
"Ketiga, bersifat sombong, menolak kebenaran dan selalu ingkar bisa dalam hal menjanjikan sesuatu tapi dia berpura-pura tidak ingat.
Misal dia banyak berbuat salah namun enggan mengakui. Ini paling sering ya kita lihat dan dengar.
Kalau memang salah, langsung minta maaf bukannya menunggu sampai bertahun-tahun lalu mengaku. Itu sombong, enggan mengakui salah.
Keempat, mengolok-olok Rasul Allah swt dan menuduh seseorang sebagai Penyihir ( ini Ney banget yang mengatai Rita sebagai Penyihir dan tukang guna-guna. Jadi Ney itu masuk ke golongan kafir ).
Ada kejadian bahwa Nabi Muhammad SAW pun pernah dituduh sebagai seorang penyihir oleh kaum kafir.
Kalau ada, diantara kalian yang mengalami hal sama dengan Nabi kita, jangan sedih ya Nak. Jangan baper!
Ada NABI MUHAMMAD IDOLA KITA! Demi Allah, Beliau bersama kita, Beliau akan memeluk kita dan menenangkan hati kita bersama dengan Allah," kata mama Dudu.
Tentu hal itulah yang dialami oleh Rita, kedua matanya berair mengingat apa yang Arnila pernah katakan padanya.
Sampai hati dirinya dikatakan seperti itu oleh Ney yang ternyata lebih sangat membencinya. Lebih lebih lebih dari orang normal, iblis ada di hatinya bukan Allah swt.
"Si kafir itu akan menerima semua karmanya! Aamiin!" Pikir Rita dalam hati.
Bagaimana bisa Rita memaafkan Ney yang sebegitu bajretnya mengatai dirinya lebih parah dari dirinya. Rita menolak memaafkan Ney sampai Allah swt mengirimkan semua pembalasan.
"Kelima, menghalangi orang dari jalan Allah, menghalangi kita dari perbuatan yang baik dengan alasan yang tidak masuk akal.
Menghalangi seseorang untuk mengetahui pembenaran sesuatu yang membuat hatinya meragu.
Seperti orang yang ingin tahu kebenarannya dari seseorang namun dihalang-halangi dengan cara menakutinya.
Dikatakan bahwa bila mendekati orang tersebut, dirinya tidak akan sanggup mendengar semua kalimat palsunya. Ini sudah termasuk menghalangi pada kebenaran.
Jelas kita harus menghindari atau menjauhi orang tersebut. Sebut nama Allah swt, dijamin orang tersebut akan memantul jauh.
Niatkan dalam hati bahwa ingin mendapatkan kebenaran dan setelah itu biarkan Allah swt, yang atur jalan kita nanti," kata Reiba.
"Keenam, berbohong pada Allah swt. Maksudnya seseorang yang menceritakan sesuatu benda atau hal yang tidak pernah ada.
Menakut-nakuti seseorang dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau dia menambah-nambahkan hal yang di luar akal sebagai kejadian yang dia alami," kata mama Dudu.
"Seperti apa Ma?" Tanya Diana.
"Menceritakan dirinya pernah ditarik oleh jin masuk ke alamnya. Padahal sebenarnya dia hanya halu dan berkhayal agar banyak orang takut.
Ini sangat salah ya, dan berbangga akan kekuatan jin yang dia terima sebagai Karomah dari Allah swt," jelas mama Dudu.
"Memang tidak dapat dipungkiri beberapa orang mampu "melihat" makhluk hologram.
Tapi bukan sebagai ajang pamer kepada orang yang tidak bisa melihat. Apalagi kalau memang benar tidak ada apa-apa," kata Reiba.
"Yang ada di televisi bagaimana Ma?" Tanya Bu Sarah.
"Bisa jadi memang ada bisa jadi untuk hiburan. Banyak yang suka tema horor, misteri yah kalau itu mama tidak tahu tujuannya.
Kalau pun diperlihatkan ya sebagai ilmu pengetahuan bahwa di dunia kita pun bersebelahan dengan dunia Hologram. Tapi bukan seenaknya mempermainkan mereka," kata mama Dudu.
"Iya lah sekalinya dimainin, malah orangnya yang ketakutan," kata yang lain.
"Jadi lebih ke ilusi atau halu ya?" Tanya Bu Dian.
"Orang yang memang memiliki indera keenam akan sangat berbeda dengan yang sering berhalusinasi. Ingin tahu apakah yang dilihat benar?
Tanyakan pada orang yang memang memiliki kemampuan tersebut, lalu bandingkan dengan orang itu apa yang dilihatnya benar?
Kalau berbeda, ya memang halu. Orang yang berhalu biasanya akan mengatakan sesuatu yang tidak ada atau tidak nyata.
Kita juga bisa membedakannya kok, kalau dia sering mengatakan bahwa ada sesuatu dalam kamar, atau belakang kamu.
Saking seringnya dia akan berhalu menyebabkan dirinya tidak bisa membedakan nyata dan bohong," kata mama Dudu.
"Bila mengatakan sesuatu yang tidak kalian suka, katakan saja pada orangnya untuk berhenti.
Orang yang halu biasanya memegang kelemahan orang lain dan menjadikannya sebagai sarana serangan.
Niatnya supaya kita sama dengan penyakit yang dia miliki. Macam ada kebanggaan tersendiri membuat orang lain ketakutan," kata Reiba.
"Kalau setelah dibicarakan masih sering mengatakan hal tersebut, tinggalkan.
Blokir orangnya, kalau dia ajak kemana, katakan saja jujur bahwa kita tidak berminat mendengarkan kehaluan nya.
Kalau dia bersitegang bahwa itu adalah bagian kemampuannya, katakan kalau dia harus di ruqyah," kata mama Dudu.
"Orang kafir itu sangat suka menarik seseorang untuk jauh dari agama. Jadi hati-hati kalau kalian menemukan orang dengan karakter yang disebutkan Mama Dudu," kata Reiba.
"Ciri terakhir, memandang baik perbuatan jahat. Yang baik menurut mereka buruk, sedangkan yang jahat dikatakan baik.
Kalian semua diajarkan, di bimbing oleh orang dewasa membedakan mana yang baik dan buruk.
Kalau pun tidak, Allah swt memberikan selipan pada hati nurani yang mampu kalian rasakan perbuatan baik atau buruk.
Orang normal berpikir lurus namun orang kafir berbelok-belok. Bisa terlihat dari pola pikir mereka soal apapun, termasuk teman," kata mama Dudu.
"Mencuri uang bagi orang kafir itu baik sedangkan bagi orang yang berilmu itu buruk.
Seperti ciri yang pertama enggan melakukan perintah Allah swt, orang kafir justru akan melakukan hal yang dilarang oleh Allah swt," kata Reiba.
Rita merenung toh itu semua telah terjadi pada salah satu orang yang Rita DULU pernah kenal. Dia bersyukur telah meninggalkannya dari 2 tahun lalu.
Kini hidupnya jadi lebih lapang meski Ney berkali-kali terus datang seperti panu jamur.
"Ma, saya Sarah punya teman seperti yang mama sebutkan. Aku sudah tinggalkan dia lama tapi dia terus mengejar saya.
Alasannya hanya saya yang cocok sama dia, saya suka dipaksa ikut kegiatannya yang melenceng dari agama.
Bagaimana caranya supaya dia berhenti?" Tanya Dian.
"Rajinlah mengaji, jangan tinggalkan sholat dan minta perlindungan pada Allah swt serta malaikat.
In sya allah dia akan berhenti saat tahu kamu memang memilih jalan Allah swt. Jangan gubris semua ucapan dia lama kelamaan akan bosan.
Lebih baik kamu lantunkan ayat Allah swt sengaja pakai toa di depan muka dia. In sya allah sekalian ruqyah," kata mama Dudu.
Semua tertawa kembali.
"Memang hanya Allah swt yang bisa dimintai tolong. Termasuk soal si manusia hologram itu," kata Koma berbisik.
Rita tertawa mendengarnya.
"Apa orang kafir bisa disebut sebagai virus?" Tanya Koma.
"Bisa seperti flu dari satu orang akan menyebar kalau rencana dia berhasil.
Dengan dijanjikan sesuatu yang kita sukai misalnya di traktir atau dibelikan apa yang sedang kita inginkan.
Bisa juga dengan cerita sedih yang dia buat bisa dari cerita temannya sendiri atau orang yang dia tempatkan posisinya sebagai dirinya sendiri," kata mama Dudu.
Diana mencolek Rita tahulah mengingatkan pada si manusia hologram yang selalu memutar balikkan fakta dan pengalaman orang.
Rita mengangguk kepadanya. Semua orang memang memiliki masalah pada orang yang disebutkan oleh Mama Dudu.
"Sampai akhirnya kita iba, memutuskan jadi teman dia dan di sanalah dia akan mulai memberi asupan gizi buruk.
Akan menceritakan bahwa seseorang memfitnahnya, menghasut dia agar dibenci. Orang yang mengikutinya akan setuju dengan semua taktiknya.
Sampai ketika, orang tersebut tidak sadar bahwa dia menyebarkan sesuatu yang tidak ada pada targetnya. Alias kita kena tipu," kata Reiba.
"Aku kena tipu telak sama penampilannya," kata Rita pada Diana dan Koma.
"Setidaknya kamu langsung sigap jauh kan tidak sampai di cuci otak," kata Diana.
"Itu semua selalu ada jalan keluarnya kita bisa menguji dia dengan menantangnya membacakan ayat suci Al Qur'an. Banyak sekali orang yang mengaku muslim tapi aslinya kafir. Ada yang pernah mengalami?" Tanya Mama Dudu.
Rita dam sebagian guru angkat tangan. Mama Dudu menunjuk Rita.
"Saya pernah menantangnya membacakan surat ayat kursi terus dia tidak membalas sama sekali katanya lupa," kata Rita.
"Bukan lupa karena dia enggan menyentuh ayat suci. Tapi kalau Ibu menanyakan hal apa yang suka dia lakukan pasti semangat," kata mama Dudu.
"Iya. Dia sebutkan salah satunya saat saya menguji dengan bertanya, 'supaya bisa lihat jin bagaimana ya caranya?' Begitu," kata Rita.
"Astagfirullah. Lalu dia jawab?" Tanya Mama Dudu membuat semuanya kaget.
"Iya, saya disuruh baca surat Jin ayat berapa lupa lah toh mana mau juga.
Terus dikasih semacam wejangan menghadap cermin dan membacakan itu di jam 12 malam sambil memejamkan mata.
Katanya nanti kelihatan. Dan memang semangat," kata Rita.
"HIIIII!!" Teriak yang lain.
"Nauzubillahimindalik. Seperti itu ya bu ibu, hati-hati. Orang yang berilmu, belajar agama tidak akan bisa ditembus.
Orang kafir itu sangat lemah dengan ayat suci, kalau dia berusaha mencuci otak dengan hal yang melenceng.
Teriakkan saja Allahu Akbar sampai dia diam dengan suara keras," kata mama Dudu yang kesal.
"Lalu Bu Rita bagaimana menanggapinya?" Tanya Guru lain.
"Saya katakan terang-terangan kalau dia itu kafir tidak pantas memeluk Islam dengan bertujuan menipu orang supaya jauh dari agama," kata Rita.
Semua orang bertepuk tangan, ya lah siapa juga yang mau! HIIII!
"Kita hidup sudah enak lho, tinggal bersyukur saja Allah swt akan beri apapun yang kita butuhkan.
Di ruqyah saja ya Bu Rita baca ayat kursi kalau nanti ketemu lagi. Biar ayat suci nempel di wajahnya, itu gangguan jin.
Tidak sadar kalau perilakunya sudah terbilang sangat parah. Tidak sadar kalau dia sudah masuk golongan kafir. Kasihan tapi sudah takdirnya harus begitu," kata mama Dudu.
"Kalau orangnya bisa istiqomah dengan ruqyah bisa sadar kan?" Tanya Sarah.
"Nah susahnya itu istiqomah sudah tahu salah tapi enggan melepaskan. Tahu dirinya terkena gangguan jin, namun menolak ditolong.
Karena dia sudah tahu betapa nikmatnya semua yang dia inginkan langsung terkabul. Terlena, sudah kepalang tanggung mudah sekali meminta," kata mama Dudu.
"Saran lepaskan orang tersebut, jauhi dan jangan dijadikan teman karena tujuannya dimanapun, sama. Mencari orang lemah yang bisa diajak ke lingkungannya.
Tidak bisa kita prediksi orangnya namun kita bisa lihat dari bagaimana dia berkomentar mengenai suatu ilmu agama.
Kalau isiannya sudah mulai mengada-ada, menjelekkan dan menghina Al Qur'an, tandanya sudah tidak baik. Tinggalkan, dan biarkan dia mendapatkan gelar paling burik," kata mama Dudu.
Mereka semua mengerti lalu beberapa orang juga mengatakan bahwa orang yang dikenal pernah berkata bahwa Al Qur'an isinya kebohongan, padahal keluarganya muslim.
Ternyata banyak juga kasus yang berbeda. Mereka semua mendengarkan soal pengalaman masing-masing.
Urusan soal Ney sang Kafir sudah tidak ada dalam benaknya, Benar ada Nabi Muhammad yang memiliki pengalaman sama.
"Contoh nyata istidraj ada di setiap keseharian kita. Seseorang yang tidak pernah terlihat sholat dimanapun, kapanpun.
Yang tidak pernah beribadah dan tidak diajarkan mengenai pentingnya sholat, dari sejak sekolah dasar sampai dirinya menikah.
Tapi anehnya kenikmatan dia selalu dapatkan dan paling utama, tidak pernah sakit," kata Reiba.
"Oh, ternyata kalau tidak sakit bukan karena imunnya bagus?" Tanya yang lain.
"Se sehat apapun kita, imunnya bagus, makan bagus tetap pasti akan diberi sakit. Sakitnya juga mudah, sakit kepala, meriang, sakit perut. Sakit apapun," kata Mama Dudu.
Ohhhh.. itu yang mereka semua katakan. Sakit yang ringan pun ternyata sebuah pahala apalagi kalau sampai tidka mengeluh.
Ya kalau sakit ada dokter, ada obat. Maksud mengeluh, pada Allah swt geram kenapa diberi sakit, mengeluh pada kesakitan.
Ternyata yang jarang sakit itu harus dicari tahu kenapa. Orang yang baik-baik saja terkadang suka cari sakit. Jadi alasan supaya tidak masuk sekolah, kantor atau aktifitas lainnya.
"Jangan bangga kalau jarang mendapatkan sakit, harus curiga harus meminta. Karena sakit itu tanda Allah swt menyayangi kita, ingin kita rehat.
Orang yang tidak diberikan sakit semasa hidupnya menyebabkan kesombongan yang sangat luar biasa gila," kata Reiba.
"Iya ya dia akan merasa sehat luar dalam kan jadinya mudah mencela orang yang penyakitan," kata Diana.
"Aku kan penyakitan," kata Rita menunjuk diri.
"Dia pernah ejek kamu?" Tanya Koma.
"Pernah. Dan aku bilang sakit itu tanda Allah sayang, beda sama kamu manusia istidraj mana ada," kata Rita membuat kedua temannya tertawa.
"Menyangka Allah sayaaaang dia makanya tidak pernah diberi sakit. Karena itu cobaannya selalu berat ini biasanya ya, saya juga ada pengalaman seperti ini.
Hidupnya dibolak balik mirip bikin pempek, ditekan-tekan, dibalik kanan kiri sampai matang. Sampai gosong," kata mama Dudu membuat anaknya menatap ibunya.
"Sampai harta kekayaannya akhirnya habis tidak bersisa. Diberi penyakit yang sukar disembuhkan. Mantan ayah saya dan suami mama," kata Reiba menangis.
"Ya Allah," jawab semuanya.
Mama Dudu menundukkan kepalanya, menangis. Bercerita bahwa dahulu ditinggalkan karena suaminya memilih kaya dengan jalan lain.
Sampai akhirnya hidupnya bagaikan di bolak balik bagai pempek, sampai akhirnya jatuh miskin dan telantar. Istri dan anak-anaknya pergi, hidupnya bergantung hanya dari rasa kasihan orang.
Sedangkan mama Dudu sukses sebagai kuli serabut rumah dan kerja sampingan sekarang.
Bersambung ...