MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
111



Ketiga, sangat perhatian dengan penampilan


Kalau ini sih sama sekali tidak ada pada Ney, karena dia sendiri bukan orang yang mementingkan penampilan.


Justru Rita selalu membuat penampilannya cantik, wajarlah perempuan namanya.


Karena apa kata sahabatnya kalau perempuan perlu berdandan dan membuat dirinya harum.


Bukan soal mudah didekati jodoh tapi memang perempuan harus bersih dan wangi.


Pelaku pansos berusaha sangat agar penampilan mereka seperti orang dari kalangan yang tinggi.


Mereka memastikan juga kamu atau temannya yang lain memiliki penampilan yang sama.


Dia akan bangga memamerkan baju dari desainer ternama (biasanya bohong) agar semua orang tertarik kepadanya.


Ini pernah terjadi saat Ney memamerkan jam tangan emasnya yang dia beli puluhan juta, saat mereka masih SMP.


Tanpa dia sadari, Rita sudah tahu tulisan dari paket yang ternyata harganya lima belas ribu rupiah. Ada diskon dan dia beli di Opay.


Kalau Ney bukan penampilan tapi barang-barang yang dia beli dari Opay, dikatakan berjuta-juta dan beli di toko luar negeri.


Keempat, pemburu teman yang selektif.


Ini kejadian saat Ney tahu kalau Diana teman Rita, adalah anak orang kaya. Dan dia memang berniat merebut dengan mengatakan hal buruk pada Diana.


Jangan sampai kalian perkenalkan seorang teman yang berkelas pada pelaku pansos.


Karena dia akan merusak dan merebut persahabatan kamu dengan temanmu. Cukup rahasiakan dan sekali lagi, cukup bicarakan pada teman tersebut untuk menghindari pertemuan dengan pelaku pansos.


Kelima, Memiliki sifat memanfaatkan


Biasanya mereka mencoba menggunakan prestasi atau koneksi kita untuk keuntungan dirinya sendiri. Bahkan terkadang cara dan intensitas mereka mendekati kamu berlebihan dan cenderung minus etika.


Contohnya seperti Ney yang kirim hampers ke Rita dan ke setiap orang yang menurutnya ada kesempatan untuk kembali mendekati.


Niatnya ya hanya untuk pansos tapi sayangnya mereka juga banyak memilih menolak daripada menerima. Karena statusnya sudah jelek sebelum mereka kenal dalamnya.


Keenam, Kurang empati


Pansos biasanya memiliki teman yang sangat banyak, tapi sedikit sekali yang benar-benar dekat atau dikenal secara intim.


Seperti Arnila ya hanya satu yang agak kenal dekat tapi itu juga terpaksa kenal. Rita sudah keluar jalur setelah diperlakukan minus.


Secara umum, pansos cenderung narsis dan egois, sehingga tidak terlalu peduli untuk mengenal orang lain lebih dekat.


( kasusnya kebanyakan ke Rita sih, semuanya kena ).


Ketujuh, tidak dapat dipercaya


Pansos bisa membatalkan janjinya dengan teman-teman di menit terakhir bila mereka menerima ajakan ke sebuah acara yang lebih menarik dan menguntungkan.


Kedelapan, Ketua geng yang kejam


Ney adalah seorang ketua pembully dan mengadu domba. Tentu dia koar-koar pada orang lain mengenai seseorang yang menurutnya mampu melawan kehendaknya, Seperti Rita.


Bila ada dalam semacam kelompok dan mengena pada penjelasan ini, biasanya mereka cenderung mengendalikan lingkaran sosial dan tidak ragu untuk membuang, mengganti dan mengecualikan teman dari grup.


Kasus Ney sih tentu pengrusak grup, ya dia berniat mengendalikan Rita bahkan tidak segan mengancamnya yang justru membuat Rita memakinya.


Kalau kalian menghadapi karakter semacam ini, jangan ragu untuk melawan. Karena pansos itu sebenarnya memiliki perilaku pengecut, hanya berani menyerang kelemahan kita.


Dan... jangan takut bila kalian di ancam. Ancam saja menggunakan kelemahannya, dijamin dia yang akan ciut. Semua orang memiliki kelemahan, dan sehatnya orang, tidak baik menyerang menggunakan kelemahan.


Berteman dengan orang terkenal atau kelas atas sah-sah saja, asalkan kalian bisa menjaga kewarasan. Untuk terus menjadi diri kita sendiri.


Author sendiri diberi nasehat oleh orang yang high class, agar terus menjadi diri sendiri. Jangan sampai terpengaruh untuk berubah menjadi orang yang mereka inginkan.


"Saat kamu berubah, itulah yang akan membuatmu rusak. Orang yang mengatakan kamu harus berubah, mereset perilaku dan sifat, sebenarnya perilaku merekalah yang paling buruk.


Karena sifat dan perilaku baik kamu tidak ada pada mereka. Jangan sampai kamu menuruti keinginan orang macam tuh, orang yang mengerti akan selalu menerima apapun dirimu, bukan mencerca,"


Nah ini kalau memiliki teman yang tidak banyak menuntut, itu tandanya mereka lebih menerima kita sejelek dan segila apapun.


Yang jelas kata-kata itu bukan dari Alex ya karena Alex sendiri pernah berkata bahwa perilaku Rita jelek dan akan merugikan dia dan keluarganya.


Itu artinya mereka sadar bahwa tidak adanya sifat baik pada kepribadian mereka dan bisa jadi mereka iri melihat karakter kita yang bisa ramah pada siapapun.


Pansos ada yang baik? Entahlah selama ini belum pernah melihat hal tersebut. Tapi kebanyakan kasus, pansos cenderung memiliki sifat yang merugikan.


Yang akhirnya membuat hubungan berujung pada keributan. Pansos ternyata bisa dikategorikan sebagai gangguan mental yang muncul akibat adanya ambisi untuk aktualisasi diri dari berbagai media.


Pelaku Pansos lebih mudah dikenali karena perilakunya yang sangat ketara. Beberapa teman Rita juga ada yang begitu contoh Asma.


Perilaku tersebut memang tidak akan ada yang suka apalagi kalau Asma bertindak sebagai perebut hasil karya Rita.


Asma bisa dikatakan mirip dengan Ney karena usahanya mendekati Diana. Dan targetnya sudah pasti Rita, padahal Diana menyukai Rita karena kekonyolannya dan sikap berani melawan pembully.


Rita membalas kalau orang tersebut menyerang pribadi atau hal lain. Tapi Rita bukan tukang bully seperti Ney. Dia hanya melawan kalau menurutnya salah.


Dan apa yang Ney lakukan sudah kelewat batas meskipun dia berusaha mengirimkan hampers sebagai ALAT pendekatan.


Sudah tentu Rita perlakukan seperti dirinya yang berkhianat. Merusak hampers yang dia kirim lalu dibuang, itulah hukuman untuk seorang pengkhianat.


Baginya Ney adalah manusia yang berusaha membuatnya rusak, dan sebelum terjadi dia yang akan membalas dengan sebuah peringatan keras.


"Apa Alex tahu mengenai Kazen?" Tanya Shin merenung.


"Kata Kazen tahu tapi bukan dalam hubungan yang dekat. Katanya rumit kan kamu sahabatnya," kata Rita.


"Mereka memang rumit tapi Kazen lebih diberi kebebasan dan pilihan," kata Shin.


"Oh begitu," kata Rita.


"Kazen juga sama memiliki kakak laki-laki tapi sudah meninggal. Karena sakit, kalau Alex punya kakak kembar lagi kan Kazen tidak. Sama punya kakak perempuan juga," cerita Shin.


Rita menatap Kazen yang sama sekali belum menceritakan soal kedua kakaknya.


"Sakit apa?" Tanya Rita.


"Jantung, tidak selamat saat usianya lima belas tahun. Jadi yah kalau kamu tanya, wajar Kazen tidak cerita karena saat itu usianya sepuluh tahun," kata Shin.


"Innalillahi," ucap Rita.


"Tapi beban dari kakaknya itu, kedua orang tuanya tidak memaksa dia pikul. Pintar sekali lho kakaknya, usia dua belas bisa memegang enam perusahaan dan dia yang atur," kata Shin.


"Wow! Hebat!" Kata Rita.


"Kalau dia masih hidup, bisa jadi saingan berat kamu tuh," kata Shin.


"Untung tidak ada ya," kata Rita.


"Hahaha ramah orangnya, sayang sekali pada Kazen. Yah sayang sekali," kata Shin.


"Soal Alex jangan dibahas lagi ya toh kalian lebih kenal dia," kata Rita.


"Ada sesuatu?" Tanya Shin.


"Dia sebut aku perempuan sial dalam hidupnya. Katanya sejak ketemu aku, dia selalu koma," kata Rita cemberut.


"Astagfirullah itu kan bukan kemauan kamu. Kalau memang sudah harus koma ya apa mau di kata. Memang parah sih orangnya," kata Shin menggelengkan kepala.


"Mungkin memang aku perempuan sial untuk dia. Semoga Kazen tidak," kata Rita agak sedih.


"Dia memang begitu bukan ke kamu saja semua yang dekat dia selalu disebut pembawa sial," kata Kazen yang sudah bangun.


"Sudah bangun? Kamu jangan-jangan sudah bangun dari tadi ya," kata Rita curiga.


"Aku bangun saat kamu bilang Alex menyebut kamu pembawa sial," kata Kazen.


"Huaaaa pegaal," kata Prita.


Seren juga bangun dengan rambut acak-acakan. Semuanya bertingkah membuat Rita agak curiga.


"Tiga puluh menit lagi kita sampai di hotel," kata Shin.


Bersambung ...