
Rita kembali muncul sambil membawa makana itu dan menaruhnya di depan laptop Kazen.
Kumpulan perempuan sepi saat melihat Rita kembali, mereka memilih duduk agak menjauh sambil terus memperhatikan.
"Tampaknya banyak yang mendekati kamu ya saat aku pergi," kata Rita melihat tumpukan nomor.
"Sudah biasa. Sebentar," kata Kazen mengumpulkan semuanya. Beberapa histeris dikiranya akan dimasukkan ke tas tapi dibuang ke tempat sampah.
"Yahhhh," ucap mereka semua.
"Bushet! Banyak sekali! Beli apa saja kamu!?" Teriak Kazen menganga.
"Nih dompetnya. Tenang hanya butuh dua ratus saja hehehe," kata Rita memberikan dompetnya.
Para wanita menganga melihat Rita memberikan dompet Kazen. Kelihatan jelas tebal sekali.
"Berminyak semua!" Kara Kazen.
"Tenaaang aku sudah beli tisu bambu yang bisa menyerap minyak dengan baik," kata Rita tadi membeli.
Kazen senang dan memakan sebagian makanan yang Rita bawa. Alex juga sama membuat Jasmine kaget juga Seira.
"Are you insane!?"
( Apa kamu gila!? )
Tanya Jasmine.
Alex menjelaskan apa yang Rita beli nampaknya sangat lezat. Tahu-tahu sudah setumpuk dia beli.
Untunglah pemilik cafe tidak keberatan karena mereka juga membeli makanan dari sana.
"Nampaknya Kazen memang ada hati pada Rita ya," sindir Jasmine melahap kentang.
Alex memandangi kakaknya dengan cemberut. Ya Alex juga tahu kalau saja Kazen tidak mengenal Alex mungkin akan ada pertumpahan darah.
Kazen sangat profesional sekali namun tidak pernah memasukkan perasaan pribadi, menurut Alex, Kazen menyukai seseorang dalam komunitas.
"Aku beli ini kamu pasti suka. Ini enak sekali, ada dalam televisi," kata Rita.
Kazen tertawa melihat Rita membeli puding berukuran besar dan kalau digoyang, seperti bergoyang.
Puding susu Jepang yang suuuuper lezat! Jangan ditanya kalau Alex juga ikut membelinya.
Rita menyuapi Kazen yang membuat semua perempuan histeris, dan Rita memandangi mereka. Sontak mereka seakan sibuk dengan ponselnya atau mengambil buku.
"Mereka kenapa sih? Nih makan sendiri," kata Rita.
"Jadi laki-laki itu butuh perempuan yang tahan banting ya? Kalau begitu sih, aku mana bisa,"
Satu per satu mereka akhirnya menyerah melihat Rita yang cuek sekali bersandar lagi di punggung Kazen.
Alex ternyata sempat juga membeli sekotak cokelat Praline Treasures dan juga bunga. Dia tidak yakin rita akan memakannya mungkin malah berbalik dilempar ke mukanya.
ALEX IS BACK!!!
Tadinya Alex berencana akan memberikan kejutan super romantis tapi teringat Rita bukan sosok perempuan romantis, pasti sia-sia.
Apalagi Rita masih ter kontak dengan Kazen. Tidak menyangka mendengar seorang Darma tinggal di Indonesia.
Alex juga akan menanggung resiko bila kehadirannya membuat Rita tidak ingat siapa dirinya. Dia akan terus berjuang yah kemungkinan tidak masalah bila harus kembali dari nol.
Rita sampai tertidur di atas karpet itu tatkala Kazen merasa kenapa sepi.
"Hhh, dia pasti lelah menunggu aku," kata Kazen menyelimuti Rita dengan jasnya.
"Sudah?" Tanya Rita terbangun semenit kemudian.
"Lumayan. Tidur lagi saja," kata Kazen.
"Masih lama ya," kata Rita mengucek kedua matanya.
"Lagi rehat. Makan dulu yuk," kata Kazen. Mereka kemudian mengobrol lagi sambil Rita menguap.
"Kamu lagi rehat kan aku mau nonton film," kata Rita.
"Ya," kata Kazen sambil makan kemudian mereka mendengar dentingan lagu.
Ada nomor tidak jelas tertera tapi dia tahu itu siapa dan entah dari mana makhluk serampangan itu tahu nomor teleponnya.
"Sebentar ya ada telepon," kata Kazen pergi.
"Ok," kata Rita menatapnya serius lalu membuka laptop Kazen.
Sambil pergi, Kazen menatap Rita yang memasuki layanan bioskop. Alex menduga siapakah yang menelepon Kazen?
Wajah Kazen berubah mode sadis dan mengangkatnya. "Mau apa lagi kamu?"
Ney yang memang meneleponnya sangat kaget awalnya dia mau berpura-pura berkenalan lalu mencari tahu soal Kazen.
Ternyata nampaknya usaha nya sia-sia belaka. Dia kini dengan tingkah sombongnya akan memeras Kazen, karena mengira memang benar dia kekasih atau calon suami Rita.
Dia akan memainkan aktingnya yang sama pada Alex dan membuat Kazen tunduk.
"Wah ternyata kamu langsung kenal aku ya. Aku hanya mau memperingatkan saja awas kalau kamu berani mempermainkan Rita, aku akan..." kata Ney dalam ponsel.
"Sudahlah hentikan usaha akting bohong kamu, yang pernah kamu lakukan juga pada Alex.
Memangnya kamu pikir aku tidak tahu bagaimana kamu mengancam Alfarizki? Dengan kalimat dan pola yang sama?" Tanya Kazen dengan nada super galak.
Ney diam dalam sisi sana, dia menelan ludah belum apa-apa sudah di siram lava panas.
"HEH DENGAR YA! Awal kamu mengancam dia kemudian mendukung Rita dengannya,
lalu mulai memaksakan kehendak untuk kepentingan kamu, kamu pikir itu akan bekerja untuk yang puluhan kali!?
Kamu itu bukan siapa-siapa sebaiknya kenal posisi kamu bagaimana," kata Kazen dengan suara parah.
"Sekarang aku memang bukan siapa-siapa tapi nanti lihat saja, aku akan memastikan Rita kembali pada aku. Dan kamu tidak bisa berbuat apapun!" Kata Ney dengan percaya diri.
"Kamu itu siapa Heh?! Kamu tukang perundung ingat ya gelar itu akan selalu ada dimanapun kamu berada!
Apa itu sikap teman sejati? Mikir! Kamu itu sakit jiwa!" Teriak Kazen yang didengar oleh beberapa wanita dan memilih pergi.
Aslinya ternyata super badassss galak sangat! Sampai akhirnya kosong di sekitar Kazen.
Meski Ney ketakutan tapi dia terus maju. No pain no gain. Ney terus berusaha mengancam dengan menyogok bahwa hubungannya tidak akan berhasil kalau terus memperingati Ney.
Soal tulisan dalam layar pun, suaminya berkata itu hanya hiasan saja mungkin gertakan. Suaminya mencari namun tidak ada hasil sepintar apapun dia.
Benarkah gertakan sambal? Atau... sebenarnya mereka sudah memegang kendali dan akan mulai meneror Ney.
"Aku tahu ya kamu siapa. Jadi kamu lebih baik jangan macam-macam sama aku. Hubungan kamu ada dalam genggaman aku hahaha," kata Ney.
Kazen mendengus dan merekam isi obrolan mereka lalu dikirimkan pada seseorang.
Alat yang di lihat Rita bukanlah ponsel melainkan alat perekam yang dibuat seperti ponsel. Mirip Prof Agasa yang senang mengulik atau mengubah alat menjadi sesuatu.
Rita sampai terkecoh melihatnya, dia tidak sadar bahwa ponsel Kazen ada di dalam tas. Alex pun terheran lalu tersadar jangan-jangan...
"Mungkinkah... yang menelpon dia..." kata Alex menggelengkan kepalanya.
Lalu Kazen mengirimkan beberapa percakapan dari chat lalu dipindahkan dengan suara, Ney mendengarkan dan sangat terkejut.
Isi rekaman itu sama persis dengan obrolan yang dia katakan pada Alex. Ney gemetaran.
"Kamulah yang jangan macam-macam denganku. Mudah bagiku menyadap siapapun termasuk kamu yang jauh sekalipun.
Kamu banyak mengatakan hal bohong pada Alfarizki termasuk Rita. Kamu pikir tidak akan ada resiko?
Sekarang kamu mencoba mengancam seorang Darma. Ckckck kamu tidak tahu seperti apa kami sebenarnya.
Karena tampaknya kamu tidak takut, aku beritahu. Aku berbeda jauh dengan Alfarizki, aku termasuk dalam keluarga Luar kamu pasti sudah lihat bagan nya di layar komputer," kata Kazen tersenyum jahat.
Tangan Ney gemetaran ternyata yang mengirimkan peringatan adalah Kazen yah di sisi lain ada seseorang yang sangat di waspadai.
"Jadi kamu yang kirim ancaman itu!" Kata Ney dengan nada agak ketakutan.
"Wah wah, tampaknya sudah ada yang melangkah lebih awal. Outside Family is more sadis than Inner, you must start becareful start from this day,"
( Keluarga Luar lebih sadis daripada Dalam, kamu harus mulai berhati-hati dimulai dari hari ini ) kata Kazen.
Meski ketakutan namun Ney akan melawan, lupa bahwa keluarganya yang akan menjadi korban.
"Kamu mengancam aku!? Kamu tidak akan berani! Aku akan laporkan pada Rita!!" Teriak Ney sambil menggigiti jarinya.
Mau mundur padahal bisa lho lebih tidak akan kena ancaman mematikan tapi Ney masih saja terus melawan. Padahal suaminya sudah berteriak memperingatkan namun tidak pernah dia gubris.
"Rita? HAHAHAHA kamu bisa berani? Sudah berkaca? Rita dan Alfarizki, kamu sampai mengancam Rita dengan tingkahnya kepada kamu.
Wow. Sekarang kamu ancam aku yang menolak kehadiran kamu pada Rita? HAHAHAHA!!" Tawa Kazen meledak.
Ney mendengar suara Kazen yang memang tidak biasa, ada aura mencekam yang dia rasakan. Membuat bulu kuduknya berdiri.
"Super sekali muslihat kamu ini. Kamu berani meremehkan aku, tunggu pembalasannya," kata Kazen.
Ney diam, otaknya mulai menghentikan aksinya untuk menutup telepon tapi sulit sekali. Sejak kapan juga Rita akan percaya perkataannya?
Alex saja sudah Rita tinggalkan dan Alex pun meninggalkan Ney karena omongannya keterlaluan.
"Kamu tidak akan bisa mengancam aku!" Teriak Ney dengan jantung berdebar.
Ney memikirkan cara bagaimana dirinya bisa terhubung dengan Rita lagi dan dia akan meminta pertolongan darinya.
"Aku tahu dimana suami kamu bekerja. Salah satu pegawai ayahku berkata, kalau suami kamu ada pekerjaan di perusahaan kami," kata Kazen membuat Ney berhenti gerak.
Darah Ney yang awalnya memanas kini menjadi turun drastis. Bibirnya memucat komat kamit.
"Suamiku? Pekerjaannya? Mau apa kamu? Jangan bawa suamiku ya," kata Ney.
"Ah bagaimana ya kamu sudah berani mengancam Darma nyatanya, suami kamu ada hubungan kerja penting dengan perusahaan Ayah. Aku bisa kapan saja memecatnya," kata Kazen dengan santai.
"Ap!" kata Ney histeris.
"Suami kamu bekerja di perusahaan K bukan? Perusahaan itu adalah milik ayahku dan aku sebagai pewarisnya bisa bebas memasukkan dan memberhentikan orang," kata Kazen.
Ney terduduk lemas, nafasnya sesak. Dia pernah melihat berkas mengenai perusahaan K yang memberikan gaji suaminya sangat besar.
Kalau dia di pecat, berarti... hidupnya akan kembali biasa seperti saat sebelum menikahinya. Ney tidak mau sampai harus mengulang kehidupannya yang lalu.
"Kazeeeeen, aku mau main game RPG ya. Tugas kamu, aku simpan!" Teriak Rita dari belakangnya.
Kazen menutup alat itu dan melihat tugasnya, Rita memang tidak mematikannya. Ney kebetulan mendengar dan berusaha memberitahukan Rita, yakin dia akan mau menolongnya.
"RITA! TOLONG AKU! KAZEN MENGANCAM AKU!!" Teriak Ney berharap dan dengan angkuh.
Kazen mendengar dan sangat marah menatap Rita yang bersamaan menguap lebar sambil menggeliat pegal.
"Haha kamu bosan ya. Mau jajan lagi? Sudah siang sekalian beli makan siang," kata Kazen mengeluarkan uang dua ratus.
"Yaaa mau nitip apa?" Tanya Rita berdiri dan gamenya mulai berputar.
"Corndog yang manis ya," kata Kazen senyum.
"Okkey. Oh iya tadi sepertinya sebelum aku menguap, ada yang teriak dari mana?" Tanya Rita.
Daripada bohong dan buat alasan, nanti kena timpuk Kazen memperlihatkan siapa yang menelepon.
"Cih!" Kata Rita menggelengkan kepala.
"Bagaimana? Katanya aku mengancam dia, mau menolong?" Tanya Kazen yang langsung mengaktifkan alat itu.
Ney senang sekali ternyata Rita mendengarkan dan dengan perasaan membuncah yakin akan ditolong, dia melawan Kazen.
"Pretttt! Mampus lo! Ancam saja, aku tidak akan membela dan menolong dia lagi. Waktu aku diancam sama banyak orang, dia ada menolong? Tidak.
Dia menertawakan aku termasuk menjadi orang yang sering ancam aku juga. Dia mengancam kalau aku tidka nurut sama dia, mau dilaporkan ke Alex!
Memangnya aku takut? Perempuan jelek! Beraninya adu domba tapi setelah kena getah, malah berteriak minta tolong.
Juga dia mendukung Alex dengan orang lain, dasar Pengkhianat! Kamu tahu tidak? Dia bilang ke temannya kalau mau menundukkan aku sampai sujud di kaki dia?
HUAHAHAHAA!! Yang ada malah dia yang meminta tolong. Memalukan! Katanya mau membuat aku kalah, lah dia sudah kalah sejak awal.
Ancam saja sesuka hati kamu, Zen. Aku tidak peduli lagi sama orang macam dia, tidak pantas ditolong!
Jangan diangkat lagi deh orang seperti ini, nanti telinga kamu infeksi," kata Rita pergi dengan kesal.
Setelah mengomel panjang lebar, Kazen pun tertawa. Ney hanya terdiam Rita membeberkan semuanya. Ney panik dan kemudian menangis.
Ya memang dia menertawakan Rita saat tahu Rita di balas galak oleh ibunya Alex, kakaknya hanya salah satu sahabat Alex yang menenangkannya.
Ternyata semuanya memang ulah dari Ney kini semuanya berbalik kepadanya, dia akan merasakan seperti apa penderitaan Rita dahulu.
"Jelas? HAHAHA mimpi kamu akan dibela lagi. Dia tidak akan peduli soal apa yang kamu alami, berbeda kalau kamu benar-benar baik.
Tapi jelas ya bagaimana sikap dia saat melihat kamu di Jakarta. Aku sengaja mempertemukan kamu dan Rita.
Sudah cukup seharusnya untuk kamu, bagaimana Rita telah membuang jauh teman pengkhianat seperti kamu," kata Kazen.
"Aku melakukan itu demi dia..Sumpah! Sekarang dia malah membalas aku dengan cara yang jahat!" kata Ney yang mulai kumat memakai nada iba supaya Kazen luluh sama dengan Alex.
"Ini peringatan dari aku, kalau kamu ketahuan oleh orang-orang aku melakukan hal di luar logika kembali, dan berusaha menjatuhkan Rita,
Menyebarkan fitnah dan hasutan ke banyak orang, memutar balikkan fakta yang ada, maka mereka dan aku tidak segan-segan membuat suami kamu di pecat sampai ke akarnya!
Akan aku buat suami kamu tidak pernah mendapatkan panggilan kerja di perusahaan luar negeri manapun! Kali ini aku serius," kata Kazen.
Ney terdiam mendengarnya karena nada suara Kazen sangat hitam. Kazen memang bukan pemuda yang senang main-main terlihat pada saat mendekati Rita.
Sampai benar-benar membeli semua isi toko bahkan tidak takut memberikan semua isi dompet pada Rita.
alex terlalu baik hati menurut Kazen padahal sudah jelas bahwa Ney memiliki maksud dan tujuan jahat. Makanya sering kena tipu perempuan.
Tapi kini setelah pernyataan Ney, para orang-orang terpercaya Alex pun sudah mulai bergerak. Seperti gula yang langsung dikerubungi oleh semut dari berbagai arah.
"Kamu sampai meneror dia itu sudah masuk perbuatan kurang ajar. Terus memaksa agar kamu disebut orang baik mengiriminya barang.
Aku yakin kamu tahu Rita tidak akan pernah mau menerima apapun dari orang yang membuatnya terluka. Tapi kamu terus lakukan.
You're not good girl, you freak! ( Kamu bukan anak yang baik, kamu orang aneh! )
Sial sekali bagi Rita bisa mengenal orang macam kamu begitu juga dengan Alex. Mereka tidak pantas kenal dengan orang seperti kamu!" Kata Kazen membuat Ney terus terdiam.
Ney memegangi kepalanya dan menangis tersedu-sedu tapi kali ini tangisannya memang asli karena ketakutan.
Semua ancaman Ney berbalik menyerangnya sekarang.
Bersambung ...