MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
164



"Itulah pengalaman saya dan mantan, dia juga mengalami istidraj sejak mengalami susah nya doa dia dikabulkan.


Dia banyak menyakiti hati orang termasuk keluarga saya serta saudara. Berkata tidak perlu sholat kalau tidak bisa jadi kaya.


Saya tidak mau menceritakan bagaimana bisa jadi kaya, tapi sejak itu semuanya berubah drastis. Segalanya mentereng dan menghina saya dan anak.


Jadi intinya beribadah lah meski doa kita akan dikabulkan pada waktu yang tepat. Terus bertahan jangan berpaling ke jalan sesat.


Jangan menggantungkan harapan pada makhluk hologram, karena makhluk itu juga diciptakan oleh Allah swt," kata mama Dudu.


"Seram ya aku kira karena memang Allah swt sayang dia ternyata ada sesuatunya," kata Sarah.


"Kita kan tidak bisa tahu apa yang dialami dia dan keluarganya. Bisa jadi kena Istidraj nya karena kelakuan keluarga atau orang tuanya. Makanya bisa kena ke anaknya juga," kata Bu Dian.


Rita merenung, bukankah Ney punya anak dan suami? Kalau begitu mereka nanti kena juga dong? Lalu bagaimana caranya supaya mereka aman? Ahhh cape deh.


"Tidak perlu kita iri segala pada orang-orang seperti itu, dibalik doanya pun kita tidak tahu apakah Allah swt ikhlas mengabulkan atau tidak.


Bersyukurlah bila Allah swt membuat jarak kita dengan orang tersebut semakin jauh. Allah swt ingin kita terus banyak berdoa sampai waktu keinginan kita terkabul," kata Reiba.


"Dia yang ditangguhkan itu lebih jauh artinya bagi Allah swt, lebih sayang bila kalian seperti merasa kenapa doa lama terkabul.


Rajin sholat sudah, sedekah apalagi. Jangan cemas, Allah swt sedang mengumpulkan banyak data yang terbaik.


Sebelum mengabulkan doa kita dengan hasil yang permanen. Lanjutkan Reiba," kata mama Dudu minum air dan mengusap wajahnya.


"Kita lanjutkan pengertiannya dari segi bahasa ya. Istidraj diambil dari bahasa Arab, "daraja" yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya.


Namun secara istilah, memiliki makna menyeramkan yaitu azab berwujud kenikmatan," kata Reiba.


"Ma, apa orang yang diberi gelar istidraj bisa tobat? Ataukah Allah swt bisa mencabutnya bila orang tersebut sadar?" Tanya Rita.


"Seseorang yang secara otomatis sudah disematkan gelar tersebut, itu sudah berasal dari Sang Khalik sendiri. Wallahu alam.


Entah apa yang pernah terjadi dan dialami oleh orang tuanya bisa efek dari ayahnya atau sang ibu. Salah satu dari mereka.


Tidak bisa dilihat dari perilakunya kepada sesama, namun satu hal yang pasti dia jarang melakukan ibadah sholat yang wajib.


Kenapa kita tetap harus melakukan sholat wajib karena itulah tiangnya supaya setiap permintaan itu menetap, termasuk ada kandungan pahala," kata mama Dudu.


"Allah swt sudah memberikan predikat itu sejak lama, asal usulnya pun hanya Allah swt yang tahu.


Persoalan mengenai tobatnya pun tergantung dari Allah swt bukan doa-doa kita. Makanya saya katakan ini gelar paling burik yang ada," kata Reiba.


"Gelaran tersebut sangat berbahaya bagi siapapun yang memilikinya.


Allah swt menutup hati, mata dan telinga mereka, kita tidak bisa berbuat apapun bahkan menolongnya pun percuma karena kehendak Allah swt menetapkannya begitu.


Kita hanya bisa melihat apa yang akan Allah swt lakukan kepadanya nanti," kata Mama Dudu.


Teringat doa untuk sang mantan yang juga tidak ada pengaruhnya membuat sang mantan mengakhiri hidupnya karena tidak tahan.


Tidak ada kata maaf terucap, hanya terus menyalahkan bahwa hidupnya hancur setelah bertemu mama Dudu.


"Ketika seorang muslim tersebut banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya selalu bahagia namanya Istidraj.


Apalagi kalau ditambah seorang muslimin tersebut menyembah setan dan jin, itu sudah tidak perlu mengantri. Langsung dipersilahkan memasuki area Neraka.


Kalian mau? Sok. Adakah doa yang bisa meniadakan keinginan Allah swt? Tidak ada. Sudah takdir dan ketentuanNya.


Saya juga mendoakan mantan agar Allah swt mencukup kan hukuman tapi apa? Doa saya tidak pernah terkabul Allah swt pun sakit hati.


Bu Ibuuuu jangan buat Allah swt sakit hati ya, bercanda saja buat Allah swt senang. In sya allah Allah balas hidup kita berkah, terlindungi.


Tidak ada doa yang bisa menolong orang yang diberi gelar Istidraj. Mau kalian sampai berdoa menangis darah, tidak akan ada gunanya. Sangat menyeramkan," kata mama Dudu.


"Kita bisa berdoa berharap diterima tapi kalau Allah swt menolak. Apa yang kita bisa lakukan?


Dia terjebak dalam kenikmatan hidup padahal tanpa disadari dirinya semakin lalai menunaikan ibadah serta kewajiban lainnya," kata Reiba.


Pembicaraan semakin menarik. Bubu yang terbangun dan lompat keluar menuju Kazen yang tertidur pulas di sofa.


Bubu lapar dan terdengar suara Rita tadi. Dia mencari ahh ya dia ingat kan ada ceramah. Kemudian Bubu mencari asal suara itu dan duduk mendengarkan.


Perutnya berisik dan dia mencari dan mendapatkan kantong keripiknya. Dengan susah payah membawanya menuju Kazen.


Sulit sekali membangunkannya sedangkan perutnya kelaparan. Pintu terbuka dan masuklah seorang wanita berambut emas, terkejut lembut menatap Bubu.


Dengan senyuman menawan, Bubu hanya terdiam sambil masih menggigit bungkusan itu. Tanpa bicara wanita tersebut membukakan bungkus itu.


Bubu termenung menatap Alexandria yang mendatangi kantor Kazen. Dia memasukkan makanan itu ke dalam mangkuk kecil.


Bubu ragu, Alexa menyodorkan mangkuk kemudian pergi setelah mencoba membelai Bubu.


Setelah pergi, Bubu mengendus mangkok dan mengambil sayuran kacang. Dia mencium aroma wanita lain yang enak dan lembut.


Kazen terbangun dan melihat Bubu sedang makan. "Lho? Siapa yang memasukkan keripik? Ah pasti mama,"


Bubu ingin memberitahu tapi ingat dirinya seekor kelinci. Ya sudahlah, Kazen bangun dan mengucek mata.


"Diam disini dulu ya aku mau beli makanan," kata Kazen. Bubu patuh dan memakan makanannya.


Kepergian Kazen, Alexa masuk kembali. Bubu kaget namun tahu wanita itu sangatlah baik. Dan menemani Bubu.


"Kamu kelinci perempuan itu ya," kata Alexa.


Bubu mendengus dan mengeluarkan suara geraman. Membuat Alexa tertawa.


"Tenang, aku tidak akan melukai majikan mu. Aku kemari ingin melihat kamu saja karena Kazen begitu menyayangimu," kata Alexa.


Bubu pergi dan masuk ke ruangan, Alexa bertanya-tanya dan menatap bungkusan itu. Bubu keluar susah payah membawa bungkusan lebih besar.


"Ya ampun! Banyak sekali apa Kazen yang beli?" Tanya Alexa.


Bubu memberikan satu pada Alexa maksudnya memberikan makanan pada tamu. Alexa tertawa, Bubu senang melihatnya.


"Ini," kata Alexa namun Bubu enggan menerima. Dia tarik mangkoknya menjauhi Alexa.


Lalu menunjukkan sesuatu ke arah galon. Alexa mengikutinya dan menatap Bubu.


"Kamu haus ya. Hmm cangkirnya," kata Alexa berpikir. Mencari cangkir dalam lemari.


Alexa mengisinya dengan air dan memberikannya pada Bubu tapi ditolak juga. Alexa melihat tangan Bubu mendorong tangannya.


"Ya ampun! Jadi ini untuk aku? Makanan ini kamu bawa supaya aku yang makan?" Tanya Alexa dengan suara riang.


Bubu berlarian riang, dia mengira sudah bagus memberikan makan dan minum untuk tamu karena Kazen sedang tidur.


Alexa tertawa senang melihat usaha Bubu dan berterima kasih atas air dan makanannya. Mereka makan bersama sampai Kazen terkejut melihat Alexa.


"Kelinci kamu pintar," kata Alexa menceritakan semuanya.


"Dia mengancam kalau aku melukai majikannya," kata Alexa.


"Hei, tidak ada urusan dengan Rita kan. Tumben kamu kemari," kata Kazen menggendong Bubu.


"Kamu tidak perlu cemas aku hanya tertarik melihat peliharaannya. Cantik ya betina kan mau aku jodohkan?" Tanya Alexa.


"Masih kecil lah. Nanti saja," kata Kazen tidak mau.


"Aku boleh kan sayang sama kamu juga? Nanti aku kesini bawa kue enak!" Kata Alexa menatap Bubu.


Bubu terdiam dan menatap Alexa, tangan Alexa membelainya dan Bubu menjilat nya.


"Siapapun sayang sama kamu asalkan jangan perlihatkan pada Black. Kamu tahu dia bagaimana," kata Kazen serius.


Alexa mengerti. Penasaran?


Kembali ke sekolah Rita, wakepsek membagikan sekotak makanan ringan untuk para peserta dan penceramah.


Sambil menikmati makanan, mama Dudu juga melanjutkan ceramahnya. Selama lima menit mereka menikmati cemilan.


"Ma, kalau orang tersebut memiliki anak dan suami apa yang akan terjadi?" Tanya Asmi.


"Ini yang kasihan nya. Bagaikan penyakit jantung yang bisa menurun ke generasi selanjutnya, begitupun dengan istidraj.


Hidup anaknya akan jauh menderita karena harus merasakan efek istidraj yang ada pada orang tuanya.


Makanya yang tahu, harus mencari dalam-dalam penyebabnya. Bisa jadi dari keluarga orang tuanya yang pasti menurun.


Ibu atau ayahnya tidak memberikan bimbingan kebaikan yang layak, sehingga sang anak akan meneruskan contoh yang di perbuat oleh ibu atau ayahnya," kata mama Dudu.


"Kalau begitu orang tua harus cepat sadar dong?" Tanya Asmi.


"HARUS! Tapi... tidak bisa begitu saja sadar solusi lainnya adalah menjauhkannya dari sumber.


Karena istidraj itu pelakunya tidak bisa tertolong dan sulit mengubah keputusan Allah swt. Takdir bisa diubah dengan doa kecuali istidraj," kata mama Dudu.


"Tapi bisa menyadarkan orang tuanya?" Tanya Rita.


"Saya kurang pengalaman karena pengalaman saya pun tidak di gubris doa untuk mantan suami.


Mungkin bisa tapi itu hanya dihitung sedikit sekali, kebanyakan ya semuanya turun secara deras bahkan mengenai anak-anaknya," kata mama Dudu dengan sedih.


"Solusi lainnya bagaimana Ma?" Tanya Diana.


"Pisahkan anak dengan sumber istidraj nya. Kalau pelaku ini memiliki teman, mereka harus pisah dari dia. Biarkan dia terasing sendiri kalau tidak, temannya juga akan kena.


Bila sang ayah yang istidraj, anak dan istri harus dipisah darinya. Sama bila sang ibu yang istidraj maka suami dan anaknya yang harus pisah.


Ini kasusnya kalau salah satu dari mereka ya, kalau salah satunya ada yang baik harus pisah. kalau keduanya sama-sama istidraj, anaknya yang diambil," kata mama Dudu.


"Ikatan Istidraj akan terputus bila menjauhi sumbernya. Tidak akan ada efek apapun pada kita.


Istidraj ini mirip gurita yang tentakelnya akan memegang siapa saja yang mendekat.


Menurut saya bila kalian sudah menemukan dengan ciri tersebut, putuskan ikatan persahabatan kalian karena ujungnya akan menjadi beracun," kata Reiba.


"Tidak haram hukumnya bila kalian menutup pintu untuk orang seperti ini.


Teman kalian bukanlah saudara sedarah atau saudara kandung, sepupu juga bukan. Mereka hanya orang lain, teman sesungguhnya hanyalah Allah swt," kata mama Dudu.


"Teman yang toxic, senang merundung, wajib hukumnya dijauhi.


Mereka tidak akan kapok karena sumbernya adalah hati yang iri dengki dan banyak menggunakan cara kotor untuk membuat banyak orang membenci kita," kata Reiba kemudian makan cemilan.


"Contohnya apa?" Tanya staf.


"Dalam hubungan seseorang yang tiba-tiba secara instan di hadapan orang yang kita sukai, dia terlihat bidadari namun di baliknya iblis. Jauhi agar kita tetap waras," kata mama Dudu.


"Oke," jawab semuanya.


"Teman yang toxic plus kafir akan selalu tersenyum melihat hubungan kita dengan beberapa orang kandas, termasuk yang mengalami patah hati.


Berbeda dengan teman tulus, kita sedih dia sedih, kita senang dia bahagia bukan sebaliknya. Luar dalam bukan Topeng," kata Reiba.


"Ma, saya disebut haram oleh teman saya yang kafir dan toxic karena saya memutuskan menyudahi hubungan pertemanan. Benarkah?" Tanya Asna.


"Ingatlah bu ibu, kita semua boneka Allah swt, Yang membuat skenario, alur kisah dan jalan plot hanyalah Allah swt saja.


Jadi tidak benar bila kamu memutuskan nya dan dicap haram. Dia sok tahu, dia tidak paham mengenai hukum. Kita bebas ya bu memilih teman.


Tidak ada hukum haram apa wajib yang ada, bila menemukan orang yang tidak satu aliran, satu kenyamanan, tinggalkan.


Sudah kepalang tanggung jadi teman namun ternyata toxic, mengajak maksiat, bangga dengan perbuatan melenceng.


Wajib ditinggalkan orangnya. Anda tidak haram, karena apa? Kita berusaha agar terus waras," kata mama Dudu.


Semuanya setuju, termasuk Rita. Ya mana ada haram hukumnya. Yang anehnya dulu Ney sampai berkata bahwa Rita juga orang yang haram.


Setahu Rita soal ilmu agama pun Ney selalu menolak mempelajarinya. Beda sekali dengan Rita yang kuliahnya di tempat agamis.


Untunglah Rita tidak peduli apapun yang dikatakan oleh Ney sampai akhirnya sama sekali tidak menyangka bahwa Ney mengatainya dengan sangat buruk.


Ternyata orang Kafir tidak heran. Banggalah Rita dikatai Penyihir, ternyata Nabi Muhammad juga sama. Tandanya dia satu aliran dengan idolanya.


"Kita boleh sedih? Silakan tapi kembali lagi, itu semua terjadi karena ketetapan


Allah swt.


Seperti inilah cara Allah swt menyayangi kamu, semua orang dengan memutuskan tali persahabatan dengan seseorang yang tidak layak disebut Teman.


Itu bukan karena kamu tapi Allah swt yang sudah mengaturnya. Biarkan saja!" Kata mama Dudu.


"Oh, aku lega," kata Asna yang satu sependapat dengan Rita.


"Kalau banyak orang menyalahkan soal kamu putus hubungan, putus ikatan pertemanan ingat ada Allah swt.


Ingat, kehendak kita berpisah dan berteman dengan siapa, itu semua sudah ada jalurnya.


Ibu orang baik, Allah swt akan mengatur teman yang baik. Yang buruk akan dikumpulkan dengan yang buruk juga.


Bila Allah swt melihat teman kamu buruk, maka Dia akan membuat jalan agar kalian putus.


Tapi bila teman kalian baik, Allah swt akan memberikan gelar terbaik dan kalian akan menjadi sahabat selamanya," kata Reiba.


"Allahu akbar, alhamdulillah," ucap semuanya.


"Kita jangan takut hidup di dunia gantungkan harapan kita hanya pada Sang Khalik bukan Hologram lainnya," kata Mama Dudu.


Bersambung ...