
"Kamu awal menikah sama Dins bagaimana, sebelum menikah juga parah kan berantemnya. Sampai kamu selingkuh dari dia sebelum tunangan," umbar Feb membuat Ney kaget.
"Aku tidak selingkuh ya, laki-laki yang jalan sama aku itu keponakan," kata Ney memejamkan kedua matanya. Kok bisa info itu sampai Feb tahu?
"Keponakan kamu kan yang ganteng itu ada di Riau masa iya dia terbang tiba-tiba? Dan aku tahu ya tampang keponakanmu seperti apa, kan kamu sendiri yang sebar fotonya di grup. Masa lupa?" Tanya Feb tertawa keras.
Ney stres ternyata dia terlalu banyak memamerkan semua hal sampai lupa sendiri bahwa semua anggota grup sudah tahu soal keponakannya.
"Sudahlah aku dan beberapa teman lain pernah melihat kamu selingkuh. Itu saja ya, kita jelas tahu kamu memang playgirl tidak mengherankan sekarang juga masih kan," kata Feb dengan suatu penekanan.
Ney tidak membalas, kejadian itu memang sudah lama dan memang dia berpaling tapi hanya 2 hari. Karena orang tua Dins mendengar akan menjodohkan anaknya dengan wanita lain.
"Rita pernah jahat apa sih sama kamu? Sampai hati ya kamu melakukan perundungan, dia selalu menasehati kamu yang berguna kok kamu balas dengan jahat?" Tanya Feb menyudahi obrolan tadi.
"Bukan urusan kamu deh, dia tidak akan pernah bisa bahagia! Jahatnya dia? Dia cemarkan nama aku dong dengan cerita soal aku ke orang-orang," kata Ney dengan nada marah.
"Itu kan kamu sendiri yang membuat masalah kok jadi menyalahkan? Siapa yang memaksa dia untuk ikut apa yang kamu katakan? Kalau kamu merasa orang yang baik, tidak akan ada judul kamu hancurkan hubungan dia dengan Alex," kata Feb.
"Ya, dia memang tidak cocok kok dengan Alex. Aku hanya ingin bilang begitu tapi dia tidak peka," kata Ney sambil memandangi komputernya.
"Agar dia peka kamu memilih cara merundung? Cara kamu ini kamu gunakan bukan hanya ke Rita saja lho, aku pikir kamu bisa banyak merenungkan ya kegilaan kamu ternyata... tidak," kata Feb.
"Aku tidak..." kata Ney berusaha menjelaskan.
"Jangan suka membalikkan fakta deh Ney cara kamu itu terlalu jelas! Kamu yang harus tanggung jawab seenaknya kamu pesan barang lalu kirim ke Rita. Selesaikan masalah kamu sama dia sendiri," kata Feb dengan nada keras.
"Kok aku sih? Aku kan tidak salah. Memangnya tidak boleh aku kirim barang ke dia?" Tanya Ney akhirnyaa..
"Ya boleh silakan tapi lihat dong kondisi dia. Dia pergi jauh itu gara-gara kamu! Gara-gara kelakuan kamu! Aku tahu kamu mulai menjatuhkan Rita bukan dari dia kenal Alex, tapi sejak kalian satu sekolah!" Kata Feb.
"JANGAN SOK TAHU KAMU YA," teriak Ney tidak mau kalah.
"Kamu yang pesan bedak itu lewat akun," kata Feb menyadari penyimpangan dari tema.
Ney yang marah karena memang iya, berusaha menyeimbangkan segala sesuatu. Kenapa juga harus marah-marah kalau tidak benar kan?
"Tapi kamu yang kirimkan paket itu ke alamat dia, bukan aku," balas Ney dengan jutek, dia tertawa sudah menang.
"Kamu yang jelas ya minta tolong ke aku karena alasannya ongkos kirim mahal, aku baru sadar kalau bedak itu kan di Bogor dimana kamu tinggal sekarang," kata Feb memukul kepalanya.
Ney tertawa histeris mendengarnya Feb kesal sekali sudah terperdaya begitu mudah.
"Ya kenapa juga kamu percaya pokoknya itu bukan salah aku ya. Aku hanya salah memberikan alamat," kata Ney bersikukuh.
"Ih, aneh sekali mengaku salah kirim setelah tiba 4 hari," kata Feb membuat Ney tidak peduli dan Ney mematikan ponselnya.
Orang yang benar-benar salah kirim akan tersadar di hari dia melihat alamat pengiriman. Kalau dia menyadarinya setelah 4 hari kemudian, ya itu sengaja. Karena tidak ada usaha dari hari sebelumnya, salah kirim alamat juga aneh.
Orang beli sesuatu pasti sudah ada untuk siapa, untuk diri sendiri kah dan Melihat juga alamatnya diperiksa sudah benar apa belum. Lalu Feb men chat Rita saat itu juga.
"Benar kata kamu, dia menyalahkan aku. Masalah dia sebenarnya apa sih sama kamu? Datang terus," ketik Feb tidak mengerti.
"Target dia itu Alex," balas Rita menghela nafas.
"Sudah kuduga. Aku juga sama mikir begitu tapi kan Rita, dia sudah menikah," balas Feb.
"Waktu pacaran dia sering selingkuh," kata Rita.
"Hah!? Kamu tahu?" Tanya Feb kaget.
"Ya kan aku dulu sering sama dia. Setiap 3 hari beda pacar ternyata selingkuh. Aku diam saja perhatikan dia waktu bertengkar sama mereka, sampai dia dikatai Perempuan Malam yang kasarnya," jelas Rita.
Feb menepuk keningnya ternyata Rita tahu betul Ney ini seperti apa. Harusnya Ney bisa lebih mensyukuri keberadaan Rita, yang masih saja mau berteman dengannya meski terpaksa.
"Tidak heran kalau sudah menikah juga ya masih sama. Suka dengan Alex juga ada kemungkinan juga kan?" Tanya Rita.
Rita mengangguk, ya sudah pasti sih. "Penyakit dia yang lain selain tukang selingkuh, ya iri hati. Kepada semua orang yang lebih beruntung dari dia, itu ya hasil dari pengamatan aku. Iri tapi tidak tahu asal usul mereka bisa begitu," balas Rita dengan cepat karena harus membalas ke Alex juga.
Feb membaca, dia menggelengkan kepala soal kasus Ney yang masih saja berkutat dengan Rita. Andai Rita tahu, sudah banyak hidup orang yang Ney hancurkan lalu meninggalkannya. Memang gila itu perempuan!
"Dia tidak mau mengaku ya soal paket itu sengaja dia kirim atau memang salah kirim?" Tanya Rita.
"Iya, dia masih tetap menyalahkan katanya juga kenapa aku percaya soal alamat itu. Nah lho," kata Feb.
"Sebenarnya dia sudah memberitahukan kalau dia pelakunya, Feb. Soal pernyataan dia "Kenapa juga kamu percaya," sebenarnya itu sudah jelas mengatakan iya, dia sengaja. Dia pasti ada nanya soal Alex ya?" Tebak Rita.
"Iya. Kok?" Tanya Feb.
"Dia memang ada niat menghancurkan aku lewat Alex," kata Rita menjentikkan jarinya. Sudah ketahuan strategi Ney. Rita sadar, dia harus mengorbankan Alex dalam hal ini dan mungkin... berpisah, melupakan segalanya.
Karena Ney akan terus menerus mengganggu bila dia masih dengan Alex.
"Dia tampaknya takut kalau nanti posisi kamu di atas dia," kata Feb.
"Ya memang. Kan dia bisa se sombong sekarang karena keadaannya di atas kita semua," kata Rita.
"Oh iya!" Kata Feb betul juga. "Mungkin kamu tidak tahu tapi dalam grup dia selalu membanggakan kekuatan Ghaib nya,"
"Masih!?" Tanya Rita.
"Lho? Dia pernah cerita sama kamu? Pasti sih dia senang pamer meski tidak penting ya," kata Feb.
Rita memberitahukan Alex bahwa Ney ternyata senang memamerkan sesuatu yang dia punya. Alex hanya kaget membacanya.
"Iya, heboh sekali sampai suruh aku ikuti cara dia. Ogah! Itu kan musyrik," kata Rita merinding.
"Dia bangga lho. Apa dia cerita ke kamu soal dia lebih percaya makhluk Ghaib dibandingkan Tuhannya sendiri?" Tanya Feb.
"Pernah. Setelah tahu aku langsung dong benar-benar jaga jarak sama dia. Kok bisa ya dia se bangga itu, Feb?" Tanya Rita merinding.
"Tidak punya agama mungkin bisa dibilangnya meski dia selalu jawab dia Islam. Nyatanya jarang ibadah kan, aku pikir awal kenal dia non muslim. tapi memang benar, Aku juga jarang melihat dia ibadah, Rita," kata Feb.
Mereka berdua diam beberapa menit. Memang susah sih kalau memang dasarnya Ney se kosong itu, mengandalkan kekuatan Ghaib.
"Dia juga terlihat lebih senang bertemu Hantu daripada manusia," kata Rita teringat cerita Ney seperti apa. Bahkan dia pernah mengajari Rita untuk bisa melihat setan seperti dirinya dengan membaca surat Al jin, Nauzubillah.
( Saya memang sengaja memancingnya waktu itu dengan bertanya mengenai kemampuannya dan bagaimana caranya. Dia sangat antusias yang dimana Arnila protes untuk apa mempelajarinya.
Saya tahu kalau Ney lebih semangat mengenai ilmu hitam daripada ilmu Islam. Arnila pernah menanyakan hal ini pada saya setelah dia putus hubungan dengan Ney. Karena dirasa semakin banyak kejadian aneh.
Saya katakan saat itu memang sengaja, saya ingin tahu seberapa Kafir nya dia dan saya tahu. Tepat bagi saya dan Arnila meninggalkannya yang sudah tenggelam terlalu dalam, entah siapa yang bisa menolongnya.
Dia memberikan beberapa surat termasuk Al Jin, dia mengatakan sambil menutup mata kalau ada cermin lebih bagus. Saya tidak memperagakan hal itu, saya sempat memberikan bukti pada Alex. Dan dia murka.
Saya katakan pada Ney, bahwa saya hanya menguji saja. Bahwa jalan hidup saya sangat bertolak belakang dengannya dan saya bukan kafir. Mengetahui itu ada 3 hari dia enggan kontak sama saya dan Arnila cemas sekali, takut sesuatu buruk terjadi.
Tapi Alhamdulillah tidak ada apapun dalam tiga hari itu. Saya ditanya oleh Alex dan Arnila apa ada kejadian yang aneh? Saya hanya bilang entah kenapa banyak kupu-kupu cantik yang datang.
Ternyata banyak tamu yang datang teman-teman Ibu Saya ).
"Lalu soal paket mau bagaimana? Aku belum puas kalau dia belum mengaku memang sengaja," kata Feb kesal mengingat perkataan Ney.
Rita berpikir sekarang dia harus membuat Ney mengaku apalagi membersihkan nama baik Feb. "Kamu teman dia, nama dia kini bersih karena kamu jadi korbannya. Aku marah kan sama kamu, yang memang itu yang dia mau," kata Rita.
"Kamu mau jadi detektif ya, Rita?" Tanya Alex membuat Rita tertawa.
"Mungkin aku cocok jadi detektif ya," balas Rita.
Bersambung ...