MEET & ANSWER

MEET & ANSWER
156



"Kenal baik yaaa Kazen agak ada iri pada Alfarizki sebenarnya. Mungkin karena meski kondisi fisiknya tidak seperti Kazen masih bisa bertemu dengan perempuan baik," kata ibunya Kazen memandangi jemarinya.


Rita memiringkan kepalanya, mendengar soal perempuan baik. Apakah Kazen sama sekali tidak mendapatkan hal tersebut?


"Anak itu selalu menganggap Alfarizki adalah saingan terberatnya tapi mereka sebenarnya memiliki hubungan yang baik," kata ibunya.


"Akrab?" Tanya Rita.


"Hmmmm pokoknya sudah kenal lebih jauh. Kamu pernah ada hubungan dengan Alfarizki ya?" Tanya ibu Kazen.


Haaa kalau Kazen memang ada hubungan dengan Alex, Rita jadi tidak enak bisa-bisa malah di cap perempuan matre.


"Tahun lalu tapi hubungan yang buruk. Dia terlalu mempercayai orang yang salah, yang baru dia kenal," kata Rita.


"Memang begitu kok Rita, jadi kamu jangan merasa tidak enak hati. Semua perempuan yang pernah punya hubungan berakhir karena Alfarizki sendiri yang buat keonaran," jelas ibu Kazen.


Rita bengong. "Apa karena masalah sakitnya?"


"Bisa itu sebagian, sebagiannya karena keluarga juga. Banyak tuntutan padahal kalau dia memang ingin sesuatu bisa dipertahankan.


Sikapnya juga memang plin plan berkali-kali Kazen memberikan nasehat tapi yah hasilnya berakhir," kata ibu Kazen menggelengkan kepala.


Banyak sih yang ingin Rita tanyakan pada ibunya Kazen soal kepribadian lainnya, tapi Rita berpikir selama ini Kazen tidak pernah mengatakan apapun mengenai sikapnya.


Ibu Kazen memandangi Rita dengan tatapan berbeda mirip dengan Kazen. Apakah ibunya sebenarnya tidak merestui hubungan mereka?


Tidak juga justru senang tapi ada sesuatu yang keluarga mereka sembunyikan dengan rapi. Hanya saat ini mereka tidak ingin terbebani oleh sesuatu.


"Iya juga sih Alex pernah cerita sedikit," kata Rita.


"Keinginannya banyak tapi terhalang oleh pekerjaannya. Kamu tidak ada kontak lagi dengan dia?" Tanya ibu Kazen membuat fla.


"Saya tidak mau lagi, sudah cukup. Banyak kenangan buruk daripada yang menyenangkan. Kurang bahagia sama sia apalagi kata-katanya sering menyakitkan," kata Rita murung.


"Iya memang begitu mulutnya sebenarnya kalau kata saya, dia kesal didatangi perempuan baik-baik tapi dirinya tidak baik-baik. Tapi ada bagusnya juga kan," kata ibunya Kazen tersenyum.


"Apanya?" Tanya Rita membantu membawakan piring kecil.


"Kamu bisa bertahan dengan anak tante hehehe," kata ibu Kazen.


Rita tertawa iya juga dia teringat saat Kazen mendekatinya sudah disambut dengan wajah masam dan garang. Tidak begitu baik juga kenangannya apalagi saat kerja.


Sama persis dengan Alex yang selalu chat dengan kata-kata amburadul, dan Rita hanya diamkan selama seminggu. Kazen chat dengan menyesal dikira Rita mencari yang lain.


Mereka tidak pernah berkomunikasi lewat telepon atau video selalu bertemu. Kalau Kazen saking menyebalkan nya, Rita akan lempari dia buku atau memukulnya dengan tas.


Setelah itu Kazen akan membeli makanan dan membuat Rita baikan dengannya. Ya banyak kejadian lucu juga, Rita baru tahu kalau Kazen sangat galak.


"Yang sabar ya Alex dan Kazen itu mirip kamu pasti sempat berpikir kalau mereka adik kakak kan?" Tanya ibu Kazen.


"Hahaha iya jadinya aku agak was-was jangan-jangan kakak atau adik. Dia kan banyak hal yang disembunyikan. Badannya juga," kata Rita membuat ibu Kazen menghentikan gerakannya.


Raut wajahnya berubah, banyak perempuan dan wanita yang mengagumi badan mereka. Apakah Rita juga?


"Badan mereka kenapa?" Tanya ibu Kazen membelakangi Rita yang masih tertawa. Tangan kanannya bergetarrrrr..


"Mirip beruang," kata Rita.


Ibu Kazen terdiam kemudian.. "HAHAHAHA!!!"


Ternyata tidak sesuai dugaan ibunya.


"Maaf tante, saya menyamakan dia dengan beruang," kata Rita agak kaget juga.


"Iya kamu benar mirip hewan itu semua mantan dia juga sempat bilang begitu. Kalau makan memang rakus," kata ibu Kazen yang benar-benar tertawa mendengarnya.


"Ma! Mama kenapa sih ketawanya sampai terdengar ke luar," kata Kazen mengomel.


"Hahaha aduuh Rita bilang badan kamu mirip beruang. Makanya diet," kata ibunya masih tertawa membawakan puding.


Kazen menatap Rita yang mengacungkan dua jarinya. "Peace,"


Mereka bercanda sambil memakan puding keju buatan ibu Kazen. Malam semakin larut, Prita membawa bubu yang kelelahan dan tidur.


"Kita mau pulang jam berapa? Mumpung bubu tidur nih," kata Prita.


"Oh iya, maaf tante kami harus pulang," kata Rita berdiri membuat Kazen manyun.


"Iya ya sudah larut begini mana cukup jauh kan. Kamu tidak apa menyetir? Biar Kazen ikut," kata ibu Kazen ke Prita.


"Kalau ikut, nanti Kazen pulang pakai apa?" Tanya Minna mengingatkan.


Ibunya menepuk keningnya. "Benar juga. Ini sekalian bawa untuk di rumah ya, tante sengaja buat untuk keluarga kamu,"


Ibu Kazen memberikan sekantung besar tas piknik yang membuat Rita dan Prita bengong. Cengo banget!


"Ini kebanyakan tante. Tidak disisakan buat Kak Kazen?" Tanya Prita.


"Dia mah gampang. Sudah bawa saja, hati-hati di jalannya," kata ibu Kazen.


Bubu diletakkan di tempat tidurnya, dia mendengkur dengan nyenyak.


"Dua hari nanti biarkan Bubu menginap di sini ya," kata ibu Kazen merasa sedih.


"Iya tante nanti aku antar Bubu ke kantornya Kazen," kata Rita pamit lalu menciumi tangan kedua orang tua dan Minna.


"Hati-hati," kata Ayah Kazen.


Mobil melaju pergi dan raut mereka sekeluarga berubah drastis. Para pelayan keluar dan meletakkan sesuatu. Rumah tiba-tiba berubah wujud seperti di sihir.


Sambil berjalan ibu Kazen bertanya pada Kazen dengan sorot serius.


"Rita cerita bahwa dia dengan Alfarizki pernah ada hubungan?" Tanya ibunya.


Kazen berubah dengan sorot mata yang pernah terlihat oleh Rita. Sorot itu adalah sepasang mata pemburu, jadi siapakah sebenarnya Kazen? Dan kenapa hubungan dengan Alex agak renggang?


"Ya tapi berakhir tidak baik. Mama tidak mengatakan sesuatu mengenai keluarga kita kan?" Tanya Kazen sikapnya berubah dingin.


"Hampir Rita ingin tahu hubunganmu dengan Alex mengapa bisa renggang. Haiiih akting ini melelahkan ya tapi mama senang," kata ibunya.


"Dia juga sepertinya kurang komunikasi dengan keluarganya," kata ayah Kazen melepaskan dasi dan kemeja.


Pelayan membawakan baju ganti kemeja hitam. Ayahnya melepaskan kacamata non minus dan melepaskan kontak lens.


"Tapi dia kuat Pa apalagi setelah mengalami pengkhianatan terbesar dalam hidupnya. Mirip kita," kata Kazen membuka bir dan meminumnya.


Mereka semua memakai kemeja yang sama dengan logo XA, dan duduk dengan lebih bergaya.


"Kamu ceritakan detailnya kita harus tahu segala mengenai Rita," kata ayahnya.


Terlihat seperti keluarga mata-mata berpakaian hitam-hitam, Ayah Kazen memutar suatu alat tapi bukan penyadap.


Kazen menceritakan segalanya dengan memperlihatkan sebuah bukti jejak digital. Ayahnya tersenyum mencurigakan, dia mengangguk.


"Kemarin dia datang ke tempat kerja aku juga tuh mama yang urus.


Alasannya dia ada janji dengan Rita tapi sebelumnya aku sudah buat janji dengan Rita.


Seperti biasa," kata Kazen meminum habis bir dan meremukkannya menjadi bola.


"Hei apa kamu memperlihatkan wujud mu pada Rita? Jangan sampai dia tahu kalau kamu meminum ini," kata Minna.


"Hahaha tenaaang aku sudah menjalankan peranku dengan baik, Kak. Aku juga bukan seorang muslim, mereka yang sudah mengenal kita tidak akan bisa berkata apapun," kata Kazen mengusap wajahnya.


"Memang sarap itu orang ya tidak punya rasa malu sama sekali. Jadi mau bagaimana? Kita tembak saja?" Tanya Minna yang menyiapkan pistol kecil di balik kaos kakinya.


Ternyata ohhhh ternyataaa... Kazen dan keluarga memiliki usaha bisnis Kegelapan. Mereka bisa menjadi siapapun dengan teknik penyamaran yang Perfecto!


Mafia bisa, yakuza bisa, mata-mata apalagi. Rita sama sekali tidak curiga karena akting mereka sangatlah alami. Dan apa yang Alex peringatkan soal Kazen ya memang terbukti nyata. Dia tahu siapa Kazen.


"Jangan, Kak. Ini masih belum seberapa nanti kalau dia bermainnya mulai keterlaluan, kita bisa ambil tindakan tanpa seorang pun tahu," kata Kazen menempelkan telunjuk di bibirnya.


Jiahh mengerikan usahanya yang bisa melibas orang tanpa jejak, itulah keahlian mereka. Salah seorang anggota keluarga Alfarizki membayar mereka untuk mengawasi Rita dan sekitar.


"Rita anak yang baik kok. Tenang saja, pemikirannya di luar nalar kita semua," kata Ayahnya dan mereka tertawa.


"Lalu mama apakan orang itu? Usir kan," kata Minna meletakkan pistol kebanggaannya tersebut.


"Mama ajak dia masuk ke kantor untuk melihat seperti apa perbedaan dia dengan kita.


Mama baca isi pikirannya memang dia hendak memanfaatkan kita sebagai koneksinya.


Dan menghancurkan Alfarizki. Mama ingin tahu seperti apa kepribadiannya," kata ibu Kazen.


Ibu Kazen mulai bercerita membuat mereka semua sangat terkezut mengetahui kenyataannya. Ibunya pun meminum minuman alkohol.


"Apa yang dia ceritakan itu berbeda dengan dirinya cerita ke Rita?


Sepertinya sudah jadi kebiasaan dia juga membuat semua orang kagum padahal kenyataannya tidak ada," kata Minna.


"Itu sudah biasa kita lihat bukan, dia ingin mengangkat dirinya sendiri, dia akan lakukan apapun meski orang yang ada di depannya terluka," kata ayah.


"Soal perhiasan mama memang menguji kan? Kak Minna, bros mu ditolak," kata Kazen.


Minna sudah menerima bros itu dia tersenyum. Rita memang bukanlah sasaran mereka sekeluarga, bahkan mungkin Kazen sebenarnya memang jatuh hati.


"Ingat Kazen, Rita masih milik Alfarizki," kata ibunya membuat Kazen senyum.


"Dari awal aku menganggapnya sebagai teman. Bertemu dia sesuai dengan pesan seseorang, cinta dan kasih sayangku hanyalah sebatas itu," kata Kazen mengaku.


Minna menghela nafas, sulit baginya untuk memiliki perempuan. Minna tahu adiknya seperti apa dan Rita pasti merasakannya juga.


"Healer," kata Ayahnya menepuk bahu Kazen.


Kazen tersenyum.


"Rita memang tidak suka perhiasan mencolok. Ini berlian asli lho tapi kedua matanya memang mengungkapkan dia tidak suka," kata ibunya mengambil es batu.


"Nanti deh aku buatkan cincin saja atau yah bros yang lebih sederhana kan. Mudah untukku," kata Minna memasukkan bros berlian itu ke tasnya.


"Apa orang itu melihat perhiasan yang Rita bawa?" Tanya ayahnya.


"Yes. Dan sangat terkejut," kata Kazen.


"Dia harus tahu kalau semua orang itu berharga dan pantas bahagia. Dengan dia melihat Rita memiliki bros mewah, seharusnya sadar kalau semua orang itu istimewa," kata ayahnya.


Keluarga Darma memang selalu diandalkan untuk urusan dunia Kegelapan. Dalam kamar Kazen sebenarnya pun banyak dengan persenjataan.


Hal ini tidak sengaja diketahui oleh Bubu makanya dia agak was-was juga pada kebaikan Kazen. Tapi memang Kazen sangat baik meski sebagai penembak paling handal.


Saat Kazen pergi ke kamar mandi, Bubu tidak sengaja menggaruk lemari, dia penasaran oleh bau bubuk mesiu.


Lemari terbuka dan dia terkejut dengan isinya. Bermacam-macam senjata dari kecil sampai besar ada termasuk granat.


Telinganya naik saat mendengar suara kran ditutup. Dengan cepat Bubu melompat dan menendang lemari tersebut sampai tertutup.


Saat Kazen membuka pintu saat itulah Bubu tegang, keempat kakinya tidak mampu bergerak melihat Kazen menatapnya.


Kazen bingung suara apa tadi dan melarang bubu menendang pintu lemari itu. Kazen tidak ingin melihat Bubu terluka, Bubu menyandarkan kepalanya di kaki Kazen.


Bubu hanya ingin Kazen tidak menyakiti Rita, tentu dia sangat senang menatap Prita dan Rita dan ingin pulang bersama. Bubu juga sayang pada Kazen yang memang menyukai kelinci.


Kazen tidur dengan Bubu selintas Bubu melihat Kazen menangis. Dan Bubu menenangkannya dengan menempelkan pipinya ka wajah Kazen.


Ini bukan jalan yang Kazen sendiri pun mau. Bubu mengerti perasaan itu dan sangat menyukai Kazen.


"Orang itu sangat kaget dan tidak melepaskan pandangan pada bros nya," kata Kazen tertawa.


"Lebih mengejutkan lagi saat Rita kembalikan bukan? Mama, Lianda dan pelayan lain mengintip dari balik pintu," kata ibu Kazen.


"Ya ampun, Ma," kata ayah dan Kazen.


"Kepanasan," kata Minna meminum segelas wine sampai habis.


"Waktu itu mama kesal sekali mau mengabadikan foto kamu dan Rita ehhh mendengar ada pengganggu rusuh di depan.


Setelah mama telusuri si anak itu ingin mama jadi penengah dan membela dia di depan Rita," kata ibu Kazen kesal.


"Kelihatan ya dia mencari orang dengan kedudukan paling tinggi dan memanfaatkannya. Mengatakan hal-hal yang baik dan bagus sebenarnya terbalik," kata Minna.


"Rita terlalu berbelas kasihan pada orang yang tidak pantas dan tidak punya empati. Yah sayangnya itu yang jadi senjata untuk orang-orang macam Ney," kata ayahnya.


"Rita tidak peka masalahnya dia butuh orang yang bisa merontokkan hal macam itu di belakang," kata Minna.


"Apa Rita curiga saat mama masak banyak makanan?" Tanya Kazen.


"Iya dia bilang apa ada tamu selain dia dan adiknya. Ya mama beralasan saja kalau kamu banyak makan dan kamu mirip beruang HAHAHAHA!!" Tawa ibunya meledak.


Alexandria dan keluarganya datang setelah mendengar suara gelak tawa keras ibu Kazen.


Meski mereka semua keluarga Kegelapan tapi memang seru, penuh canda kalau tidak bekerja.


"Mama Darma memang koki terhebat kan," kata Alexa muncul.


"Alexa!! Aduh, kamu kemana saja? Terus bersembunyi ya," kata ibu Kazen.


"Kalau aku keluar kan bahaya," kata Alexa kemudian duduk. Dan mereka semua berbincang soal akting dan rumah.


Rumah Darma kembali hiruk pikuk dengan didatangi oleh lima belas Outside Family, mereka juga menonton acara itu. Dengan misi pengawasan tentunya.


Sementara itu Alexa mengajak Mama Darma ke sebuah ruangan, jauh dari keluarga lainnya.


Bersambung ...