
Alex tertawa pada kebodohannya selama ini yang tidak mempercayai Rita dan Arnila tahun lalu.
Sebegitu kenalnya Rita sejak SMP, malah Alex bersikap sok tahu kalau Ney tidak begitu. Dia lupa apa yang dikatakan Jasmine, bahwa hanya Rita yang tahu bagaimana sikap Ney.
Tenaganya berkurang karena bercampur dengan emosi dan pikiran yang luntang lantung.
Merenung bagaimana dia garang pada Rita yang hanya ingin Alex menjauhinya juga. Tapi terus membelanya, yang justru memiliki motif jahat.
Alex sangaaat menyesalinya dan harus menerima Rita berpaling pada Kazen. Meski hatinya masih menginginkan Rita.
Ahhh Cinta memang selalu membuat sengsara tiada akhir. Prettt!
Satu ada sesuatu yang Alex dapatkan dari penjaga setianya, Fernando. Yang gembar gembor rusuh teu puguh dengan wajah temboknya.
Bukti yang Alex miliki dan membuatnya kaget.
"One more I wanna ask,"
( Satu lagi yang ingin aku tanyakan )
kata Alex meski yah sudah pasti ini ulah Ney juga.
Ney menghela nafas, apa lagi sih? Dia baru saja mau mengatakan sesuatu yang lain tapi Alex bertanya.
"Ceoatlah! Aku ingin katakan sesuatu juga," kata Ney.
"What did you do after terrorizing Rita by sending her stuff again?"
( Apa yang kamu lakukan setelah meneror Rita, mengirimkan barang lagi? )
Tanya Alex.
Ney berpikir setelah itu? Ney ingat dan menjentikkan jarinya. HOKBEN! Pasti soal itu.
"I also ordered hokben for her from where I was,"
( Aku juga memesan Hokben untuknya dari dimana aku berada )
kata Ney tanpa berbohong.
Alex tepat! Tapi.. tempat dia? Kalau tidak salah terakhir dia tahunya Jakarta tapi bukan. Alex melihat struk itu dan mencari.
Bogor? Dia kirim hokben dari sana ke Lembang? Apa tidak salah? Ini sudah pasti salah sih kalau memang niatnya baik, Ney seharusnya memesan dari kota dimana Rita berada bukan Bogor?
Alex menepuk keningnya, setidaknya kali ini Ney sedang membuat pengakuan dosa. Alex tahan kesalnya.
"Your place? What do you use?"
( Tempat kamu? Apa yang kamu gunakan? )
Tanya Alex penasaran.
"Why is it? Very curious, yes at my house, In Bogor Cibinong. Where else? I use the Hokben application,"
( Kenapa? Penasaran sekali, ya dari rumahku, di Bogor Cibinong. Memangnya di mana lagi? Aku gunakan aplikasi Hokben )
kata Ney dengan tenang dan menguap karena sudah malam. Suami dan anaknya belum pulang juga, dan Ney tidak merasa cemas.
"Are you crazy!?"
( Apa kamu gila!? )
Tanya Alex tidak habis pikir. Tapi kalau sampai Ney sejujur ini, dia pasti akan jelaskan kenyataannya.
"So what? It's her favorite food,"
( Memangnya kenapa? Itu makanan kesukaannya )
kata Ney merasa tidak salah.
Oke, mari kita simak saja sebelum Alex benar-benar pingsan karena kaget.
"Did you order it in your own name or her name?"
( Apa kamu memesannya menggunakan nama kamu sendiri atau nama dia? )
Tanya Alex memastikan karena kadang Ney bertahan jujur hanya beberapa detik lainnya dia sering tutup-tutupi.
Ney berpikir dan menulis, "My own name, the recipient is her,"
( Namaku sendiri, penerimanya ya dia )
kata Ney, tepat sangkaan Alex pasti dia tidak akan mengaku bagian ini.
"Oh yea? Is it true that you sent it with good intentions? Not to slander her name?"
( Oh ya? Apa benar kamu mengirimkannya dengan niat baik? Bukan untuk mencemarkan namanya? )
Tanya Alex meski Ney berusaha untuk jujur tapi pasti ada beberapa yang tidak ingin dia akui.
Intinya memang masih ada rasa ingin membuat Rita jatuh, dari arah manapun. Kan tujuannya sampai Rita memohon ampun, sujud agar dia berhenti mengganggu.
Setelahnya bisa saja Rita sentak lagi dan dia membuat fitnahan baru pada orang lain. Untungnya Rita menolak saat petugas hokben sana menelepon.
"I did it with good intentions!"
( Aku memang mengirimkannya dengan niat baik! )
kata Ney meski ada jeda saat dia membalas chatnya itu.
"Then you can definitely explain to me about what I got,"
( Lalu kamu pasti bisa jelaskan padaku soal yang aku dapatkan )
kata Alex mengirimkan bukti struk pada Ney. Ney sangat terkejut, bagaimana bisa Alex mendapatkan bukti pemesanan Hokben yang dia pesan?
Apalagi tertera nama Rita dan nomornya bukan nomor dan nama Ney. Ney lemas, ketahuan.
"You must be wondering how do I know right? I told you, you have absolutely no idea who you are dealing with.
Rita already knows oh she didn't tell you did she?"
( Kamu pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa tahu kan? Sudah kubilang, kamu sama sekali tidak tahu dengan siapa kamu berhadapan.
Rita saja sudah tahu, ahh aku yakin Rita belum cerita bukan? )
Tanya Alex.
Ney tidak percaya dengan yang dia lihat. Dia membeku dengan bukti tersebut, toh dia juga memilikinya.
"A-apa ini? Darimana..." balas Ney yang masih terkezut.
"Benar kan kamu mengisi dengan namanya bukan namamu jadi aku ragu, kamu ada niat baik," kata Alex.
"Kalau aku gunakan nama sendiri, dia pasti menolak! Kamu juga meneror dia! Jangan hanya bisanya menuduh aku!" Balas Ney mencari kesalahan Alex.
"Ya pasti dia menolak lalu kenapa kamu memaksa terus kirim? Bedak itu juga sengaja bukan salah kirim sesuai pengakuan kamu.
Mau kamu sebut Hokben salah kirim karena alamat? Aku rasa memang masih ada niat buruk," kata Alex.
"Kamu juga meneror Rita!" Kata Ney geram. Lemas sudah badannya.
Tidak seperti kamu. Yang aku lakukan sangat sopan dan dengan etika, berbeda yang kamu lakukan sengaja sambil memberi label Salah Kirim.
Lalu masalahnya kenapa kamu cantumkan menuju Lotte Jakarta bukan rumah dia?" Tanya Alex.
Ney tentu membacanya dan memang dia mengirimkan alamat tujuan adalah menuju mall Lotte bukan rumah Rita. Jadi dia memang ada semacam membuat fitnahan dengan mengatasnamakan nama Rita.
"Aku tidak lihat kamu mencantumkan alamat dia di Lembang. Bisa kamu jelaskan? Kamu sedang mengaku dosa kan," kata Alex.
Tadinya soal Hokben akan Ney lewat toh dia menganggapnya sebagai traktiran atau bonus. Ternyata Alex yang bertanya.
Alex juga heran setelah melihat alamatnya itu. Kenapa Ney tidak pesan dari kota Lembang atau Bandung? Siasatnya akan lebih meyakinkan kalau begitu.
Lebih logis agar Rita tidak tahu, bisa dia gunakan nama lain. Tapi ini sangaaat terlihat maksud dari Ney.
Okelah kalau memang usahanya ingin dekat kembali dengan Rita tapi tidak seharusnya sampai mengganggu lagi.
Sampai meneror Rita sebanyak enam kali dengan memakai nomor yang berbeda namun kartu semuanya Indosat-IM3.
Untuk fotonya ada tiga dengan foto perempuan, namun sayang saat Rita hendak memfoto, tiba-tiba foto itu berganti sampai akhirnya kosong.
Dan saat mencoba dihubungi sudah tiba-tiba tidak aktif, ada kemungkinan Ney memasang foto orang lain agar tidak ketahuan. Satunya lagi Rita dapat satu
Orang Jakarta juga yang entah kenapa secara tidak sengaja, Rita menemukan instagramnya. Keanehan pun terasa saat Rita periksa, fotonya sama. Anehnya perempuan itu terus menghubungi Rita.
Lalu Rita cari tahu ternyata dia orang aktif update di ig, semua komentar orang dia rajin balas. Akhirnya Rita tanyakan perihal nomornya yang terus menghubunginya.
Menggunakan email yang dia miliki, dan bertanya ada keperluan apa dengannya sehingga terus menerus menelepon. Rita juga ungkapkan dari mana orang itu tahu nomornya.
Ada kemungkinan orangnya sama sekali tidak mengira Rita akan membalas ke ignya. Pesannya terkirim namun tidak pernah ada jawaban. Namun fotonya memang perempuan itu.
Alex pun sama dengan yang dilakukan Rita, dia juga bertanya namun tiba-tiba ignya tidak aktif sampai bulan ini.
Padahal dia selalu kirim foto setiap waktu, kemungkinan takut dan memutuskan menjauh.
Rita berpikir ada dua kemungkinan bersamaan dengan dua yang lainnya, Ney yang menyuruh mereka meneror karena kelakuan dia sudah tercium.
Atau Ney menggunakan foto orang-orang tersebut yang juga untuk membuat fitnahan.
Atau di adu domba tapi ya semuanya memilih kabur daripada menghadapi Rita. Mirip Ney kalau sudah buat masalah pasti kabur.
Karena saat itu Rita sedang sibuk bersama Kazen jadi semua yang menelepon masuk sama sekali tidak di gubris.
Kazen pun tahu kalau Ney tengah berusaha memancing Rita kembali. Selama enam bulan tidak ada kabar tentu membuatnya penasaran.
Alex mengerti sekarang gilirannya memojokkan Ney dengan bukti yang ada dan yang Alex percayai kalau Ney memang masih ada niat lain.
"Then not according to what you say. You first sent it to her house but strangely the courier asked for the address.
( Lalu tidak sesuai yang kamu katakan. Kamu kirim pertama ke rumahnya tapi anehnya kuris menanyakan alamat )
After being told the courier saw the location and he had to deliver Hokben in two days to Lembang?
( Setelah diberitahukan sang kurir melihat lokasi dan dia harus mengantarkan Hokben dalam dua hari ke Lembang? )
You are crazy, don't you have in mind how long it will take? Why don't you include Rita's address? I think your intentions are still bad,"
( Kamu gila ya, apa tidak ada dalam pikiranmu berapa lama waktu yang diperlukan? Kenapa kamu tidak mencantumkan alamat Rita? Aku pikir niat kamu masih tidak baik )
kata Alex Namun Ney masih tetap saja tidak membalas. Apalagi yang harus dia balas? Semuanya terbongkar dengan sendirinya.
Ney yakin bahwa Rita dan Alex tidak ada kontak lalu bagaimana bisa Alex mengetahui segalanya?
"Then the second one I see it again strangely, you attach the address to Lotte Jakarta not Rita house.
( Lalu yang kedua aku melihat lagi dengan aneh, kamu mencantumkan alamat Lotte Jakarta bukan ke rumah Rita )
I'm surprised you really want to defame her name. Maybe because you feel your name is dirty?
Ney, your name dirty before you met Rita and Arnila. That's not funny at all if you say Wrong Sent again,"
( Aku terkejut kamu ingin mencemarkan nama dia. Mungkin karena merasa namamu kotor?
Ney, nama kamu kotor sebelum bertemu Rita dan Arnila. Itu sama sekali tidak lucu bila kamu mengatakan Salah Kirim )
Lanjut Alex yang membuat Ney sama sekali terdiam tidak berkutik. Dia meremas tanda struk tersebut dan menopang wajahnya.
"How did you know? T-that's wrong!"
( Bagaimana kamu tahu? I-itu salah! )
bela Ney.
"So you want to called it Wrong Sent again? Really!? You ordered hokben with completely illogical address, from the distance to even the different place.
( Jadi kamu mau bilang salah kirim lagi? Sungguh!? Kamu memesan Hokben dengan alamat yang tidak logis. Dari mulai jarak bahkan tempatnya berbeda )
About this, Rita is clear that she will not care, she will know that it was your doing.
She would never want to listen to any explanation about the misdelivery again. Unless you do it on purpose,"
( Soal begini, Rita sudah jelas tidak akan peduli, dia pasti tahu kalau itu adalah perbuatan kamu.
Dia tidak akan pernah mau mendengarkan apapun penjelasan soal salah kirim lagi. Kecuali memang kamu sengaja )
kata Alex.
Ney tidak bisa membantah lagi dan Alex pun sudah tidak bisa membela atau membantu agar Rita tidak curiga. Semacam dia membantu pelakor ya agar muslihatnya tidak ketahuan.
Sebenarnya Rita sudah duluan menyelidikinya dan berpendapat memang Ney memiliki niat tidak baik. Inilah pemikiran Rita selama melihat struk tersebut.
Pertama, Ney sengaja memesan dengan menggunakan namanya agar Ney bisa melaporkan pada teman-teman bahwa dirinya sudah berbaikan dengan Rita ( ya kalau hokbennya di terima ).
Kedua, untuk memamerkan pertemanan mereka berdua dengan mengirimkan struk bukti pembelian. Sebenarnya tidak bisa dijadikan bukti sih, tapi pemikiran Ney memang aneh.
Feb tentu menceritakan semua perilaku Ney pada grup baru. Mereka juga tahu kalau Ney berbuat ulah lagi.
Feb ceritakan bahwa anehnya pengiriman tersebut mencantumkan alamat Lotte Jakarta, otomatis mereka semua tahu niat Ney.
Kalau sudah sampai, Ney bisa beralasan ternyata salah kirim ke alamat itu tapi masalahnya, yang dia cantumkan adalah nama Rita dan nomornya.
Intinya Ney memang lebih mendendam pada Rita yang menurutnya sudah banyak memfitnah, padahal nyatanya Rita sibuk bekerja.
Boro-boro cerita soal Ney, dia saja harus menghadapi fitnahan dari teman kuliahnya sendiri yaitu Asma.
Niatnya itu awalnya agar Alex lebih percaya pada Ney ternyata jalan berkata lain, tidak ada kabar lagi mengenai paket tersebut.
Ney memeriksa saldo ATMnya yang ternyata kembali ke jumlah semula artinya, soal hokben telah gagal.
Dengan bantuan pihak sana, Ney tidak dapat memesan dengan nama Rita dan harus menyertakan KTP asli. Mati kutu lah dia karena nomor aslinya sudah tertera.
Ney bahkan memeriksa DM ignya namun tidak ada chat apapun yang masuk, akunnya masih ter banned oleh Rita.
Tampaknya apa yang Alex katakan tadi memang benar bahwa Rita sudah membuang semua yang dia pernah berikan.
Dulu juga Ney pernah memaksakan ingin memberi sesuatu pada Rita. Jilbab meski bertanya lagi warna yang disukai oleh Rita.
Bersambung ...