
Bubu tidak marah lagi, dia sadar kenapa dirinya tidak diajak karena perjalanan jauh. Dia berlarian di dalam kamar Rita tampak senang. Kadang dia mengendus bau dari daun hiasan baju, dirasa bukan tanaman asli dia melompat.
Rita tertawa dan membuat bulu Bubu acak-acakkan. Lalu mendengar nada dari ponselnya.
"Assalamualaikum," kata Rita dengan riang.
"Walaikumsalam," jawab Kazen dengan nada senang juga.
Rita duduk membiarkan baju-bajunya berhamburan tidak tentu dan Bubu penasaran dengan siapa dia bicara.
"Ada apa, Zen?" Tanya Rita.
"Pestanya memakai topeng jadi kamu tidak perlu cemas kalau disorot kamera," kata Kazen.
"Topeng?! Wah!" Kata Rita senang. "Sudah ada?
"Hmmm itulah," kata Kazen agak ragu.
"Apa?" Tanya Rita.
"Aku kirim saja ya bentuknya aku ingin tahu bagaimana menurutmu," kata Kazen karena Rita kan guru TK.
"Oke deh," kata Rita jadi penasaran.
Kazen mengirimkan topeng Legend yang sudah dia dan keluarga serta lainnya pakai. Rita ngakak melihatnya.
"HAHAHA topeng apaan tuh!? KUUNOO!" Kata Rita tertawa saat melihat foto terkirim.
Kazen sengaja memperbesar volume suara di hadapan para panitia pesta. Yah, maksudnya para paman-paman pengurus acara.
"Kok bisa mereka pakai topeng macam itu!?" Tanya Rita masih tertawa.
"Menurutmu sejelek apa? Topeng itu selalu kami pakai," kata Kazen.
"Ya Allaah topeng monyet dipakai untuk pesta GAHAHAHA!!" Kata Rita membuat semuanya hanya menunduk.
Kazen nampak sangat marah sekali tapi dia pun berpendapat sama. Tidak ada yang bisa membantah.
"Untunglah alu perlihatkan. Lalu kamu kan guru apa punya ide bagus?" Tanya Kazen.
"Paling dibuat model baru," kata Rita.
"Boleh boleh. Kalau kamu ada ide, bisa berbagi?" Tanya Kazen berharap. Dia pernah melihat kreatifitas Rita saat di sekolah.
"Beri aku waktu ya kalau sudah selesai aku kirimkan," kata Rita.
Ponsel dimatikan dan Kazen mulai meledak karena keluarga besarnya yang memiliki misi membuat topeng.
"KALIAN DENGAR!? TOPENG MONYET! Bagaimana bisa kalian menyetujui topeng seperti ini!!" Kata Kazen membanting semua topeng yang sudah jadi.
Semuanya terdiam, menghadapi kemarahan keluarga Darma memang menjadi ketakutan oleh orang-orang.
"SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB? JAWAB!!! Dua hari lagi dan ini hasilnya?!" Tanya Kazen meledak. Shin dan Serenity memandang topeng itu dan menahan tawa.
"Maaf Pak, ini desain dari Bu Anita," kata salah satu pegawainya.
"Aku sudah bilang bu Anita itu sudah eror! Kalau kalian merasa topeng ini di luar nalar, KATAKAN SAMA DIA LANGSUNG!" Seru Kazen menginjaknya sampai hancur.
"Tapi kalau kami tidak setuju, gaji kami... akan Bapak potong," kata yang lain.
"SAYA AKAN POTONG SEKARANG KARENA KALIAN LEBIH TAKUT SAMA DIA, BUKAN AKU!!!" Kata Kazen.
"Sudahlah sekarang kan Rita mau membantu membuatkan. Marahi saja ketidakbecusan bu Anita. Sepertinya ini sengaja," kata Seren.
"Dia kan sudah kena tolak dari ucapan bahkan penolakan secara ehem ehem," kata Shin teringat tindakannya yang agresif.
Kazen juga ingat dia datang dengan pakaian mini lalu di lucutkan dengan sengaja seperti di film-film. Kazen langsung merekamnya dengan kamera, membuat Bu Anita berteriak.
"Parah setelah itu dia tidak berani muncul dan terus merusak pekerjaan kamu," kata Seren.
"Anu pak, Rita itu..." kata yang lain.
"CALON SAYA! AWAS YA KALAU KALIAN MACAM-MACAM," Kata Kazen langsung mengancam.
Mereka semua menggeleng bersamaan dan mengerti maksud kodenya.
Di kamar Rita, dia berpikir dan teringat sesuatu ya kesukaannya akan Anime. Kalau kalian mengira Anime hanya untuk anak-anak, itu salah besar.
Untuk semua usia karena ada juga kakek-kakek menyukai One Piece. Atau anime lain, kalau Rita semua Anime suka asalkan bukan yang seksi.
"Aha! Aku ada ide. Itu saja," kata Rita langsung mencari topeng yang dipakai Sailor moon dan Venus.
Dia mencoba membuatnya dengan memilih gambar lalu dia print kemudian dibuat replika. Akhirnya dia gunting dan tempelkan di kertas yang agak keras, lalu dia ukir.
"Selesaaai!" Kata Rita puas lalu dia buka lemari perhiasannya dan menempelkan hiasan.
Prita melihat ke kamar kakaknya yang ternyata sedang sibuk membuat sesuatu.
"Aku kira sudah selesai. Buat apa?" Tanya Prita menggendong Bubu.
"Tada! Bagaimana?" Tanya Rita sambil berpose seperti gaya Sailor Moon.
"Weeeeizzz! Keren. Untuk apa?" Tanya Prita yang mencobanya.
Rita tambahkan semacam double tape di tengah dahi topeng agar bisa menempel.
Prita juga tertawa keras dan mencoba bergaya pose Sailor Venus. Ada sayapnya juga jadi memang terlihat indah.
"Sayapnya mau ditempel kapas?" Tanya Prita.
"Kalau ada sih bulu sayap warna putih tapi karena tidak ada, pakai kapas," kata Rita menambahkan.
"Tambahkan bebatuan," kata Prita membantu menghias.
"Huaaa cantiknyaaa," kata mereka berdua.
Bubu pun mereka coba pasang dan tertawa. Bubu tidak mengerti tapi dia merasakan sangat hebat!
Rita kirimkan gambarnya pada Kazen dan Kazen juga terkejut. Indah sekali.
"Aku tahu ide kamu pasti lebih keren. Aneh ya kamu bukan tipe perempuan romantis tapi bila membuat apapun, semuanya sangat cantik," kata Kazen.
"Guru TK diharuskan memiliki ide kreatif yang banyak. Jadi bagus untuk ide seni di sekolah nanti," kata Rita.
"Berat tidak?" Tanya Kazen.
"Tidak dong. Ini semua batu hiasan, sayapnya dibuat dari kapas. Kalau pakai berlian, emas terus bebatuan permata. Yaaa pasti berat," kata Rita.
"Aku akan buatkan ini dengan bahan yang berkualitas tinggi dan bisa jadi simbol topeng mewah," pikir Kazen kagum.
"Aku buat untuk laki-lakinya, hiasannya bisa sama hanya warnanya hitam," kata Rita mengirimkan foto topeng satunya lagi.
"Wuhh! Tidak setengah-setengah ya, idenya boleh nih," kata Kazen.
Kazen membagikan ke semua nomor, mereka menerimanya dan saling heboh. Mereka lebih menerima idenya.
Seren juga suka meskipun itu hanyalah berbahan dari kertas yang keras dan hiasannya seakan asli.
"Sekarang, gaji kalian tidak akan aku potong BILA kalian SEMUA!! Membuat topeng seperti ini. Berpasangan, hitam dan putih," kata Kazen dengan tegas.
"SIAP, PAK!!" Seru mereka semua.
"Terima kasih ya Ritakuuu," kata Kazen.
"Iya iya," kata Rita.
"Nanti akan aku kabari lagi kepergian kita. Oh ya beritahu Prita, dia juga diundang dengan mengajak tiga orang temannya," kata Kazen.
"Asyik," kata Prita yang terdengar.
Dalam ruangan itu mereka semua menyebar dan berdiskusi. Bahan hiasan tentu saja sudah lengkap semua.
"Ini Rita yang buat? Ide dari Sailor Moon ya," kata Seren mengamati. Dia juga mengagumi kartun itu dan berhenti namun Rita memang sangat suka.
"Iya, dia kan guru TK," kata Kazen tersenyum melihat gambar itu.
"Pasti kamu merencanakan sesuatu," kata Shin.
"Aku akan buat dengan bahan yang mahal. Semacam barang berharga," kata Kazen.
"Iya ya dari semua mantan kamu yang kebanyakan tukang bohong, tukang morot, angkuh belum pernah ada yang memiliki otak se kreatif Rita," kata Seren.
"Menyindirnya jahat sekali ya," kata Kazen.
"Itu kan karena Zen super idiot juga Ren. Maklumi saja," kata Shin yang langsung sembunyi di belakang Seren.
"Aku maafkan kali ini," kata Kazen tidak peduli.
"Jangan manfaatkan dia," kata Seren menatap Kazen.
"Aku tahu. Kali ini aku ikhlas," kata Kazen mengerti maksudnya.
Empat orang mendatanginya dan bertanya soal topeng.
"Kami mau bertanya apa model dan hiasannya harus sama?" Tanya A.
"Tidak perlu kalian bebas menentukan secantik mungkin namun warnanya putih dan hitam, untuk membedakan," kata Kazen.
"Bagaimana kalau setiap undangan diberitahukan saja model mana yang mereka sukai, Pak?" Tanya B.
Kazen berpikir.
"Kalau kami buatnya semua sama, takut ada yang tidak nyaman. Apalagi keluarga Nex dan Tians mereka sering bersaing," kata C.
"Mereka yang paling pusing aku tangani. Baiklah kalian bisa atur, modelnya tidak jauh dari yang aku beri," kata Kazen.
Mereka mengundurkan diri.
"Setelah nanti, kamu mau beri hadiah apa ke Rita?" Tanya Seren melipat tangannya.
"Apa ya?" Tanya Kazen berpikir antara kalung berlian atau kah voucher All You Can Eat, dia tukang makan sih.
"Sudah pasti kon..." kata Shin nebak.
Kazen tahu maksudnya kemana dan menggebrak meja keras. "TIDAK ADA!!" Katanya pergi.
Seren men jitak kekasihnya dan tertawa.
"Sebelum dilakukan, punyaku sudah jadi sate," kata Kazen merinding.
Bersambung ...