
Back to Novel
Di rumah lain, saat semua orang sedang tertidur Ney mencari akal bagaimana caranya dia membuat Rita kembali lagi bersamanya. Tepat saat itu dia memilik ide yang cukup cerdas sekaligus 2 pulau bisa dia raih.
Merasa namanya tercemar oleh Rita, dia berniat untuk membersihkan namanya ( ini pernah dia ceritakan pada salah satu temannya soal pembersihan nama ). Siapa juga yang mengotori coba? Ckckckck...
"Lihat saja Rita, aku akan pastikan kamu kembali lagi ke aku dan memohon untuk menjadikan kamu temanku. Aku akan buat semua orang membenci kamu!" kata Ney dengan wajah jahat.
Aslinya ini juga yang Saya dengar dari teman dia yang menceritakan bahwa dia memang ingin membuat saya kembali kepadanya. Dan membuat saya menyesal karena telah pergi jauh dari dia. Mimpi teros...
Keesokan paginya suara kicauan burung terdengar bahkan tikus-tikus bergerak melakukan aktifitasnya. Ney bangun dengan wajah yang ceria karena idenya untuk membuat Rita mengganas.
Ney tahu Rita sudah sangat membencinya apalagi enggan untuk mengenal atau berteman lagi dengannya tapi Ney tidak. Dia masih ingin terus dekat apalagi dia punya cara menjatuhkan Rita di depan Alex. Alex Alex Alex itulah target dia.
Bila dia bisa mendapatkan Alex maka hanya dengan menjentikkan jari saja Rita akan tunduk kepadanya. ( Ini pernah dikisahkan oleh yang me ruqyah Saya dahulu dan tidak direkomendasikan untuk Saya berteman lagi sama dia ).
Dengan sedikit ancaman pada Rita, maka dunianya akan lebih berkuasa dan Alex akan lebih mempercayainya.
( Saya sering diancam sama dia dengan dalih bila Saya masih mau dengan orang tersebut, saya harus menurut dan tunduk sama dia. Tapi saya tidak peduli dan melawannya meski memang akhirnya orang yang saya sukai memihak dia. Saya tidak menyesal kehilangan orang itu dan bisa pergi menjauhi mereka berdua).
Ney itu sudah menikah tapi eror nya dia malah lebih memilih merusak hubungan banyak orang daripada mementingkan urusan dia yang lebih kritis. Bukan seorang istri rumah tangga yang baik dan setia dalam keluarganya sendiri.
Karena pada orang lain pun sangat picik dan licik, mengganggu orang yang tidak menyukainya termasuk saya. Saya tidak pernah mengganggu hidup dia tapi dia berkali-kali mengganggu bahkan meneror saya.
Hubungan Ney dengan Arnila pun sudah sangat lama kandas, dimana keberadaan Arnila tidak dapat diidentifikasi lagi. Alhasil Ney harus bergerak sendirian kali ini dan untuk mengganti ketidakhadiran Arnila, dia memikirkan orang sebagai pihak ketiga yang bisa dia salahkan.
( Mirip kakak Saya kelakuannya, selalu cari kambing hitam untuk kesalahan yang dia buat ).
Dia dapat ide dengan menghadirkan sosok Feb sebagai pengantar paket.
"Kalau tidak salah, kemarin aku beli bedak Mistis deh," kata Ney mencari dan dapat! Masih ada setengah dan dia berencana untuk mengirimkannya ke rumah Rita.
Dia mencari kotak dus tapi tidak diketemukan, pembantu datang dan langsung memeriksa anaknya yang menangis.
"Bu, itu anaknya menangis," kata pembantu.
"Iya nanti," kata Ney masih mencari. .
Pembantu menggelengkan kepala dan membuat susu formula lalu menggendong anak Ney dengan sayang.
"Bi, lihat kotak kecil?" Tanya Ney mencari di kolong lemari baju.
"Buat apa Bu? Daripada cari kotak-kotak lebih baik susui bayinya," kata Bibi sambil menggoyangkan tangannya supaya anaknya tidak menangis lagi.
Tapi Ney tidak peduli dan terus mencari, tidak ada sama sekali dan Ney kesal!
"Kalau kotak dus, saya disuruh Bapak untuk membuangnya. Katanya ini rumah mirip tempat sampah," kata Bibi.
Ney sebal, sia-sia mencari ternyata dibuang semua. Tidak jadi deh dia iseng kirim bedaknya lalu mencoba memesan lewat toko online. Dia mencari barang yang sama dan berhasil!
"Nah ini dia! Oke aku tinggal membuat alibi," kata Ney dengan senyuman yang mengembang. "Haha lihat saja Rita, aku akan membersihkan namaku dan akan aku buat namamu menjadi jelek," kata Ney tertawa sendiri.
Semua ide dan rencana sudah dia susun dengan matang, lalu menelepon Feb yang kini tengah ada di Bandung.
"Bandung. Ada keperluan untuk toko. Kenapa?" Tanya Feb. Terdengar suara motor dan mobil di balik dirinya menelepon.
Kenapa Ney bisa tahu Feb ada di Bandung? Dia melacak nomor Feb menggunakan aplikasi pelacak lokasi.
"Hmmm, aku mau beli bedak tapi kalau aku pesan dari akunku, harganya jadi mahal. Bisa tidak aku nebeng dari akun kamu?" Tanya Ney menahan tawa.
"Oh ya boleh saja sih namanya apa?" Tanya Feb langsung membuka aplikasi belanja Opay.
"Bedak Mistis," kata Ney.
Feb yang mengetik terdiam sejenak, tidak salah tuh? "Hah? Bedak Mistis? Untuk apa kamu beli produk itu?" Tanya Feb keheranan.
"Ya buat aku pakai dong," kata Ney.
"Ya untuk apa? Itu kan produknya aneh memangnya kamu tidak baca bagaimana respon para pembeli?" Tanya Feb lagi.
Ney menghela nafas, "Sudah, belikan saja deh jangan banyak tanya!"
"Iya iya," jawab Feb malas juga sih cari tahu. Tapi dia masih saja merasa aneh dan heran, bedak ghaib buat apa? Karena namanya Mistis jadi banyak pembeli yang menyebutnya bedak Ghaib.
Tumben Ney beli bedak murah biasanya dia selalu pamer produk yang harga seubun-ubun!
"Alamatnya mana? Sejak kamu menikah, aku kan belum pernah tahu alamat yang sekarang," kata Feb.
Ney kesal saat dia menikah hanya Feb yang tidak datang alasannya karena sibuk jaga toko. Kali ini Ney tersenyum ada gunanya juga dia tidak datang.
"Nih alamatnya," kata Ney mengirimkan lewat chat.
"Ini alamat baru kamu?" Tanya Feb melihat.
"Iya. Kenapa?" Tanya Ney agak takut jangan-jangan dia sadar berbeda.
"Tidak apa-apa, oke deh kamu perlu berapa buah?" Tanya Feb.
Ney bernafas lega dia berpikiran terlalu jauh rupanya. "Satu saja,"
"Ok. Oh ya butuh nomor telepon juga nih," kata Feb kelupaan.
Ney langsung senyum mengembang inilah yang dia tunggu-tunggu dan dengan riang memberikan nomor telepon Rita.
"Rasakan kamu Rita, aku yakin kamu pasti akan meledak dan... pasti cerita ke Alex dan disitulah peranku akan mulai, atau paling tidak kamu akan meminta nomor teleponku untuk minta kejelasan,"kata Ney dengan puas membayangkan Rita akan menyerah dan berteman lagi.
Feb tidak banyak bertanya dan langsung memesannya, sempat juga merasa aneh yang dimana justru produk itu berasal dari tempat Ney tinggal. Bogor.
"Kenapa juga dia jauh-jauh suruh aku yang ada di Bandung memesan? Bukannya sama saja akun mau ada dimana harganya sama?" Tanya Feb yang sudah memeriksanya.
"Barangnya sudah dikirim ya," kata Feb chat Ney.
"Oke, makasih ya aku transfer deh biayanya ke kamu," kata Ney langsung bernyanyi sambil melakukan pembayaran.
Bersambung ...