
Minum pun suaminya ambil sendiri tidak seperti yang dilakukan oleh ibu ke Ayahnya. Kue tidak disentuh menyisakan 1 sendok penuh.
Anak-anaknya di luar merasa suasana dapur agak kelam.
"Jangan-jangan Bunda makan lagi bagian Ayah," kata Arda.
"Itu sudah pasti," kata Ray.
Sambil makan, Robi mencecar istrinya sampai Rin menangis.
"Huh! untuk apa kamu menangis segala, sudahlah tidak cocok kamu menangis begitu. Sekalinya pikirkan soal aku juga," kata Robi menyudahi.
Rita juga tahu pasti bertengkar sudah menjadi kebiasaan kalau suaminya datang. Menurutnya mereka akan pulang, langsung keluar membawa 1 piring cake.
"Kak, ini bagian punya kak Robi," kata Rita muncul.
"Wah! Kamu sendiri ada?" Tanya Robi menerimanya sambil menatap senang.
"Ada," jawab Rita senyum.
Rin sebal benar saja kalau kue milik Rita masih banyak. "Justru bagian Rita yang lebih besar daripada kita semua. Tidak adil kan? Seharusnya Alex memberikan cake ini buat aku dong. Aku kan kakak dia," lapor Rin.
Sudah! Masih saja begitu. Tidak ada adab sekali kamu sebagai kakaknya. Terima kasih ya Rita. Ayo pulang awas ya kalau kamu sampai makan bagian ku lagi," kata Robi membuka pintu mobilnya.
"Hei, kalian! Nih buat cemilan," kata Prita berlari dan memberikan Chunky Bar.
Mereka bertiga berteriak kegirangan dan mengucapkan terima kasih. Mereka mengeluarkan mobil dan melambaikan tangan kecuali Rin yang masih cemberut.
"Aman," kata Rita kemudian berlari ke kamar dan membuka kulkasnya.
"Cieee yang dikasih perlambang cinta," goda Prita melihat kuenya masih banyak.
"Hahaha kata dia ini cake permintaan maaf," kata Rita.
"Wow! Karena tidak jadi terbang ke sini?" Tanya Prita.
"Iya katanya dia ketiduran karena lelah olahraga," kata Rita menyimpan di kulkas.
"Olahraga? Untuk apa? Bukannya jantung dia lemah ya?" Tanya Prita karena tahu kondisi Alex seperti apa dari kisah Rita.
Rita tidak ceritakan soal kondisi Alex ke ibu dan Rin, bisa-bisa jadi bahan ejek kan dan menghasut ibunya agar Rita putus dengan Alex.
Perilaku kakaknya itu sangat mirip dengan Ney yang selalu menjelekkan Alex setelah tahu jantungnya seperti kaca. Ney sering sekali berkata bahwa dia berharap Alex mati saja daripada hidup seperti Zombie.
Tapi sayangnya, doa itu tidak pernah terkabulkan karena kondisi Alex selalu baik-baik saja.
"Entahlah aku juga kadang membacanya agak aneh. Kok bisa ya orang yang punya sakit jantung bisa aman olahraga? Katanya juga mau membentuk Roti Sobek," cerita Rita agak aneh.
"Haaah? itu makhluk, manusia apa alien sih Ri? Kok aneh sekali apa dia berbohong soal penyakitnya supaya kamu iba?" Tanya Prita dengan aneh juga.
"Ya aku juga heran berkali-kali aku katakan bahwa dia berbohong sakit tapi jawabannya hanya tertawa," kata Rita.
"Dia juga kirim cake sebagai permintaan maaf. Kalau dia menikah seperti apa ya cakenya? Ini saja indahnya minta ampun," kata Prita yang ikut makan kue lagi.
"Iya juga ya," kata Rita tidak memikirkannya. Ibu dan Ayahnya pun ikut memakan lagi dan memutuskan tidur.
Malam itu juga Rita banyak mengobrol sampai pukul 11 malam, dimana semua lampu sudah dimatikan dan Rita diam.
Kalau tidak, ibunya akan datang dan menyuruhnya tidur meski jarang juga sih. Lama kelamaan Alex pun tidak kuat menahan rasa kantuknya dan mereka tidur bersama di tempat tidur masing-masing.
Wahhh lucu sekali bukan? Terbayang ya bagaimana kalau mereka berdua bisa jadi sebagai pasangan suami istri. Pasti akan begadang mengobrol banyak hal dan membuat masalah dalam rumah.
Mereka tidur dengan cara yang sama dan saling berhadapan dengan senyuman wajah yang serupa. Lucunyaaa....
Dan inilah gangguan pertama yang Saya alami di tahun kemarin. Entaahhh kenapaaa ya dia selalu mencari cara mengganggu Saya yang sudah melupakan semua ke onarannya. Apakah karena dia rindu suasana obrolan dirinya dengan Saya atau memang sudah seperti itu orangnya?
Dia sudah banyak meminta maaf namun masih saja mengganggu saya. Entah minta maaf yang seperti apa maksudnya. Banyak cerita yang tidak saya duga dari temannya, yang sudah tobat dekat-dekat dengan dirinya.
Ney kirim barang ke Saya dengan dalih salah kirim setelah 3 hari ya terlewati. Wajar? Normal? Abnormal lah, Saya sudah banyak bertanya ke teman bahkan paman apakah yang seperti itu bisa dikatakan Salah Kirim?
Mereka menjawab, "Itu sih sengaja," wajarnya kamu salah kirim dan menyadari langsung saat itu juga tapi.. kalau kamu menunggu sampai orang tersebut koar-koar, dan kamu bilang Salah Kirim setelah lewat 3 hari. Ya itu memang kesengajaan.
Kenyataannya dia Salah Kirim liptint Madam Gie entah untuk niat apa. Kalau tahu begitu saya akan injak-injak barang tersebut daripada mrngembalikannya. Sengaja atau tidak, yang membuat Saya heran dia ada menanyakan alamat Saya ke orang lain.
Kalau memang benar mau kirim kenapa harus lewat orang lain? Kenapa tidak dari Alex? Banyaklah yang aneh Saya pikir. Lalu kenapa sudah lewat 3 hari baru ingat kalau alamat dia kirim liptint itu salah? Aneh tidak sih?
Saya tidak yakin itu tidak sengaja, lalu apa gunanya dia bertanya alamat rumah Saya pada orang tersebut. Tapi akhirnya orang itu meminta maaf karena dia tidak tahu kalau ternyata Ney itu bermasalah orangnya.
Dalam novel Saya kisahkan berbeda namun isinya ada yang sama. Dugaan saya memang dia ingin cari perhatian. Dia tahu saya ini dekat dengan Alex, dia juga tahu kalau saya pasti akan ceritakan kirimannya kepada Alex.
Selama kenal dia, Saya baru lihat pertama kalinya dia yang sengaja cari muka ke orang-orang. Saya yakin bukan hanya saya korbannya tapi banyak. Dan saya menyesal sekali sudah mengenalnya, dia adalah teman yang paling buruk bagi saya.
Saya sudah tidak pernah lagi menganggapnya ada atau sebagai teman saya. Semua yang saya alami, adalah teguran dari Allah bahwa dia memang bukan orang yang baik. Dan akhirnya juga asmara saya kandas karena kelakuannya.
Orang yang dia selalu cari perhatian agar menjadi orang yang memihaknya, dia dapatkan. Dan dia banyak menghasut temannya sendiri untuk membenci saya. Saya? Untuk apa menghasut orang agar membencinya toh, mereka lihat sendiri bagaimana mulut kotornya bicara.
Akhirnya saya pun dibenci oleh orang yang sudah kenal dirinya selama 4 tahun. Dan saya yakin dia sangat senang tapi juga tidak menduga bahwa saya dan teman-temannya, sudah memblok dia dari berbagai arah. Dan kini dia seorang diri meskipun dia ada teman yang lain.
Sekarang setelah saya memutuskan bubar gerak jalan dengan orang yang saya sukai, saya yakin dia mulai berusaha mendekati saya untuk memperbaiki keadaan. Sayang kesempatan untuknya sudah tidak akan ada.
Saya dan temannya sudah tidak memerlukan kehadirannya, kami sama-sama hidup bahagia tanpa ada dirinya. Sedangkan dia? Masih terus berusaha mengganggu saya. Saya tidak akan pernah mau terjebak dalam perangkapnya lagi.
Nikmati saja keberhasilanmu yang menghasut banyak orang dan memihak kamu. Karena saat mereka berbalik menjadi musuh, kamu akan di serang sangat perih lebih dari perbuatan kamu ke saya. Dan semua kebohongan kamu akan segera terbongkar, jafi selamat menikmati keberhasilanmu yang sementara.
Keluarga dan paman bibi sudah tahu mengenai muslihatnya dan mereka luar biasa sangat marah. Apalagi dia sampai menanam "Antena" ke Saya alias santet. Yang dimana dia katakan pada temannya bahwa sayalah yang memasang Antena tersebut ke dirinya.
Hina sekali dirinya saat saya mendengarkan cerita temannya itu. Hanya demi orang-orang banyak memihaknya, dia benar-benar mengisahkan hal yang tidak ada pada Saya.
Saya enggan menyumpahinya toh Allah tidak tidur. Dia akan menerima pembalasan dari apa yang dia ucapkan dan dari apa yang dia lakukan selama ini, ke orang-orang termasuk aku dan temannya.
Bersambung ...