
"Pasti banyak yang penasaran soal Rita ya," kata Arnila.
"Banyak! Apa-apa Rita lagi, jadinya pada kepo. Kalau ada yang berhasil bertemu Rita, itu di luar kuasa aku ya," kata Feb.
"Memangnya ada yang bertanya?" Tanya Arnila merenung.
"Ada. Banyak sih tapi Ney tidak mau beritahu aneh kan. Orang kalau mencap si itu jahat, pasti ada sertakan foto, ini tidak. Mereka minta foto, Ney tidak balas," kata Feb.
"Ya berarti ada yang dia sembunyikan. Kebenarannya kan, dalam grup ada Arfa, Anna, Aries dan lain yang bisa membaca karakter orang. Ya bagi dia bahaya," kata Arnila yang sebagian dia kenal.
Feb tertawa benar juga dia tidak terpikirkan sampai sana. "Berarti mereka pikir juga itu kebohongan dia ya. Bahkan setahu aku ya, ada yang menyewa Sana lho,"
Arnila kaget membacanya. "HAH!? SANA!? Seriusan?"
"Ita serius. Kaget kan," kata Feb tertawa.
"Bukannya dia sahabat Ney dari Sekolah Dasar ya?" Tanya Arnila terkekeh-kekeh.
"Iya, Sana yang itu. Oh kamu hanya tahu namanya ya. Aslinya lebih parah dari Ney tapi masih punya adab sih," kata Feb.
"Dibayar Feb?" Tanya Arnila.
"Iyalah! Mana mau dia kerja gretongan. Matrenya kan sama dengan Ney," kata Feb ketawa keras.
"Wah, gila! Dibayar berapa sampai dia mau begitu?" Tanya Arnila penasaran.
"Sekali transaksi, minta satu koma lima," kata Feb.
"Buseeet! Mahal!" Kata Arnila tertawa juga. Wah, kalau Sana sudah ke lapangan sih kelar deh.
"Dia cerita pernah konsul dulu ke Arfa soal ketemuan sama Rita. Kata Arfa susah sekali kalau mau bertemu, sudah pasti ditolak kan. Kecuali bertemu secara kebetulan," kata Feb.
"Edun. Arfa sampai bisa tahu," kata Arnila kaget.
"Arfa teaaa. Lalu soal Alex juga susah kan bertemu Rita. Katanya Arfa agak istimewa orangnya jadi yang punya masalah sama dia, memang dipersulit jalannya," kata Feb.
"Wah! Tapi memang iya sih, Feb. Yang bisa ketemu itu yang dalam hatinya murni ya tidak ada niat jelek. Pasti bisa," kata Arnila.
"Alex susah kan apalagi sampai menyakiti Rita dalam, yahh sudah menyerah saja. Toh dia sudah bahagia dengan orang lain kan," kata Feb.
"Hahaha soal Sana, dia banyak uang dong. Alamat Rita dapat?" Tanya Arnila.
"Ya mereka cuma meminta di foto kan saja ingin tahu orangnya seperti apa sih. Kalau untuk alamat tidak perlu dan cari tahu tempat yang suka Rita datangi," jelas Feb.
"Mereka pasti ada yang mau bertemu secara langsung," kata Arnila menebak.
"Iya pasti. Tanpa Ney ketahui, mereka sudah tahu," kata Feb jadi penasaran juga.
"Kalau mereka sudah bertemu, aku yakin Ney pasti habis dia," kata Arnila.
"Oh ya? Habis bagaimana?" Tanya Feb.
"Dia banyak menghasut kan pasti banyak mengatakan hal-hal yang bukan Rita kita ketahui. Dia kan begitu," kata Arnila.
"Memangnya mereka bisa bertemu Rita?" Tanya Feb.
"Banyak yang bertemu Rita tapi Rita nya tidak kenal kan. Dalam situasi itu, Rita ya seperti Rita yang kita kenal," kata Arnila.
"Tapi mereka akan menyinggung soal Ney?" Tanya Feb.
"Tidak sih, mereka seperti menyamakan soal karakter yang Ney bicarakan dengan yang aslinya. Kesan, tutur katanya, mereka akan menganalisis apalagi kalau Aries sampai ketemu," kata Arnila.
"Oh, kalau dia memang parah sih jurusannya saja beda kan. Bikin Ney cemburu sekali dengan kemampuannya," kata Feb.
"Cerita Ney kan kebanyakan ngarang atau halusinasi khayalan dia, Feb," kata Arnila.
"Ya itu penyakitnya yang kita semua sudah tahu jadi kalau dia jadi orang lemah lembut, kita sudah tahu," kata Feb.
"Banyak yang nanya ke aku, Rita itu aslinya bagaimana. Aku bilang jauh dengan cerita halu Ney. Kalau Rita tidak disukai atau dia tidak suka orang, tidak ada urusan dia teror," kata Arnila.
"Hahahaha aku juga sama. Tapi Aries sangat penasaran sih kalau dia sudah terjun payung, sudah deh kelar memang si Ney," kata Feb.
Aries adalah nama seorang laki-laki yang mempelajari Fisiognomi. Atau bisa disebut ilmu firasat atau ilmu membaca karakter seseorang melalui wajah.
Aries teman grup Ney yang paling ditakutin karena dia bisa membacanya sangat tepat. Tergabung dalam kelompok Arfa, bahkan sempat dicurigai sebagai dukun juga.
Intuisinya sangat tajam melebihi Arnila, dia juga yang menolak Arnila ikut bergabung karena berlawanan dengan karakternya.
Kenapa Ney takut? Karena Aries sangat tahu mengenainya juga. Terutama terbaca kalau Ney sangat sulit menemukan seorang sahabat dengan karakternya yang semrawut.
Ney berusaha menduplikat Aries namun selalu terkena blok. Aries selalu mengancamnya bahwa suatu hari nanti semua kelakuannya akan dibalas.
Itulah yang membuat Ney waspada akan kehadirannya. Tentu Aries juga jarang berkontak dalam grup, tapi dia penasaran dengan sosok Rita.
Aries jarang berinteraksi juga jarang mengobrol. Penampilannya muncul tiba-tiba membuat yang lain terkejut.
Semuanya pasti terbongkar dan Rita orangnya mudah tertarik dengan suatu ilmu. Bukan ghaib ya. Hal itu pernah dialaminya dan Aries terdiam menatap Ney.
Kebohongannya pun terbongkar secara langsung membuat Ney banyak diam, apalagi saat Aries menyarankan bahwa sebenarnya dia yang lebih membutuhkan penanganan medis.
Bukan orang lain. Kebohongannya pun memang menjadi kebiasaannya sejak masa remaja sampai usia dewasa.
Sejak hari itu Ney selalu melihat keberadaan grup yang aktif. Aries lebih berbahaya dari Arfa, intuisi setajam jarum membuat banyak orang konsultasi.
"Iya, aku yakin dia selalu melihat daftar anggota yang aktif kan. Sebenarnya Aries aktif ya orangnya?" Tanya Arnila menurutnya memang Aries berhasil menemui Rita.
"Iya. Orang kan bisa mengubah tanda ceklis menjadi abu-abu. Tapi tidak ada yang memberitahukan sih," kata Feb.
"Biarkan saja untuk saat ini, biarkan dia sesuka hatinya. Justru aku menantikan Aries bertemu Rita sih," kata Arnila.
"Kita semua juga lho. Karena keputusan penilaian dia akurat ya," kata Feb mendukung.
"Kamu kok beritahu aku soal itu semua? Bukannya kamu juga tidak suka sama aku?" Tanya Arnila agak aneh.
"Ooh itu. Aku pikir awalnya kamu sama dengan Ney tapi setelah dia koar-koar soal kamu mendatangi Rita dan Ney bilang, kamu berhasil di cuci otak sama Rita dan memilih pergi. Aku baru deh sadar," kata Feb.
"Bukan cuci otak ya. Mana mungkin Rita begitu," kata Arnila.
"Iya aku tahu. Itu kan kata Ney bukan aku. Kepergian kamu dari Ney itu, ada sesuatu yang tidak kamu ketahui kan dari Ney?" Tanya Feb.
"Mau janji bertemu? Kalau cerita di sini nanti kena baca si Ney," kata Arnila.
"Lho? Dia hack email kamu juga?" Tanya Feb kaget.
"Juga? Memangnya siapa saja yang kena?" Tanya Arnila menganga.
"Banyak! Kita sadar karena ada yang menyelidiki sih. Tahu kan kita chat apa si Ney selalu sama bicaranya," kata Feb.
Laaaah!? Ya Allah!
"Rita juga curiga ke arah itu. Aku sering menelepon Rita daripada chat dan email-an," kata Arnila.
"Sama dong. Chat kadang tapi banyaknya menelepon. Rita juga menelepon. Apa jangan-jangan dia sudah tahu ya?" Tanya Feb.
Pada saat itu juga karena mimpinya gagal, Ney mulai membaca semua email yang dia hack. Dan kaget membaca bahwa Rita sudah tahu kalau Ney banyak menduplikat.
"Rita curiga aku hack? Kok dia bisa tahu sih? Aku yakin dia menggunakan ilmu ghaib makanya bisa tahu," kata Ney yakin.
Bukan ilmu ghaib karena sudah terbukti sejak tahun lalu. Apapun yang tertulis dalam email, dia selalu tahu dan membicarakannya.
Ya, dia selalu berpikir semua orang itu tidak sepintar dia padahal banyak orang yang lebih dari dia. Bahkan cerdas dalam membuat strategi perang.
Yang tidak dia sadari adalah Rita dan lainnya mulai berproses melakukan pembalikan serangan. Yah, kalau Rita sudah membalikkan keadaan dengan doa.
"Aku juga yakin Ney sudah pasti hack aplikasi chat aku dan lainnya. Habis isinya sama dengan yang kita bicarakan," kata Arnila.
Feb berpikir kalau memang iya, dia sengaja mengatakan hal ini. "Jadi ada kemungkinan dia duplikat isi pembicaraan Alex dan Rita dong?"
Ney membacanya dan dia terkejut sekali bahwa Feb juga bisa berpikir seperti itu. Apalagi intuisi Rita yang langsung tahu.
"Iya," jawab Arnila dengan geram.
"Lah, sekarang dia baca dong? Bagaimana?" Tanya Feb.
"Ini adalah email terakhir yang dia bisa baca karena ke depannya, tidak akan ada lagi," balas Arnila membuat Ney terdiam, apa yang akan Arnila Lakukan?
Arnila menelepon Feb dan mereka sebaiknya bertemu secara diam-diam tanpa ada kabar. Feb pun mengangguk.
Sejak itu tidak ada lagi balasan email apapun. Setidaknya Ney tahu memang Feb orang yang tidak bisa dia percaya lagi.
Akun, email, nomor ponsel Rita pun sudah tidak terdaftar dalam waktu bersamaan dengan Arnila. Inilah yang menyebabkan Alex dan Ney merasa aneh.
Ney frustasi sekali saat tahu arti dari email yang terakhir Arnila kirimkan pada Feb. Ternyata milik Arnila pun sudah masuk dalam penghapusan permanen.
Bahkan nomor Feb pun jadi sulit dihubungi namun masih terhubung. Tanpa Ney ketahui, Alex pun telah menghapus permanen akunnya.
Ney bertambah stres saat tahu mereka bertiga benar-benar menghilang tanpa jejak yang dia ketahui.
Dengan cepat Ney menghapus semua jejak pen duplikat an data teman-temannya. Rita dan Alex, dengan terpaksa.
Sayang seribu sayang, Kazen sudah terlebih dahulu mendapatkan semua file yang Ney dapatkan bahkan lebih lengkap.
Di atas langit masih ada langit. Sepintar apapun dan secerdas apapun, masih banyak di atas yang lebih.
Terima kepintaran dan kecerdasan kamu sesuai batas yang ada.
Bersambung ...