Amit-amit!
Sampai akhirnya Rita menitipkan pesan pada Arnila untuk Ney bahwa kejadian di masa lampau, membuatnya trauma.
Dan tidak minat memiliki hubungan pertemanan lagi dengan tukang perundung, pem fitnah dan penghasut bahkan mengatai Rita sebagai penyihir.
Itulah yang membuat Ney sangat menyesal. Apa kata teman-temannya memang ada rasa penyesalan yang dirasakan oleh Ney.
Sayangnya akibat ulahnya yang sudah kelewat batas membuat Rita sudah tidak akan bisa menerima lagi meski nanti dia berubah menjadi orang yang lebih baik.
Arfa pun menyarankan bahwa lebih baik dia melupakan Rita dan mencari teman yang lain, bila dia memang ingin memiliki teman spesial.
Namun apa yang terjadi? Ya seperti inilah, membuat Arfa lepas tangan. Saran dan peringatannya pun tidak Ney dengar jadi sekarang kalau ada apa-apa, tidak akan ada yang menolong.
Rita takut kalau Ney akan berbuat ulah lagi terhadap Kazen namun para bestie nya akan menumpas kejahatan Ney. Lagipula Kazen pun sama pintarnya dengan Alex.
Kazen yang membacanya oun ikut geram, bagaimana bisa Rita sebegitu bodohnya kenal orang semacam Ney. Sampai menghancurkan hubungannya dengan Alex.
Teman-temannya pun memarahi Rita karena bisa-bisanya dia bertahan dengan orang kurang ajar seperti Ney. Berkali-kali membuat dirinya terinjak-injak.
Beberapa teman dekatnya mengatakan saat pertama bertemu Ney, sudah ada kesan tidak enak.
Dari nada bicara apalagi saat menceritakan soal Rita, ada suatu kesan dia mengadu domba dan mengadu apa saja yang dilakukan Rita kepadanya.
Untunglah mereka punya otak yang normal dan langsung meninggalkannya. Ney merasa tidak nyaman pada mereka karena tidak ada yang setuju.
Ney juga senang memancing emosi mereka yaa apalagi kalau menyangkut Rita dan Diana, yang dikatakan Rita tidak mampu beli barang mahal.
Mereka bisa melihat sorot mata tidak suka saat Rita mendapatkan atau bercerita mengenai sesuatu.
Tamada memberitahukan bahwa Ney tampak ingin menghancurkan kebahagiaan Rita. Makanya dia mengatakan sesuatu yang membuat Ney mundur.
Teman-teman Rita memang sangat galak karena itu Ney gagal menghancurkan mereka. Beberapa orang tampaknya sudah tahu niat jahatnya.
"Teman yang sejati itu selalu mendukung saat temannya senang, berusaha dalam bekerja, memberikan dukungan yang baik.
Bukan menjatuhkan orang bahkan sampai mengejek kekurangan orang. Rita, yang namanya Ney itu mengatakan hal buruk soal kamu ke kita semua," kata Tamada.
Mendengarnya Rita seakan tidak percaya tapi mana mungkin dia bohong. Rita pun hanya terdiam, wajahnya sedih dan mereka menenangkannya.
"Aku yakin pasti dia nanti akan menghina kamu secara membabi buta saat kamu memutuskan tidak mengikuti jalan yang dia sarankan. Jangan takut," kata Linda tersenyum.
"Dia pasti banyak memuji kamu di depan orang lain tapi belakang menusuk terang-terangan. Dia akan mengatakan hal yang sangat jahat, kamu harus hati-hati.
Nada bicaranya tinggi dan sinis waktu kamu tidak ada, kita tidak ada yang suka. Syukur deh kalau kamu putus hubungan," kata Annisa memperingatkan.
Eh ternyata dugaan mereka tepat! Tapi setelahnya Rita dipertemukan oleh Kazen yang tidak kalah keren dan ganteng. Tentu Ney pun sama sekali tidak percaya.
Ney memutuskan untuk membalas chat Alex dengan tenang.
"At first I deliberately ordered the food so I could get an award from you,"
( Awalnya aku sengaja memesan makanan itu agar aku bisa dapat penghargaan dari kamu )
kata Ney.
Alex keheranan. "Award?"
"So I can tell you that Rita shipped that order to me,"
( Jadi aku bisa bilang ke kamu kalau Rita mengirimkan pesanan itu ke aku )
kata Ney.
"Hah!? You filled out her data in hokben and then you said she sent hokben orders for you? Ney, IQRA! The address is not to your house but LOTTE!"
( Hah!? Kamu yang mengisi data dia di hokben lalu kamu bilang dia kirimkan pesanan hokben untuk kamu? Ney, IQRA! Alamatnya bukan ke rumah kamu tapi LOTTE! )
kata Alex stres deh!
"Yes, I work there,"
( Ya, aku bekerja disana )
balas Ney.
Alex memegang kepalanya ohh jadi memang ada maksudnya. Memang sengaja namanya Rita agar dia bisa memanipulasi orang bahwa Rita mengirimkan pesan untuk dia!? Wah gila
"When? I know when you work there and when you leave and for your information, you were kicked out not you who left,"
( Kapan? Aku tahu kapan kamu bekerja disana dan kapan kamu keluar. Dan untuk informasi kamu, kamu dikeluarkan bukan kamu yang keluar )
kata Alex.
"After that I also deliberately created data with her name and telephone so that the hokben courier labeled her as a buyer with bad intentions,"
( Setelah itu aku juga sengaja kok membuat data dengan nama dan nomor telepon dia supaya kuror hokben mencap dia sebagai pembeli yang berniat buruk )
kata Ney dengan santuy.
"Astagfirullah!" Kata Alex tersungkur mana dia sudah memaki Rita yang tidak bersalah.
"It's good that my name and her are both dirty now,"
( Bagus kan jadi nama aku dan dia sekarang sama-sama kotor )
kata Ney tertawa. Manusia tidak waras.
"Wrong. You are the dirty one. You do not know?"
( Salah. Kamulah yang kotor. Kamu tidak tahu? )
Tanya Alex tersenyum.
"Apa maksudnya?" Tanya Ney mulai merasa tidak enak.
"Tapi itu..." kata Ney berpikir, buktinya apa?
"Aku mendapatkan bukti chat. Coba tebak dari siapa," kata Alex mengirimkan fotonya.
Ney kaget itu isi chat dengan Feb! "Kenapa kamu bisa... FEB!" Geram.
"Sebelum Rita dan aku berpisah, dia mengirimkan bukti bahwa memang kamu merencanakannya.
Dengan menarik salah satu teman kamu yang lain. Hebat juga kamu berhasil menipu aku," kata Alex.
Ney pasrahhh memang Feb pengkhianat juga. Sudah di duga kalau Feb memang ingin membalas.
"Ya ya memang aku sengaja kirimkan bedak itu ke dia! Salah kirim memang hanya alasan saja supaya kamu percaya.
Benar kan kamu datang dan menanyakannya, aku senang lho semua rencana aku berhasil dan kamu mengusir Rita," kata Ney.
"KENAPA KAMU LAKUKAN ITU?" Tanya Alex sudah sangat marah.
"Itu kan masalah aku dan Rita tapi nyatanya memang kamu bertanya ya. pasti Rita kecewa ya kamu lebih percaya sama aku," kata Ney tertawa.
"Ini semua salahku. Aku percaya kamu yang sebenarnya jahat!" Kata Alex menatap atap kamar hotel.
"Hahahaha kasihan," kata Ney.
"Tapi kamu juga pasti terkejut kan saat tahu saldo mu kembali normal karena Rita menolak," kata Alex membuat Ney sebal.
"Ya aku terkejut, aku pikir dia akan menerimanya," kata Ney datar.
"Dan para petugas pasti sudah tahu nomor kamu yang asli kan? Akhirnya mereka tahu siapa orang yang memakai nama Rita," kata Alex tertawa.
Membaca itu seketika Ney membeku, iya ya dia lupa! Kemarin dia menelepon hokben menggunakan nama Rita. Dan yahhh terlambat sadar.
Ney tertawa sendiri bagaimana bisa dia lupa pada hal sepenting itu. Yah, toh dia sudah punya banyak nomor juga jadi tidak masalah.
Hanya saja sekarang tidak bisa sesuka hati harus menyertakan KTP yang akan dikirim.
"Aku memang berencana membuat kamu merundung Rita lagi dan di saat bersamaan menghancurkan Rita.
Yah setidaknya aku berhasil membuat hubungan kalian hancur tidak masalah soal hokben yang gagal," kata Ney dengan tenang.
"Ini adalah hukuman aku yang tidak mensyukuri kehadiran Rita dan membuatnya berkali-kali sedih dan menderita.
Aku hanya ingin dia bisa hidup bahagia, Rita juga terus mendoakan aku agar bahagia tapi bukan dengannya. Aku menerima perjodohan.
Dia sudah cukup lelah dan bersabar dengan tindakanku. Bila kamu berencana menghancurkan Kazen, yah semoga beruntung," kata Alex menyerahkan Rita pada Mr. Bear lainnya.
Ney membaca dan tertawa jadi Alex akan menikah? Wah wah, kalau Rita tahu bagaimana ya.
"Kamu akan di hajar Kazen kalau berani mencoba mengatakan pada Rita bahwa aku akan menikah," kata Alex yang tahu.
"Mana mungkin dia berani memukul perempuan kalau Rita tahu, hubungannya akan putus," kata Ney tidak takut.
"Coba saja dan jangan mengeluh saat wajahmu menjadi jelek toh kepribadian kamu juga sama jeleknya," kata Alex.
Ney diam mengurungkan niatnya kalau memang benar Kazen tidak anti wanita saat memukul ya memang gawat.
"Aku tidak takut dan tidak percaya omongan kamu. Pasti Rita akan mencegahnya menjelaskan aku siapa. Aku juga punya Allah siapapun yang menyakiti aku, akan terima balasannya!" Kata Ney.
"Hahaha kamu memang ingin menjadi korban ya padahal selama ini kamu pelakunya," kata Alex menggelengkan kepala.
"What Rita told you from the beginning you knew about me it's all true. I just want to say that's all,"
( Apa yang Rita katakan padamu sejak awal yang kamu tahu mengenai aku itu semua benar. Aku hanya ingin mengatakan itu saja )
kata Ney lega telah mengatakan semua. Eh belum deng masih ada, hampir saja dia lupa.
"Ya ya ya kamu yang menyakiti dia tapi kamu ingin disebut korban. Perbanyak istigfar Ney ups apa kamu tahu istigfar seperti apa?" Tanya Alex.
Ney tidak membalas dan Alex memberikan surat berisikan istigfar, membuat Ney melewatinya.
"Sudahlah! Untuk apa sih? Kamu saja yang istigfar," kata Ney.
"Wah wah, kesalahan kamu sudah terlalu banyak jangan sampai terkena istidraj atau sudah? Hahaha," kata Alex.
"Kalian yang akan kena bukan aku! Lihat saja, aku bersumpah kalian semua yang akan menerima pembalasan! Karena menyakiti aku merundung aku!" Kata Ney mulai kumat.
"Hahaha lucu sekarang aku tahu ada makhluk seperti kamu ini. Senang memutar balikkan fakta. Kamu jarang beribadah ya?" Tanya Alex karena Ney sama sekali tidak ada kesan keislaman.
"Iya memang kenapa? Untuk apa juga aku mengerjakan sholat lima waktu.
Aku lebih rajin mengerjakan sholat malam, karena itu semua permintaan aku cepat terkabul. Tidak seperti Rita," kata Ney sangat bangga.
"Hahaha benar apa kata Rita. Kamu memang pintar tapi tidak berilmu, pintar bicara tapi isinya kosong.
Permintaan kamu memang cepat dikabulkan tapi apakah dengan tujuan baik? Atau kebalikannya?
Ataukah cepat dikabulkan untuk segera dihancurkan, kamu tidak takut?" Tanya Alex.
"Itu bukan urusan kamu! Untuk apa kamu mencampuri urusan ibadahku? Rita, Arnila juga keluargaku selalu mengatakan hal yang sama sekarang kamu.
Apa gunanya sholat lima waktu kalau pengabulannya tergantung waktu?" Tanya Ney dengan sebal.
Suaminya saja tidak pernah menyuruhnya sholat karena tidak pernah digubris oleh Ney.
Suaminya sholat bersama dengan pembantu atau dengan orang tuanya. Diajak pun Ney selalu beralasan haid padahal haid sudah lama berhenti.
"Ya, pemahaman kamu sangat kosong. Karena itulah kamu memang tidak cocok dengan Rita. Circle kalian sangat berpantulan.
Tidak ada yang sepemikiran kecuali teman-teman yang sikapnya mirip dengan kamu," kata Alex.
Yang sejalan dengan kebiasaannya adalah Feb, Varinka dan Safa hanya mereka bertiga.
Tidak ada yang benar juga ya Varinka mending. Tapi selebihnya sama saja sih mana tukang gembor-gembor juga.
Tukang pamer tapi dia pamernya memang benar memiliki kelebihan bukan hanya bicara saja.
"Agama aku Islam atau bukan, apa urusan kami! Aku akan tetap berusaha mendekati Rita lagi pun bukan urusan kamu ya. Urus saja penyakit kamu!" Kata Ney.
"Penyakit aku baik-baik saja terima masih. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang," kata Alex memberikan petunjuk.
"Hahaha yang masa akan datang tentu saja aku jadi lebih berkuasa. Kamu akan berada di bawah aku!" Kata Ney dengan sombongnya.
"Kita lihat saja kalau ternyata posisi kamu di bawah, aku pastikan tamat riwayatmu! Giliran mereka yang bertindak," kata Alex mengungkapkan sedikit kisahnya nanti.
Bersambung ...