
"Iya begitu. Lewat saja semua orang juga sama, menyapa nanya kabar ya sudah," kata Rita.
"Hmm dia mengiranya kamu yang butuh teman tuh. Aku kira itu berasal dari kurangnya komunikasi antar saudara kandung dan orang tua," kata Shin.
"Sepertinya. Dia bilang punya teman cukup satu saja, cukup dia. Aku bilang ogah!" Kata Rita.
Shin ketawa keras. "Dia ingin jadi orang penting sama kamu tapi syukurlah kamu lebih suka bersosialisasi dengan banyak orang, Rita,"
"Iyalah aku kan bukan Solo Player. Makhluk sosial! Apa enaknya punya teman satu biji? Ketemu sama dia, teman sama dia, kemana-mana sama dia. Dih!" Kata Rita.
"Lalu bagaimana saat dia tahu kamu punya banyak teman?" Tanya Shin.
"Terkejut sekali dia pikir aku ini Nerd, tidak pandai bergaul, orang yang kalau kirim pesan pakai surat. Jaman batu itu mah, dia tidak nyangka saja kalau aku banyak yang dia tidak tahu," kata Rita.
Rita juga ceritakan hal ini pada Kazen yang menurut Kazen sebenarnya Ney lah yang masih tinggal di jaman purba.
Dia banyak menghakimi orang-orang norak padahal dirinya sendiri yang lebih norak.
Rita suka luluran, pedicure sejak masuk sekolah. Teman-temannya pun mengajarinya untuk merawat kulit agar tetap cantik.
Ya memang Ney lah yang masih tinggal di jaman batu karena Rita sendiri memiliki banyak teman yang mengenalkannya pada berbagai macam hal.
"Dia begitu ingin kamu masuk ke zonanya biar sama-sama norak," kata Shin.
"Ya aku mana mau. Dia berpikir aku manja makanya kemana-mana selalu minta dia antar.
Aku bilang saja, setiap minggu selalu pergi ke Soekarno Hatta sendiri, lalu jalan-jalan ke mall sendirian.
Kenapa aku ajak dia, karena melihat dia jarang keluar bersama teman. Tepatnya tidak ada yang mau ajak," kata Rita.
Shin ngakak mendengarnya Seren dan Kazen sebisa mungkin menahan tawa. Yang ternyata Prita juga ikut mendengarkan.
"Lalu?" Tanya Shin.
"Dia marah sekali ternyata aku lebih mandiri tidak sesuai ekspektasi dia.
Aku ajak main dia tidak ada jawaban, ya dari situ mungkin bermula dia anggap aku juga musuh.
Malah terang-terangan dia bilang, "Kamu sekarang musuh aku. Kamu sudah banyak berbohong jangan harap aku mau tertipu dengan ajakan kamu dan kita bukan teman!" begitu," kata Rita.
"Bahahaha ya yang salah itu mah dia toh kamu sudah menjauhi dia kan. Dia ada datang lagi?" Tanya Shin.
"Ya iya, sesudah dia bilang begitu aku bilang, "Aku sapa kamu menanyakan kabar, itu wajar yang lain juga begitu.
Kamu saja yang sudah mengira kita jadi teman. Tidak ada kok yang sudi, sekarang kamu bilang aku pembohong? Apa kabarnya dengan kamu sendiri sejak SMP?
Kamu pacaran sama siapa, ada aku peduli? Dari awal pun kamu yang menolak punya teman.
Terserah deh yang akan menyesal itu kamu sendiri. Aku sih tidak masalah memang bukan teman kamu juga, kamu yang mendatangi," sudah nya aku blokir nomor dia..Ada sih tiga bulan," kata Rita.
"Tapi dia masih datang, aku yakin dia nanya kenapa nomor dia kamu blokir kan?
Dia tuh antara memang tidak peduli sama kamu, tapi butuh.
Karena tidak ada orang seperti kamu, padahal kamu tahu sudah banyak dimanfaatkan sama dia kan," kata Shin.
"Tahu dong karena itu aku jarang ajak main lagi. Dari SMA sampai sekarang ya kalau sekarang sih sudah aku hapus kehadirannya," kata Rita.
"Tidak tahu malu orangnya, aku juga heran. Yang mau berteman sama dia ya yang karakternya sama, sebenarnya kasihan yang seperti itu," kata Shin.
"Ya memang tapi kata ustad kita tidak boleh mengasihani orang yang masih punya segalanya. Mengasihani orang itu lebih tepat kepada yang tidak mampu," kata Rita.
"Oh, begitu ya. Berarti aku tidak boleh mengasihani mantan-mantan dong?" Tanya Shin ketawa.
"Ya jangan karena mereka masih bisa cari yang lain kan. Tapi kalau tidak bisa karena penyakit, itu kasihan," kata Rita.
"Kamu di SMP punya teman lain kan bukan hanya dia saja," kata Shin.
"Ada, kelas lain dan dekat juga. Dia tidak tahu karena pindah di saat kelas dua. Sekarang juga kita kadang-kadang berkontak," kata Rita.
"Baguslah memang orangnya sok tahu. Jangan dekati lagi, aku setuju lebih baik blokir saja. Agar hubungan kamu dan Kazen lancar," kata Shin.
"Dia itu semacam virus kofid dia akan cari tahu sekarang aku dengan siapa makanya dia baca novel ini. Untuk cari informasi, karena menurutnya isinya ada yang sesuai kenyataan," kata Rita membuat semuanya menahan tawa.
"Dari cerita kamu, dia sudah bersumpah bukan teman kamu dan kamu akan menyesal.
Sebenarnya semua caranya sia-sia karena kamu juga bukan orang pemaksa.
Orang terserah mau jadi teman kamu atau tidak, memang ujungnya dia yang kalah. Dia datangi kamu lagi.
Ada memungkinan dia terus berusaha dekat sama kamu karena status sosial. Merasa tidak? Bisa jadi dia menempatkan dirinya sebagai kamu, semacam menduplikat," kata Shin.
Rita menjentikkan tangannya karena beberapa orang pernah bertemu dengannya dan merasa aneh menatap Ney.
Di sekitar Seren dan Kazen banyak yang begitu. Mereka itu disebut Social Climber," kata Shin.
"Social Climber? Tukang panjat?" Tanya Rita.
"Iya panjat sosial alias pansos yang kita sering dengar ya.
Kenapa dia tidak mau kehilangan kamu, karena ada sesuatu.
Aku berpendapat kamu itu masuk ke daftar orang-orang bergengsi.
Yang bisa membuat sosial dia naik dengan memanfaatkan cerita, pengalaman atau karakter orang.
Kalau bagi kita sendiri ya bodo amat kan yang sudah tahu kita mereka akan berpikir, orang itu senang duplikat.
Tapi kalau yang tidak kenal, kita bisa dihujat karena menurut yang mereka tahu, kamu tidak sebaik itu," jelas Shin.
Rita mengangguk mengerti. "Aku tidak peduli sih karena mereka tidak kenal dan aku juga akan menutup diri,"
"Iya memang lebih baik didiamkan. Kalau kamu heboh, melawan itu kesenangan untuk orang-orang yang pansos.
Tapi mereka bisa dilawan dengan bukti, dan yah kita laporkan kalau memang sudah terganggu," kata Shin.
"Kalau begitu dia pernah kirim aku hampers, itu untuk menarik perhatian?" Tanya Rita.
"Memang karena dia itu pemburu pansos. Aku yakin ada banyak kontak yang menurut dia bisa menaikkan pamornya, kalau kalian sukses.
Tapi yang tidak dia perhitungkan adalah kelakuannya dan etika berbicara yang baik.
Kalau kamu sampai trauma sama dia, menghapus keberadaannya berarti dia orang yang sangat buruk.
Dan dia sedang berusaha meluruskan segalanya, banyak mencari alasan agar kamu percaya dan kembali menerima.
Kalau nanti kamu terima, dia akan bertindak lebih seenaknya lagi bukan sama kamu tapi orang-orang.
Sangat angkuh dan sombong makanya aku setuju kamu hapus dia, blokir jangan dibuka sampai usia kamu habis," kata Shin.
Ada kemungkinan Ney kirim paket itu hanya ke orang-orang tertentu saja tidak semuanya. Orang yang kaya, memiliki pengaruh pada sesuatu atau yang lainnya.
Dari Rita, karakter lembutnya, pengertian yang membuatnya sangat iri. Ney menduplikat perilaku Rita yang dimana berharap bisa mendapatkan banyak teman, tapi yah tetap saja tidak sesuai tingkah lakunya.
Social Climber. Apa sih? Ya pansos, panjat sosial banyaklah orang yang memiliki niat begini. Entah dengan niat karena sifat kita, loyal, perilaku atau hidup mewah.
Polanya juga tentu berbeda tapi tujuannya sama hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
Yang sudah berumah tangga ada? Ya ada dong. Biasanya untuk menaikkan pamor suami atau istri, ya supaya dapat jabatan atau gaji ditambah.
Banyak cara lah, kita bahas soal Ney yang menurut Shin juga memang dia memanfaatkan sifat dari Rita.
Kita akan mengenal beberapa ciri dari pelaku pansos. Orang biasa seperti Rita saja kena apalagi yang memiliki banyak uang. Jadi supaya kita tidak terlalu sakit hati dan bertingkah cuek kalau bertemu dengan ciri berikut.
Pertama, berteman dengan seseorang hanya karena status sosial (pemilih)
Orang yang pansos biasanya tidak menjalin pertemanan dengan siapa saja berbeda dengan tipe supel.
Pelaku hanya berminat berteman dengan sosial yang setara alias kaya dan memiliki koneksi yang bergengsi bisa dia dekati.
Kenapa Rita? Dia kenal Alex kan, jadi tentu dia berpikir Rita akan memiliki banyak koneksi dan itu peluang untuknya.
Karena itulah dibutuhkan korban ketiga yaitu Arnila. Memang jahat sekali niatnya karena membuat Arnila menjadi informan alias mata-mata.
Sudah putus pertemanan juga Rita karena tidak aman, dia tahu Arnila ini sering dimanfaatkan Ney menjadi jembatan.
Kedua, suka bergosip.
Emak-emak juga suka bergosip hanya berbeda saja biasanya sebagai makanan sampingan. Kalau disini tentu berbeda.
Pelaku pansos selalu tidak tahan untuk memberitahukan kepada para penonton mengenai orang-orang penting yang mereka kenal.
Biasanya mereka akan mencari tahu apakah yang mendengarkan juga memiliki teman penting yang bisa dia dekati.
Nah ini bahaya, hati-hati ya jangan sampai kalian kenalkan cukup beri inisial saja atau pikirkan nama palsu lainnya.
karena pelaku pansos akan mencari nama tersebut dan pura-pura kenal dengan menyebutkan sebagai sahabat kalian.
Itu terjadi di kasus Rita yang Ney entah kenapa menyebutkan bahwa dia sahabat Rita. Padahal sehari-hari, boro-boro kagak ada urusan sama dia.
Alex juga sempat aneh apalagi saat tahu Rita tidak pernah membeberkan siapa sahabatnya yang paling dekat.
Semenjak SMP pun, Ney sendiri yang mengikrarkan bahwa Rita bukanlah teman atau sahabatnya. Jadi... ya hanya mengaku saja karena Rita kenal Alex.
Bersambung ...