
"Soal gadis itu, apa mbak benar-benar tidak masalah bila Kazen dengannya?" Tanya Alexa.
Ibu Kazen tahu akan ada banyak rintangan yang mengerikan bila Kazen memang serius mau dengan Rita.
"Aku mengerti kamu cemas Kazen menganggap Rita sebagai teman tapi mesra. Kita tahu sejarah Kazen dengan Starla bagaimana," kata ibu Darma.
"Aku kira dia sudah melupakan soal gadis itu. Karena usaha bisnis keluarga Luar, hubungannya dengan Starla banyak ujian berat," kata Alexa memandangi sepatu emasnya.
"Soal itu, apa kamu sudah tahu dimana keberadaan Starla? Aku sangat cemas saat tahu Kazen dengan Rita," kata ibu Kazen.
Tanpa disadari Minna tengah berdiri di belakang pintu mendengarkan percakapan ibu dan tantenya. Starla adalah perempuan mirip Rita tapi tidak berjilbab.
Anak manis dan lembut sangat mengerti keadaan Kazen tapi takdir mereka pun harus diuji dengan berat. Saat Kazen mendapatkan pekerjaan untuk membunuh orang tuanya.
Usut punya usut ternyata orang tuanya berencana meledakkan kantor Lurah dan rumah Pak RT, dengan bom buah.
Bom buah itu bukan isinya macam-macam sari buah-buahan yang kaya akan vitamin untuk menjaga imun badan.
Bom buah berwarna putih dan Kazen menyanggupinya. Demi cinta Starla pun rela kehilangan orang tuanya. Starla diasuh dan dirawat layaknya anak oleh orang tua Kazen.
Dia juga diajari untuk penyamaran tapi selalu gagal. Kazen sangat menyayanginya yang membuat Kazen sukai adalah, Starla bisa membidik senjata dengan bagus.
Kenapa ibunya Kazen cemas karena Starla terlalu posesif, Kazen pun sering dibuat hilang kesabaran saat Starla sering menghancurkan pekerjaannya.
Akhirnya keluarga berencana mengirimnya ke Papua untuk belajar berburu daripada mengganggu mereka.
Mereka mengirim Starla menggunakan kotak kayu besar, dimana Starla tengah tidur. Sayang di tengah perjalanan, Starla kabur.
Sampai tahun ini Kazen dengan Rita, kabarnya masih tidak diketahui. Alexandria serta keluarga lain pun tidak bisa mencari.
"Nihil Mbak. Kami sama sekali tidak menemukan jejak dia. Berhati-hatilah, dia nampak marah karena kalian mengirimnya dengan peti kayu," kata Alexandria.
Ibunya kazen memang mengirimkannya begitu karena Starla macam kuda liar kalau naik pesawat terbang selalu teriak-teriak macam orang kerasukan.
"Iya semoga dia sudah mati sajalah," kata ibu Darma menghembuskan nafas. Minna pergi tentu dia pun tahu soal Starla.
Minna sangat tidak menyukainya semenjak Starla tinggal di rumahnya, peralatan dandan dan segalanya hilang.
Starla mengambilnya dengan alasan Minna sekarang kakaknya jadi dia berhak menggunakan semua miliknya. Gadis manis dan lembut ternyata adalah topengnya.
Sejak itu Minna terbang ke Amsterdam dan tinggal bersama orang tua angkatnya dan tidak jauh, pekerjaannya adalah Mafia.
Alexa tersenyum, "Menurut mbak bagaimana dengan Rita?"
"Baik dan ramah, kali ini benar-benar gadis impianku. Tapi yah sayang dia sudah terikat dengan keluarga Alfarizki. Takdirnya pun akan semakin mengembang," kata ibu Kazen menatap tehnya.
"Sebenarnya hubungan Outside dan Inner Family sangatlah jauh. Bahkan sangat berpantulan bukan? Jadi kehadiran Rita sudah pasti peringatan untuk keluarga Luar," kata Alexa membuat ibu Kazen mengerut.
"Kalau bisa... hubungan Kazen dan Rita jangan sampai ke jenjang menikah. Mbak pasti ingat kan syarat bila salah satu keluarga keluar dari lingkaran?" Tanya Alexa dengan wajah yang sedih.
"Adik ipar bodoh tentu saja. Jangan cemas kami tidak akan mati semudah itu," kata ibu Kazen memeluk Alexa yang menangis.
"Aku tidak mampu lagi melihat keluarga utama menembak dirinya sendiri. Jangan sampai kamu juga Mbak," kata Alexa memeluk.
Bila Kazen ingin menikahi Rita dan keluar dari dunia Kegelapan, seluruh keluarga harus mati bunuh diri. Barulah Kazen bisa bebas, pahit sekali sejarah mereka yang masih memegang tradisi.
"Tenanglah Kazen menganggap Rita sebagai teman yang paling baik. Tidak ada cinta yang membara, Kazen pun lebih tahu," kata ibu Darma.
"Syukurlah. Aku sudah punya jodoh yang lain untuknya nanti, gadis ini tidak ada sangkut pautnya dengan dunia hitam kita," kata Alexa memberikan foto.
"Kalau saja Rita bertemu awal dengan Kazen pasti bisa kan," kata ibu Kazen menaruh foto seorang gadis berambut pendek bergelombang.
"Ya. Sayang sekali," kata Alexa kemudian mereka keluar ruangan. Alexandria duduk di kursi paling tinggi memandangi semuanya.
Rita dan Prita sampai dirumahnya tepat pukul dua belas malam. Ibu dan bapak masih terjaga, dan menyambut Bubu yang gembira.
Tidak lupa Prita membawakan beberapa tas dan Rita membawa kantong berisi banyak makanan. Ibu dan bapaknya mengeluarkannya dan sangat terkejut.
Bapaknya membuka pusing dan mengatakan sangat lezat! Ibu menggendong Bubu dan mengatakan rindu.
Bubu senang sekali dengan suasana di rumahnya, berbeda dengan Kazen yang agak dingin meski banyak lampu. Bubu meminta Rita membukakan snack dari keluarga Kazen.
"Kamu benar-benar dimanja yaaaa," kata Rita senang.
Keesokan harinya saat bekerja di sekolah, Diana dan Koma heboh melihat penampilan Rita dalam televisi Minggu kemarin.
Mereka turut senang dengan hubungan Rita. Rita meminta maaf tidak dapat mengajak mereka, tapi Diana dan Koma tidak masalah.
Bagian mereka nanti pasti datang saat Rita menikah. Lalu Komariah ke atas untuk mengurus pendaftaran murid di kelasnya.
"Eh, Diana. Ney suka teror aku dalam mimpi juga," kata Rita saat dua hari kemarin Ney datang.
"Hah!? Lewat mimpi? Mimpi itu bunga tidur Rita, jangan terlalu dianggap serius," kata Diana.
"Memang tapi ini beda. Latarnya hitam," kata Rita.
"Apa bedanya sih? Sama yang biasa?" Tanya Diana.
"Aku baca-baca kalau mimpi latarnya hitam itu bisa kejadian beda sama warna warni. Kalau hitam memang ada yang datang," kata Rita.
"Aku baru tahu terus kamu usir dia?" Tanya Diana sambil makan kacang.
"Aku langsung jambak dia sih sekalian aku teriakkin juga, 'Ngapain kamu datang-datang lagi hah!? Masih belum puas neror orang?
Belum puas membully aku? Mau apa kamu datang, jangan pikir sekarang aku akan bertingkah baik ya sama kamu. Dasar jin iprit!' Begitu," kata Rita.
Diana tertawa keras mendengarnya sampai tersedak kacang mete. "Lucu parah! Itu dalam mimpi ya bisa begitu apalagi nyata,"
"Hahaha pasti bangunnya langsung raba-raba kepala tuh," kata Rita.
Malam lalu memang Ney memeriksa kepalanya, dia merasakan sekali sakitnya kepala karena dijambak keras. Sejak itu juga Ney tidak pernah lagi muncul, karena bisa jadi kepalanya dibanting.
"Setelah kamu jambak, diapain lagi?" Tanya Diana.
"Aku tendang sih enak sekali dia datang seenaknya. Hiiii! Waktu itu juga datang ke mimpi pas aku ada reuni sama Mega lalu ikut-ikutan duduk," kata Rita marah.
Diana semakin tertawa. "Dalam mimpi saja kamu masih diganggu sama dia, Rita,"
"Nyatanya dia neror aku pakai nomor lain, dan selalu indosat IM3. Sejak lulus SMP ya pasti!" Kata Rita memperlihatkan enam nomor tersebut.
"Wah memang orang gila. Kamu yakin ini semua dia?" Tanya Diana.
"Ini buktinya. Semua nomor beda ini mengarah ke satu lokasi. Rumahnya dia, aku dapat dari Seren. Heran aku apa dia pelacak ya?" Tanya Rita.
Diana memperhatikan dan ada nama jalannya lengkap! "Wah, Seren seperti FBI ya,"
Komariah datang dan Diana menceritakan semuanya. Koma setuju Seren sepertinya seseorang yang memiliki keahlian.
"Iya dong Ri, aku juga sependapat. Kan sudah tahu orangnya tidak baik jangan dipegang," kata Koma.
"Tapi kan Kom, memang Rita sejak dulu juga sudah jarang main sama nih orang. Dia muncul kalau ada masalah plus kaget Rita sudah punya bestie," kata Diana.
"Kalau dia bisa lebih punya empati, teman semasa kuliahnya tuh bisa jadi Bestie," kata Rita.
"Menurut aku tidak semudah itu. Yang kamu ceritakan itu siapa sih? Arnila kan ya. Menurut aku dia juga bukan bestie nya," kata Diana.
"Yang salah itu si kuney, dia dengan jiwa seenaknya main masuk Lingkaran orang dan berpikir semua Circle itu ya sama saja. Apalagi kalau ditambah dengan kebiasaan adu domba. Wah," kata Koma.
"Iya sih apa menurut kalian dia berusaha masuk ke Lingkaran kita?" Tanya Rita.
"Memang makanya dia terus memburu kamu hahaha karena tidak ada lagi yang bisa menerima.
Dengan anggapan, "Rita itu baik, selalu mau menerima aku meski sering berbuat salah" ya salah. Orang kalau terus disakiti ya pasti ditinggalkan," kata Koma.
"Orangnya memang tidak kesadaran kan Rita, jadi sudahlah yang penting sekarang kamu sudah jauh. Meski dia masih ganggu sampai datang ke sekolah," kata Diana.
"Gelo banget tuh orang. Semakin beringas pasti setelah tahu kamu dengan Kazen," kata Koma.
"Dia memang datang juga ke kantor Kazen alasannya karena aku disana ada janji sama dia," kata Rita.
Diana Dan Komariah sangat kaget dan mulai koar-koar.
"Nah yang anehnya kan dia tidak ada kecocokan sama kamu nih. Tapi kok terus mendekati Rita ya?" Tanya Diana.
"Iya juga tuh. Kalau memang tidak suka ya sudah jangan datang, jangan dekati. Cukup jauh deh cari yang lain," kata Rita.
"Aneh tidak sih? Kalau aku sendiri ya ke Asma aku tidak mengejar dia supaya suka," kata Koma.
Semuanya tertawa.
"Karena dia pemaksa orangnya, semua orang harus menerima dia. Kurang kerjaan sih kata aku," kata Diana.
"Iya tapi untuk apa?" Tanya Rita.
"Pamer bahwa dirinya istimewa kan selama ini dia begitu.
Dulu dia bicaranya super tinggi lho waktu bilang ke aku, sebenarnya dia tidak ada kecocokan sama kamu karena kelas bawah.
Kan aku dari situ marah besar makanya aku tabok," kata Diana.
"Iya aneh makanya dia bilang begitu, kenapa masih kejar Rita? Artinya dia kesepian kan, tapi kalau ditemani malah buat luka," kata Koma.
"Kalian apa kabar dalam kelas?" Tanya Rita membawakan tugas harian.
"Melelahkan meski isinya ada lima belas," kata Koma.
"Ini tugas untuk minggu depan," kata Rita.
"Kelas satu SMP dia bagaimana tuh?" Tanya Diana menerima tugasnya.
"Tidak tahu kan dia masuk ke sekolah aku kelas dua. Ya sama saja kali, hanya dia lebih dekatnya sama anak laki-laki," kata Rita yang pernah memergokinya duduk mesra dengan beberapa anak.
"Dari SMP nya juga sudah nakal ya. Dari kelas lain?" Tanya Koma.
"Iya. Kelas aku tidak ada yang mau dekat-dekat dia, beberapa aku tahu adalah murid nakal," kata Rita.
"Pernah lihat dia melakukan sesuatu? Misalnya pas istirahat sekolah tidak sengaja," kata Diana.
"Ih, Diana apaan sih? Hayoo mikir apa," kata Rita.
"Ya hahaha biasanya perempuan kalau dari awalnya nakal, kesananya lebih-lebih. Pernah?" Tanya Diana.
Rita berpikir dan... "Waktu itu ada kegiatan praktek sholat dan bacaan sholat. Yang tidak ada tuh dia, aku disuruh cari sama guru.
Yang lain bicara 'kenapa setiap ada praktek sholat dia tidak pernah ada'. Iya sih nilainya di rapot kosong, sempat dengar dia dimarahin total sama orang tuanya.
Saat pencarian dia tuh, aku mencari ke titik tempat sempit. Dulu aku tidak sengaja lihat dia baru keluar dari situ.
Pas aku masuk, aku dengar suara *******. Tapi aku tidak mau mikir apapun, aku kesana sama beberapa anak," kata Rita.
Diana dan Komariah membelalakkan kedua matanya. "APA!?"
"Aku masih tidak tahu apakah itu memang si Ney atau bukan. Memang ada beberapa murid perempuan yang nakal juga sih.
Mikael narik aku terus bilang, 'Kita lapor saja itu Ney atau bukan. Ini kan sekolah," akhirnya kita diam-diam melaporkan," kata Rita.
"Terus? Siapa?" Tanya mereka berdua.
"Yang keluar empat murid laki-laki dan dua perempuan, ya salah satunya dia. Aku kaget lihatnya ya dari jauh karena mereka diseret sama guru BP," kata Rita.
"HIIIII!" Teriak mereka berdua sambil menutup mulutnya.
"Besoknya dia bagaimana?" Tanya Diana.
"Tidak sekolah. Aku tidak tahu hanya ada kabar kalau salah satu dari mereka muntah. Kalian tahu. Hamil tapi Ney tidak," kata Rita.
"Ihhh parah! Kok dia berani ya di sekolah gitu loh," kata Koma.
"Lingkungannya berarti sepertinya waktu di sekolah dulu atau rumahnya agak-agak jelek," kata Diana.
"Dia kembali sekolah seperti tidak ada kejadian apa-apa dan memang beberapa kali aku mendapati dia berkeringat.
Pelajaran olahraga kan hari Rabu tapi senin selasa ya keringat. Aku sempat nanya tapi dijawabnya judes sekali," kata Rita.
"Hyper sepertinya ya jadi dia melakukannya harus banyak orang. Kalau di perkaos tuh bangga begitu," kata Diana merinding disko.
"Tapi sekolah lho Na, SMP pula. Iya sih aku setuju kelihatannya dari lingkungan rumah dan teman-temannya waktu di Jakarta itu.
Tidak heran kalau kebiasaannya masih ada saat menikah," kata Koma membuat Rita terdiam.
"Kebiasaan apa, Kom?" Tanya Rita pura-pura.
"Ya itu kebiasaan berhubungan dengan banyak orang, Rita. Perempuan hypersex tidak cukup ber intim sama satu orang.
Yang seperti ini bahaya sih kalau tidak bisa menjaga diri. Dalam diri manusia itu kan memiliki batasan ya supaya tidak celaka.
Ada yang Hyper tapi cukup dengan suami tapi ada juga yang kurang makanya dia "Jajan" di luar," kata Komariah.
Rita hanya terdiam tidak terpikirkan olehnya gejala macam itu. Menurut Rita, memang Ney hobi ganti-ganti pasangan, hobi selingkuh juga dengan alasan karena apalah apalah.
"Tidak hanya laki-laki kok perempuan juga banyak tapi yah tergantung batasan dalam diri mereka sendiri. Kalau bisa dijaga hasratnya rumah tangganya ya biasa," kata Koma.
Bersambung ...