
"Iya juga ya. Tolong ya kamu beritahu Rita untuk lebih lembut sama aku. Aku tidak akan pernah mengecewakan dia sampai meninggalkannya.
Aku tidak akan membela orang yang tidak dia sukai. Tolong ya Bubuuuu," kata Kazen memohon menatap kedua mata Bubu yang lentik.
Bubu mengedipkan kedua matanya dan menggeliat, Kazen memeluknya dan Bubu menjilat hidung tuannya.
Aku usahakan ya karena Rita kan tidak mengerti bahasa binatang. Nanti aku marahi. Bubu menatap Kazen lalu memegang pipinya.
"Dia sayang kamu tuh, dia pasti mengerti apa kata kamu," kata ibunya menempelkan air minum.
"Mama beli apa sih? Kok disembunyikan?" Tanya Kazen yang ketahuan sebuah kantong besar.
"Eeeh itu," kata ibunya yang kalah cepat.
"Ya ampun!!!" Teriak Kazen membuat Bubu juga kaget. Telinganya tegah dengan mengangkat badannya.
"Mama beli semua makanan sehat untuk Bubu takutnya selama tiga hari dia tidak mau makan," kata ibunya Kazen membuka satu.
Bubu tersulut oleh aroma enak dan berlari ke ibunya kemudian meletakkan tangannya.
Bubu makan pertama langsung terbang seketika dan terus meminta lagi di tangan ibunya Kazen. Ibunya Kazen senang dan menggendongnya meninggalkan Kazen yang bengong.
"SEBANYAK INI!? MAMA RAMPOK TOKO!?" Tanya Kazen yang riweuh di ruangan.
"Mama beli online dongs. Lagi murah kalau beli 40 bungkus," kata mamanya senang dengan kehadiran Bubu.
Kapan lagi ada keluarga Hunter sangat senang binatang peliharaan. Biasanya dimana-mana anjing kan atau hewan buas. Lah ini binatang kecil lucu nan menggemaskan.
"Pokoknya aku minta! Ini bukan untuk kelinci juga. Ya Tuhaaan," kata Kazen pusing.
Ibunya Kazen hanya tertawa, kebiasaan mereka hidup di negara jauh dan rumah yang mentok. Dimana-mana tidak ada perumahan atau toko yah, harus beli satu RT.
"Jadi kamu tidak akan kelaparan," kata ibunya Kazen membelai Bubu yang duduk tenang di tangannya.
"Bubu tidur ma. Sini," kata Kazen sambil membawa beberapa bungkus.
Dengan hati-hati, ibunya memberikan Bubu pada anaknya dan merapikan bajunya kemudian mengikuti anaknya pergi.
Tempat tidur Bubu yang terlihat hangat dan menyenangkan seperti menenangkan bayi. Mereka berdua senang melihat Bubu yang tertidur pulas.
"Dia menunggu kamu terus selama bermain, terus menatap pintu. Rita ada pekerjaan lain?" Tanya ibunya menyelimuti dengan selimut bulu.
"Lagi ada ceramah di sekolahnya," kata Kazen kembali ke ruangannya.
"Ahhh iya dia kan muslim. Ah sulit juga ya kalau kita harus berbaur dengan mereka. Apalagi kamu sebagai kekasihnya, mama merasa salah menerima pekerjaan ini," kata ibunya menghela nafas.
"Apa boleh buat pekerjaan kita beraneka macam Ma. Setidaknya aku menganggap dia sebagai adik," kata Kazen terlihat sedih.
"Kamu ikhlas?" Tanya ibunya yang menyusul.
"Iya ma tenang saja aku tidak ada rencana menyakitinya," kata Kazen.
"Anak itu ada gangguan lagi ke kamu?" Tanya ibunya duduk.
"Hmmm tidak ada. Sepi-sepi saja, aku juga heran tumben. Setelah datang kemari sekali aku kira dia akan berusaha lagi," kata Kazen.
Mereka berdua sama-sama berpikir. Hari itu memang damai sekali, tidak ada gangguan apapun dari Ney. Ya setelah Ney giliran dapat banyak teror.
"Nanti kalau Bubu bangun, kita jalan- jalan ya," kata ibunya berjalan ke luar.
"Papa dan Minna nanti akan kesini. Semoga mereka tidak bawa kudapan juga. Mama seperti mau jualan," kata Kazen.
"Hahahahaha," kata ibunya kemudian pergi.
Bubu juga dengar pembicaraan mereka satu telinga melebar, dan tenang ternyata mereka semua tidak akan melukai Rita.
Pindah yu ke tempat Rita yang masih mendengarkan ceramah.
"Istidraj itu sendiri sebuah ujian merujuk pada kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt. Jangan ada yang iri ya hati-hati.
Bila ibu-ibu disini semuanya melihat ada irang dengan ciri an jarang sholat semasa hidup namun kayaaaa, hidupnya penuh emas, berlian dan uang.
Semua permintaan terkabul dengan omongan sangat angkuh dan tinggi. Itu sengaja dibuat oleh Allah swt untuk apa?" Tanya Mama Dudu.
"Diangkat ratingnya," jawab Diana.
"Iya. Diangkaaaaaat naiiiikkk ke puncak lebih dari kita, dia akan merasa sangaaat disayangi padahal musibah.
Orangnya, akan sangat sombong dengan mengucapkan, 'Permintaan aku selalu cepat dikabulkan. Hanya sholat tahajud saja itu tanda aku disayang.' Hati-hati!
Jangan iri, justru kita harus banyak istigfar. Sebut nama-nama Allah swt kenapa?
Sholat tahajud adalah sunnah, yang wajib yang bisa mempermanenkan permintaan hanyalah sholat?" Tanya Mama Dudu.
"WAAAJIIIB," jawab semuanya.
"Memang sholat tahajud juga baik tapiiiii untuk membuat pondasi keinginan kita permanen, itu membutuhkan sholat yang wajib.
sholat wajib lebih PERMANEN daripada sunnah. Sunnah seperti sampingan, yang bisa menambahkan pahala. Pahala paling banyak adanya di solat wajib," kata Mama Dudu.
Semuanya setuju karena disebutkan juga dalam Al Qur'an bahwa sholat lima waktu yang wajib dijalankan, sisanya ya tambahan. Baik bila dikerjakan, tidak juga tidak mengurangi pahala.
"Mereka senang tanpa ada pemikiran bahwa semua yang terkabul adalah ujian paling berat yang Allah swt beri.
Saya saja kalau ada orang yang memberikan kue bolu satu adonan, sok curiga. Pasti ada maksud, apalagi yang kasihnya orang pelit," kata Mama Dudu.
Semuanya tertawa.
"Ada bakwan dibalik penggorengan. Ada apa nih? Ya kan, kalian juga pasti heran.
Jangan-jangan adonannya dikasih gula bukan garam, atau jangan-jangan ya banyaklah anehnya.
Ini juga sama. Kita normalnya berdoa meminta sesuatu pasti membutuhkan waktu. Tidak langsung instan jebret jebret, kalau seperti itu semua manusia kena musibah," kata mama Dudu.
"Iya lah kalau dikabulkan instan, kiamat sudah," kata Rita.
"Itulah yang normal, kalau kalian ada dikata-katai berdoa tapi lama dikabulkan. Pertama, cek dulu doa kita memaksa tidak?
Masuk ke dalam persyaratan Allah swt tidak? Lihat kondisi kita apakah sudah sesuai. Sholatnya, sedekah, ucapan, perilaku," kata Mama Dudu kemudian berjalan untuk minum.
Mereka semua saling mengobrol satu sama lainnya, ya jangan iri itu kuncinya. Legowo dan biasa saja, positif saja.
"Itulah rasa kasih sayang Allah swt kepada kita, Dia ingin kita lebih banyak memintaaaa sampai menangis. Dengan hati bersih.
Allah swt akan mengumpulkan doa-doa kita, dan menyuruh malaikat membayar doa kita. Banyak penolong, banyak malaikat yang ada di Bumi.
Ada yang jatuh, banyak yang menolong. Malaikat itu senangnya pada orang yang baik hatinya. Sekecil apapun.
Jadi yuk kita rajin meminta banyaaaak berdoa, banyaaaak memuji Beliau. Sampai Allah swt melihat kesungguhan kita, keseriusan kita membutuhkan pertolongannya," kata Mama Dudu dengan semangat.
"Termasuk dipanggilnya kami juga tidak ada yang dibatalkan. Itu masuk rejeki," kata anak mama Dudu dengan serius.
"Ya betul Neng. Alhamdulillah. Sok lanjut sama anak saya," kata mama Dudu mempersilahkan.
"Akan saya lanjutkan. Hal ini Allah swt lakukan sebagai ujian untuk seseorang yang durhaka kepadaNya. Kenapa bisa? Apa masalah dia dengan Allah swt?
Karena saat doanya terkabul, orang tersebut jarang mensyukuri dan jarang berterima kasih.
Allah swt tidak menyukai hamba yang jarang ucapkan terima masih kepadaNya.
"Orang-orang yang lupa, semua permintaan terkabul yang dikatakan atas usahanya bukan dari Allah swt. Itu adalah bukti dari orang yang sombong, durhaka.
Lupa bahwa dirinya bisa hidup pun, diberi nyawa itu semua berkaaaaaat?" Tanya Mama Dudu.
"ALLAAAH SWT," jawab semuanya.
"Serasa dirinya hidup karena usaha sendiri. Pembuahan mirip Amoeba! Membelah sendiri? Amoeba pun ada karena Allah swt yang menciptakan.
Orang seperti akan selalu disesatkan. Selalu merasa kurang pada pemberian Allah swt padahal sudah diberikan sesuai dengan porsinya," kata Mama Dudu.
"Bila ada yang ingin bertanya, silakan," kata Reiba mulai menyiapkan pulpen dan buku.
Bu Kiara mengangkat tangannya. "Assalamualaikum, nama saya Kiara. Saya mau bertanya bagaimana akibatnya bila kita tidak pernah bersyukur pada kenikmatan Allah? Terima kasih,"
Mama Dudu garuk-garuk kepala. "Kan saya sudah menjelaskan tadiiii,"
"Ya jelasin dengan yang lain atuh Ma," kata Bu Dian.
"Haduuuh inilah ujian saya bila menjadi penceramah. Baiklah!" Kata mama Dudu yang disoraki dengan tawa keras.
"Yah," kata Reiba menggelengkan kepala.
"Dalam Al Qur'an surat Ibrahim ayat 7 dijelaskan: Balasan bagi orang yang tidak mau bersyukur adalah azab yang sangat pedih dari Allah swt.
Tidak bersyukur disebut kufur nikmat. Mereka adalah yang jarang berterima kasih pada Allah.
Banyak contohnya, bisa bernafas bersyukur, bisa makan enak bersyukur, bisa sholat tepat bersyukur.
Lama kelamaan dia akan mengalami Istidraj dan sifatnya menjadi super duper angkuh!
Memandang remeh kita, menghina, menjelekkan ketidak mampuan, sampai membully seseorang yang menurutnya tidak pantas mendapatkan bahagia," kata mama Dudu.
"Bila kita enggan bersyukur maka jangan pernah mengeluh bila Allah swt memberikan peringatan atau teguran.
Sesuai perilaku kita maka Allah swt oun akan sesuka hati memberikan banyak cobaan.
Kita tidak sadar, tidak peka dengan teguran tersebut saat itukah kenikmatan yang kita miliki akan Allah cabut begitu saja. Nauzubillah," kata Reiba.
"Maksudnya?" Tanya para staf.
"Rasa angkuh terhadap sesuatu Allah berikan dan Allah tutup hatinya. Itulah yang menyebabkannya jarang berterima kasih dan merasa paling hebat!
Karena setiap doa dikabulkan. Cerobohnya? Dia tidak sadar bahwa yang didapatkannya adalah musibah.
Rasa sombongnya akan terus ditinggikan apapun yang dia inginkan akan terus menggunung, dikabulkan," kata mama Dudu.
"Namun orang tersebut tidak tahu bahwa saat waktunya Jatuh, tidak akan ada cara lain selain menerima sampai level nol.
Tidak ada lagi orang yang akan menolongnya karena kesombongan yang dia miliki.
Untuk itulah kita harus sebaik mungkin sedikitnya berterima kasih. Yang paling berbahaya tidak pernah ibadah namun kekayaan semakin banyak," kata Reiba.
"Apa sih Istidraj teh? Kok sepertinya hal yang biasa yang pernah didengar. Ada yang tahu?" Tanya mama Dudu.
Mereka mengangkat bahu.
"Menurut kamus besar Bahasa Indonesia istidraj adalah..." kata Mama Dudu.
"Ma, kok cari dari kamus sih? Gugel juga?" Tanya Asna keheranan.
"Kan biar banyak artinya kalau dari gugel lengkap semua," kata mama Dudu.
Beberapa orang dan guri tertawa mendengarnya.
"Maksud Bu Asna lebih baik menurut mama Dudu saja pengertian istidraj itu apa," kata Komariah.
Para staf tertawa termasuk orang-orang yang mendengarkan di warung atau toko.
"Sudah ah kalau kalian berkomentar terus nanti lama kita pulangnya. Makan siang juga akan terlewati," kata mama Dudu membuat semuanya bersorak.
"Sudah disiapkan kok Ma makan siangnya. Kalem," kata Bu Kepsek sambil tertawa.
"Alhamdulillah," ucap mama Dudu mengangkat kedua tangannya.
"Dalam artian kamu besar dikatakan sebagai hal atau keadaan luar biasa yang diberikan Allah swt kepada orang kafir.
Sebagai ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kepada TuhanNya," kata Mama Dudu.
"Ohh jadi itu untuk orang kafir? Aku tidak tahu," kata salah satu petugas kebersihan.
"Awalnya tapi jaman berubah kan malah menjurus ke banyak orang lagi. Yang mengaku muslim tapi sama sekali tidak pernah solat, Islam ktp begitu," jelas Asmi.
"Artian dan yang kenanya jadi meluas," kata Diana. Mereka mengangguk mengerti.
"Intinya jarang sholat, kekayaan meningkat. Bisa juga kan hasil dari jaga lilin?" Tanya Koma.
Mereka tertawa.
"Kafir adalah istilah yang merujuk kepada orang-orang yang tidak percaya pada perkataan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul penutup," kata Reiba yang juga membaca dari Gugel. Haduh.
"Kalian pasti penasaran kan soal Kafir ini. Nah yuk, dengarkan apa yang mama katakan supaya paham.
Kafir sendiri dibagi menjadi dua yaitu Ahlul Kitab dan Musyrik. Musyrik ini yang paling sering kita dengar," kata mama Dudu.
"Ahlul Kitab adalah para penganut agama Abrahamik ( Samawi ) yang tidak percaya pada kenabian Muhammad.
Musyrik adalah tiap orang yang menyembah Tuhan selain Allah.
Contohnya lebih mempercayai Jin, mengandalkan kekuatan dan pengetahuannya dan menyembah mereka sebagai juru penyelamat dan makhluk yang lebih bisa mengabulkan keinginan. Nauzubillah," kata Reiba.
"Sudah banyak dikalangan kita yang memilih makhluk hologram sebagai pengabul permintaan.
Berkata berdoa kepada Allah swt lama dikabulkannya dan memilih jalan lain. Sampai akhirnya iman dan takwanya menguap dan hilang.
Ada yang mau bertanya sebelum dilanjutkan?" Tanya Mama Dudu.
Rita mencoba angkat tangan. Diana dan Komariah berpandangan, mau tanya apa ya?
"Assalamualaikum, nama saya Rita staf sekolah ini. Mau tanya bagaimana ciri-ciri orang kafir? Dan bagaimana efeknya bagi diri dia sendiri. Terima kasih," kata Rita menaruh mike nya.
Kazen tentu saja mendengarkan hal itu dan tahu ke mana arah maksudnya.
"Saya lupa memberi salam untuk ibu-ibu yang tadi bertanya. Walaikumsalam. Ciri-ciri orang kafir:
Pertama, menolak syariat Islam enggan melaksanakan perintah Allah swt meski dia sudah tahu hal ini, namun mengingkari.
Kedua, menyembah selain Allah swt kalian bisa melihat yang bawa Qur'an terjemahan dari surat Al Mukminuun ayat 117.
Ayo baca bersama-sama," kata Mama Dudu membuka Qur'annya.
"Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada beruntung,"
"Nauzubillahimindalik. Ancamannya sudah pasti masuk neraka. Kalau ingin langsung masuk, inilah tiketnya. Istidraj. Jadi jangan bangga kalau minta apapun, langsung detik itu dikabulkan," kata Reiba.
Semuanya yang mendengar merinding dan dalam hati bersyukur semua keinginan memang dikabulkan dalam beberapa waktu.
Bersambung ...